Sunday, December 28, 2025

Kesan dan Moment Favorit dari Boku no Hero Academia Season 6



Hola, semuanya, apa kabar? Semoga sehat dan bahagia selalu ya.


Jujur, bulan Desember ini merupakan bulan yang sangat berat buat gw, sampai bikin gw merasa gak bisa nulis apa yang ada di kepala gw seperti biasanya. Tapi ternyata, gak nulis juga gak mudah buat gw karena malah bikin kepala dan hati gw terasa penuh.


Jadi sekarang, gw memutuskan buat coba nulis lagi kesan tentang sesuatu yang menarik buat gw. Dan pilihan gw jatuh di Boku no Hero Academia ( selanjutnya gw sebut Hero Aca ya) Season 6.


Loh kok baru season 6? Bukannya serialnya baru saja tamat di season 8?


Iya,  gw akuin telat, tapi memang untuk Hero Aca, gw seringnya nonton telat karena mau nabung episode. Soalnya seringnya susah berhenti sih pas nonton. Tapi ternyata setelah selesai nonton selesai season 5 buat menyambut season 6, kebablasan belum nonton sampai tamat.


Makanya sambil nyicil nonton, gw pengen nulis kesan gw tentang season 6 lebih dulu sekaligus membiasakan diri buat nulis lagi, semoga bisa semakin konsisten ya.


Jadi inti dari season 6 ini kan tentang usaha penyerangan para Hero ke pihak Villain dengan rencana yang sudah tersusun matang. Mereka sudah menentukan lokasi, rencana sampai siapa saja yang bakal terlibat termasuk beberapa anak A2 yang diminta bantuannya.


Semua sudah sesuai rencana sampai tiba-tiba saja posisi menjadi terbalik dimana para Hero terpojok dan harus bertarung mati-matian untuk melawan kelompok vilain yang kuatnya bukan main.


Bahkan Deku dan teman-temannya yang awalnya bertugas membantu proses evakuasi terpaksa harus ikut bertarung melawan Shigaraki yang tubuhnya mulai bangkit.


Tanpa mereka ketahui kalau ini adalah awal dari pertarungan yang panjang dan melelahkan.



Kesan gw sendiri tentang Hero Aca season 6 ini adalah ‘’wah gila emosional banget’’ . Asli, dari awal season, gw dah dapat gambaran kalau pertarungan akan jadi sajian utama. Tapi gw sama sekali gak menduga kalau pertarungannya bakal jadi sepanjang dan seemosional ini.


Rasanya ikut capek dan deg-degan banget melihat perjuangan para Hero yang gak selesai-selesai bertarung karena lawan yang kuat, dan posisi yang semakin tidak menguntungkan buat mereka.


Dan ternyata, pertarungan ini menghasilkan banyak hal yang bikin gw terkesan waktu nontonnya. Misalnya:


  • Adegan Pertarungan yang Seru, Tegang dan Emosional

Sudah gw tulis di atas kalau pertarungan merupakan sajian utama season 6. Dan adegannya pun menurut gw dibuat seru banget. Rasanya ikut tegang waktu para Hero menjalankan rencana. Kayak ikut deg-degan gitu apakah mereka bakal berhasil. Dan ikut kecewa juga sedih waktu pihak Villain ternyata menyimpan kejutan yang bikin para Hero terpojok. Ikut marah waktu ada Hero yang terluka dan lega kalau di saat genting ternyata masih ada harapan buat menang.


Gila memang cara mengaduk emosi penontonnya ini. 


Oh, dan bagian ini bikin gw terkesan juga sama Todoroki,yang meski perannya dalam melawan Shigaraki di bagian ini tidak sebesar yang lain, tetap berusaha  memberikan dukungan buat rekan-rekannya.


Gimana hati gak ikut amburadul coba kalau melihat karakter kesayangan, yang habis melindungi dan mengobati  Grand Torino,  sibuk menangkap Endeavour, Bakugo juga Deku yang kewalahan dan terluka waktu melawan Shigaraki. Ditambah, dia masih mencoba berdiri tegak dan bertarung meski kenyataan soal Dabi jelas bikin dia shock, pokoknya jempol buat Todoroki.


  • Pengakuan Dabi 

 Karena gw sudah tahu duluan soal fakta ini, bisa dibilang gw tidak terlalu kaget waktu dengar Dabi membongkar fakta kalau dia adalah Toya, anak pertama Endeavour yang dikira sudah meninggal akibat terbakar Quirknya sendiri.


Hal yang paling menarik perhatian gw justru reaksi sang ayah, Endeavour yang terdiam sampai tidak menyisakan aura kesombongan yang biasanya terpancar dari dirinya. 


