RSS

Kesan Setelah Nonton Boku no Hero Academia Season 7 dan Finale


 Hola semuanya,  selamat tahun baru 2026 yaaaaaa.


Telat sih, tapi masih bulan Januari jadi gak apa-apa lah ya wkwkwkwkwkwk. Semoga di tahun ini segalanya menjadi lebih baik buat Kita semua.


Sebelumnya, gw sudah bahas tentang kesan dan moment favorit gw di serial anime Boku no Hero Academia atau Hero Aca Season 6. Di postingan lama, gw pun pernah menulis tentang kesan dan moment favorit gw di season 3. 


Nah, waktu bahas season 6, gw tulis kalau sedang nonton lanjutannya kan? Kabar baik nih, gw sudah selesai nonton season 7 dan Finale, Hoooraaay.










Makanya sekarang, gw pengen membagikan kesan gw setelah nonton dua season tersebut.


Kenapa langsung dua season? Soalnya pada dasarnya mereka masih berhubungan secara langsung, jadi gw rasa akan lebih efektif kalau dibahas secara bersamaan.


Jadi inti dari season 7 dan Finale ini adalah pertempuran terakhir menghadapi musuh bebuyutan para Hero. Mulai dari All For One, Shigaraki sampai Dabi dan Toga Himiko dari Villain Lengue, semua harus dikalahkan kalau para hero ingin membawa kedamaian.


Masalahnya, masing-masing musuh ini bisa dibilang kuat semua dan kesempatan untuk menang sangatlah kecil kalau dilawan secara bersamaan. Apalagi, jumlah pahlawan yang siap bertarung juga berkurang dibandingkan pertarungan sebelumnya.


Makanya, para hero pun memisahkan mereka ke beberapa lokasi dan menyusun tim yang cocok untuk masing-masing lawan.


Sayangnya, rencana yang tadinya sudah berjalan lancar itu kacau ketika Deku yang seharusnya melawan Shigaraki di Peti Mati Angkasa (arena pertarungan buatan yang sengaja dibuat melayang supaya kekuatan Shigaraki tidak menghancurkan tanah), malah terbawa ke pulau terpencil akibat ulah Toga Himiko.


Meski meleset dari rencana, para Hero pun maju tanpa gentar untuk melawan musuh dalam pertarungan panjang yang dihiasi kerja keras, semangat sampai air mata ini.


Dan kesan gw setelah menonton dua season ini adalah “wuih gila, gak kalah emosional dari yang season 6, malah lebih panjang dan melelahkan, tapi akhirnya bikin lega sekaligus terharu,”


Ups, sorry kalau kesan gw menyaingi nama hero Bakugo. Tapi asli, memang itulah yang terjadi di pertarungan ini. Penonton kaya gak diberi kesempatan buat merasa lega dikit karena ada aja moment yang bikin shock dan menahan napas.


Gw gak kebayang dengan perasaan teman-teman yang nonton secara real time dan menunggu satu tahun untuk mengetahui kelanjutan pertarungan season 7 di season Finale. 4 jempol buat kesabaran teman-teman.


Makanya waktu tahu bagaimana pertarungan itu berakhir, rasanya tuh lega  banget. Memang sedih juga sih karena itu kan artinya selesai juga kisah Deku dan teman-temannya.


Tapi melihat bagaimana Deku dan teman-temannya yang tadinya cuma anak SMA biasa yang bermimpi jadi Hero tanpa tahu apa-apa, bisa bertarung melawan penjahat sungguhan dengan berani itu bikin gw ikut terharu banget loh. 


Rasa haru ini makin kuat waktu nonton adegan terakhir sebelum credit muncul dimana Deku dan teman-temannya terbang diiringi lagu I dari Bump of Chiken.


Itulah kesan gw setelah nonton Boku no Hero Academia Season 7 dan Finale. Tadinya gw ingin sekalian menuliskan moment favorit gw, tapi kok kayaknya akan panjang dan bisa jadi spoiler juga jadi akan gw tulis terpisah ya.


