RSS

Spiderman: Brand New Day


 Holaaaaa, Minna-san, apa kabar? Semoga sehat dan bahagia selalu yaaaa.


Hari ini, gw pengen nulis kesan gw tentang film yang belum lama ini gw tonton yaitu Spiderman: Brand New Day. Film ini merupakan kelanjutan dari kisah Peter Parker setelah semua orang melupakannya akibat mantra milik Doctor Strange di film No Way Home.




Jadi, dari awal film, Kita tuh bisa lihat sosok Peter yang sekarang tinggal sendirian di apartemen kecil dan hanya hidup sebagai Spiderman yang menyelamatkan orang-orang. Kegiatan lain Peter selain menyelamatkan orang-orang adalah mengembangkan teknologi untuk kostumnya dan juga mengamati dua orang berharga baginya MJ dan Ned, melanjutkan pendidikan ke sekolah impian mereka. Bahkan polisi yang sering berinteraksi dengannya pun mengingatkan Peter untuk memiliki kehidupan lain selain sebagai Spiderman.


Tapi tentu saja sajian utama film ini bukan cuma tentang bagaimana Peter menjalani hari-harinya. Sebab, selalu ada musuh yang harus dilawan superhero meski hati sedang remuk redam.


Dan sosok ini hadir secara misterius lewat serangan tank ke lembaga pemerintah yang pelaku utamanya sulit Peter temukan karena hadir lewat sosok orang lain yang berubah-ubah.


Selain itu, Peter juga mengalami masalah dalam mengendalikan kekuatannya yang otomatis menyulitkannya dalam menghadapi penjahat kalau tidak cepat diatasi.


Berhasilkah Peter menemukan sosok misterius ini? Bagaimana Peter akan menghadapinya? Bisakah Peter mengatasi masalah pada kekuatannya? Jawabannya tentu akan lebih asyik kalau ditonton sendiri di bioskop ya teman-teman.


DISCLAIMER: Kesan gw terhadap film ini akan memunculkan spoiler, jadi bagi yang belum nonton dan menghindari spoiler, hati-hati ya.


Jadi, kesan gw setelah nonton film ini tuh terasa berbeda dari Spiderman yang gw kenal tapi tetap menghibur. 


Kenapa gw bilang berbeda? Soalnya image gw tentang Spiderman, terutama yang versi Tom Holland tuh superhero yang suka nyeletuk lucu dan ceria gitu. Nah di film ini, aura Peter Parker yang lucu sedikit berubah, berganti dengan nuansa sedih dan kesepian.


 Yah gimana enggak? Satu-satunya orang yang dia anggap keluarga sudah tidak ada, sementara sahabat baik dan pacarnya lupa tentang dirinya. 


Tapi yang bikin gw salut,Peter masih punya semangat buat menjalani hari sambil menyelamatkan orang lain. Menurut gw ini tuh akan relate dengan kehidupan banyak orang, Dimana Kita tetap harus tetap maju meski kadang rasanya ingin melarikan diri.


 Terus, hal yang paling bikin gw senang sama film ini adalah kemunculan tak terduga dari salah satu karakter berkekuatan super favorit gw yaitu Jean Grey. Walau gw udah sempet kespoiler soal kemunculan Jean sebelum nonton, tapi untungnya soal porsi dan cerita tentang dia baru gw simak pas nonton. Dan hasilnya, gw juga suka banget sama Jean versi ini, seperti gw menyukai Jean versi sebelumnya yang dimainkan oleh Famke Jamsen dan Sophie Turner. 


Kesimpulannya sih, Spiderman: Brand New Day memang tampil agak beda dari Spiderman yang gw kenal tetapi juga membawa cerita yang bisa bikin banyak orang merasa relate. Gw juga suka pesan yang dibawanya yaitu superhero pun bisa merasa kesepian dan sedih ketika sendirian dan tetap butuh sosok orang lain. Kalau teman-teman cari film superhero yang gak cuma menjual aksi tapi juga cerita yang dekat dengan kehidupan sehari-hari maka Spiderman: Brand New Day bisa jadi pilihan nih.