Endeavour memang bukan karakter favorit gw, tapi melihat bagaimana dia terdiam sampai tidak bereaksi waktu Todoroki memohon padanya buat melindungi Deku dan Bakugo yang terluka parah jelas sesuatu yang gak mudah buat dilupakan.


  • Melihat Deku dan Beban yang Dipikulnya

Kalau ada karakter yang bikin gw paling merasa simpati sampai ikut sedih waktu lihat kisahnya di season ini maka Deku adalah jawabannya.


Sebagai orang yang melihat bagaimana karakter Deku yang lembut, ceria, ramah dan baik hati di awal seri, rasanya kok ya gak tega melihat dia menjauh dari teman-teman dan orang lain karena gak mau mereka jadi sasaran penjahat.


Asli, sepanjang ngikutin Hero Aca, mungkin ini adalah season dimana gw bisa melihat Deku terlihat paling gloomy dan itu meninggalkan kesan yang dalam banget buat gw.


Gimana hatinya gak merasa berat kalau tahu dirinyalah yang punya kekuatan utama buat mengalahkan musuh, tapi di pertarungan sesungguhnya dia lihat sendiri kalau musuh itu sangat kuat dan melukai orang-orang yang berarti bagi dia. Ditambah, dia juga tahu bahwa meski sudah berjuang habis-habisan, musuh gak langsung kalah dan selalu punya cara buat bangkit. 


Jadinya dia merasa kalau dialah yang harus mengalahkan musuh itu.Huhuhuhuhu peluk Deku

  • Pertarungan Deku VS Kelas A

Masih berhubungan dengan gloomy-nya Deku nih. Jadi, Deku ini sempat memutuskan buat meninggalkan sekolah dan nulis surat buat semua teman-teman kelasnya sebagai tanda pamit.


Ternyata teman-temannya malah nyusulin dia dan ngajak balik ke sekolah.


Wah,ini tuh moment keren banget sekaligus favorit gw di season ini.


Gimana hati ini gak terenyuh melihat bagaimana Deku berusaha menjauh dari teman-temannya sementara mereka malah makin getol ngejar dia. Teman-temannya gak henti mengingatkan kalau mengalahkan lawan bukan cuma tugas Deku seorang yang akhirnya bikin Deku terharu dan bisa menangis setelah sebelumnya memikul semua rasa di hatinya sendirian.


Oh iya, salah satu moment yang sulit gw lupakan adalah di saat teman-temannya ngucapain kata-kata keren buat menyedarkan Deku, Kaminari malah ngajak dia mandi, sungguh sumber tawa di tengah moment tegang dan haru.


Jempol deh buat anak-anak kelas A


  • Deku dan Bakugo

Kalau ngomongin Hero Aca, tentu gak boleh kelewat buat bahas tentang mereka berdua dong. Deku dan Kacchan, teman kecil yang sama-sama punya mimpi besar jadi Hero, tapi beda nasib dan bikin hubungan mereka jadi rumit.


Sejak kecil, Kacchan selalu meremehkan Deku yang tidak punya kekuatan. Saat masuk U.A, sikapnya bertambah parah dan selalu ingin bersaing dengan Deku (semua orang sih sebenarnya) yang selalu berusaha keras melatih kekuatannya.


Tapi, makin kesini, Kita juga bisa melihat sisi lain Kacchan yang meski tetap galak cara bicaranya, sebenarnya sadar dan mengakui kekuatan Deku, hanya saja ada sisi dirinya yang enggan mengakui itu.


Dan melihat di season ini bagaimana Kacchan melindungi Deku, bilang kalau Endeavour tidak mengenal Deku sampai minta maaf pada Deku atas sikapnya selama ini bahkan berusaha memanggilnya Izuku benar-benar sesuatu yang sangat berkesan buat gw.


Jempol buat Kacchan.

  • Ochako Membela Deku

Moment lain yang gak kalah meninggalkan kesan mendalam bagi gw itu adalah waktu Deku kembali ke U.A dan ditolak sama warga kota yang mengungsi di sana.


Penolakan warga itu hampir bikin Deku pergi lagi kalau gak ditahan sama Ochako. Meski tahu kalau gak akan mudah, Ochako memberanikan diri berdiri di atas gedung U.A dan mengatakan pada orang-orang kalau orang yang paling ingin menyelesaikan semuanya adalah Deku.


Ia mohon supaya Deku diberi izin untuk tinggal sementara di U.A supaya bisa mempersiapkan diri menghadapi pertempuran. Kata-kata Ochaku ini menyentuh hati banyak orang termasuk Deku sendiri yang sampai nangis terduduk.


Asli, ini salah satu moment yang berkesan banget buat gw, jempol buat Ochako.