Terima kasih banyak buat Horikoshi Sensei yang sudah buat manga Boku no Hero Academia sampai bisa ada anime yang mengaduk hati ini. Gw yang belum baca manganya malah jadi pengen baca sekarang meski telat banget.


Oke, sampai disini dulu ya postingan kali ini, terima kasih buat yang sudah mampir dan baca.


Sampai ketemu di postingan berikutnya ya.



Kesan dan Moment Favorit dari Boku no Hero Academia Season 6




Hola, semuanya, apa kabar? Semoga sehat dan bahagia selalu ya.


Jujur, bulan Desember ini merupakan bulan yang sangat berat buat gw, sampai bikin gw merasa gak bisa nulis apa yang ada di kepala gw seperti biasanya. Tapi ternyata, gak nulis juga gak mudah buat gw karena malah bikin kepala dan hati gw terasa penuh.


Jadi sekarang, gw memutuskan buat coba nulis lagi kesan tentang sesuatu yang menarik buat gw. Dan pilihan gw jatuh di Boku no Hero Academia ( selanjutnya gw sebut Hero Aca ya) Season 6.


Loh kok baru season 6? Bukannya serialnya baru saja tamat di season 8?


Iya,  gw akuin telat, tapi memang untuk Hero Aca, gw seringnya nonton telat karena mau nabung episode. Soalnya seringnya susah berhenti sih pas nonton. Tapi ternyata setelah selesai nonton selesai season 5 buat menyambut season 6, kebablasan belum nonton sampai tamat.


Makanya sambil nyicil nonton, gw pengen nulis kesan gw tentang season 6 lebih dulu sekaligus membiasakan diri buat nulis lagi, semoga bisa semakin konsisten ya.


Jadi inti dari season 6 ini kan tentang usaha penyerangan para Hero ke pihak Villain dengan rencana yang sudah tersusun matang. Mereka sudah menentukan lokasi, rencana sampai siapa saja yang bakal terlibat termasuk beberapa anak A2 yang diminta bantuannya.


Semua sudah sesuai rencana sampai tiba-tiba saja posisi menjadi terbalik dimana para Hero terpojok dan harus bertarung mati-matian untuk melawan kelompok vilain yang kuatnya bukan main.


Bahkan Deku dan teman-temannya yang awalnya bertugas membantu proses evakuasi terpaksa harus ikut bertarung melawan Shigaraki yang tubuhnya mulai bangkit.


Tanpa mereka ketahui kalau ini adalah awal dari pertarungan yang panjang dan melelahkan.



Kesan gw sendiri tentang Hero Aca season 6 ini adalah ‘’wah gila emosional banget’’ . Asli, dari awal season, gw dah dapat gambaran kalau pertarungan akan jadi sajian utama. Tapi gw sama sekali gak menduga kalau pertarungannya bakal jadi sepanjang dan seemosional ini.


Rasanya ikut capek dan deg-degan banget melihat perjuangan para Hero yang gak selesai-selesai bertarung karena lawan yang kuat, dan posisi yang semakin tidak menguntungkan buat mereka.


Dan ternyata, pertarungan ini menghasilkan banyak hal yang bikin gw terkesan waktu nontonnya. Misalnya:


  • Adegan Pertarungan yang Seru, Tegang dan Emosional

Sudah gw tulis di atas kalau pertarungan merupakan sajian utama season 6. Dan adegannya pun menurut gw dibuat seru banget. Rasanya ikut tegang waktu para Hero menjalankan rencana. Kayak ikut deg-degan gitu apakah mereka bakal berhasil. Dan ikut kecewa juga sedih waktu pihak Villain ternyata menyimpan kejutan yang bikin para Hero terpojok. Ikut marah waktu ada Hero yang terluka dan lega kalau di saat genting ternyata masih ada harapan buat menang.


Gila memang cara mengaduk emosi penontonnya ini. 


