Detective Conan Movie 26: The Black Submarine



 Hola semua, kembali lagi bertemu setelah sekian lama.


Sebelum memulai tulisan kali ini, gw ingin mengucapkan Selamat Hari Raya IdulFitri terlebih dahulu buat teman-teman yang merayakan, mohon maaf lahir batin ya semuanya.


Ngomong-ngomong soal minta maaf, gw harus minta maaf karena telat banget mau posting ini yaitu kesan gw terhadap film ke 26 Detective Conan: The Black Submarine yang sudah gw tonton sejak tahun lalu. 


Entah bagaimana ceritanya, bisa-bisanya gw baru sadar kalau tulisan ini belum gw posting, padahal film ke-27-nya sudah tayang mulai hari ini di Jepang. (sungguh, maafkan diriku ini)


Nah makanya supaya tidak lupa lagi, kali ini, gw pengen menuliskan kesan gw tentang film Detective Conan ke-26 ini dulu sambil menanti film barunya beredar di Indonesia nanti.


Jadi daripada banyak basa-basi, mari Kita langsung mulai saja ya.


Pada film kali ini, Conan, Detective Boys, Ran, Sonoko, Kogoro dan Profesor Agasa berkesempatan untuk ikut tur kapal pesiar mewah gitu.


Namun, ketika Conan melihat Shiratori dan Inspektur Kuroda, Ia tanpa pikir panjang langsung mengikuti keduanya yang ternyata menuju ke semacam pusat pengamanan yang bisa menunjukkan kejadian di seluruh dunia.


Alat tersebut bahkan mampu mengenali wajah seseorang. Sesuatu yang sangat berbahaya untuk orang yang menyembunyikan identitas aslinya seperti Conan dan Ai.


Namun ternyata seperti yang selalu terjadi ketika ada Conan, terjadi kasus pembunuhan yang menimpa salah satu ilmuwan yang ada di kapal.


Belum selesai misteri kasus tersebut, terjadilah hal yang paling dihindari Conan yaitu tertangkapnya Ai oleh Anggota Organisasi Hitam.


Berhasilkan Conan memecahkan misteri sekaligus menyelamatkan Ai? Buat yang sudah nonton filmnya tentu sudah tahu dong jawabannya 😁😁. Kalau begitu, gw akan langsung membahas bagaimana kesan gw terhadap film ini ya.



Serius, tegang dan dark. 


Itulah kesan gw terhadap film ini. Sebenarnya ini tidak mengejutkan mengingat sejak tahun lalu kita sudah diberi gambaran kalau film ini akan fokus pada Ai dan Organisasi Hitam.


Tapi mengingat film tahun lalu tergolong film yang cukup ringan, menonton film ini memberikan sensasi yang berbeda.


Sebelumnya, gw mau jujur  kalau gw bukanlah penggemar berat dari arc yang membahas tentang organisasi hitam , sehingga terkadang melewatkan beberapa episode maupun chapter yang membahas mereka. 


Tapi gw akui kalau film yang menampilkan organisasi hitam memang sering menampilkan cerita yang seru sehingga sebagai penggemar Conan, gw tentu akan merasa sayang jika melewatkan kesempatan menonton.


Dan gw bersyukur pikiran gw tidak meleset.


Dari pembukaan, film ini sudah menyuguhkan ketegangan lewat adegan kejar-kejaran antara anggota BO dengan anggota agen khusus yang harus gw akui berhasil banget membangun suasana tegang sekaligus memberikan gambaran akan seperti apa nanti cerita berjalan.


Soalnya,  sepanjang film,bisa dibilang tidak ada adegan ringan penuh humor kecuali kuis Profesor Agasa. Jadi adegan pembuka itu tidak akan bikin kita merasa kena jebakan.


Adegan yang paling berkesan bagi gw adalah ketika Conan mencoba mengejar Haibara yang diculik kemudian ditolong oleh Ran.


Semacam apa ya? menunjukkan sesuatu yang berbeda gitu. Conan kan biasanya nyuruh orang lain buat tenang ketika terjadi sesuatu, sekarang gantian dia yang dibuat blingsatan dan gak berdaya karena membebaskan Ai dari BO jelas bukan hal yang gampang dan beresiko.


Dan gw juga suka banget sama adegan Ran yang dengan beraninya ikutan menghajar anggota BO buat menyelamatkan Ai. Sebelum nonton film ini, gw banyak mendengar soal perdebatan antara fans Ran dan Ai, jadi agak sedih aja. Tapi melihat mereka berdua di film entah kenapa malah jadi senang, semoga ada bagian mereka bisa bekerja sama kayak di movie 24 ya kalau gak salah.


