Showing posts with label DORAMA. Show all posts
Showing posts with label DORAMA. Show all posts

My Comfort Movie/Series


 Hola hola, Minna san, apa kabar semua? 


Semoga selalu sehat dan bahagia yaaa



Kali ini, gw ingin menulis tentang comfort movie atau series nih.



Apa sih maksudnya comfort movie? 



Kalau berdasarkan hasil pencarian gw sih, arti comfort movie itu tuh film yang memberikan rasa aman dan tenang serta sering ditonton berulang kali. 



Sebenarnya, gw termasuk tipe orang yang suka menonton ulang tontonan yang sudah ditonton. Entah karena kangen karakternya atau pengen lihat kembali moment favorit. 



Tapi yang gw bahas disini adalah movie atau series yang bisa saja secara random gw tonton ulang ketika bingung nonton apa ( meskipun daftar watchlist yang belum disentuh ada banyak 😆😆) memang aneh tapi ya memang nyata sih, dan gw sudah gak sabar buat membagikan ke teman-teman semua.





  • Kikazaru Koi ni wa Riyuu ga Atte 




Pertama ada dorama Kikazaru Koi no wa Riyuu ga Atte atau Kikazaru Koi yang dibintangi Kawaguchi Haruna dan Yokohama Ryusei.



Gw suka nonton ulang dorama ini karena ceritanya simple dan ringan. Gak perlu banyak mikir lah buat nontonnya. Fakta bahwa gak ada antagonis menyebalkan juga bikin dorama ini tambah menyenangkan buat ditonton.



Suka banget sama Ryusei disini. Secara aslinya kalau di wawancara tuh dia pendiem dan kaya pemalu banget kan, tapi disini dia petakilan, suka lihatnya wkwkwkwkwkwk.



  • Romance is a bonus book 



Comfort movie/series kedua gw ada drakor Romance is a Bonus Book yang dibintangi Lee Jong Suk dan Lee Na Young.



Diantara semua drama Lee Jong Suk, kayaknya ini yang paling sering gw tonton ulang. 



Gw suka ceritanya yang simple dan hangat. Gw juga suka banget sama karakter yang muncul di drama ini terutama Kang Dan Yi yang diperankan Lee Na Young dan Cha Eun Hoo yang dimainkan Lee Jong Suk.



  • Up on Puppy Hill 



Selanjutnya, ada anime dari studio Ghibli berjudul Up on Puppy Hill nih. Alasan gw sering nonton ulang anime ini selain ceritanya adalah karena Kazama Shun! 



Yup, gw suka banget sama karakter Kazama yang menurut gw karismatik dan pemberani. Makanya, meski sempat bikin gw sebel di pertengahan cerita, Kazama adalah alasan kuat gw buat nonton movie ini kalau kangen atau gak tahu mau nonton apa. 



  • Around the world in 80 days 




Sebenarnya, banyak film Jackie Chan yang jadi comfort movie gw. Tapi kalau membicarakan yang paling sering ditonton ulang, gw rasa jawabannya adalah film ini.



Film ini tuh punya unsur yang gw suka, cerita petualangan yang dibumbui komedi, persahabatan dan sedikit romance. Karakternya pun menyenangkan. Suka banget sama trio, Paspartue, Philias dan Cecile.



  • Night At The Museum





 Terakhir, ada film yang pernah bikin gw salah kira sebagai film horor yaitu Night at the museum.



Gw sempet hampir batal nonton karena judulnya bikin gw curiga kalau filmnya bakal menakutkan.



Untung saja temen gw yakin kalau film ini gak horor karena ada Ben Stiller dan jadilah gw gak bisa berenti ketawa waktu nonton.



Asli, gw suka banget film iniiiiii. Gw juga nonton dua film lanjutannya. Tapi yang paling sering gw tonton ulang itu ya Night at the Museum yang pertama. 



Adegan Larry tampar-tamparan sama patung monyet capuchin yang hidup itu sangat memorable bagi gw bahkan sampai sekarang.



Oke, itulah dia comfort movie/series gw. Apa ada yang sama dengan yang teman-teman suka? 



Kalau teman-teman apa comfort movie/seriesnya? 



Terima kasih sudah mampir dan baca postingan ini.



Sampai jumpa di postingan berikutnya ya.


Ameku Takao no Suiri Karte


 Hola, Hola Minna-san, apa kabar semua? Semoga sehat dan bahagia selalu ya.


