Detective Conan Movie 23 : The Fist Of Blue Sapphire



Salah satu dari beberapa film yang gw tunggu kehadirannya di tahun ini, Kenapa begitu? selain tentu saja karena munculnya Kaito Kid, film ini menjadi menarik karena merupakan film Conan pertama yang mengambil setting di luar Jepang atau lebih tepatnya Singapore.  Jujur, sebelum nonton film yang  beredar di Indonesia pada tanggal 24 Juli lalu ini, gw belum membaca review manapun karena menghindari ekspektasi apapun yang bakal muncul dan mempengaruhi kesan gw terhadap film tersebut. Jadi, Apa sih cerita film ini? Lalu, bagaimana kesan gw terhadap film ini?

Film ini diawali dengan percakapan antara seorang laki-laki dan seorang perempuan yang berakhir tidak menyenangkan karena si perempuan tiba-tiba meninggalkan  tempat pembicaraan mereka berlangsung. Keadaan masih terlihat normal sampai tiba-tiba terjadi ledakan yang kemudian disusul dengan ditemukannya sang perempuan dalam keadaan sudah tidak bernyawa. Hal yang paling menarik perhatian di sana adalah ditemukannya kartu peringatan Kaito Kid di lokasi tersebut.

Adegan pun berpindah ke rumah professor Agasa dimana Conan sedang meminta pada Ai obat yang mampu membuatnya kembali menjadi Shinichi karena dia ingin pergi ke Singapore untuk menonton pertandingan Karate Kyogoku Makoto yang merupakan kekasih dari Sonoko, Sahabat Ran tapi sayangnya tidak berhasil karena Ai menolak.
Conan yang sedang pulang dengan kecewa merasa kalau dia sedang diikuti oleh seseorang dan hal yang terjadi berikutnya adalah Conan yang terbangun dari dalam koper dan sudah berada di Singapore, Conan yang kebingungan pun langsung tahu siapa yang membawanya ketika melihat sosok Kudo Shinichi di hadapannya, yup, siapa lagi pelakunya kalau  bukan Kaito Kid?

Kid sendiri bukan tanpa alasan datang ke Singapore, selain untuk mencuri permata, Kid juga ingin membersihkan namanya yang dicurigai menjadi pelaku pembunuhan dan untuk melakukan hal itu  Kid membutuhkan bantuan Conan yang terpaksa menyamar menjadi Arthur agar identitasnya tidak diketahui.

Berhasilkah usaha Conan membantu Kid? Tantangan apa saja yang akan mereka hadapi?
Menghibur, itulah kesan gw terhadap film ini, pertemuan dan interaksi Conan dan Kid yang sebenarnya saingan tapi sering saling bantu ini memang selalu memberi kesan tersendiri, yang berbeda dari pertemuan mereka yang biasanya adalah kali ini Kid yang membutuhkan bantuan Conan (Biasanyakan Conan berusaha menangkap Kid).

Jangan lupakan juga kehadiran Kyogoku Makoto yang selalu jealous sama Kid gara-gara Sonoko ngefans berat sama Kid. Makoto ini memang karakter yang seinget gw jarang muncul di serialnya tapi kehadirannya sanggup memberi kesan tersendiri. Gimana enggak kalau cowok yang sering terlihat sopan tapi pemalu ini adalah orang yang bisa bikin Kaito Kid yang selalu percaya diri itu ketar-ketir saat berhadapan karena kemampuan beladirinya? Sayang adegan yang menunjukkan pertemuan mereka itu cuma sedikit.

Meski adegan dengan Makoto sedikit bukan berarti tantangan yang dihadapi Kid juga Cuma sedikit karena nyatanya Kid bisa dibilang cukup repot kali ini tapi itulah yang membuat film ini menjadi seru dan menghibur (Kid -Sama maafkan fansmu ini ya hehehehehehe)

Selain Kid dan Makoto, film ini juga memberi porsi lebih untuk hubungan Sonoko dan Makoto yang bisa dibilang cukup menarik, Makoto yang pendiam ketemu dengan pribadi terbuka ala Sonoko bisa menghasilkan cerita yang menghibur.

Singapore yang dijadikan latar untuk film ini juga digambarkan dengan bagus, kalau lihat di credit titlenya kita akan tahu lokasi asli dari lokasi-lokasi yang ditampilkan di dalam film, siapa tahu bisa jadi referensi kalau mau berkunjung kesana kan?