Oke, sampai disini dulu tulisan gw tentang film Spiderman : Brand New Day. Terima kasih sudah mampir dan baca. Sampai ketemu di postingan berikutnya.


ShimoShita Hiroki


 Holaaa semuanya? Apa kabar? Semoga sehat dan bahagia selalu ya buat teman-teman semua.


Hari ini, gw masih ingin bahas soal acara Yamashita Daiki atau Daiki yang gw temukan dan gw rasa menarik nih.


Ternyata, selain Nikukinggu, gw berhasil menemukan program Daiki yang seru, judulnya adalah Shimoshita Hiroki.


Buat yang bingung apa artinya, gak usah pusing karena judul ini merupakan gabungan dari nama kedua mcnya yaitu Yamashita Daiki dan Shimono Hiro.


Yup, jadi di acara ini, Daiki gak muncul sendiri, Ia berdua dengan Shimono Hiro yang di Hero Aca berperan sebagai Dabi atau Todoroki Touya.


Jadi konsep acaranya tuh simple, yaitu mengajak Shimono Hiro yang sehari-harinya sibuk sebagai seiyuu buat jalan-jalan ke berbagai macam tempat buat mencoba kegiatan khas tempat tersebut bersama Daiki yang selain merupakan junior, juga salah satu seiyuu yang akrab sama Hiro.


Terus, di akhir acara, Hiro bakal memberikan rating apakah dia senang berada di tempat itu dengan cara mengangkat bendera yang bertuliskan kanji Iyashi (healing) wkwkwkwkwkwkwkwk.


Jenis tempat yang mereka datangi pun beragam. Mulai dari tempat bikin mereka bisa merasakan suasana camping meskipun ada di kota, bisa belajar menerbangkan pesawat, pijet, belajar budaya Jepang, berinteraksi sama binatang, merasakan hiburan virtual horror dan lainnya. Jadi bisa dibilang selain mcnya bisa healing, penonton juga bisa dapat referensi tempat yang bisa didatangi.


Terus, buat gw yang sedang demam Daiki, acara ini juga jadi ajang buat gw lebih mengenal sosok Daiki selain sebagai seiyuu. Gw tuh suka banget sama Daiki di acara ini yang selalu tampak ceria dan enjoy sama kegiatan di setiap tempat. Sudah gitu kalau lagi nyeletuk sesuatu bareng Hiro tuh seru, soalnya mereka sama-sama ceriwis dan suka ngobrol, jadinya Kita tuh kaya lagi nonton dua sohib main bareng wkwkwkwkwkwk.


Episode favorit gw tuh yang mana ya? Seru-seru sih, susah milihnya. Tapi gw sering muter yang mereka ke team lab, nyoba budaya Jepang sama main virtual horror gitu, padahal gw juga gak suka horror tapi lihat mereka berdua tuh hiburan banget wkwkwkwkwk.


Oke sampai disini dulu pembahasan gw tentang Shimoshita Hiroki, terima kasih buat yang sudah mampir dan baca.


Sampai ketemu di postingan berikutnya.


Yamashita Daiki Nikukinggu



Holaaa Mina san, apa kabar semuanya? Semoga selalu sehat dan bahagia ya buat teman-teman semua.


Kali ini, gw pengen bahas salah satu program Yamashita Daiki di luar Hero Aca yang berhasil gw temukan.


Yup ternyata, Daiki ini punya program sendiri loh. Nama program Daiki adalah Yamashita Daiki no Nikukinggu.


Nama programnya tuh diambil dari dua kata yaitu niku (daging) dan cookinggu (pelafalan cooking atau masak dalam bahasa Jepang). 


Jadi, Yamashita Daiki ini terkenal sebagai penyuka daging terutama hanbagu, dia bahkan punya restoran favorit yang sering dia omongin bernama Sawayaka yang ada di kota asalnya Shizuoka. 


Kalau teman-teman berpikir Daiki akan masak berbagai macam makanan dari daging, maka selamat, tebakan itu salah besar, karena Daiki ini terkenal suka makan bukan suka masak wkwkwkwkwkwwkwk.


