Detective Conan Movie 29 : Fallen Angel of the Highway


 Holaaa, Mina-san, apa kabar? Semoga Mina san selalu dalam keadaan baik ya. Dan semoga Mina san yang sedang dalam kondisi tidak baik pun akan segera berubah kondisinya menjadi lebih baik lagi. Amin.


Hari ini, gw mau bahas tentang satu film yang selalu gw tunggu kehadirannya setiap tahun yaitu Detective Conan. Tahun ini, movie Conan sudah mencapai angka ke-29 loh. Mirip dengan tahun lalu, Detective Conan masih menampilkan kepolisian dari daerah lain, kalau tahun lalu Kita ketemu dengan polisi dari Nagano, maka tahun ini kita akan menelusuri misteri bersama kepolisian Kanagawa yaitu Hagiwara Chihaya dan Yokomizo Jugo.



Ceritanya sendiri tentang Conan yang berusaha mencari identitas asli dari sosok lucifer, pengendara motor misterius yang meresahkan karena sering muncul tiba-tiba dan mengejar pengendara motor tertentu sampai membuat mereka celaka. Dan seperti biasa, satu misteri akan memiliki keterkaitan dengan peristiwa lain yang nantinya mengerucut ke satu plot twist. Movie ini juga menyorot sisi lain dari Hagiwara Chihaya yang kalau di series terlihat sangat keren dengan kemampuan mengemudikan motornya, disini Kita bisa lihat kalau dia juga merindukan sosok adiknya, Kenji yang sudah tiada, bahkan memiliki pertanyaan yang belum terjawab.


Lalu berhasilkah Conan mengungkap misteri dibalik sosok Lucifer? Apakah Chihaya berhasil menemukan jawaban dari pertanyaannya tentang sang adik? Jawabannya bisa ditemukan di bioskop ya teman-teman.


Bagaimana kesan gw setelah menonton filmnya? Hm…… cukup berat sebenarnya bagi gw untuk menuliskan ini tapi kesan gw terhadap film tahun ini adalah membuat bingung. 


Bingung soal apa? Pertama, gw bingung soal apa yang sebenarnya mau diceritakan film ini. Soalnya kalaupun mau bilang fokus pada pencarian Lucifer, rasanya kok ya loncat-loncat gitu. Penyambungan dengan kasus lain pun terasa kurang mulus jadi begitu terbuka hubungannya yang mengarah ke plot twist tuh efek kejutnya kurang terasa. Gw juga merasa kalau film ini berjalan lambat.


Bingung yang kedua adalah soal fokus karakter. Soal ini sering gw bahas sih kalau lagi review movie Conan, dimana keinginan buat menampilkan banyak karakter terkadang bisa jadi hit or miss. Nah movie tahun ini menurut gw agak miss. Soalnya, semua yang muncul jadi terlihat cuma sekedar tampil padahal seharusnya mereka punya peran masing-masing. 


Hal yang bikin gw bingung selanjutnya adalah soal karakter Chihaya. Menurut gw, Chihaya di seriesnya tuh punya aura kuat dan bikin dia terlihat keren banget. Cuma gak tahu ya di film ini kok rasanya pesonanya kurang terlihat. Hubungannya dengan Jugo juga terasa tanggung nih karena menurut gw moment yang memperlihatkan chemistry mereka kurang. Jadinya bikin bingung lagi, sebenarnya hubungan mereka tuh mau ditampilkan seperti apa sih? 


Loh terus kalau bikin bingung, nyesel gak sih nonton film ini? Enggak dong. Soalnya, walau bikin bingung di beberapa bagian, buat gw film ini tetap memiliki faktor yang bikin gw gak bisa bilang gak suka sepenuhnya sama filmnya.


Misalnya nih, film ini merupakan debut seiyuu bagi aktor Yokohama Ryusei. Ryusei adalah salah satu aktor yang dramanya  gw tonton dan bikin suka sama aktingnya. Kehadirannya sebagai seiyuu tamu di film ini tentu sayang buat dilewatkan dong. Dan hasilnya, gw cukup kaget dengan akting Ryusei disini, gw masih bisa mengenali suaranya tapi terasa beda dengan karakter yang pernah gw tonton. Gak serame di Kikazaru Koi, tapi juga gak sedingin di WataDoi, salut buat debut seiyuu Ryusei.


Terus adegan aksi gak masuk akal juga masih jadi nilai jual film Conan. Apalagi, aksi kali ini cukup segar ya karena menampilkan sepeda motor alih-alih melibatkan mobil atau pistol seperti biasanya.


Kesimpulannya, buat gw film ini tetap worth it untuk ditonton. Gimana ya? Detective Conan  adalah salah satu judul favorit gw yang setiap versinya selalu punya pesonanya sendiri bagi gw, baik itu manga, anime maupun movienya.


Tapi tentunya, gw juga harus menerima kalau kadang pasti ada cerita yang mungkin kurang kena feelnya di gw, seperti yang terjadi di film ini, sambil berharap movie selanjutnya bakal lebih seru juga pastinya.



Dan lagi, ini adalah kesan gw pribadi, dan bisa saja berbeda dari teman-teman. Jadi datang langsung ke bioskop dan merasakan sendiri sensasi nonton Conan menurut gw sangatlah worth it kok.


Oke, sekian dulu review bingung dari gw kali ini, terima kasih buat yang sudah mampir dan baca. Semoga gak ikutan bingung ya.


Sampai jumpa lagi di postingan berikutnya.




 


0 comments:

Post a Comment

Copyright 2009 Blue Dolphin. All rights reserved.
Free WPThemes presented by Leather luggage, Las Vegas Travel coded by EZwpthemes.
Bloggerized by Miss Dothy