Itulah kesan dan moment favorit gw tentang Hero Aca season 6. Salah satu season yang bisa dibilang jago banget mengobrak-abrik hati gw sebagai penonton (maaf, kata-katanya agak lebay)


Tapi serius, season ini keren banget, rekomendasi buat teman-teman yang memang suka Hero Aca! Buat yang belum pernah nonton, mungkin ada baiknya nonton season sebelumnya ya, soalnya kalau enggak nonton, akan agak bingung ya, karena cerita pembukanya langsung pertarungan, tapi gak ada salahnya mencoba sih kalau mau nekat hehehehehe.


Okelah, sampai disini dulu tulisan kali ini. Terima kasih buat yang sudah mampir dan baca tulisan ini. 


Sampai jumpa di postingan selanjutnya ya.

 

Tuesday, October 21, 2025

My Favorite Performance from The First Take

Holaaaa, apa kabar lagi teman-teman semua? Semoga sehat dan bahagia selalu ya.


Kali ini mau bahas tentang performance favorit gw dari program The First Take.




Teman-teman tahu program tersebut? 


The First Take itu nama program musik di Youtube yang menampilkan penyanyi yang tampil hanya dalam satu kali take saja. 


Dengar-dengar sih ide konsepnya itu dari hidup yang cuma satu kali, makanya harus memanfaatkan kesempatan dengan sebaik mungkin.


Seingat gw, The First Take itu  hadir pertama kali di masa pandemi, sekitar tahun 2020-an lah ya.


Gw sendiri cukup suka dengan program ini meski nontonnya juga gak rutin. Apalagi beberapa artis favorit gw juga pernah tampil disini, tentu sayang dong untuk dilewatkan. 


Makanya hari ini, gw ingin membagikan performance The First Take yang jadi favorit gw dan sering gw tonton ulang. Siapa tahu bisa menambah referensi buat teman-teman yang ingin coba mendengarkan lagu Jepang.


Ingin tahu siapa saja mereka? Hajimemasyou 


  • Nishino Kana (Aitakute Aitakute) 


Pertama ada penampilan Nishino Kana atau Kanayan dengan salah satu lagu hitsnya, yaitu Aitakute Aitakute. Ini merupakan penampilan pertama Kanayan di The First Take, dan dia menampilkan Aitakute Aitakute dengan aransemen yang khusus dibuat untuk acara ini.


Jujur, gw sangat antusias menyaksikan penampilan Kanayan disini, apalagi tampilnya dengan membawakan salah satu lagu favorit. Aitakute Aitakute yang awalnya sudah terasa emosional ini jadi makin terasa mantap dengan aransemen khusus ini.



Kedua, ada Citrus dari Da-Ice. Inget banget kalau lagu ini memang tengah hits saat itu sejak jadi OST dorama Gokushufudo. Dan dengan tampilnya Da-Ice disini, jadi makin banyak yang kenal mereka, seneng banget deh.


Penampilan ini tuh mantep banget karena berbeda dengan musik aslinya. Musik asli lagu Citrus kan bisa dibilang sedikit menghentak ya. Nah, di The First Take, penampilan Citrus hanya diiringi piano yang otomatis bikin suara Shota dan Yudai makin menonjol.


Wah ini sih lagu yang bersejarah banget buat gw, secara merupakan salah satu lagu yang gw kenal di masa awal gw menyukai lagu Jepang.


Tentu senang banget dong Hikki (nicknamenya Utada Hikaru) menyanyikan lagu legend ini di The First Take. Suara unik Hikki disini makin membuat lagu ini terasa sendu dan emosional.



Wah ini sih salah satu lagu legend di dunia anime. Opening dari serial anime Digimon ini aslinya dibawakan oleh mendiang Wada Koji. Di versi The First Take ini l, Butterfly dibawakan secara kolaborasi oleh artis-artis yang sering mengisi lagu anime.

Asli, nonton perform ini tuh rasanya dibawa kembali di masa-masa antusias nonton Digimon di depan tv setiap minggunya. 


Oke segitu dulu ya pembahasan tentang penampilan favorit gw di acara The First Take, nanti akan gw tambahkan lagi.


Sampai disini dulu postingan kali ini. Terima kasih sudah mampir dan baca. Sampai ketemu di postingan berikutnya ya.








Sunday, October 5, 2025

Playlist 32

 Holaaa 

Apa kabar teman-teman semua? Semoga sehat dan bahagia selalu ya di bulan Oktober ini. Kali ini gw pengen membagikan lagu apa saja sih yang sering ada di playlist on repeat gw. 


Siapa yang menantikan pembahasan ini? Sudah siap dong baca pembahasannya?