Di kesempatan kali ini, gw ingin membahas dorama atau serial drama Jepang  yang baru saja gw tamatkan. Judulnya adalah Ameku Takao no Suiri Karte yang dibintangi oleh Hashimoto Kanna dan Miura Shohei.





Sesuai judulnya,dorama ini bercerita tentang keseharian Ameku Takao, dokter bertubuh imut yang memiliki kecerdasan luar biasa. Dengan kemampuannya tersebut, Takao tidak hanya selalu bisa mendiagnosis penyakit pasien, ia bahkan membantu polisi untuk memecahkan kasus yang sulit.


Dorama Ameku Takao no Suiri Karte dibuka dengan adegan Ameku Takao yang diperankan Kanna sedang ada di dalam rapat dokter di rumah sakit bernama Tenikai. Di sana, Takao tampak sedang mengkritik cara kerja dokter yang monoton dan terlalu template.  Hal ini  tentu saja memancing amarah dari kebanyakan dokter yang ada disana.


Suasana gaduh berakhir ketika kakak Takao, Mazuru muncul dan hendak mengajak Takao bicara. Hanya saja, Takao yang terlihat takut serta lapar akhirnya memilih kabur hingga terjadilah kejar-kejaran antara dua saudara itu.


Mazuru berhenti mengejar Takao ketika melihat Takanashi Yu, dokter yang baru saja tiba di Tenikai dan hendak menuju ke departemen diagnostik umum. Mazuru kemudian memberitahu Takanashi kalau departemen yang akan dia datangi itu dikepalai oleh Takao yang ternyata juga merupakan wakil direktur rumah sakit tersebut.


Karena tahu Takao akan merasa tidak nyaman dengan kehadirannya, Mazuru pun mempersilakan Takanashi untuk masuk sendiri ke bangunan yang ada di atap rumah sakit. Bangunan yang bisa dibilang unik itu merupakan tempat Takao bekerja sekaligus tinggal.


Kesan pertama Takanashi terhadap Takao bisa dibilang kurang baik karena dia sangat terkejut dengan sifat Takao yang tidak peka dan sangat blak-blakan. Takao bahkan dengan seenaknya memanggil Takanashi dengan sebutan Kotori karena kanji namanya wkwkwkwkwkwk.


Tapi akhirnya keduanya pun harus menjadi partner yang bekerja sama untuk menyelamatkan pasien sekaligus membongkar misteri yang sering membuat Takao penasaran.


Seperti apakah Takao memanfaatkan kecerdasannya? Bagaimana jugakah hari-hari Kotori berada di Departemen Diagnostik Umum bersama Takao? Bagaimana juga kesan gw setelah menonton doramanya?


Sebagai informasi, gw menamatkan versi animenya lebih dulu sebelum nonton versi dorama ini. Dan kesan gw terhadap versi dorama ini bisa dibilang sama seperti kesan terhadap animenya yaitu menyenangkan buat ditonton.


Dorama ini bisa dibilang punya hal yang gw suka seperti cerita misteri ala detektif, unsur komedi serta karakter unik yang tentunya membuat gw semakin enjoy waktu nonton.


Oh, Gw juga suka banget sama akting dari dua pemeran utamanya, Hashimoto Kanna yang memerankan Takao dan Miura Shohei sebagai Kotori. Menurut gw Kanna berhasil banget memerankan Takao yang jenius, blak-blakan, tidak peka, suka makanan manis,  tapi takut sama kakaknya ini dengan baik. Kelakuannya kadang memang bikin geleng-geleng bahkan kesel karena suka seenaknya tapi lama-lama Kita tetap mengakui kalau dia ini memang berusaha keras dan mampu  menyelamatkan pasien yang membutuhkan.


Tapi yang paling menarik perhatian gw adalah akting Miura Shohei yang menurut gw dapet banget aktingnya sebagai Takanashi Yu alias Kotori. Berbanding terbalik dari Takao, Kotori adalah cowok yang peka dan bisa memahami orang lain. Sehingga bisa dibilang, Ia harus lebih banyak bersabar dan pasrah menghadapi Takao. Tapi di satu sisi, Kotori juga merupakan sosok penyeimbang yang sering mengingatkan Takao kalau ia sudah kelewatan meski seringnya sih gak didengar. 