Tapi justru disitulah uniknya acara ini.

 

 Nikukinggu punya tagline “ program dimana Yamashita Daiki, seiyuu penyuka daging mengundang teman-teman sesama seiyuu (sejauh ini yang datang seiyuu semua sih) yang suka masak ,buat masak makanan dari daging untuk dinikmati” wkwkwkwkwkwkwk 


Asli, menurut gw ini lucu, secara kalo orang gak bisa masak tapi suka makan tuh,biasanya  programnya kan isinya dia jalan-jalan sambil coba berbagai macam makanan. Tapi kalau ini enggak, Daiki malah undang temennya buat masakin dia dan mereka bakal makan bareng di akhir acara sambil ngobrol, santuy maksimal euy😆😆😆😆.


Bintang tamu yang hadir pun gak main-main loh. Mulai dari Okamoto Nobuhiko, Aoi Shota, Kaji Yuki, Shimono Hiro, Toki Shunichi, Hatanaka Tasuku dan masih banyak lagi seiyuu yang datang dan masak buat Daiki. 



Lucunya adalah, meski disebutkan di tagline kalau yang diundang adalah seiyuu yang suka masak, nyatanya ada juga tamu yang datang itu ternyata sebelas dua belas sama Daiki dalam urusan dapur wkwkwkwkwkwkwk. 


Kan jadinya gw nonton tuh terasa campur aduk ya antara pengen ketawa tapi juga ngeri karena takut kalo tiba-tiba ada insiden wkwkwkwkwk.


Tapi, ternyata Kita tidak perlu khawatir teman-teman, karena di acara ini ada sosok yang dipanggil Daiki sebagai Fairy God Mother alias ibu peri. 


Ibu peri inilah yang menyiapkan resep yang akan dimasak sekaligus membimbing Daiki dan tamunya buat masak di setiap episodenya.


Gak salah Daiki bangga dan happy banget sama programnya ini secara udahlah isinya makanan kesukaan dia, bintang tamunya teman-teman akrabnya, menunya pun disiapkan oleh orang yang sudah pro. Daiki bahkan bilang kalau ini tuh program masak otentik dan resepnya bisa dicoba. Setiap tayang, Daiki bakal kasih lihat hasil karya penonton yang diposting lewat twitter dan pakai hashtags Nikukinggu.


Program Nikukinggu tuh tayangnya di Nico Nico channel dan munculnya suka gak tentu, karena menyesuaikan dengan jadwal Daiki. Sejauh ini Nikukinggu punya 14 episode. Selain episode reguler, ada juga episode special waktu live event, tayang percobaan, ulang tahun Daiki di luar studio dan special seiyuu event Nico Nico.




Kesan gw sendiri setelah nonton program ini adalah terhibur banget dan gak jarang ikut laper wkwkwkwkwkwk.


Gimana gak terhibur kalau Daiki ini selalu nampilin senyum ceria yang cerah dan antusiasme tinggi setiap menyapa penonton dan ngobrol sama bintang tamu sebelum masak.


Terus yang bikin terhibur lagi, Daiki ini udah kaya bocil yang jadi tim hore nungguin makanan mateng di dapur, soalnya staff juga melarang dia buat megang pisau (asli, cara Daiki megang pisau tuh bikin ngeri) wkwkwkwkwkwkwk. Ada aja tingkahnya selain ngajak ngobrol tamu, mijitin sampai joget2 happy kalau cium bau makanan enak 😂😂😂😂



Tapi, Daiki selalu siap siaga kalau diminta bantuan. Tamu biasanya bakal minta Daiki buat bantu kasih bumbu atau meremas-remas bahan yang bisa diremas wkwkwkwkwkwkwk. Daiki juga suka inisiatif buat menyingkirkan mangkok atau peralatan yang sudah tidak dipakai supaya tamunya bisa masak dengan lebih nyaman.