Jya, hajimemasyou 


  • Ta Bola Bale - Silet Open Up (feat. Jacson Zeran, Juan Reza & Diva Aurel)


Setelah Stecu Stecu, ternyata kuping gw juga cocok dengan lagu lain yang tengah trend yaitu Ta Bola Bale. Mungkin karena irama musiknya yang up beat tapi gak berisik dan easy listening, jadinya kuping gw mudah menerimanya.


Lagu ini bisa dibilang unik karena merupakan perpaduan dari Indonesia Timur dan Barat dimana liriknya merupakan gabungan dari bahasa Timur dan Minang. Musiknya juga mengajak bergoyang bahkan banyak yang ikut trendnya.


Ta Bola Bale bisa dibilang hits banget sih sampai-sampai waktu perayaan 17 Agustus di Istana, lagu ini juga dibawakan. Belum lama ini gw lihat, lagu ini juga dibawakan di Indonesia Paviliun di Osaka  


  • Hajimari no Uta  - GREEEN 


Selama ini, gw cuma mendengarkan satu lagu dari GREEEN yaitu Ai Uta, ternyata belum lama ini, gw secara gak sengaja dengar dan dibuat suka dengan lagu berjudul Hajimari no Uta. Lagunya gak terlalu ramai dan juga gak terlalu slow.


Musiknya sendiri ada nuansa sendu dan haru tapi gak mellow. Musiknya enak sampai bikin suka dalam sekali dengan dan langsung memasukkannya ke playlist.


  • Ai De Mo Fa- JIn Sha 



Sama seperti Hajimari no Uta, gw juga dengar lagu ini secara gak sengaja dan langsung dibuat suka sama irama musiknya yang lucu.


Musiknya tuh apa ya? Walau ada bagian yang terdengar sendu tapi bikin nyaman dan jadinya pengen sering dengar deh.


  • Pica Pica - Juan Reza

Selain Stecu Stecu dan Ta Bola Bale, ada satu lagi nih bernuansa Timur yang asyik menurut gw. Judulnya  Pica-Pica. Gw suka musiknya yang enak dan terdengar lucu.


  • No Other - Super Junior


Nah, kalau lagu ini, suka gara-gara lagi nonton program Dingo yang menghadirkan Super Junior. Karena merasa selama ini lebih kenal sosok SuJu sebagai orang kocak di variety show, pengen juga lihat mereka pas lagi nyanyi dan akhirnya dibuat demam sama lagu ini deh.

Lagunya simple, enak didengar dan punya nuansa sweet gitu.

  • ้›ชๅนป ― winter dust - T.M Revolution


Pertama kali dengar lagu ini tuh waktu dinyanyikan Wakana yang yang jadi bintang tamu di acara TV yang dibawakan oleh T.M Revolution. Kesan sama lagu ini setelah dibawakan Wakana tuh sendu, sedih dan emosional gitu. Apalagi Wakana nyanyinya cuma diiringi piano, makin terasa sendu aja nih lagu seolah lagi jalan sendirian di bawah salju yang lagi turun.. Makanya jadi penasaran sama lagu versi aslinya.

Dan ternyata versi aslinya gak kalah emosional. Cuma karena diiringi band, lagu ini terasa lebih bergejolak gitu. Kalau dengar versi ini seolah bisa bayangkan orang yang tengah meluapkan emosi saat ada salju turun diiringi angin kencang.

  • Butter-Fly - Anisama Friends The First Take Version 


Bagi penggemar anime di tahun 90-2000an, lagu opening serial anime Digimon ini legend banget sih. Makanya seneng banget waktu lagu ini ditampilkan di The First Take oleh Anisama Friends yang terdiri dari sekumpulan penyanyi yang sering membawakan lagu untuk anime.

EPIC! (maaf capslock jebol) itu satu kata yang mewakili kesan gw terhadap perform ini. Rasanya kayak dibawa kembali ke masa dimana gw menantikan Digimon di TV atau nonton ulang di VCD (ups ketahuan deh umur wkwkwkwkwk) 

Dan, tambah senang lagi waktu ada versi audionya juga. Jadi bisa lebih sering di dengar deh.

  • Endless Love - Jackie Chan feat Kim Hee Sun


Sebagai orang yang mengaku sebagai penggemar Jackie Chan, kaget juga waktu tahu kalau ternyata beliau pernah duet dengan aktris Korea Kim Hee Sun. Jadi mereka berduet dalam lagu berjudul Endless Love yang dipakai sebagai OST film The Myth.


Lagunya enak, lembut dan sendu. Seolah menggambarkan cinta yang sangat dalam sampai bikin hati sakit (asyik gak tuh perumpamaan gw?).