Sehingga bisa dibilang kombinasi duo Takao dan Kotori ini adalah pemancing munculnya situasi komedi karena bertolak belakangnya sifat keduanya.


Terdapat beberapa perbedaan antara versi dorama dan animenya. Misalnya dari kasus yang dibahas, ada kasus yang tidak ada di anime. Selain itu gw merasa kalau versi dorama ini justru lebih kuat di unsur komedinya sementara versi anime lebih kuat di unsur misteri. Kebiasaan Takao yang sering jatuh juga seinget gw gak ada di animenya.


Meskipun begitu bagi gw, keduanya menarik untuk ditonton dan bisa saling melengkapi.


Ada fakta menarik juga nih dari dorama ini, yaitu mereka menghadirkan seiyuu dari Ameku Takao versi anime  di episode perdananya, Lucu ya, seiyuu ketemu dengan pemeran karakter di versi dorama.


Kesimpulannya sih, bagi gw dorama ini tidak kalah menarik dengan animenya dan cocok dinikmati oleh teman-teman yang suka dorama dengan cerita detektif yang  punya unsur komedi.


Okelah, sampai disini dulu ya postingan kali ini. Terima kasih buat yang sudah mampir dan baca.


Sampai ketemu di postingan berikutnya.


Ouroboros



 









Hola Minna-san, apa kabar? Semoga sehat dan bahagia selalu ya.


Kali ini gw ingin menulis tentang dorama  yang belum lama ini gw tamatkan, judulnya Ouroboros.


Dorama yang dibintangi Ikuta Toma, Oguri Shun dan Ueno Juri ini sih sebenarnya sudah rilis cukup lama yaitu sekitar tahun 2015. Gw sendiri sudah punya keinginan untuk nonton dorama ini sejak lama tapi entah kenapa selalu terlewatkan.


Dan akhirnya, sekarang gw bisa  berbagi kesan kepada teman-teman semua yang mungkin pengen nonton tapi maju mundur, langsung saja Kita mulai ya, Hajimemasyou


Ouroboros berkisah tentang Ryuuzaki Ikuo dan Danno Tatsuya, dua orang yang tengah berusaha mencari pembunuh dari Kashiwaba Yuiko, pengasuh mereka sewaktu masih kecil di panti bernama Mahoroba yang tewas tertembak pada suatu malam.


Satu-satunya saksi mata kejadian tersebut adalah Ikuo yang sayangnya, tidak bisa mengingat peristiwa tersebut karena shock.


Setelah dewasa, Ikuo pun menjadi polisi yang memiliki kemampuan unik yaitu penciuman tajam yag membuatnya bisa menangkap pelaku kejahatan tapi Ia selalu dimarahi terutama oleh Hibino Mizuki, sang partner yang juga seniornya karena tingkahnya yang dianggap tidak taat pada peraturan.


Sementara Danna Tatsuya memilih menjadi yakuza yang membuatnya sering bersebrangan dengan polisi bahkan sering dicurigai ketika ada peristiwa aneh. Namun keduanya tidak pernah melupakan niat awal mereka dan sering diam-diam bekerja sama untuk menemukan pembunuh Kashiwaba-Sensei


Berhasilkah Ikuo dan Tatsuya menemukan pembunuh pengasuh mereka dan membalaskan dendam? Jawabannya akan lebih seru kalau teman-teman nonton sendiri yaaaaaa (kaburrrrr)


Kesan gw setelah nonton dorama 10 episode  ini adalah sangat tidak terduga dan bikin penasaran terus. Asli, gw ngebut nonton dorama ini karena pengen tahu siapa sebenernya pembunuh Kashiwaba-sensei.


Secara, setiap episode selalu bisa menampilkan adegan yang membuat kita berpikir kalau Ikuo dan Tatsuya akan menemukan petunjuk tetapi ternyata belum. Wuaduhhh itu tuh bikin gemes banget.


Dorama ini juga asyik karena berhasil membuat setiap karakter yang muncul ternyata memiliki peran untuk kemajuan cerita. Jadinya tidak ada yang terkesan numpang lewat atau tempelan saja.


Ngomongin karakter, memang yang muncul ada banyak banget, tapi fokus bisa dibilang ada di duo Ikuo dan Tatsuya serta Hibino. Ya ketiganya sih yang menurut gw bikin cerita ini terasa sangat menarik sehingga pengen lanjut terus nontonnya.