Salah satu adegan yang tidak biasa adalah Conan yang lebih emosional dan gelisah, Sato saja sampai kena gertak, memang kalau sudah menyangkut dengan BO, Conan agak susah tenang bikin kita yang nonton juga jadi ikut tegang.


 Hal lain yang bikin gw salut sama film ini adalah mereka tetap berusaha memasukkan unsur kekinian supaya film tetap bisa relate dengan masyarakat masa kini terlepas dari Shinichi yang sudah menjadi Conan selama kurang lebih 30 tahunan dari sisi penikmat ceritanya wkwkwkwkwk.


Di film ini, yang gw maksud adalah penggunaan teknologi AI yang memungkinkan untuk mengetahui identitas orang bahkan mengetahui lokasi keberadaannya.


Di satu sisi, ini menandakan kemajuan teknologi pesat yang bisa membawa manfaat bagi banyak orang. Tapi di sisi lain, hal ini tentu menyeramkan apalagi kalau sampai disalahgunakan


Kesimpulannya, meskipun gw bukanlah penggemar BO, bagi gw film ini tetap asyik ditonton , apalagi buat teman-teman yang memang merupakan penggemar cerita tentang BO, gw rasa akan terpuaskan dengan film ini, porsi BO dan Conan bisa tetap ditampilkan dengan seimbang sehingga perasaan tegangnya dapat. 


Oke, sampai disini dulu ya tulisan kali ini, maaf karena telatnya lama banget, meski gw yakin sudah banyak yang nonton, gw harap tulisan gw gak mengurangi keasyikan teman-teman yang belum nonton ya.


Terima kasih sudah mampir dan baca, silakan tulis kesan teman-teman tentang film ini juga ya.










Avatar : The Last Airbender Live Action



 Avatar: The Legend of Aang merupakan salah satu serial kartun di tv yang berhasil membuat gw demam.


Menonton mereka waktu itu bikin gw ikut mengkhayal akan jadi bender apa ya gw kalau kemampuan tersebut benar-benar ada didunia nyata. 


Karena itulah, gw penasaran banget ketika tahu kalau seri kartun tersebut akan dibuat menjadi versi live action.


Seperti biasa, sebelum nonton, perasaan gw jadi campur aduk dulu. Soalnya di satu sisi, penasaran banget sama versi live dari kartun yang dulu suka ditonton. 


  Tapi di satu sisi lagi, takut juga kalau hasilnya zonk, secara live action biasanya menghadirkan berbagai perubahan untuk menyesuaikan dengan durasi dan lain-lain kan. 


Tapi ya namanya sudah terlanjur penasaran, gw pun tetap menontonnya dan akhirnya memutuskan untuk berbagi kesan disini. 


Jadi, seperti apakah kesan gw setelah menonton Avatar versi live action ini? 


Tidak sempurna tetapi tetap membuat gw senang menontonnya

 itulah kesan gw terhadap serial ini. Meskipun sudah lama tidak menonton versi kartunnya, gw masih ingat ada beberapa hal yang berbeda dari serial ini waktu nonton dan beberapa agak gw sayangkan sih.

Tapi, gw harus sadar kalau memang gak mudah buat merangkum serial yang punya jumlah episode hampir 20 (atau lebih ya? Maaf lupa)  menjadi 8 episode saja. 

Karena itulah,Gw gak akan menuliskan apa saja perbedaan antara versi ini dengan versi kartun dulu. Selain karena gw yakin sudah banyak yang melakukannya, gw sudah bilang kalau gw sudah lama gak nonton versi kartunnya sehingga gak ingat detail bagian apa muncul di season berapa.

Jadi kali ini, gw ingin menuliskan beberapa hal yang menurut gw menarik tentang serial ini.

  • Adegan action dan bending

Hal pertama yang gw suka dari serial ini adalah adegan action dan bendingnya yang menurut gw keren.

Gw suka banget adegan setiap bender mengeluarkan tekniknya mulai dari Aang,Zuko, Bumi dan terutama Katara.

Pengendalian air memang favorit gw di seri animasinya dulu dan gw gak kecewa dengan tampilannya disini terlihat cantik tapi kuat.

Adegan bertarung yang gw suka itu ada di pulau Kyoshi, team avatar menyusup ke kapal negara api , Katara melawan Zuko dan Katara melawan Guru Pakku.