Tipe lagu yang bikin kuping gw jatuh cinta dalam sekali dengar.  


Nah itulah dia beberapa lagu yang nongkrong di playlist on repeat gw. Memang bukan semuanya lagu baru sih, tapi lagu-lagunya easy listening menurut gw.


Kalau teman-teman belakangan ini lagi suka lagu apa? Komentar ya 


Sampai disini dulu postingan kali ini, terima kasih sudah mampir dan baca.


Sampai ketemu di postingan berikutnya ya.



Thursday, September 25, 2025

Spoiler Alert!! Detective Conan Movie : One-Eye Flashback




Tahun ini, bisa dibilang sebagai tahun yang istimewa bagi gw, dan juga mungkin bagi penggemar Detective Conan, yang menunggu film ke-28 rilis di Indonesia.


Kenapa begitu? Soalnya, hati ini dibuat merasakan berbagai macam emosi dulu sebelum bisa nonton filmnya .


Mulai dari penasaran waktu nonton trailernya, gelisah menunggu kabar kapan filmnya rilis di Indonesia, dibuat senang bukan main waktu ada event Collaboration cafe dengan tema Conan untuk pertama kalinya di Indonesia sampai dibikin geregetan waktu dapat kabar kalau waktu rilis film yang awalnya sudah diumumkan di bulan Juni/Juli, mundur cukup lama ke bulan September. 


Kabar ini tentu sangat menguji kesabaran, secara di Jepang, Detective Conan movie itu selalu rilis bulan April setiap tahunnya. Jadi rilis di bulan Juli atau Agustus seperti biasanya saja sudah terasa cukup lama dan bikin rasa penasaran menumpuk. Eh, ternyata  untuk tahun ini malah penantiannya lebih panjang.


Namun, sesuai dengan kata bijak yang menyatakan kalau kesabaran itu berbuah manis, begitu jugalah yang terjadi untuk para penggemar Conan, karena tanpa diduga. banyak juga kejutan yang mengikuti rilisnya One-Eye Flashback.


Misalnya, diadakannya fans-screening sampai dua kali (dengan voice message dari Takayama Minami, seiyuu Conan dan Koyama Rikiya, seiyuu Kogoro). Lalu diputarnya Conan di IMAX untuk pertama kalinya, diadakannya rally stamp, pembagian poster yang berbeda di setiap jenis bioskop sampai paket pembelian popcorn berisi Collectible Card.


Gw sendiri kebetulan baru sempat ikut mengumpulkan satu stempel untuk stamp rally. Tapi, bagi gw yang penting itu adalah rasa penasaran gw akan filmnya  terbayarkan. Makanya sekarang gw pengen berbagi kesan gw  ke teman-teman.


Oh iya, disclaimer dulu ya, pembahasan filmnya kemungkinan akan memberi spoiler, Jadi bagi teman-teman yang belum nonton dan tidak mau kena spoiler, bahkan yang tipis sekalipun, harap hati-hati ya ^_^


Sudah siap menyimak? Hajimemasyou.


Film One-Eye Flashback dibuka dengan adegan flashback yang terjadi 10 bulan sebelum kasus Furinkazan (episode 516-517 di serialnya). Tepatnya ketika Inspektur Yamato Kansuke mengejar pelaku kejahatan di tengah gunung salju. Disini, Kita bisa lihat penyebab Inspektur dari Nagano tersebut terluka parah dan kehilangan salah satu penglihatannya.


Adegan pun berpindah ke masa kini, tepatnya di rumah keluarga Mori yang sedang siap-siap untuk makan malam.

 

Di tengah ramainya situasi persiapan tersebut, Mori Kogoro mendapat telepon dari Wani. Wani  adalah rekan Kogoro ketika masih menjadi Polisi. Tujuan Wani menelepon Kogoro adalah mengajaknya bertemu untuk membicarakan sesuatu yang memiliki hubungan dengan kejadian yang dialami Inspektur Yamato.


Sayangnya, belum sempat pertemuan itu terjadi, Wani tewas ditembak orang tak dikenal di hari seharusnya mereka bertemu. 


Hal ini tentu memancing emosi Kogoro. Ia pun langsung memaksa Takagi dan Sato untuk mengizinkannya  ikut melakukan penyelidikan ke Nagano.


Conan pun tidak tinggal diam dan membatalkan rencananya untuk nonton pertandingan bola bersama Ran. Mereka berdua akhirnya pergi ke Nagano tanpa sepengetahuan Kogoro dan bertemu dengan grup Detektif Cilik dan Profesor Agasa yang sedang jalan-jalan ke observatorium di gunung salju.


