Hola, semuanya, apa kabar? Semoga sehat dan bahagia selalu ya.
Jujur, bulan Desember ini merupakan bulan yang sangat berat buat gw, sampai bikin gw merasa gak bisa nulis apa yang ada di kepala gw seperti biasanya. Tapi ternyata, gak nulis juga gak mudah buat gw karena malah bikin kepala dan hati gw terasa penuh.
Jadi sekarang, gw memutuskan buat coba nulis lagi kesan tentang sesuatu yang menarik buat gw. Dan pilihan gw jatuh di Boku no Hero Academia ( selanjutnya gw sebut Hero Aca ya) Season 6.
Loh kok baru season 6? Bukannya serialnya baru saja tamat di season 8?
Iya, gw akuin telat, tapi memang untuk Hero Aca, gw seringnya nonton telat karena mau nabung episode. Soalnya seringnya susah berhenti sih pas nonton. Tapi ternyata setelah selesai nonton selesai season 5 buat menyambut season 6, kebablasan belum nonton sampai tamat.
Makanya sambil nyicil nonton, gw pengen nulis kesan gw tentang season 6 lebih dulu sekaligus membiasakan diri buat nulis lagi, semoga bisa semakin konsisten ya.
Jadi inti dari season 6 ini kan tentang usaha penyerangan para Hero ke pihak Villain dengan rencana yang sudah tersusun matang. Mereka sudah menentukan lokasi, rencana sampai siapa saja yang bakal terlibat termasuk beberapa anak A2 yang diminta bantuannya.
Semua sudah sesuai rencana sampai tiba-tiba saja posisi menjadi terbalik dimana para Hero terpojok dan harus bertarung mati-matian untuk melawan kelompok vilain yang kuatnya bukan main.
Bahkan Deku dan teman-temannya yang awalnya bertugas membantu proses evakuasi terpaksa harus ikut bertarung melawan Shigaraki yang tubuhnya mulai bangkit.
Tanpa mereka ketahui kalau ini adalah awal dari pertarungan yang panjang dan melelahkan.
Kesan gw sendiri tentang Hero Aca season 6 ini adalah ‘’wah gila emosional banget’’ . Asli, dari awal season, gw dah dapat gambaran kalau pertarungan akan jadi sajian utama. Tapi gw sama sekali gak menduga kalau pertarungannya bakal jadi sepanjang dan seemosional ini.
Rasanya ikut capek dan deg-degan banget melihat perjuangan para Hero yang gak selesai-selesai bertarung karena lawan yang kuat, dan posisi yang semakin tidak menguntungkan buat mereka.
Dan ternyata, pertarungan ini menghasilkan banyak hal yang bikin gw terkesan waktu nontonnya. Misalnya:
Adegan Pertarungan yang Seru, Tegang dan Emosional
Sudah gw tulis di atas kalau pertarungan merupakan sajian utama season 6. Dan adegannya pun menurut gw dibuat seru banget. Rasanya ikut tegang waktu para Hero menjalankan rencana. Kayak ikut deg-degan gitu apakah mereka bakal berhasil. Dan ikut kecewa juga sedih waktu pihak Villain ternyata menyimpan kejutan yang bikin para Hero terpojok. Ikut marah waktu ada Hero yang terluka dan lega kalau di saat genting ternyata masih ada harapan buat menang.
Gila memang cara mengaduk emosi penontonnya ini.
Oh, dan bagian ini bikin gw terkesan juga sama Todoroki,yang meski perannya dalam melawan Shigaraki di bagian ini tidak sebesar yang lain, tetap berusaha memberikan dukungan buat rekan-rekannya.
Gimana hati gak ikut amburadul coba kalau melihat karakter kesayangan, yang habis melindungi dan mengobati Grand Torino, sibuk menangkap Endeavour, Bakugo juga Deku yang kewalahan dan terluka waktu melawan Shigaraki. Ditambah, dia masih mencoba berdiri tegak dan bertarung meski kenyataan soal Dabi jelas bikin dia shock, pokoknya jempol buat Todoroki.
Pengakuan Dabi
Karena gw sudah tahu duluan soal fakta ini, bisa dibilang gw tidak terlalu kaget waktu dengar Dabi membongkar fakta kalau dia adalah Toya, anak pertama Endeavour yang dikira sudah meninggal akibat terbakar Quirknya sendiri.
Hal yang paling menarik perhatian gw justru reaksi sang ayah, Endeavour yang terdiam sampai tidak menyisakan aura kesombongan yang biasanya terpancar dari dirinya.
Endeavour memang bukan karakter favorit gw, tapi melihat bagaimana dia terdiam sampai tidak bereaksi waktu Todoroki memohon padanya buat melindungi Deku dan Bakugo yang terluka parah jelas sesuatu yang gak mudah buat dilupakan.
Melihat Deku dan Beban yang Dipikulnya
Kalau ada karakter yang bikin gw paling merasa simpati sampai ikut sedih waktu lihat kisahnya di season ini maka Deku adalah jawabannya.