Satu lagi yang menarik perhatian gw dari film ini adalah lagu penutupnya. Lagu berjudul Blue Sapphire  yang dinyanyikan oleh Hiroomi Toosaka ini punya musik yang enak didenger dan asyik buat bergoyang tapi ada nuansa darknya gitu, entah kenapa gw ngerasa kalau lagu ini pas banget sama image Kaito Kid yang kepribadiannya asyik tapi misterius. Lagu ini berhasil buat kuping gw jatuh cinta pada pendengaran pertama ^_^

 Menurut gw film ini menghibur dan asyik buat ditonton terutama jika teman-teman adalah penggemar dari karakter Kaito Kid (seperti gw) ataupun penggemar Conan , Film ini memang tidak menawarkan misteri yang rumit dan membuat penonton bingung atau terkecoh tapi sebagai gantinya kita disuguhi aksi, komedi, dan romance.

Hm…..kayaknya tulisan ini udah panjang banget ya, daripada lama-lama nanti malah jadi spoiler buat yang belum nonton gw akhiri dulu tulisan kali ini ya. Sebenarnya gw mau posting saat filmnya masih diputar di bioskop tapi karena satu dan lain hal baru sekarang bisa posting, Hountouni Sumimasen deshita.

Terima kasoih buat yang sudah mampir dan baca ya ^_^



Suzuki Minori in Anison Days ep 53



Sesuai yang pernah gw tulis disini, gw tertarik dengan sebuah program bernama anison day setelah menonton episode yang mendatangkan Makino Yui. Gw pun berencana untuk mencari episode lain yang mungkin menarik dan akhirnya gw menemukannya ^_^
Kali gw akan menulis tentang episode 53 yang mendatangkan Suzuki Minori yang merupakan seiyuu dari karakter Shinomoto Akiho dalam anime Cardcaptor Sakura : Clear Card- Hen.

Sebagai permulaan, ditunjukkan profil dari Suzuki Minori yang baru berusia 20 tahun lalu dia mulai menceritakan mengenai anison yang berkesan baginya.

Suzuki Minori lalu menceritakan kalau dia adalah penggemar berat dari Sakamoto Maaya dan sangat menyukai lagu yang berjudul Magic Number. Menurutnya lagu tersebut bisa memberi semangat lewat musiknya yang ceria, dia juga merasa terhubung dengan liriknya yang menyebutkan bahwa dalam hidup kita kadang bisa jatuh tapi tetap akan semangat dan mempercayai hari esok.

Saat menceritakan perasaannya saat sedang tampil secara live, Suzuki Minori bilang kalau ketika dia memutuskan lagu yang akan dia nyanyikan maka dia akan berusaha menyanyikannya dengan sepenuh hati dan membuat para penonton masuk ke dalam cerita lagu tersebut .
Suzuki Minori juga sempat bertanya pada Moriguchi-san mengenai apa yang dibayangkannya saat berusia 20 tahun. Moriguchi menjawab kalau dia berpikir bahwa mungkin waktu untuk menyanyi akan mulai berkurang saat dia mulai mengenal cinta lalu berkeluarga tapi akan tetap berusaha untuk menyanyi. Tapi ternyata diluar dugaan, dia memiliki banyak waktu untuk bernyanyi.

Saatnya sesi cover, Suzuki Minori memilih lagu Fruits Candy yang merupakan lagu ending ketiga dari anime Cardcaptor Sakura. Moriguchi-San mengatakan kalau lagu ini Kawaii atau cute dan gw setuju sama pendapatnya itu. Menurut gw Suzuki Minori cocok membawakan lagu ini, suaranya imut dan dia kelihatannya enjoy banget saat menyanyikannya.

Saat membahas list lagu-lagu yang berasal dari anime yang diadaptasi dari karya CLAMP, Suzuki Minori memilih lagu 19dari XXX Holic juga lagu Loop dan Kazemachi Jet milik Sakamoto Maaya sebagai favoritnya. Tidak lupa lagu Rewind yang dinyanyikannya untuk Cardcaptor Sakura Clear Card Hen. Hal menarik dalam segmen ini adalah kita bisa lihat kalau Suzuki Minori adalah seorang pecinta anime khususnya karya CLAMP,  reaksi dia waktu Miki sang mc pria memainkan lagu Its yang dibuatnya untuk anime Tsubasa Chronicle itu kocak banget, Miki sampai terharu karena baru pertama kalinya melihat orang bereaksi seperti itu saat mendengar lagu ciptaannya.
Suzuki Minori juga menceritakan mengenai hal apa yang disukainya dari karya CLAMP yang bisa dibilang mirip dengan alasan gw suka CLAMP misalnya karakternya atau cerita yang saling berhubungan.