Bantuan juga datang dari trio kepolisian Nagano yaitu Kansuke, Yui dan Komei serta Biro Keamanan Publik meski tidak secara langsung. 


Dengan dukungan yang mantap itu, berhasilkah Conan membantu Mori Kogoro menemukan pembunuh temannya? Lalu, apa yang sebenarnya hubungan Yamato Kansuke dengan kejadian ditembaknya Wani?


Jawabannya bisa teman-teman temukan di bioskop terdekat yaaaa. 


Dan sementara teman-teman menuju bioskop, gw akan menuliskan kesan gw disini ya wkwkwkwkwkwk.


Menurut gw, Detective Conan Movie: One Eye Flashback adalah film Conan yang terasa sedikit berbeda dari biasanya tapi tetap asyik buat ditonton.


Hal yang paling bikin gw merasa film ini beda adalah berkurangnya porsi adegan kurang masuk akal yang biasa dilakukan Conan. 


Tentu tetap ada adegan yang sudah jadi khas Conan, tapi skala tidak masuk akalnya adegan tersebut menurut gw tidak se “wow” biasanya ๐Ÿ˜†.


Sebagai gantinya, Kita bakal disuguhi  adegan kejar-kejaran dan tembak menembak yang sering ada di film bertema polisi.


Mungkin karena fokus film ini lebih ke karakter polisi, jadi adegan action yang ditampilkan juga dibuat lebih realistis ya.


Tapi menurut gw, adegan actionnya seru kok, apalagi latarnya itu ada di gunung salju. Jelas medan yang sangat menantang buat para jagoan kita dan bikin film ini terasa lebih asyik untuk ditonton.


Point tidak biasa lain yang gw temukan adalah porsi Conan yang rasanya tidak semenonjol di film lainnya. Tentu, sebagai tokoh utama, Conan tetap dapat moment bersinar. Tapi karena fokus Conan adalah membantu Kogoro, Kita akan lebih banyak disuguhkan adegan Conan mengumpulkan informasi alih-alih mencoba menyelesaikan  kasus yang sering dibuka dengan kata ‘’alele’’ itu wkwkwkwkwk.


Hal ini tentu membuat karakter lain mendapat kesempatan untuk bersinar. Di film ini, porsi lebih diberikan kepada trio Nagano yaitu Kansuke, Yui dan Koumei serta Kogoro yang sepanjang film tampil serius tanpa tidur.


Cuma, gw punya sedikit unek-unek tentang bagian ini karena fokus karakter jadi agak terasa samar bagi gw.


Maksudnya, dari sinopsis dan promo film, gw berpikir kalau Kogoro akan menjadi fokus utama dengan trio Nagano sebagai karakter yang dapat porsi lebih untuk membantu beliau.


Tapi setelah nonton, gw malah jadi merasa kalau Kogoro hanya merupakan pancingan untuk menceritakan apa yang terjadi pada Kansuke. Jadinya batin ini sempat mempertanyakan siapa sebenarnya karakter yang film ini inginkan untuk jadi fokus utamanya wkwkwkwk.


Sebenarnya, mungkin gw yang harus membiasakan diri. Karena gaya bercerita film Conan beberapa tahun ini memang seperti itu. 


Cuma bagi gw, gaya seperti ini bikin beberapa moment yang harusnya meninggalkan kesan yang kuat, malah jadi kurang terasa (ups hampir spoiler, tahan-tahan).


Faktor lain yang juga membuat film ini asyik ditonton bagi gw adalah cerita dan misteri yang disajikan. 


Menurut gw, ceritanya asyik karena bisa nyambung dengan masa lalu Kansuke yang belum diceritakan di seriesnya. Misterinya juga tidak terasa maksa sehingga selama nonton, gw gak mikir “loh kok ini tiba-tiba begitu?” 


Point lain yang bikin gw makin menikmati film ini adalah kembali munculnya Takagi dan Sato bersama dalam satu film. Ini merupakan pertama kalinya sejak film  The Bride of Halloween.


Memang sih, porsi mereka lebih ke support character, beberapa orang mungkin menganggap  mereka hanya sekedar tempelan. Tapi buat gw, keberadaan Takagi dan Sato sepanjang film tuh sudah pas dan bikin senang.


Terima kasih sudah menghadirkan couple kesayangan gw ini. Berharap banget mereka akan dapat porsi dan moment yang lebih mantap di film-film selanjutnya.



Kesimpulannya, meski ada point yang sedikit gw sayangkan, tidak mengubah pemdapat gw kalau One-Eye Flashback merupakan film yang menyenangkan untuk ditonton. Gw memang menaruh ekspektasi terhadap film ini karena di seriesnya, episode yang menghadirkan kepolisian Nagano itu bagus dan seru.