Misalnya saja Ikuo, yang digambarkan sebagai pemuda yang agak canggung dan berhati lembut meski dia seorang polisi yang harus tegas. Hal ini terkadang memunculkan situasi yang lucu meski sebenarnya vibe dorama ini tegang dan serius. Tapi jangan salah loh, pesona Ikuo ini  kalau lagi dalam mode serius tuh langsung beda.


Tatsuya sendiri kalau dibandingkan dengan Ikuo terlihat lebih dewasa dan tangguh. Tapi sebenarnya rasa kehilangan Kashiwaba Sensei tuh dalem banget , makanya Tatsuya ini terlihat lebih menggebu untuk balas dendam.


Sementara Hibino Mitsuki adalah senior sekaligus partner Ikuo di kepolisian. Orangnya dingin dan serius tetapi punya jiwa keadilan yang kuat. Memiliki hubungan yang kurang baik dengan ayahnya yang juga polisi yang berpangkat tinggi.


Menariknya 3  karakter tersebut, tentu tidak bisa lepas dari peran aktornya yang berakting dengan begitu meyakinkan yaitu Ikuta Toma, Shun Oguri dan Ueno Juri.


Bagi teman-teman yang hobi nonton dorama, ketiga nama tersebut tentu tidak asing ya?untuk gw sendiri rasanya baru pertama kali nonton dorama ketiganya dan langsung terpukau. Empat jempol lah pokoknya.


Kalau ada hal yang gw rasa kurang memuaskan dari dorama ini adalah endingnya teman-teman. Gimana ya bilangnya? Buat gw ending dari Ouroboros ini tuh tidak memuaskan, tetapi cocok dengan logika cerita.


Artinya kalau endingnya dibuat berbeda malah akan jadi aneh, jadinya meski sulit diterima, gw harus akui kenyataan kalau ending dari cerita ini ya begitu (maaf ya, meski dorama lama, kayaknya tetap lebih baik tidak spoiler supaya pas nonton sendiri rasanya lebih mantap)


Kesimpulannya sih dorama ini mungkin akan lebih cocok untuk teman-teman yang memang hobi nonton cerita misteri. Karena, nonton dorama ini bagi gw memerlukan kesabaran sampai semua misteri terbuka. Tapi, untungnya ceritanya gak terasa lambat dan tetap greget dari awal sampai akhir.


Oh ya, bagi yang menantikan kisah romance dari dorama ini sih saran gw tidak berharap terlalu tinggi, bukannya tidak ada sih, tetapi tipis banget dan bukan merupakan fokus utama cerita.  


Tapi terlepas dari dua faktor tersebut, dorama Ouroboros ini menurut gw salah satu dorama yang sangat asyik untuk diikuti.


Okelah, sekian dulu ya postingan gw kali ini. Terima kasih buat yang sudah mampir dan baca.


Sampai ketemu lagi di postingan berikutnya.





Juuhan Shuttai



 



Hola Mina-san, apa kabar? 


Kali ini, gw ingin membagikan kesan gw tentang dorama yang akhirnya berhasil gw tonton setelah penasaran sekian lama, judulnya adalah Juuhan Shuttai.



Juuhan Shuttai adalah istilah ketika sebuah buku mendapatkan cetakan kedua. 



Dari arti tersebut, teman-teman harusnya sudah bisa menebak kan tentang apa dorama yang akan gw bahas? Yup tentang penerbitan, lebih tepatnya tentang penerbitan manga atau komik.



Kurosawa Kokoro adalah gadis yang telah gagal dalam beberapa interview yang dijalaninya tapi Ia tidak menyerah dan bertekad untuk diterima dalam interview yang kali ini Ia jalankan di sebuah perusahaan penerbitan.



Sayangnya, usahanya terancam gagal ketika Ia menggunakan jurus judonya kepada direktur perusahaan tersebut.



Jadi Kokoro ini mantan atlit judo yang terpaksa pensiun karena cedera dan terpaksa mencari pekerjaan lain. Karena sangat suka membaca manga, Kokoro melamar di perusahaan penerbitan, tepat saat itu, ada bapak-bapak cleaning service yang menyerang ruangan mereka dan langsung dibanting oleh Kokoro.



Ternyata, cleaning service itu adalah direktur yang menyamar untuk memperhatikan kandidat yang datang untuk wawancara 😂😂😂😂.