Untuk sesi cover berikutnya giliran sang mc Moriguchi yang membawakan lagu 19dari XXX Holic.

Sebagai penutup, Suzuki Minori berkata kalau makna anison untuknya adalah impian dimana dia bisa menemukan impiannya lewat anison dan berharap bisa menyampaikan mimpi dan membantu orang menemukan mimpi lewat anison.
Suzuki Minori juga menampilkan lagu Crosswalk yang liriknya ditulis oleh penyanyi favoritnya yaitu Sakamoto Maaya.

Kesan gw setelah nonton episode ini adalah menarik, gw sedikit teringat karakter Akiho waktu lihat Suzuki Minori. Gw juga kaget waktu tahu kalau dia masih muda banget tapi dia terlihat suka banget sama anime bahkan mengaku kalau dia adalah seorang otaku.

Sekian postingan kali ini, sampai jumpa di postingan selanjutnya ya ^_^

Playlist 15 : Ost Romance is A Bonus Book



Hola, apa kabar semua? Cukup lama juga ya gw enggak update (maafkan ya). Kali ini gw pengen nulis tentang lagu-lagu dari serial Romance is A Bonus Book atau RIABB yang sudah pernah gw bahas sebelumnya, teman-teman sudah baca dan nonton kan? berikut lagu-lagunya

-      Rainbow (Rothy)

L    Lagu yang dipakai sebagai ending di episode-episode awal ini adalah lagu yang punya irama yang enak didengar. Nuansa ceria dari lagu ini sedikit banyak menggambarkan karakter Kang Dan Yi yang tetap bisa ceria meski sedang ditimpa masalah dalam hidupnya.

-      All I Do (Roy Kim)

Nama Roy Kim gak asing buat yang udah pernah nonton dramanya Lee Jong Suk. Setahu gw ini sudah ketiga kalinya Roy Kim mengisi OST untuk dramanya Lee Jong Suk setelah Pinocchio dan While You Were Sleeping. Lagu yang dibawakan Roy Kim biasanya punya irama yang sendu, begitu juga dengan lagu ini meski begitu lagunya enak didenger kalau menurut gw.

-      Power Dance (Kim Ki Won)

Lagu ini dipakai sewaktu promosi serial RIABB sebelum tayang dan ada tarian khususnya juga. Lagu ini memberi  semangat lewat musik dan liriknya yang menggunakan bahasa Inggris.

-      Happy Ending (SAya & Kim Ki Won)

Kalau ada yang nonton RIABB, tentu inget lagu yang muncul mengiringi kencan Eun Ho dan Dan Yi di bioskop ini dong. Lagunya slow tapi enak didenger dan punya nuansa romantic, bagian favorit gw adalah reffnya. Happy Ending juga punya versi bahasa inggris tapi gak dinyanyikan secara duet.

-      I Pray (Motte)

Lagu yang sering muncul sebagai insert song ini punya irama yang kalem. Jujur agak bingung juga mendeskripsikan lagu ini soalnya gw merasa lagu ini punya irama sendu tapi juga terasa hangat.

-      Walking on Sunshine (Saya)

Kalau yang ini memang lagu yang bersemangat, cocok didengerin pagi-pagi buat mulai hari. Oh ya, lagu ini juga punya versi bahasa Inggrisnya loh kaya Happy Ending.

Sekian dulu postingan kali ini ya, bagi yang belum nonton RIABB mungkin bisa coba dari dengar lagunya dulu, siapa tahu tertarik kan? hehehehehehehe

Bagi yang sudah nonton, yang mana lagu favoritmu?

Dunia Nadhira By Alnira



Bagi Nadhira Azmi, hidup terlihat sulit dari beberapa  sisi , dia merasa sulit berkomunikasi dengan sang adik karena merasa sang ibu lebih memperhatikan sang adik yang lebih cemerlang. Dari sisi asmara Nadhi sulit untuk  move on  karena bertemu lagi dengan sang mantan yang tidak direstui oleh calon mertuanya dulu akibat beda keyakinan.

Nadhi mulai belajar bahwa bahagia datang dengan cara sederhana setelah pertemuannya dengan Sakha, pemuda yang merupakan calon nasabah banknya yang akhirnya memiliki kisah bersama dirinya.

Bagaimanakah kisah Nadhira dan dunianya?