Syukurlah, ekspektasi itu terjawab dengan baik. Mulai dari misteri, aksi, komedi, romance tipis-tipis tapi manis, semua diramu menjadi tontonan yang apik dan menghibur.


Oh iya, untuk OST-nya, movie tahun ini diisi oleh KingGnu lewat lagu berjudul Twilight. Lagunya cukup asyik meski belum bisa menggeser posisi top 5 OST Conan Movie favorit gw.


Okelah, karena tulisan gw sudah cukup panjang dan khawatir berujung dengan semakin banyaknya spoiler yang terbuka, gw sudahi postingan kali ini sampai disini dulu ya.


Terima kasih buat yang sudah mampir dan baca.


Sampai ketemu di postingan selanjutnya ๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„


P.S: yang sudah nonton filmnya boleh banget loh berbagi kesan di kolom komentar. Jangan malu-malu ya ๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†














  




Monday, September 15, 2025

Law and the City

 Holaaaa, apa kabar semuanya? 


Bulan Agustus bisa dibilang bulan yang cukup berat ya buat Kita semua. Jujur, gw agak bingung apakah ini sudah jadi saat yang tepat untuk update blog ini lagi. Secara, postingan gw lebih bersifat hiburan, khawatir juga kalau isinya akan kurang cocok untuk situasi yang terjadi belakangan ini.


Tapi pada akhirnya gw memutuskan untuk posting lagi, dengan pertimbangan kalau dalam situasi sekarang ini, dibutuhkan juga tulisan ringan sebagai selingan atau hiburan. Bagi gw sendiri, menulis juga menjadi sarana buat mengeluarkan isi hati dan kepala supaya tidak terlalu penuh dan penat.


Maka dari itulah, gw akan mulai posting lagi sambil tetap berharap kalau situasi bisa menjadi lebih baik di negeri ini.


Sebagai pembuka postingan di bulan September ini, yang juga kemarin itu adalah ulang tahun Lee Jong Suk dan juga anniversary ke-20 dari grup AAA, gw ingin bahas soal drakor yang belum lama ini gw tamatkan nih. Judulnya Law and the City yang dibintangi oleh Lee Jong Suk dan Moon Ga Young. 







Gw sangat antusias nunggu drama ini dari sebelum tayang. Secara ini merupakan comeback Jong Suk ke layar TV setelah Big Mouth (yang belum gw tonton juga sampai sekarang) 3 tahun lalu.


Lalu apa sih cerita dari serial Law and the City ini?

Serial Law and the City mengisahkan tentang kehidupan dari 5 orang pengacara. Pertama, ada Ahn Ju Young, pengacara yang sudah berkecimpung di dalam dunia hukum selama 9 tahun. Pengalaman yang Ia dapatkan selama kurun waktu tersebut membuat Ahn Ju Young menjadi orang yang dingin, kaku dan sangat realistis.

Bagi Ahn Jo Young, klien hanyalah orang yang perlu dia bela tanpa harus ikut terlibat secara emosional. Hal inilah yang bikin dia sering berdebat dengan Kang Hee Ji.

Kang Hee Ji merupakan pengacara baru di antara kelima tokoh utama. Ia punya empati tinggi dan tidak merasa keberatan untuk dekat dengan kliennya. Bagi Kang Hee Ji, membela klien perlu dilakukan dengan sepenuh hati. Hal ini bikin Hee Ji sering beda pendapat dengan Jo Young yang memang lebih realistis.

Meski begitu, Hee Ji adalah orang yang mau mengakui kelebihan orang lain dan selalu ceria serta memberikan vibe yang positif bagi orang di sekitarnya.

Cho Chang Won merupakan karakter yang paling ceria diantara kelimanya. Ia akan sangat bersemangat ketika mereka berlima berkumpul. Tapi kalau dibandingkan dengan teman-temannya, Cho Chang Won ini paling mengelus dada soal pekerjaan. Dia sering diremehkan oleh bosnya, juga sering diberi kasus yang bikin hati nuraninya terusik. 

Meski begitu, Ia adalah karakter yang akan berusaha keras melakukan apa yang memang sudah Ia niatkan.

Bae Mun Jeong adalah satu-satunya perempuan di grup ini sebelum Hee Ji datang. Orangnya selalu penuh semangat dan terlihat seperti leader bagi mereka. 

Mun Jeong sangat suka makan dan nyemil, bikin dia selalu jadi andalan untuk menemukan tempat makan bagi mereka berlima. Mun Jeong adalah contoh perempuan yang harus bertarung dengan kenyataan dimana perempuan yang sudah menikah harus mengalami yang namanya dilema antara pekerjaan dan keluarga.