  • Casting yang berbeda tapi bisa memberikan feel

Hm…ngomongin masalah casting memang gw akui bisa memicu perdebatan. Soalnya gak sedikit yang mengatakan kalau casting ini termasuk miss cast atau salah pilih peran, meskipun banyak juga yang tidak mempermasalahkan hal itu. 

Memang harus diakui pemilihan casting ini ada yang sangat berbeda dari kartunnya. Tapi menurut gw ada beberapa yang tetap "dapat" feelnya.


Casting yang menurut gw sangat pas adalah Zuko, gak tahu kenapa, melihat kegelisahan dan kemarahan dia, gw bisa membayangkan Zuko yang ada di kartun, bisa dibilang dua versi ini keren dengan cara mereka sendiri. Padahal memerankan Zuko ini beban banget menurut gw secara dia adalah karakter yang kompleks dan punya twist yang mantap. Jempol buat Dallas Liu.


Casting yang menurut gw pas juga adalah Aang, meskipun kalau dibandingkan kartunnya agak kurang tengil tapi ceria dan jiwa anak-anaknya si Aang ini tetap keluar menurut gw.


Katara mungkin juga terlihat berbeda dari di kartun karena terlihat lebih lembut tetapi dia tetap terlihat sebagai orang yang gigih dan karena semangat buat belajar mengendalikan air.


Untuk Sokka, memang harus diakui kalau dia tidak sekomikal yang ada di kartun, tapi menurut gw, pemeran Sokka ini punya gayanya sendiri dalam memerankan Sokka yang walau kadang terlihat menyebalkan dengan segala komentarnya sebenarnya baik dan perhatian.


Casting yang menurut gw dapet banget juga adalah paman Iroh, bijak dan santainya beliau dalam menghadapi Zuko yang emosional itu benar-benar mengingatkan gw sama paman Iroh versi kartun.


Casting yang bikin heboh waktu itu adalah Suki karena secara visual cantik banget. Dan…gw setuju dengan itu, asli gw yang cewek aja bisa mengakui kalau pemeran Suki ini cantik pake banget apalagi cowok-cowok wkwkwkwkwkwk 


Tapi Suki ini gak cuma cantik, dia juga jago berantem secara merupakan salah satu pasukan Kyoshi dan gw suka gaya berantemnya yang gemulai tapi mematikan.


Casting yang banyak diprotes orang setahu gw adalah geng Azula. Untuk Azulanya sendiri harus gw akui kurang terlihat atau mungkin lebih tepatnya kurang terasa vibe "crazynya" dan lebih terlihat seperti anak nakal saja. Tapi menurut gw secara mimik wajah pemerannya sudah cukup menunjukkan wajah yang mengintimidasi. Mungkin dia akan terlihat lebih "Azula" di season berikutnya? Kita lihat saja nanti.


Gw mengerti kalau banyak yang kecewa dengan casting Mai yang kalau di kartun terlihat anggun tapi gloomy sementara di versi livenya ini justru terlihat imut. Tapi karena porsi kemunculannya perasaan gw tidak banyak jadi bagi gw tidak terlalu terasa gimana-gimana, penasaran juga sih bagaimana gaya tarung Mai dan Ty-Lee bakal diadaptasi ke versi live ini.


  • Perubahan Cerita 

Seperti yang gw sebutkan sebelumnya, sebuah versi live action terutama yang dibuat lebih pendek episodenya daripada versi kartunnya bisa mengubah cerita untuk menyesuaikan dengan durasi.

Bagi gw sendiri hal ini sebenarnya mixed feeling jadi benar-benar tergantung dari bagaimana perubahan itu dilakukan.

Beberapa yang gw ingat adalah diperlihatkannya pembantaian terhadap pengembara udara, kemunculan Azula yang lebih cepat, Katara dan Sokka yang melewati goa (Aslinya bersama Aang) Aang yang belum belajar pengendalian air dan Aang yang tidak protes waktu Katara dilarang belajar pengendalian air di suku air utara.

Dari semuanya, dua terakhir ini sih yang agak gw sayangkan, soalnya judul buku 1 kan water, tapi Aang malah belum belajar pengendalian air atau mungkin dia akan belajar dari Katara? Ini juga perlu Kita tunggu jawabannya. Gw juga menyayangkan Aang yang malah setuju waktu Katara gak boleh bertarung, padahal dia bisa kerjasama dengan baik sama Katara kenapa malah gak mau belajar bareng? Bagian itu sih yang bikin gw agak gemas sama si Aang yang memang menggemaskan ini 😆😆😆😆

Kesimpulannya, serial live action ini bisa membuat gw bernostalgia dan kembali berkhayal seandainya gw adalah seorang bender. Favorit gw tetap katara dengan pengendalian airnya, gw harap adegan ia bertarung bakal lebih banyak (maafkan penggemar banyak maunya ini)

Karena itulah gw bilang kalau serial ini memang tidak sempurna tapi gw masih enjoy menontonnya, bagaimana dengan teman-teman?