Oh, dan bagian ini bikin gw terkesan juga sama Todoroki,yang meski perannya dalam melawan Shigaraki di bagian ini tidak sebesar yang lain, tetap berusaha  memberikan dukungan buat rekan-rekannya.


Gimana hati gak ikut amburadul coba kalau melihat karakter kesayangan, yang habis melindungi dan mengobati  Grand Torino,  sibuk menangkap Endeavour, Bakugo juga Deku yang kewalahan dan terluka waktu melawan Shigaraki. Ditambah, dia masih mencoba berdiri tegak dan bertarung meski kenyataan soal Dabi jelas bikin dia shock, pokoknya jempol buat Todoroki.


  • Pengakuan Dabi 

 Karena gw sudah tahu duluan soal fakta ini, bisa dibilang gw tidak terlalu kaget waktu dengar Dabi membongkar fakta kalau dia adalah Toya, anak pertama Endeavour yang dikira sudah meninggal akibat terbakar Quirknya sendiri.


Hal yang paling menarik perhatian gw justru reaksi sang ayah, Endeavour yang terdiam sampai tidak menyisakan aura kesombongan yang biasanya terpancar dari dirinya. 


Endeavour memang bukan karakter favorit gw, tapi melihat bagaimana dia terdiam sampai tidak bereaksi waktu Todoroki memohon padanya buat melindungi Deku dan Bakugo yang terluka parah jelas sesuatu yang gak mudah buat dilupakan.


  • Melihat Deku dan Beban yang Dipikulnya

Kalau ada karakter yang bikin gw paling merasa simpati sampai ikut sedih waktu lihat kisahnya di season ini maka Deku adalah jawabannya.


Sebagai orang yang melihat bagaimana karakter Deku yang lembut, ceria, ramah dan baik hati di awal seri, rasanya kok ya gak tega melihat dia menjauh dari teman-teman dan orang lain karena gak mau mereka jadi sasaran penjahat.


Asli, sepanjang ngikutin Hero Aca, mungkin ini adalah season dimana gw bisa melihat Deku terlihat paling gloomy dan itu meninggalkan kesan yang dalam banget buat gw.


Gimana hatinya gak merasa berat kalau tahu dirinyalah yang punya kekuatan utama buat mengalahkan musuh, tapi di pertarungan sesungguhnya dia lihat sendiri kalau musuh itu sangat kuat dan melukai orang-orang yang berarti bagi dia. Ditambah, dia juga tahu bahwa meski sudah berjuang habis-habisan, musuh gak langsung kalah dan selalu punya cara buat bangkit. 


Jadinya dia merasa kalau dialah yang harus mengalahkan musuh itu.Huhuhuhuhu peluk Deku

  • Pertarungan Deku VS Kelas A

Masih berhubungan dengan gloomy-nya Deku nih. Jadi, Deku ini sempat memutuskan buat meninggalkan sekolah dan nulis surat buat semua teman-teman kelasnya sebagai tanda pamit.


Ternyata teman-temannya malah nyusulin dia dan ngajak balik ke sekolah.


Wah,ini tuh moment keren banget sekaligus favorit gw di season ini.


Gimana hati ini gak terenyuh melihat bagaimana Deku berusaha menjauh dari teman-temannya sementara mereka malah makin getol ngejar dia. Teman-temannya gak henti mengingatkan kalau mengalahkan lawan bukan cuma tugas Deku seorang yang akhirnya bikin Deku terharu dan bisa menangis setelah sebelumnya memikul semua rasa di hatinya sendirian.


Oh iya, salah satu moment yang sulit gw lupakan adalah di saat teman-temannya ngucapain kata-kata keren buat menyedarkan Deku, Kaminari malah ngajak dia mandi, sungguh sumber tawa di tengah moment tegang dan haru.


Jempol deh buat anak-anak kelas A


  • Deku dan Bakugo

Kalau ngomongin Hero Aca, tentu gak boleh kelewat buat bahas tentang mereka berdua dong. Deku dan Kacchan, teman kecil yang sama-sama punya mimpi besar jadi Hero, tapi beda nasib dan bikin hubungan mereka jadi rumit.