Dengan tingkah lakunya itu, Daiki dan bintang tamu selalu bisa menghibur gw setiap nonton. Semua episodenya seru sih tapi paling heboh dan lucu itu waktu Hatanaka Tasuku dateng. Selain karena orangnya memang rame, Tasuku ini mirip sama Daiki soal kemampuan masak, dia bahkan ngeledek staff dengan bilang mereka salah casting waktu manggil dia wkwkwkwkwkwk. Tapi lihat dia sama Daiki di dapur udah macem duo lawak sih makanya lucu.


Episode yang ada Okamoto Nobuhiko juga seru. Lucunya seiyuu Kacchan ini karena selalu terlihat tenang dan berusaha ngemong ke Daiki padahal ternyata hasil masakan mereka zonk karena dagingnya belum terlalu empuk jadi susah digigit wkwkwkwkwkwkwk.


Episode yang ada Kaji Yuki, Shimono Hiro dan Toki Shunichi juga lucu. Oh live event juga lucu apalagi yang sesi siang dan menghadirkan Tasuku dan Nobu wah ruame wkwkwkwkwk.


Pokoknya setelah nonton ini, gw jadi semangat cari event lain yang ada Daikinya.


Oke, sampai disini dulu pembahasan gw tentang Nikukinggu. Terima kasih buat yang sudah mampir dan baca.


Sampai ketemu di postingan selanjutnya.






Talking Stand Morinoth Guest Yamashita Daiki


 Holaaa semuanya, apa kabar? Semoga selalu sehat dan bahagia yaaaa


Kalau teman-teman rajin baca blog ini tentu sadar kalau gw sedang terkena demam Daiki setelah nonton Hero Aca. Hal ini bikin gw sering banget berkelana mencari segala hal yang berhubungan dengan Daiki.


Dari hasil pencarian tersebut, gw menemukan beberapa acara menarik yang bikin gw bisa lebih kenal sama sosok Daiki (asyik banget gak sih bahasanya sok kenal wkwkwkwkwkwk) 


Salah satu acara yang menurut gw banyak  membantu dalam menemukan informasi menarik soal Daiki adalah Talking Stand Morinoth. 




Jadi, ini adalah program online yang ditayangkan di internet dengan konsep bar tersembunyi yang menjadi tempat ngobrol dengan bintang tamu (tertulis sebagai drunk talk show) . Acara ini dipandu oleh Morikubo Showtaro yang berperan sebagai pemilik bar dibantu pekerja paruh waktu yang dimainkan oleh Amasaki Kouhei. Sebagai informasi, keduanya juga adalah seiyuu loh.


Nah, Daiki datang jadi bintang tamu di episode ke 81. Begitu datang, Daiki langsung menyapa penonton dan memperkenalkan diri sebelum duduk di kursi bar. Daiki bilang kalau dia tuh menantikan banget waktu buat datang ke acara ini. Showtaro bilang kalau dia akan ngajak Daiki ngobrol banyak karena mereka sudah lama gak ketemu dan satu studio (mereka pernah ngisi anime bareng)


Lucunya, meski set-nya bar, minuman yang disiapkan buat Daiki adalah teh. Dan disebutkan sama Showtaro kalau Daiki enggak terlalu sering minum sake. Daiki bilang kalau dia sama sekali gak bisa minum sake.


Showtaro kemudian membuka obrolan dengan bertanya ke Daiki ‘’Kamu suka makan, tapi gak bisa minum? (sake)” 


Daiki jawab ‘’Iya, aku gak bisa minum,’’ Daiki cerita kalau sebenarnya ada jenis sake yang dia anggap enak tapi katanya gak cocok sama tubuhnya (jadi kalau dia minum sake tuh kondisi badannya jadi gak bagus gitu loh) Terus Showtaro cerita kalau dulu dia sama Daiki tinggal di wilayah yang sama dan suka makan di tempat kushiyaki (semacam sate-satean ) dan Daiki sering banget ke toko itu. Bahkan Kouhei tahu tempat itu karena pernah direkomendasiin sama Daiki. Ternyata, karena menurutnya enak, Daiki rekomendasiin toko itu ke temen-temennya wkwkwkwkwk.