Alnira merupakan salah satu penulis favorit gw di wattpad dan Dunia Nadhira merupakan karyanya yang menjadi pintu pembuka bagi gw untuk mengenal karya-karyanya yang lain. Gw termasuk dalam kelompok orang yang antusias ketika tahu kalau cerita ini bakal dibukukan, memang apa sih yang bikin gw tertarik dengan buku ini?

Faktor utama yang bikin gw terpesona pada cerita ini adalah seorang tokoh bernama Arsakha Abimanyu atau Sakha. Sakha yang memiliki profesi sebagai Jaksa diceritakan adalah anak tunggal dari pasangan petani dan guru yang berasal dari Yogya, memiliki kulit gelap dan pernah tergabung dengan kelompok pecinta alam.

Apa yang membuat Sakha begitu mempesona bagi gw? Kalau gw suka dengan Sakha karena dia kalem, penyayang , tegas tapi lembut. Dia gak main bentak-bentak walau ada masalah sama Nadhi yah pernah sih emosi tapi bisa dibilang itu kesalahpahaman dan menunjukkan kalau Sakha adalah manusia yang bisa salah juga (biar gak spoiler lebih baik baca sendiri ya hehehehehehehe).

Sikap Sakha itu suka bikin gw sebagai pembaca mikir adakah cowok model gini di dunia nyata? Soalnya kesan gw terhadap Sakha adalah too good to be true hehehehehehe

Faktor lainnya yang membuat gw suka dengan cerita ini adalah ceritanya yang dekat dengan kehidupan sehari-hari sehingga tokoh-tokohnya pun terasa nyata. Misalnya ada Meisya sahabat Nadhi yang suka dunia malam dan belanja tapi dialah sahabat terbaik yang selalu jadi tempat curhat Nadhi walau caranya memberi nasihat bisa bikin salah paham sih  atau alasan Nadhi tidak direstui dulu juga menurut gw mungkin aja ditemukan di dunia nyata.

            Kisah cinta Sakha dan Nadhi juga manis banget buat gw, bikin pengen senyum terus waktu baca ceritanya ^_^

            Kesimpulannya,  buku ini cocok buat teman-teman yang suka dengan cerita slice of life dan juga kisah cinta yang simple dan manis.

            Ada yang sudah baca bukunya?

Terima kasih sudah mampir dan baca blog ini ya… sampai ketemu di postingan selanjutnya

Aladdin



Aladdin merupakan salah satu film yang gw tunggu kehadirannya di tahun ini, alasannya hampir mirip seperti saat gw menonton Beauty and The Beast juga Dumbo, dimana gw penasaran bagaimana kalau tontonan favorit gw dulu yang ada dalam bentuk animasi dhadirkan kembali dalam wujud manusia asli alias live action.

Dan setelah menyaksikan filmnya, menurut gw film ini menyenangkan untuk ditonton karena memberikan perasaan nostalgia sekaligus perasaan segar bagi yang menyaksikannya.

 Perasaan itu timbul lewat adegan-adegan yang dulu gw saksikan dalam bentuk animasi kini hadir dalam bentuk manusia dan diiringi oleh lagu yang sama seperti  dulu dan dinyanyikan juga oleh sang aktor dan aktris yang terlibat.

            Tapi bukan berarti film ini hanya menampilkan adegan yang sama seperti film terdahulu loh, ada beberapa improvisasi yang hanya bisa kita lihat di film ini.

            Misalnya ada porsi lebih dari karakter Jasmine yang memimpikan untuk menjadi sultan dan memimpin sendiri kerajaannya yang seinget gw gak disebut di versi animasinya. Karakter Aladdin juga menurut gw agak beda karena yang di versi animasi Aladdin terlihat lebih playfull sementara di film ini dia terlihat lebih polos yang membuatnya jadi pemancing tawa kalau sudah menampakkan muka bingung atau kalau sedang gugup sampai salah bicara, tapi mereka sama-sama ditampilkan sebagai orang yang baik hati. Beberapa hal baru lain juga ada sih, tapi daripada jadi spoiler kayaknya lebih baik ditonton sendiri untuk mencari tahu, iya kan ? ^_^

            Membicarakan soal pemancing tawa, maka ada dua tokoh yang patut diberi tepuk tangan dan acungan jempol sekaligus (gimana caranya coba?) yaitu tokoh Genie yang diperankan Will Smith dan Abu, monyet kesayangan Aladdin. Abu memang tidak bisa bicara tapi tingkah laku dan ekspresinya itu bisa bikin gw ketawa. Sementara untuk tokoh Genie, entah kenapa gw merasa Will Smith itu enjoy dan total banget meraninnya. Kemunculan  si Genie ini lah yang paling banyak menghadirkan tawa, walau gw bukan fans berat Will Smith tapi gw suka dengan aktingnya disini.