Sebagai orang yang melihat bagaimana karakter Deku yang lembut, ceria, ramah dan baik hati di awal seri, rasanya kok ya gak tega melihat dia menjauh dari teman-teman dan orang lain karena gak mau mereka jadi sasaran penjahat.
Asli, sepanjang ngikutin Hero Aca, mungkin ini adalah season dimana gw bisa melihat Deku terlihat paling gloomy dan itu meninggalkan kesan yang dalam banget buat gw.
Gimana hatinya gak merasa berat kalau tahu dirinyalah yang punya kekuatan utama buat mengalahkan musuh, tapi di pertarungan sesungguhnya dia lihat sendiri kalau musuh itu sangat kuat dan melukai orang-orang yang berarti bagi dia. Ditambah, dia juga tahu bahwa meski sudah berjuang habis-habisan, musuh gak langsung kalah dan selalu punya cara buat bangkit.
Jadinya dia merasa kalau dialah yang harus mengalahkan musuh itu.Huhuhuhuhu peluk Deku
Pertarungan Deku VS Kelas A
Masih berhubungan dengan gloomy-nya Deku nih. Jadi, Deku ini sempat memutuskan buat meninggalkan sekolah dan nulis surat buat semua teman-teman kelasnya sebagai tanda pamit.
Ternyata teman-temannya malah nyusulin dia dan ngajak balik ke sekolah.
Wah,ini tuh moment keren banget sekaligus favorit gw di season ini.
Gimana hati ini gak terenyuh melihat bagaimana Deku berusaha menjauh dari teman-temannya sementara mereka malah makin getol ngejar dia. Teman-temannya gak henti mengingatkan kalau mengalahkan lawan bukan cuma tugas Deku seorang yang akhirnya bikin Deku terharu dan bisa menangis setelah sebelumnya memikul semua rasa di hatinya sendirian.
Oh iya, salah satu moment yang sulit gw lupakan adalah di saat teman-temannya ngucapain kata-kata keren buat menyedarkan Deku, Kaminari malah ngajak dia mandi, sungguh sumber tawa di tengah moment tegang dan haru.
Jempol deh buat anak-anak kelas A
Deku dan Bakugo
Kalau ngomongin Hero Aca, tentu gak boleh kelewat buat bahas tentang mereka berdua dong. Deku dan Kacchan, teman kecil yang sama-sama punya mimpi besar jadi Hero, tapi beda nasib dan bikin hubungan mereka jadi rumit.
Sejak kecil, Kacchan selalu meremehkan Deku yang tidak punya kekuatan. Saat masuk U.A, sikapnya bertambah parah dan selalu ingin bersaing dengan Deku (semua orang sih sebenarnya) yang selalu berusaha keras melatih kekuatannya.
Tapi, makin kesini, Kita juga bisa melihat sisi lain Kacchan yang meski tetap galak cara bicaranya, sebenarnya sadar dan mengakui kekuatan Deku, hanya saja ada sisi dirinya yang enggan mengakui itu.
Dan melihat di season ini bagaimana Kacchan melindungi Deku, bilang kalau Endeavour tidak mengenal Deku sampai minta maaf pada Deku atas sikapnya selama ini bahkan berusaha memanggilnya Izuku benar-benar sesuatu yang sangat berkesan buat gw.
Jempol buat Kacchan.
Ochako Membela Deku
Moment lain yang gak kalah meninggalkan kesan mendalam bagi gw itu adalah waktu Deku kembali ke U.A dan ditolak sama warga kota yang mengungsi di sana.
Penolakan warga itu hampir bikin Deku pergi lagi kalau gak ditahan sama Ochako. Meski tahu kalau gak akan mudah, Ochako memberanikan diri berdiri di atas gedung U.A dan mengatakan pada orang-orang kalau orang yang paling ingin menyelesaikan semuanya adalah Deku.
Ia mohon supaya Deku diberi izin untuk tinggal sementara di U.A supaya bisa mempersiapkan diri menghadapi pertempuran. Kata-kata Ochaku ini menyentuh hati banyak orang termasuk Deku sendiri yang sampai nangis terduduk.
Asli, ini salah satu moment yang berkesan banget buat gw, jempol buat Ochako.
Itulah kesan dan moment favorit gw tentang Hero Aca season 6. Salah satu season yang bisa dibilang jago banget mengobrak-abrik hati gw sebagai penonton (maaf, kata-katanya agak lebay)
Tapi serius, season ini keren banget, rekomendasi buat teman-teman yang memang suka Hero Aca! Buat yang belum pernah nonton, mungkin ada baiknya nonton season sebelumnya ya, soalnya kalau enggak nonton, akan agak bingung ya, karena cerita pembukanya langsung pertarungan, tapi gak ada salahnya mencoba sih kalau mau nekat hehehehehe.
Okelah, sampai disini dulu tulisan kali ini. Terima kasih buat yang sudah mampir dan baca tulisan ini.
Sampai jumpa di postingan selanjutnya ya.
No comments:
Post a Comment