Setelah bersulang, Showtarou berbagi cerita menarik nih yaitu setelah sama-sama sibuk, dia dan Daiki jadi jarang ketemu. Tapi ternyata pernah pas dia telpon Daiki dan kasih tahu kalau sedang ada di toko itu, Daiki bilang dia akan kesitu, dan waktu muncul dia pakai piyama dan crocs sambil bilang dingin. Usut punya usut, Daiki baru saja selesai mandi tapi dia menyanggupi ajakan tersebut karena Showtarou yang dia anggap abang yang ngajak.


Showtarou terus tanya sama Daiki dan Kouhei bagaimana mereka kenal. Kouhei bilang kalau Daiki itu senior yang bedanya usia karirnya satu tahun di atas dia. Kouhei pun bertanya balik tentang berapa usia Daiki waktu pertama kali ketemu Showtaro. Daiki jawab sekitar 22 atau 23 tahun. Kata Daiki, dia dapat peran di Yowamushi Pedal itu termasuk di masa awal karir dia. Jadi bisa dibilang Showtaro adalah orang yang sudah kenal sama Daiki cukup lama.



Dan ternyata, ada satu moment lucu dari Daiki yang diceritakan Showtaro yang gw juga baru tahu. 


Jadi di hari rekaman untuk episode pertama anime Yowamushi Pedal. Showtarou dan seiyuu lainnya itu kaget waktu lihat Daiki pakai kaos kaki yang berlubang besar di bagian tumit.


Kata Showtarou, hal ini bikin dia dan seiyuu lain yang hampir semuanya sudah senior berpikir kalau mereka harus bantu si anak baru yang mirip Onoda Sakamichi ini bersinar di karya ini wkwkwkwkwwk.


Terus lucunya, Dia langsung nanya Daiki apa itu disengaja (maksudnya pakai kaos kaki berlubang di studio yang mengharuskan buka sepatu) wkwkwkwkwk.


Daiki tentu saja langsung bantah sambil ketawa geli. Dia bilang gak kepikiran kalau studionya bakal mengharuskan buka sepatu, jadi dia pikir gak masalah walau pakai kaus kaki yang berlubang wkwkwkwkwkwkwk.


Lucunya lagi, Daiki langsung buka sepatu yang dia pakai dan menunjukkan kalau kaus kaki yang dia pakai hari itu aman alias gak bolong.


Showtarou juga cerita kalau Daiki ini banyak dikasih makan Gyoza sama para senpai. Daiki lanjutin kalau selama satu season Yowamushi Pedal, dia bisa naik berat badan sampai sekitar 15 kilo lalu turun lagi begitu season itu selesai dan beratnya akan naik lagi begitu season baru dimulai.


Kouhei lalu tanya ke Daiki apa kesan pertamanya terhadap Showtarou. Kata Daiki, buat dia Showtarou itu sempurna. Daiki bilang kalau awalnya dia berpikir pekerjaan utama seiyuu hanyalah mengisi suara. Tapi ternyata banyak hal lain yang harus dilakukan misalnya program radio, siaran langsung dan menghadiri event, dan Daiki menjalankan semua itu bersama Showtarou. 


Daiki juga cerita kalau dulu dia suka sedih kalau Showtarou suka salah sebut nama dia. Tapi kalau dipikir sekarang, Showtarou sengaja melakukan itu buat entertainment supaya penonton ingat nama Daiki.


Terus ada juga cerita menarik tentang barang yang diterima Daiki dari Showtarou yaitu stopwatch langka dan tas ransel besar yang sampai bikin Daiki mikir dirinya bisa masuk ke dalamnya. Sweetnya adalah Daiki bilang kalau dia masih menyimpannya dengan baik.


Daiki juga cerita kalau Showtarou ngasih dia sneaker.


Showtarou terus tanya soal pertemuan pertama Kouhei dengan Daiki. Daiki bilang kalau gak salah Dia pertama kali ketemu Kouhei itu tu pas ada di acara yang ada Showtarou juga. Kouhei juga bilang kalau dia ingetnya begitu.