            Selain Will Smith, aktor yang gw tahu adalah Naomi Scott, pemeran Jasmin yang sebelumnya memerankan Kimberly di Power Ranger. Satu hal yang gak gw duga dari Naomi Scott ini adalah ternyata dia bisa bernyanyi, salah satu lagu baru untuk film ini dinyanyikan oleh dia dan itu enak menurut gw.

            Kalau ada yang kurang diceritakan itu menurut gw adalah tentang Jafar yang entah kenapa berambisi sekali jadi sultan, memang disebutkan kalau dia tidak puas dengan menjadi orang kepercayaan sultan dan dia tidak suka kalau orang memandang rendah dia, tapi alasan  kenapa dia berambisi banget ingin menyerang negri asal ibunya Jasmine kayaknya gak disebutkan.

            Gw juga punya beberapa adegan favorit di film ini, misalnya adegan kejar-kejaran antara Aladdin, Jasmine dan tentara kerajaan yang belakangan gw tahu merupakan ciri khas dari sang sutradara. Adegan yang memunculkan Genie, Abu dan karpet terbang juga selalu jadi favorit gw dan tidak lupa adegan Jasmine dan Aladdin jalan-jalan naik karpet terbang sambil nyanyi A Whole New World yang legendaris itu.

            Kesimpulannya, seperti yang gw tulis diatas, film ini bagi gw menyenangkan untuk ditonton baik bagi yang sudah pernah menonton Aladdin maupun yang belum. Film ini gak Cuma menampilkan kisah cinta antara si pencuri dan sang putri tapi juga menampilkan persahabatan, konflik kerajaan dan pesan untuk menjadi diri sendiri serta mengingatkan betapa pentingnya kejujuran.

            Jadi, sudahkah teman-teman menonton film ini? Jika sudah, boleh loh berbagi kesannya di kolom komentar ^_^

            Terima kasih sudah mampir dan baca blog ini ya
           
           

Playlist 14 : Nishino Kana Special



Konnichiwa, playlist hadir lagi loh, kali ini gw nuliss tentang beberapa lagu dari Nishino Kana yang sering gw denger untuk teman-teman yang mungkin pengen kenalan sama penyanyi yang baru menikah di hari ulang tahunnya saat bulan Maret lalu ini, penasaran apa saja lagu-lagunya? Jya hajimemasyou

-      Best Friend

Lagu di masa-masa awal karir Nishino Kana ini kayaknya jadi lagu favorit bagi fansnya. Gw bisa ambil kesimpulan begitu soalnya dari beberapa kali lihat video livenya Kana, lagu ini sering banget dinyanyiin dan fansnya juga suka nyanyiin lagu ini sebelum encore. Lagu ini emang dalem sih kalau menurut gw, isinya berupa ucapan terima kasih dan ungkapan sayang buat sahabat yang selalu siap sedia dengerin kita cerita meski tengah malam,menegur kalau kita salah dan akan menemani kita disaat kita pingin nangis juga selalu tahu disaat ada sesuatu pada kita. Liriknya juga menuliskan harapan agar sahabat kita bisa jadi orang yang paling bahagia.

-      Kimi ni Aitaku Naru Kara

Lagu dari album berjudul Love One ini memiliki musik yang enak buat didenger dan bergoyang padahal liriknya sih agak sendu juga. Liriknya bercerita tentang rasa rindu pada seseorang yang sudah jauh, meski  menahan diri tapi kadang terasa ingin engar suaranya seperti judul lagu ini.

-      If

Gw gak terlalu mengikuti serial dan filmnya Naruto sih, tapi dari yang gw baca, lagu ini dijadikan ending untuk salah satu film Naruto. Lagunya agak terasa panjang karena reffnya seperti diulang-ulang terus tapi buat gw, bagian itu yang paling enak.

-      GIRLS GIRLS

Kalau yang ini musiknya agak rock gitu, liriknya banyak campuran bahasa inggrisnya. Agak beda sih musiknya dari kebanyakan lagunya Kanayan yang biasa gw denger tapi boleh banget coba denger lagu ini.