Okelah karena takut terlalu panjang dan spoiler, gw sudahi dulu kesan gw tentang avatar live action kali ini.

Terima kasih sudah mampir dan baca.

Sampai ketemu di postingan selanjutnya.







Drama Taiwan Favorit


 Sebelum drama Korea populer, ada drama Taiwan yang merajai pertelevisian kita di awal tahun 2000-an.


Semua berawal dari ketika negara api…eh salah itu avatar ya, wkwkwkwwkwkwk 


Maaf kalau bercandanya garing, oke mari kita kembali fokus.


Jadi semua itu seinget gw diawali dengan meledaknya serial drama Meteor Garden yang melambungkan grup F4.


Gw sendiri kurang mengikuti Meteor Garden dan baru mulai nyemplung di dunia drama Taiwan ini karena Love Storm yang dibintangi Vic Zhou, si pemeran Hua Ce Lei di Meteor Garden. 


Nah kemarin di postingan tentang playlist gw sempat menyinggung sedikit soal lagu lama yang kangen gw dengerin salah satu diantaranya merupakan OST drama Taiwan.


Gw jadi dapat ide buat membuat tulisan tentang drama Taiwan apa saja yang gw pernah gw tonton dan jadi favorit.


Buat yang gak masuk di list ini, gak berarti dramanya gak bagus ya. Mungkin gw belum nonton atau sudah nonton tapi kurang masuk selera.


Baiklah, langsung kita mulai saja nostalgia kita.



  • The Prince Who Change To The Frog

Kalau bicara tentang drama Taiwan favorit, maka drama yang satu ini harus banget masuk daftar versi gw.


Ya, The Prince Who Change To The Frog atau judul aslinya Wang Zi Bian Qing Wa merupakan drama Taiwan yang masih jadi favorit gw sampai saat ini.


Dibintangi Ming Dao dan Chen Qiao En, drama inilah yang dulu mampu menggeser Meteor Garden sebagai drama dengan rating tertinggi meski akhirnya sekarang sudah tergeser.


Tapi di hati gw drama ini tetap favorit. Padahal kalau dipikir-pikir, drama ini agak aneh dan gak masuk akal, tapi entah kenapa akting para pemainnya membuat gw bisa menerima semua keanehan itu wkwkwkwwkwk 


Dari drama ini juga lah gw kesengsem berat sama Ming Dao dan chemistry yang dia punya dengan Chen Qiao En, favorit banget deh sama mereka berdua pokoknya.


Bagi gw, drama ini lengkap isinya ada moment dramatis, nyebelin, lucu sampai sweet yang bikin senyum.


OSTnya juga enak-enak, sayangnya gak ada di platform digital, padahal gw sempat menemukan, tapi entah kenapa jadi gak ada.




  • Mars 

Drama favorit gw yang lain adalah Mars yang dibintangi oleh Vic Zhou dan Barbie Hsu yang sempat promosi ke Indonesia juga waktu itu.


Serial ini merupakan adaptasi dari manga Jepang yang bisa dibilang menjadi pengubah image Vic Zhou yang terkenal cool dan kalem itu. 


Soalnya di Mars, doi tampil sebagai Ling, cowok pembalap yang tengil tapi punya masa lalu kelam yang jatuh cinta pada Qi Luo, cewek pendiam yang suka melukis dan  punya masa lalu yang gak kalah kelamnya.


Untuk ukuran drama Taiwan yang umumnya ringan bahkan banyak unsur komedi, Mars bisa dibilang sangat berbeda karena terbilang dark dan punya cerita yang cukup kompleks karena berkaitan dengan kondisi psikologis, romancenya juga kental bahkan seinget gw dulu di tv banyak disensor.


Artinya, drama ini memang kurang cocok ditonton oleh anak-anak atau teman-teman yang belum masuk usia dewasa.


Jadi, kalau teman-teman yang sudah cukup umur tertarik untuk coba nonton drama ini , perhatikan baik-baik point ini ya.






-Magician of Love 


Setelah kesengsem dengan sosok Ming Dao di serial The Prince Who Change To The Frog, gw pun otomatis mengikuti serial doi yang lain. 


Dan tontonan gw selanjutnya adalah Magician of Love.