Sejak kecil, Kacchan selalu meremehkan Deku yang tidak punya kekuatan. Saat masuk U.A, sikapnya bertambah parah dan selalu ingin bersaing dengan Deku (semua orang sih sebenarnya) yang selalu berusaha keras melatih kekuatannya.


Tapi, makin kesini, Kita juga bisa melihat sisi lain Kacchan yang meski tetap galak cara bicaranya, sebenarnya sadar dan mengakui kekuatan Deku, hanya saja ada sisi dirinya yang enggan mengakui itu.


Dan melihat di season ini bagaimana Kacchan melindungi Deku, bilang kalau Endeavour tidak mengenal Deku sampai minta maaf pada Deku atas sikapnya selama ini bahkan berusaha memanggilnya Izuku benar-benar sesuatu yang sangat berkesan buat gw.


Jempol buat Kacchan.

  • Ochako Membela Deku

Moment lain yang gak kalah meninggalkan kesan mendalam bagi gw itu adalah waktu Deku kembali ke U.A dan ditolak sama warga kota yang mengungsi di sana.


Penolakan warga itu hampir bikin Deku pergi lagi kalau gak ditahan sama Ochako. Meski tahu kalau gak akan mudah, Ochako memberanikan diri berdiri di atas gedung U.A dan mengatakan pada orang-orang kalau orang yang paling ingin menyelesaikan semuanya adalah Deku.


Ia mohon supaya Deku diberi izin untuk tinggal sementara di U.A supaya bisa mempersiapkan diri menghadapi pertempuran. Kata-kata Ochaku ini menyentuh hati banyak orang termasuk Deku sendiri yang sampai nangis terduduk.


Asli, ini salah satu moment yang berkesan banget buat gw, jempol buat Ochako.


Itulah kesan dan moment favorit gw tentang Hero Aca season 6. Salah satu season yang bisa dibilang jago banget mengobrak-abrik hati gw sebagai penonton (maaf, kata-katanya agak lebay)


Tapi serius, season ini keren banget, rekomendasi buat teman-teman yang memang suka Hero Aca! Buat yang belum pernah nonton, mungkin ada baiknya nonton season sebelumnya ya, soalnya kalau enggak nonton, akan agak bingung ya, karena cerita pembukanya langsung pertarungan, tapi gak ada salahnya mencoba sih kalau mau nekat hehehehehe.


Okelah, sampai disini dulu tulisan kali ini. Terima kasih buat yang sudah mampir dan baca tulisan ini. 


Sampai jumpa di postingan selanjutnya ya.

 

My Favorite Performance from The First Take


Holaaaa, apa kabar lagi teman-teman semua? Semoga sehat dan bahagia selalu ya.


Kali ini mau bahas tentang performance favorit gw dari program The First Take.




Teman-teman tahu program tersebut? 


The First Take itu nama program musik di Youtube yang menampilkan penyanyi yang tampil hanya dalam satu kali take saja. 


Dengar-dengar sih ide konsepnya itu dari hidup yang cuma satu kali, makanya harus memanfaatkan kesempatan dengan sebaik mungkin.


Seingat gw, The First Take itu  hadir pertama kali di masa pandemi, sekitar tahun 2020-an lah ya.


Gw sendiri cukup suka dengan program ini meski nontonnya juga gak rutin. Apalagi beberapa artis favorit gw juga pernah tampil disini, tentu sayang dong untuk dilewatkan. 


Makanya hari ini, gw ingin membagikan performance The First Take yang jadi favorit gw dan sering gw tonton ulang. Siapa tahu bisa menambah referensi buat teman-teman yang ingin coba mendengarkan lagu Jepang.