-      Together

Sejak pertama kali denger, lagu ini berhasil bikin kuping gw jatuh cinta. Musiknya ceria, liriknya bagus, bagian reffnya bikin pengen ikut nyanyi. Lirik yang jadi favorit gw adalah yang berbunyi “ Umaku ikanai koto datte tamani aru yo, kitto sono sugi niwa ii koto ga matter” yang kalau diartiin tuh kira-kira jadinya “ Kadang ada hal yang tidak berjalan dengan baik , pasti ada hal baik menunggu setelah itu” Kanayan seolah mau ngasih semangat buat tetap semangat dan positif thinking ke para pendengar.

Yup segitu dulu nih lagu-lagu Nishino Kana yang gw bagikan, bagi yang mau kasih rekomendasi juga silakan tulis di kolom komentar ya

Terima kasih sudah mampir dan baca blog ini ^_^


Makino Yui in Anison Days Ep 92



      Makino Yui adalah salah satu seiyuu atau pengisi suara yang gw kenal lewat anime Tsubasa Chronicle, selain sebagai seiyuu,gadis  yang punya nickname Yucchi ini juga berkarir sebagai penyanyi yang sering membawakan lagu-lagu untuk anime.

Baru-baru ini Yucchi menjadi bintang tamu di sebuah program tv yang berjudul Anison Days, sebuah program tv yang khusus membahas mengenai lagu-lagu untuk anime.

Dalam acara ini, Yucchi bercerita mengenai lagu anime atau anisong yang disukainya saat masih kecil. Yucchi bilang kalau dia sangat suka Sailor Moon dan mendengarkan album soundtracknya yang entah kenapa ada di rumahnya. Yucchi pikir mungkin itu punya ayahnya yang juga bekerja di bidang musik.

Ketika ditanya mengenai awal karirnya, Yucchi menjawab bahwa dia tahu informasi audisi dari kenalanny. Ternyata, informasi tersebut tidak hanya satu melainkan dua yaitu untuk pengisi suara ending anime Sousei no Aquarion  dan juga peran untuk anime Tsubasa Chronicle dimana Yucchi berhasil mendapatkan keduanya.

Kita juga jadi tahu kalau Yucchi pernah terlibat dalam proses pembuatan film dibawah arahan sutradara Iwai Shinji saat masih berusia 8 tahun, Yucchi menyumbangkan permainan pianonya pada saat itu.

Program ini ternyata juga memberi kesempatan bagi bintang tamu untuk meng cover lagu anime yang diinginkannya dan Yucchi memilih lagu berjudul Wind Climbing – Kaze ni Asobarete  yang merupakan ending dari anime Mahoujin Guru-Guru yang suka ditonton oleh Yucchi saat masih SD.

Setelah sesi cover lagu Yucchi kembali berbagi kisah, kali ini mengenai hal yang pernah menimpanya di tahun 2017 dimana Yucchi yang saat itu sedang memiliki banyak kegiatan kehilangan suaranya padahal dia memiliki jadwal konser selama 2 hari. Dia bilang kalau sempat merasa takut dan kehilangan kepercayaan diri tapi juga punya perasaan yang kuat untuk bernyanyi karena kelihatanya dia tipe yang makin bersemangat ketika dilarang ^_^

Selain bintang tamu, MC yang bernama Moriguchi juga tampil untuk menyanyikan lagu dari sebuah anime. Lagu yang dipilihnya kali ini adalah Yakusoku ha Iranai dari Sakamoto Maaya yang merupakan lagu opening dari anime Tenkuu no Escaflown. Menurut gw, suara Moriguchi-san ini bagus, lembut dan merdu.

Lalu sebagai penutup Yucchi kembali tampil membawakan lagunya sendiri yaitu Simphoni, insert song dari anime Aria the animation.

Gw baru pertama kali sih nonton program ini, tapi gw rasa acaranya cukup menarik soalnya selain ada sesi ngobrol juga ada sesi cover lagu-lagu anime . Gw jadi pengen coba cari episode lain yang menarik, kalau ketemu akan gw bagi lagi ceritanya disini ya ^_^

Sampai disini dulu ya postingan kali ini, terima kasih sudah mampir dan baca blog ini
Selamat menjalankan ibadah puasa bagi teman-teman yang menjalankan ya ^_^

Copyright 2009 Blue Dolphin. All rights reserved.
Free WPThemes presented by Leather luggage, Las Vegas Travel coded by EZwpthemes.
Bloggerized by Miss Dothy