Kalau di serial sebelumnya, Ming Dao berperan jadi pengusaha hotel kaya yang hilang ingatan, kali ini ia berperan jadi penata rambut yang berseteru dengan anak dari tukang cukur yang tidak terima dengan salon barunya. 


Bisa ditebak, perseteruan itu akan berujung jadi kisah cinta yang cukup kompleks tapi menarik. Bagi gw sendiri, drama ini belum bisa menandingi The Prince Who Change To The Frog, tapi tetap saja bikin penasaran buat mengikuti setiap episodenya.

Sekali lagi, gw juga suka dengan OST dari drama ini.



  • Love Storm

Drama ini berkesan bagi gw karena merupakan drama Taiwan pertama yang bikin gw penasaran untuk mengikutinya. Berkisah tentang Zhao Jia Le, putri tunggal dari orang kaya yang jatuh cinta pada Lu Ying Feng, pemuda cool misterius yang menyelamatkannya.

Premis itulah yang paling bikin penasaran secara Jia Le ini awalnya terlihat centil banget dengan gaya bicara imut plus segala perkakas pink yang selalu ia kenakan. Dia juga getol banget ngejar Ying Feng yang malah selalu tampak sebal kalau Jia Le ada di dekatnya.

Jujur, drama ini memang tidak sempurna dan punya bagian yang sedikit bikin gw bosan di bagian menjelang akhir, tapi tetap saja ada juga bagian yang bikin gw jatuh hati yaitu Vic Zhou dan lagu openingnya.

Ya, banyak orang kesengsem Vic Zhou di Meteor Garden, tapi kalau gw justru ketinggalan dan baru kena pesona doi disini.Aktingnya sebagai cowok cool yang diam-diam penyayang ini memang rentan bikin terpesona sih wkwkwkwkwkwk.

Gw juga suka banget sama lagu openingnya yang dinyanyikan oleh Vivian Hsu si pemeran Jia Le. Sekedar info, beliau ini memang penyanyi yang juga jago nulis lirik, termasuk lagu in yang liriknya sebagian diambil dari karakter Jia Le.



  • Twins 100% Senorita

Sebelum kenal Qiao En di The prince Who Change to The Frog, gw sudah lebih dulu nonton aktingnya di serial Twins 100% Senorita yang dimainkannya bareng Wallace Huo dan Penny Lin.

Kisahnya bisa dibilang unik nih karena mengisahkan saudara kembar yang terpisah dimana salah satunya dioperasi wajahnya sehingga berubah. Artinya meskipun kembar, wajah mereka tidaklah sama. 

Drama ini seru banget sih sekaligus bikin geregetan. Secara empat tokoh utamanya bisa banget bikin hanyut, kadang mau dukung tapi sebel juga wkwkwkwkwkwk



  • Love At The Dolphin Bay 

Serial drama yang cukup sering diputar ulang di TV. Gw sendiri nonton dalam beberapa tahap karena gak pernah bisa nonton full dari awal sampai akhir.

Jujur, gw sedikit lupa detail ceritanya, tapi yang gw ingat adalah Tian Bian, gadis yang sedang berjuang menjadi penyanyi ini ternyata bertemu kembali dengan teman masa kecilnya di panti asuhan dan akhirnya terjadilah kisah cinta segi tiga dengan produsernya( atau manager?) yang diperankan oleh Wallace Huo.

Asli, gw sedikit kecewa karena di endingnya, couplenya bukanlah yang gw harapkan (siapa itu?) tapi tetap, menurut gw drama ini termasuk ke dalam salah satu drama yang sulit gw lupakan.

Drama ini juga menjadi perkenalan dengan Angela Zhang yang akhirnya menjadi salah satu penyanyi favorit gw.


  • Ying Ye 3 Jia 1

Satu lagi drama dari Ming Dao yang kembali dibintanginya bersama Chen Qiao En yang gw suka yaitu Ying Ye 3 Jia 1 atau dalam bahasa Inggrisnya disebut Best Pals. Jadi disini, mereka berperan sebagai anak sekolah yang sudah bersahabat sejak kecil bersama dua orang lainnya.

Jujur, gw gak nyangka kalau Ming Dao yang waktu itu hampir masuk usia 30an masih cocok jadi anak sekolah.

Sayangnya, cerita drama ini mengalami perubahan di bagian pertengahan, dimana yang tadinya tentang anak sekolah yang hampir lulus menjadi anak kuliahan tapi lebih condong ke drama romantis. Mana sisi komedinya pun menghilang jadi lebih banyak dramanya, jadi agak mengurangi keasyikan gw waktu nonton.

