Holaaa Mina-san, apa kabar? Semoga sehat dan bahagia selalu ya di tengah banyaknya tantangan setiap harinya.
Kali ini, mau bahas tentang kesan gw setelah nonton seri live action dari Avatar: The Last Airbender season 2 yang baru saja rilis beberapa hari yang lalu. Secara gw nonton yang pertama dan menikmatinya, Gw tentu menunggu-nunggu dong kapan lanjutannya akan rilis, dan setelah nonton, gw langsung dapat wangsit untuk menuliskannya disini.
Oke, daripada banyak basa-basi, mari kita mulai pembahasannya ya. Hajimemashou.
Jadi, fokus utama di season 2 ini adalah usaha Aang untuk mencari guru pengendalian tanah. Awalnya, Aang ingin meminta sahabat lamanya, Bumi untuk mengajarinya. Tapi karena yang bersangkutan menolak, Aang pun terpaksa mencari guru lain.
Aang merasa menemukan sosok yang Ia butuhkan ketika melihat sosok The Blind Bandit di arena pertarungan bawah tanah. Meski tidak bisa melihat, The Blind Bandit merupakan petarung tangguh yang berhasil mengalahkan lawan yang bahkan memiliki ukuran tubuh lebih besar darinya.
Keberuntungan menghampiri Aang ketika ia diundang oleh keluarga Beifong dan menemukan The Blind Bandit disana. Sosok asli petarung tersebut ternyata adalah Toph Beifong, putri tunggal keluarga pengusaha tersebut.
Aang pun langsung meminta Toph untuk menjadi gurunya yang sayangnya langsung ditolak oleh Toph. Tapi setelah sedikit ngobrol dengan Aang dan berpikir, Toph pun bersedia menjadi guru Aang dan ikut dalam perjalanan mereka meski harus ribut dengan keluarganya.
Berhasilkah Aang menguasai elemen bumi yang dibutuhkannya untuk menjaga kedamaian dan keseimbangan dunia? Bagaimana juga sepak terjang Toph di season 2 ini? Musuh seperti apa yang akan dihadapi team avatar? Lalu bagaimana dengan Zuko dan Paman Iroh? Tentu saja perlu nonton episodenya untuk tahu jawabannya dong.
Kesan gw setelah nonton season 2 ini adalah masih tetap seru dan asyik untuk diikuti. Konflik yang dihadapi Aang dan teman-temannya pun semakin rumit bahkan menguji hubungan mereka.
Meski dari segi cerita, gw akui kalau dibandingkan season 1 rasanya agak melambat. Mungkin karena kalau di season 1 mereka punya lokasi yang dituju, jadi lebih terasa perpindahannya. Sedangkan di season ini, lokasi mereka lebih banyak di Bai Sing Se sejak awal, jadinya mungkin terasa di situ-situ saja ya (penonton sotoy)
Kalau ada hal yang sangat terasa perbedaannya maka sosok Aang yang sudah terlihat lebih dewasa adalah yang paling terasa bagi gw. Di season ini, vibe imut dan jahilnya Aang hilang, berganti dengan sosok yang sedikit emosional dan gelisah. Tapi itu masuk sih sama ceritanya yang lebih berat ditambah dengan kondisi yang dialaminya.
Highlight season ini jelas karakter Toph yang kemunculannya sudah diantisipasi sejak pemerannya diumumkan. Gw harus angkat jempol buat Miya Cech yang memerankan Toph. Apa ya? Vibe Toph yang punya penampilan imut tapi ternyata mematikan ketika bertarung itu dapet banget. Belum ditambah gayanya yang jutek sekaligus kekanakan itu yang jelas sangat kontras dengan gaya bertarungnya, asyik banget ditonton.
Favorit gw sendiri adalah Zuko. Duh pangeran yang satu ini, entah kenapa dari season 1 kok ya bisa banget bikin gw terpesona ya. Dallas Liu ini, menurut gw dapet banget ekspresinya waktu memerankan Zuko. Apalagi waktu moment di penjara dimana dia cuma bisa diam waktu harus mendengar kata-kata Katara. Jempol lah buat Dallas Liu.
Kesimpulannya, gw mengakui kalau serial ini memang tidak bisa dibilang sempurna atau memuaskan banget. Yah mau bagaimana lagi, di serial animasinya, jumlah episode untuk 1 season itu kalau gak salah ada dua puluhan ya? sementara di versi ini bahkan gak sampai 10, pasti ada bagian yang tidak bisa ditampilkan.
Tapi menurut gw, serial ini masih bisa menyajikan hal yang bikin gw tertarik buat nonton dan terhibur.
Oke, sekian dulu tulisan kali ini ya. Terima kasih buat yang sudah mampir dan baca. Yang sudah nonton dan mau rumpi-rumpi boleh loh tinggalkan jejak di kolom komentar.
Sampai jumpa di postingan berikutnya.







0 comments:
Post a Comment