Ingin tahu siapa saja mereka? Hajimemasyou 


  • Nishino Kana (Aitakute Aitakute) 


Pertama ada penampilan Nishino Kana atau Kanayan dengan salah satu lagu hitsnya, yaitu Aitakute Aitakute. Ini merupakan penampilan pertama Kanayan di The First Take, dan dia menampilkan Aitakute Aitakute dengan aransemen yang khusus dibuat untuk acara ini.


Jujur, gw sangat antusias menyaksikan penampilan Kanayan disini, apalagi tampilnya dengan membawakan salah satu lagu favorit. Aitakute Aitakute yang awalnya sudah terasa emosional ini jadi makin terasa mantap dengan aransemen khusus ini.



Kedua, ada Citrus dari Da-Ice. Inget banget kalau lagu ini memang tengah hits saat itu sejak jadi OST dorama Gokushufudo. Dan dengan tampilnya Da-Ice disini, jadi makin banyak yang kenal mereka, seneng banget deh.


Penampilan ini tuh mantep banget karena berbeda dengan musik aslinya. Musik asli lagu Citrus kan bisa dibilang sedikit menghentak ya. Nah, di The First Take, penampilan Citrus hanya diiringi piano yang otomatis bikin suara Shota dan Yudai makin menonjol.


Wah ini sih lagu yang bersejarah banget buat gw, secara merupakan salah satu lagu yang gw kenal di masa awal gw menyukai lagu Jepang.


Tentu senang banget dong Hikki (nicknamenya Utada Hikaru) menyanyikan lagu legend ini di The First Take. Suara unik Hikki disini makin membuat lagu ini terasa sendu dan emosional.



Wah ini sih salah satu lagu legend di dunia anime. Opening dari serial anime Digimon ini aslinya dibawakan oleh mendiang Wada Koji. Di versi The First Take ini l, Butterfly dibawakan secara kolaborasi oleh artis-artis yang sering mengisi lagu anime.

Asli, nonton perform ini tuh rasanya dibawa kembali di masa-masa antusias nonton Digimon di depan tv setiap minggunya. 


Oke segitu dulu ya pembahasan tentang penampilan favorit gw di acara The First Take, nanti akan gw tambahkan lagi.


Sampai disini dulu postingan kali ini. Terima kasih sudah mampir dan baca. Sampai ketemu di postingan berikutnya ya.








Playlist 32


 Holaaa 

Apa kabar teman-teman semua? Semoga sehat dan bahagia selalu ya di bulan Oktober ini. Kali ini gw pengen membagikan lagu apa saja sih yang sering ada di playlist on repeat gw. 


Siapa yang menantikan pembahasan ini? Sudah siap dong baca pembahasannya?


Jya, hajimemasyou 


  • Ta Bola Bale - Silet Open Up (feat. Jacson Zeran, Juan Reza & Diva Aurel)


Setelah Stecu Stecu, ternyata kuping gw juga cocok dengan lagu lain yang tengah trend yaitu Ta Bola Bale. Mungkin karena irama musiknya yang up beat tapi gak berisik dan easy listening, jadinya kuping gw mudah menerimanya.


Lagu ini bisa dibilang unik karena merupakan perpaduan dari Indonesia Timur dan Barat dimana liriknya merupakan gabungan dari bahasa Timur dan Minang. Musiknya juga mengajak bergoyang bahkan banyak yang ikut trendnya.


Ta Bola Bale bisa dibilang hits banget sih sampai-sampai waktu perayaan 17 Agustus di Istana, lagu ini juga dibawakan. Belum lama ini gw lihat, lagu ini juga dibawakan di Indonesia Paviliun di Osaka  


  • Hajimari no Uta  - GREEEN 


Selama ini, gw cuma mendengarkan satu lagu dari GREEEN yaitu Ai Uta, ternyata belum lama ini, gw secara gak sengaja dengar dan dibuat suka dengan lagu berjudul Hajimari no Uta. Lagunya gak terlalu ramai dan juga gak terlalu slow.


Musiknya sendiri ada nuansa sendu dan haru tapi gak mellow. Musiknya enak sampai bikin suka dalam sekali dengan dan langsung memasukkannya ke playlist.