Tapi, meski begitu, chemistry Ming Dao ama Qiao En memang gak diragukan sih. Mungkin karena aslinya mereka memang teman dekat, rasanya natural aja gitu lihat mereka jadi teman kecil yang sering ribut tapi saling sayang wkwkwkwkwk.

Oh ya, OST drama ini juga enak-enak. Mulai dari opening final trap yang dinyanyikan 5566, nuansanya berasa film detektif. Lagu solonya Qiao en dan To Believe Again yang merupakan duet Qiao En dan Ming Dao.

Nah itu dia beberapa drama Taiwan yang pernah gw tonton, jadi favorit dan masih gw ingat sampai sekarang. Nanti kalau ada yang gw ingat lagi, akan gw buat part 2nya ya.

Terima kasih sudah membaca postingan ini, sampai ketemu di postingan berikutnya ya 




Spy x Family: Code White




Yuhuu, Mina-san, apa kabar semuanya semoga tetap sehat dan bahagia selalu.


Kali ini, gw mau nulis tentang salah satu film yang sudah gw nanti-nantikan kehadirannya di Indonesia yaitu Spy x Family : Code White.


Dari judulnya, sudah bisa ketebak kan kalau ini merupakan versi film dari serial anime terkenal Spy x Family? 


Apa sih cerita film ini dan bagaimana kesan gw setelah menontonnya? Hajimemasyou.


Inti ceritanya sebenarnya sederhana yaitu tentang Keluarga Forger yang melakukan perjalanan ke Figris untuk mencicipi makanan tradisional demi kelas memasak Anya yang berhadiah Stella.


Hanya saja, seperti biasa, bukan keluarga Forger kalau tidak dikelilingin hal unik nan seru yang seringnya muncul akibat tingkah Anya.


Akibat rasa penasaran terhadap harta karun, Anya malah jadi incaran kelompok yang memiliki niat tidak baik sehingga Loid dan Yor harus berusaha menyelamatkannya, dengan tetap menjaga rahasia masing-masing tentunya.


Berhasilkah Loid dan Yor menyelamatkan Anya? Berhasilkah Anya memperoleh Stella di kelas memasaknya? 


Jawabannya bisa teman-teman temukan di bioskop terdekat 😆😆😆.



Menghibur dan menyenangkan untuk ditonton, itulah kesan gw terhadap movie ini. Bisa dibilang rasa penasaran gw terbayarkan dan mengerti kenapa film ini sukses meraih box office di Jepang sana.


Gw gak bisa berhenti ketawa melihat tingkah laku unik dan kocak dari anggota keluarga Forger ini.


Mulai dari Bond yang lucu dan menggemaskan sekaligus bikin terharu karena siap menemani dan menjaga Anya meskipun dia lemah.


Yor yang selalu unik dan menarik karena gyapu yang ditunjukannya saat dalam mode biasa dan mode pekerjaan.


Sebagai ibara hime, Yor merupakan sosok petarung handal yang sulit dikalahkan. Namun sebagai Yor Forger, ia adalah sosok wanita kikuk dan ceroboh namun selalu berusaha keras untuk menjadi ibu dan istri yang baik meskipun status pernikahannya dengan Loid adalah pura-pura. Gak bisa gak terharu kalau melihat Yor selalu siap menjaga Anya dan berusaha bicara dengan Loid kalau mata-mata itu "ribut" kecil dengan Anya.


Anya Forger, duh bocah ini bener-bener ya. Bikin gemes gak berhenti-berhenti. Anya yang punya kemampuan rahasia membaca pikiran ini memang terkadang bikin pusing Loid dengan tingkahnya yang suka penasaran dengan sesuatu sampai membuatnya terlibat masalah.


Tapi di satu sisi, Anya ini juga menggemaskan karena dia sayang banget sama keluarga Forger dan gak rela kalau diantara Loid dan Yor ada masalah yang mengganjal sehingga dia akan berusaha mendekatkan keduanya.


Dan… yang tidak boleh ketinggalan, Loid Forger si mata-mata kaku yang selalu beralasan kalau apa yang dilakukannya bersama dengan keluarga Forger adalah demi misi yang diembannya.


Ya, memang tidak salah sih, tapi daripada demi misi, Loid malah terlihat benar-benar seperti seorang pria yang tengah berusaha menjadi ayah dan suami yang baik bagi keluarganya.


Dia mau mengajak Anya pergi demi kelas memasaknya, selalu memikirkan dan bersikap baik sama Yor juga.