Terakhir, ada Ha Sang Gi, pengacara yang juga memiliki blog pribadi berisi foto-foto makanan yang dimakan bersama teman-temannya. Sepintas, Ia cuma terlihat memikirkan diri sendiri dan uang. Tapi seiring berjalannya cerita, Kita bisa lihat kalau Ia adalah pribadi yang hangat dan setia kawan.

Kecuali Ahn Jo Young dan Bae Mun Jeong, mereka adalah pengacara dari firma hukum berbeda yang kebetulan ada di gedung yang sama. Namun sejak penggabungan firma, mereka pun menjadi rekan kerja yang kadang harus bekerja sama.

Bagaimanakah kisah kelima pengacara ini menghadapi pekerjaan mereka?

Jawabannya tentu akan berbeda bagi setiap orang. Tapi kalau buat gw pribadi, kisah drama ini bisa membuat gw penasaran untuk menanti episode baru setiap minggunya.

Memang kalau dibandingkan drama yang memiliki tema hukum yang pernah gw tonton sebelumnya, semacam I Can Hear Your Voice atau While You Were Sleeping (yang juga dibintangi Jong Suk), drama ini bisa dibilang sangat ringan karena lebih menonjolkan tentang kehidupan para pengacara dibandingkan dengan kasus hukum yang mereka hadapi.

Hal ini bikin gw menemukan gak sedikit komentar yang bilang drama ini bikin bosan atau ngantuk. 

Lalu kalau begitu, apa kelebihan drama ini yang bikin gw tetap penasaran dan tertarik nonton?

Pertama, cerita yang ringan adalah jawabannya. Seperti yang gw bilang, Law and The City lebih menonjolkan kisah kehidupan sekelompok orang-orang yang berprofesi sebagai pengacara. Sehingga bisa dibilang, Kita sebagai penonton tidak dibuat ikut banyak mikir waktu nonton. 

Kedua, karakter yang relate. Bagi gw, menonton Law and The City seolah melihat cerminan kehidupan pekerja di kehidupan nyata. Gw yakin kalau di luar sana ada pekerja yang seperti  Joo Young yang hanya ingin bekerja dengan nyaman tanpa banyak drama, bekerja dengan sepenuh hati seperti Hee Ji, sering mengelus dada seperti Chang Won, bekerja karena uang seperti Sang Gi atau yang memang sangat menyukai pekerjaannya meski harus menghadapi banyak tantangan seperti Mun Jong.

Untuk gw sendiri bagian yang bikin merasa relate adalah waktu mereka makan bersama. Hal yang paling membuat gw merasa relate dengan adegan yang paling banyak muncul di serial ini adalah gw sadar meski suka dengan apa yang gw lakukan dan menikmati hari-hari ketika bekerja, gw tetap juga bisa merasa lelah maupun jenuh.

Dan waktu yang paling bisa dimanfaatkan untuk istirahat dan santai sejenak selain waktu ibadah adalah waktu makan bersama teman. Waktu ini bisa dibilang berharga, karena seperti di serialnya, ada kalanya Kita tidak bisa makan bersama teman karena urusan kerja, makanya waktu ini tuh berharga dan perlu dinikmati juga. Makanya bagi gw adegan inilah yang paling relate.





Point ketiga yang bikin serial ini menarik menurut gw adalah romance tipis tetapi manis yang disuguhkan. Agak beda dari kebanyakan drama yang gw tonton, Kisah Ahn Jo Yong dan Kang Hee Ji sebenarnya sudah dimulai beberapa tahun sebelum kisah utama dimulai. Hal ini bikin gw penasaran dengan apa yang terjadi pada mereka di masa lalu dan bagaimana kisah mereka akan bersemi di masa kini.

Memang, kisah percintaan mereka gak bisa dibilang banyak munculnya, tetapi sekalinya ada bikin ikut senyum-senyum sih. Bravo buat chemistry Lee Jong Suk dan Moon Ga Young.

Kesimpulannya, serial ini cocok dinikmati oleh teman-teman yang suka kisah ringan dan gak terlalu fokus ke percintaan. Buat penggemar Jong Suk (kaya gw) ini juga jadi comeback yang menyenangkan sih.

Sekali lagi, gw ingin mengucapkan ulang tahun untuk Lee Jong Suk, aktor Korea yang berhasil memikat gw dengan aktingnya sejak gw nonton Pinocchio. Semoga mas yang satu ini sehat dan bahagia selalu serta bisa dapat project yang seru dan menyenangkan terus ya.

Oke, sampai disini dulu ya tulisan gw kali ini, terima kasih buat yang sudah mampir dan baca.

Sampai ketemu di postingan selanjutnya.