Singkat cerita, Kokoro akhirnya diterima dan ditempatkan di majalah komik bulanan bernama Vibes. 



Disini, Kokoro akan banyak belajar banyak hal tentang dunia penerbitan manga terutama menjadi seorang editor. 



Bagaimanakah kisah Kokoro akan berjalan selama 10 episode?



Menyenangkan dan asyik untuk ditonton, itulah kesan gw untuk serial dorama ini. Sebagai penggemar manga, senang rasanya mendapatkan tontonan yang membuat gw bisa lebih mengenal tentang dunia itu.



Sebelumnya, gw pernah menonton anime Bakuman serta dorama himitsu no Hanazono yang juga mengangkat cerita tentang manga. Perbedaanya adalah Bakuman lebih menceritakan tentang perjuangan menjadi seorang mangaka, sementara Himitsu no Hanazono menyoroti hubungan antara editor dan mangaka yang ditanganinya.



Nah, Juuhan Shuttai ini bisa dibilang menceritakan tentang pekerjaan editor komik secara lebih dalam dan luas. Dimana mereka harus bisa menemukan bakat baru, bernegosiasi dengan banyak pihak, mengawasi mangaka tapi juga harus bisa mengerti dan mendukung mereka. Belum lagi harus berkonsultasi dengan pihak lain seperti toko buku dan designer cover buku.



Rasanya ikut terharu kalau melihat bagaimana perjuangan editor untuk manga dan mangaka yang mereka tangani. 



Selain cerita yang asyik karakter yang muncul pun menarik. Mulai dari Kokoro si karakter utama yang khas karakter manga yang ceria dan optimis namun tidak terasa berlebihan. 



Ada juga Koizumi Jun yang dapat julukan hantu karena bicaranya yang pelan sehingga orang tidak ada yang menyadari keberadaannya bahkan namanya pun tidak diketahui meski dia bolak-balik ke toko buku untuk urusan penjualan karena dia ada di bagian sales.



Lalu, ada juga Iebuki, senior sekaligus pembimbing Kokoro yang banyak mengajarkan pekerjaan editor pada Kokoro. Orangnya cool, tenang, kalem dan berkarisma banget deh pokoknya.


Ada juga Yasui yang punya julukan Yasui the Crusher, terkenal karena suka menekan mangaka yang ditanganinya, cara bicaranya pun terkesan sombong dan sinis. Dia juga tidak mau diganggu di waktu libur dan selalu pulang tepat waktu. Awalnya gw pikir, Ia akan menjadi antagonis loh, tapi ternyata ada penjelasan khusus tentang tingkah lakunya itu.



Ada lagi Wada, editor in Chief yang moodnya berubah tergantung dari hasil pertandingan baseball klub jagoannya. Orangnya sangat berapi-api dan penuh semangat tapi kecintaannya pada manga tidak boleh diragukan.



Karakter mangaka atau pembuat komik yang ditampilkan pun tidak kalah menarik mulai dari mangaka senior yang sudah menggambar selama 40 tahun, mangaka pendatang baru yang langsung sukses, mangaka yang pintar membuat cerita tapi gak jago gambar, mangaka yang stuck , mangaka yang selalu panik kalau pacarnya kabur sampai mangaka yang gagal debut bisa Kita temukan dalam dorama ini dan mereka semua memiliki kisah yang menarik.



Untuk pemain di serial ini, gw hanya mengenal si cakep Kentaro Sakaguchi yang gw gak tahu kalau dia akan muncul, tapi semua aktor yang terlihat benar-benar alami dalam memainkan perannya. Jempol buat semuanya.



Kesimpulannya sih, kalau teman-teman penggemar cerita slice of life yang ringan,menyentuh hati dan membahas soal pekerjaan, Juhan Shuttai bisa jadi salah satu pilihan. Apalagi kalau teman-teman adalah penggemar buku khususnya manga (kaya gw) dan mengagumi profesi seorang editor, gw rasa teman-teman akan sangat menikmati dorama ini.



Okelah, sekian dulu postingan gw kali ini ya.



Terima kasih sudah mampir dan baca.



Sampai ketemu lagi di postingan berikutnya.





Copyright 2009 Blue Dolphin. All rights reserved.
Free WPThemes presented by Leather luggage, Las Vegas Travel coded by EZwpthemes.
Bloggerized by Miss Dothy