Dan di film ini, pesona Loid benar-benar susah ditolak, padahal dia bukan tokoh yang selalu terlihat keren loh, ada saatnya juga dia punya sisi gak peka dan bodoh. Tapi memang, kalau sedang dalam Spy mode, serasa langsung diingatkan kalau Ia adalah Twilight, mata-mata terbaik yang selalu berhasil menyelesaikan misi, bahkan yang sulit sekalipun.


 Oh Loid, kau membuat standar cowok idaman melambung tinggi sampai rasanya agak to good to be true wkwkwkwkwkwkwk.


Meskipun fokus ada pada keluarga Forger, film ini tidak melupakan karakter lain karena hampir semua karakter yang muncul di serialnya ada juga di film ini. Tentu dengan porsi yang disesuaikan karena juga harus berbagi dengan karakter baru.


Kesimpulannya, bagi gw film ini sangat menghibur dan cocok ditonton oleh orang yang suka film ringan atau butuh ketawa.


Sampai disini dulu postingan gw kali ini.


Terima kasih sudah mampir dan baca, sampai ketemu lagi di postingan selanjutnya.






Playlist 27



Playlist 27 


Yuhuu, Hola Mina-San , Apa kabar semuanya? Semoga sehat selalu ya.


Kali ini, gw pengen kembali berbagi tentang lagu-lagu yang sering gw dengarkan. Beberapa diantaranya merupakan lagu yang belum lama rilis, tapi ada juga sih lagu lama yang kembali gw sering dengarkan karena kangen.


Sudah siap mengenal playlist gw kali ini? Jya, tanpa banyak basa-basi, hajimemasyou.

Rendezvous- Nissy

Yup, yang pertama, ada Rendezvous dari Nissy. Lagu yang rilis Juli tahun lalu ini merupakan top song gw di Spotify Wrapped 2023. Sejak pertama dengar, gw sudah langsung dibuat jatuh cinta dengan musik dan cara nyanyi Nissy di lagu ini.

Irama musiknya terasa ceria tapi mengandung nuansa sendu juga. Intinya sih lagu ini enak didengar.




 


 When You Were Mine- Nissy


Lagu bahasa Inggris pertama dari Nissy. Awalnya, gw pikir bakal gak cocok sama lagu ini, tapi ternyata nagih.

Bisa dibilang gw terkecoh karena berpikir kalau lagu ini bakalan sendu dari judulnya yang terlihat galau.

Tapi tidak tahunya, meski berjudul galau, lagu ini merupakan lagu dance.


 



Feels- Nissy feat Saweety

Masih lagu bahasa Inggris dari Nissy, kali ini merupakan kolaborasi dengan rapper bernama Saweety.

Musiknya bisa dibilang aneh dan terasa campur-campur tapi entah kenapa gw suka cara nyanyinya Nissy wkwkwkwkwkwk. 

 



 Super Idol- Sky-hi feat Nissy 

Kejutan paling tidak terduga tahun lalu adalah ketika Dacchan, rapper AAA atau Sky-hi mengumumkan kalau Ia akan berkolaborasi dengan Nissy dalam event D. U.N.K yang Ia buat.

Lebih terkejut lagi karena ternyata penampilan mereka untuk lagu ini juga ditayangkan di televisi secara langsung. 

Lagunya juga dirilis 2 hari setelah event bahkan ada MVnya, sungguh sebuah obat kangen bagi penggemar AAA meski belum dalam formasi komplit.


 



Natsu no Hi no 1993 

Sebenarnya ini lagu jadul yang gw tahu gara-gara dinyanyikan oleh Sota dari Da-Ice yang berkolaborasi dengan 3 member dari Little Glee Monster yaitu Karen, Mayu dan Mika dalam sebuah program musik di televisi.

Gw merasa lagunya enak dan langsung cari versi aslinya. Meski punya feel yang beda dengan versi Sota cs yang gw dengar, ternyata versi aslinya juga gak kalah enak.


 



Oz-Yama

Gw tahu nama Yama sebagai salah satu penyanyi Jepang yang tengah naik daun. Gw sendiri pernah mendengarkan lagunya yang digunakan sebagai ending untuk anime Spy x Family.

Hanya saja, lagu itu belum bisa menarik perhatian telinga gw. 

Gw pun berkesempatan melihat langsung penampilan penyanyi yang selalu memakai topeng ini yaitu ketika event Jak-Japan Matsuri dimana ia menjadi salah satu pengisi acaranya.

Saat itulah gw dengar lagu ini. Jujur, gw gak tahu apakah lagu ini digunakan sebagai OST atau tidak tapi gw suka nuansa sendu dan emosional yang disajikan.