  • Ai De Mo Fa- JIn Sha 



Sama seperti Hajimari no Uta, gw juga dengar lagu ini secara gak sengaja dan langsung dibuat suka sama irama musiknya yang lucu.


Musiknya tuh apa ya? Walau ada bagian yang terdengar sendu tapi bikin nyaman dan jadinya pengen sering dengar deh.


  • Pica Pica - Juan Reza

Selain Stecu Stecu dan Ta Bola Bale, ada satu lagi nih bernuansa Timur yang asyik menurut gw. Judulnya  Pica-Pica. Gw suka musiknya yang enak dan terdengar lucu.


  • No Other - Super Junior


Nah, kalau lagu ini, suka gara-gara lagi nonton program Dingo yang menghadirkan Super Junior. Karena merasa selama ini lebih kenal sosok SuJu sebagai orang kocak di variety show, pengen juga lihat mereka pas lagi nyanyi dan akhirnya dibuat demam sama lagu ini deh.

Lagunya simple, enak didengar dan punya nuansa sweet gitu.

  • 雪幻 ― winter dust - T.M Revolution


Pertama kali dengar lagu ini tuh waktu dinyanyikan Wakana yang yang jadi bintang tamu di acara TV yang dibawakan oleh T.M Revolution. Kesan sama lagu ini setelah dibawakan Wakana tuh sendu, sedih dan emosional gitu. Apalagi Wakana nyanyinya cuma diiringi piano, makin terasa sendu aja nih lagu seolah lagi jalan sendirian di bawah salju yang lagi turun.. Makanya jadi penasaran sama lagu versi aslinya.

Dan ternyata versi aslinya gak kalah emosional. Cuma karena diiringi band, lagu ini terasa lebih bergejolak gitu. Kalau dengar versi ini seolah bisa bayangkan orang yang tengah meluapkan emosi saat ada salju turun diiringi angin kencang.

  • Butter-Fly - Anisama Friends The First Take Version 


Bagi penggemar anime di tahun 90-2000an, lagu opening serial anime Digimon ini legend banget sih. Makanya seneng banget waktu lagu ini ditampilkan di The First Take oleh Anisama Friends yang terdiri dari sekumpulan penyanyi yang sering membawakan lagu untuk anime.

EPIC! (maaf capslock jebol) itu satu kata yang mewakili kesan gw terhadap perform ini. Rasanya kayak dibawa kembali ke masa dimana gw menantikan Digimon di TV atau nonton ulang di VCD (ups ketahuan deh umur wkwkwkwkwk) 

Dan, tambah senang lagi waktu ada versi audionya juga. Jadi bisa lebih sering di dengar deh.

  • Endless Love - Jackie Chan feat Kim Hee Sun


Sebagai orang yang mengaku sebagai penggemar Jackie Chan, kaget juga waktu tahu kalau ternyata beliau pernah duet dengan aktris Korea Kim Hee Sun. Jadi mereka berduet dalam lagu berjudul Endless Love yang dipakai sebagai OST film The Myth.


Lagunya enak, lembut dan sendu. Seolah menggambarkan cinta yang sangat dalam sampai bikin hati sakit (asyik gak tuh perumpamaan gw?).


Tipe lagu yang bikin kuping gw jatuh cinta dalam sekali dengar.  


Nah itulah dia beberapa lagu yang nongkrong di playlist on repeat gw. Memang bukan semuanya lagu baru sih, tapi lagu-lagunya easy listening menurut gw.


Kalau teman-teman belakangan ini lagi suka lagu apa? Komentar ya 


Sampai disini dulu postingan kali ini, terima kasih sudah mampir dan baca.


Sampai ketemu di postingan berikutnya ya.



Copyright 2009 Blue Dolphin. All rights reserved.
Free WPThemes presented by Leather luggage, Las Vegas Travel coded by EZwpthemes.
Bloggerized by Miss Dothy