 



Anyone- Seventeen

Gw tahu dan memang mendengarkan beberapa lagu dari salah satu grup Korea,Seventeen. 

Dan lagu yang belakangan ini sering gw putar adalah Anyone. Lagu ini merupakan lagu dance tapi ada nuansa sendu yang menurut gw enak didengar.

Gw sendiri tertarik sama lagunya setelah gak sengaja dengar bagian reffnya waktu saudara gw yang merupakan penggemar Seventeen mendengarkan lagu ini.


 



Yell- AAA

Meski hiatus dan tidak merilis lagu baru, gw tetap sering dengar lagu AAA dan salah satu yang sering gw dengarkan belakangan ini adalah Yell.

Gw suka perasaan hangat dan positif yang diperdengarkan oleh lagu ini.


 



Love - AAA 

Selain Yell, gw juga lagi sering dengar lagu Love. Lagu ini juga punya nuansa hangat tapi musiknya lebih sendu.

Gw suka banget bagian menjelang akhir lagu waktu mereka bertujuh nyanyi bareng.



 



Tabidachi no Uta Live version- AAA

Masih dari AAA nih, kali ini ada lagu Tabidachi no Uta yang mereka bawakan ketika konser Thanx AAA Lot.

Jujur, gw pernah dengar lagu ini mereka bawakan di salah satu konser, tapi entah kenapa belum terlalu masuk ke telinga.

Nah ketika dengar versi berlima ini entah kenapa feelnya kok masuk banget.

Lagunya sendu tapi enak didengar dan bikin pengen ikut nyanyi juga. 

Bagian favorit gw itu pas reff ketika mereka berlima nyanyi bareng dan juga part Nissy dan Misako yang bernyanyi "la la la" secara bergantian di akhir lagu.



 



One Love - Uno Misako 

Salah satu lagu dari album Pear Love yang dirilis Uno- Chan tahun lalu.

Lagu ini bercerita tentang seseorang yang tiba-tiba suka sama temennya. 

Menurut Uno-Chan, lagu ini dia tulis karena terinspirasi curhatan dari salah satu penggemarnya, keren banget Uno-chan.


 


Hard- SHINee

Lagu lain yang gw suka dan lumayan sering gw dengar adalah Hard dari Shinee.

Kalau boleh jujur lagi nih, selama ini gw kurang mengenal lagu Shinee karena lebih sering melihat sosok mereka di variety, tapi waktu gak sengaja nonton versi live lagu ini yang diiringi band, gw berpikir kalau lagunya keren dan enak.

Sayangnya, di versi live itu mereka cuma tampil bertiga, karena salah satu member Onew, sedang hiatus karena urusan kesehatan.


 


Tegami -Angela Aki 

Lagu ini sudah cukup lama dirilis dan belakangan ini kembali sering gw dengarkan.

Gw suka liriknya yang menceritakan tentang orang dewasa yang tengah mengirim surat untuk dirinya di masa lalu.

Dia mengingatkan dirinya kalau kehidupan itu naik turun tapi pasti ada alasannya jadi gak perlu takut buat bermimpi dan menjalani hidup meski terkadang ada tantangan.

Keren banget liriknya, gw acungkan jempol deh pokoknya.


 


Aurora- Angela Zhang

Meski penyanyinya sama-sama Angela, mereka adalah orang yang berbeda. Anak 90-2000an yang sempat demam drama Taiwan gw rasa akan mengenal sosok beliau ini.

Si cantik yang pernah main di At The Dolphin Bay ini aslinya juga merupakan seorang penyanyi.

Lagunya pun asyik-asyik dan salah satu yang sering gw dengarkan adalah aurora yang musiknya unik karena ada nuansa sendu tapi juga bisa bikin badan goyang.


 

Lydia- FIR

Masih dari Taiwan, kali ini ada lagu Lydia dari grup bernama FIR. Lagu ini dipakai sebagai salah satu OST dari serial drama The Outsider.

Gw tahu lagu ini dari teman gw yang penggemar drama tersebut dan suka dengar lagu ini. 

Bisa dibilang, lagu ini tipe yang bikin gw jatuh cinta sejak pertama kali dengar.


 



Fiuh, banyak juga ya, lagu yang sering gw dengar belakangan ini, ada yang tahu lagu-lagu yang gw sebutkan? 
Sampai disini dulu ya tulisan kali ini. Terima kasih sudah mampir dan baca.
Sampai ketemu di postingan berikutnya.

Copyright 2009 Blue Dolphin. All rights reserved.
Free WPThemes presented by Leather luggage, Las Vegas Travel coded by EZwpthemes.
Bloggerized by Miss Dothy