Kouhei terus cerita kalau yang pengalaman yang dia ingat sama Daiki adalah makan kakigoori berdua. Showtarou terus cerita lagi kalau Daiki pernah datang ke toko yang menjual keju dan yang antri itu hampir semuanya adalah perempuan.


Showtarou terus tanya sama Daiki bagaimana dia tertarik jadi seiyuu. Daiki cerita kalau waktu kecil ibunya pernah membelikan video Aladdin dan dia suka banget adegan Genie. Saking sukanya, dia sering meniru adegannya dan mikir kalau bisa bermain dengan suara itu keren.


Setelah dewasa baru dia tertarik dengan seiyuu setelah tahu kalau yang memerankan Genie adalah satu orang yang bisa memainkan suaranya.


Daiki juga cerita kalau dia pernah masuk sekolah khusus musik karena dia ingin melakukan sesuatu yang menggunakan suara. Dari percakapan ini juga, gw baru tahu kalau Daiki pernah main band, melakukan rodoku (seni membaca) bahkan main teater dengan tema zaman dulu.


Mendengar cerita pengalaman Daiki, Showtarou lagi-lagi menujukkan ekspresi curiga kalau Daiki sebenarnya pura-pura bertingkah gugup layaknya anak baru waktu mereka ketemu dulu wwkwkwkwkwkwkwk. Sambil ketawa, Daiki membantah dan bilang kan dunianya berbeda.


Pembicaraan kemudian berlanjut tentang tenis, dimana gw baru tahu kalau ayahnya Daiki adalah pelatih tenis. Jadi dari kecil, Daiki sudah pegang raket. Selama sekolah dia ikut klub tenis di sekolah dan di luar sekolah. Daiki bahkan ikut kompetisi dan punya ranking yang cukup bagus tapi ternyata hatinya berkata lain.


Waktu membicarakan ayahnya, Daiki bilang kalau ayahnya memang berharap dia main tenis. Tapi Daiki punya kakak laki-laki yang beda usianya tiga tahun. Menurut Daiki kakaknya ini lebih punya sense untuk tenis dibandingkan dirinya dan mereka sering dibandingkan.


Lalu saat Daiki berpikir apa yang paling dia sukai, dia sadar kalau dia lebih tertarik hiburan. Dalam arti menggunakan suaranya untuk menghibur orang lain. Mendengar cerita Daiki, Kouhei sampai bilang kalau kisahnya mirip sama tokoh utama anime.


Showtarou dan Kouhei kemudian membicarakan soal variasi suara Daiki. Kayak di mata mereka image Daiki itu kan lucu dan pure gitu terus suaranya termasuk tinggi, tapi ternyata waktu ngisi suara, Daiki bisa pakai suara rendah buat ngisi karakter cool juga suara yang agak konyol.


Showtarou kemudian bertanya soal awal mula Daiki debut jadi penyanyi. Daiki cerita waktu tahun 2021, atau waktu corona, dia mikir apa yang bisa dia lakukan untuk orang-orang. Terus, dia melihat kalau waktu itu, musik memberi pengaruh besar terutama lewat medsos. Makanya, ketika ada tawaran, Daiki mengiyakan, selain karena timing, dia berpikir kalau ini merupakan tantangan baru.


Ketika ditanya soal jenis musik, Daiki bilang kalau dibayangkan mungkin musiknya seperti Radwimps, bisa dibilang musik yang tidak terlalu pop dan ada unsur rock. Kata Daiki, dia suka Radwimps tapi juga suka Ellegarden (band rock). Bisa dibilang, Daiki ingin menggabungkan musik yang dia suka dengan apa yang trend di masa kini.


Terus waktu ditanya soal tema, Daiki jawab, karena bertepatan juga dengan corona, lagunya juga memiliki tema ‘’dukungan’’. Soal lirik, Daiki bilang kalau dia tidak menulis lirik, tapi dia kerap menyumbangkan ide untuk tema lagu.


Daiki cerita kalau ia merasa aneh waktu melihat cd albumnya sendiri bahkan malu melihat mukanya di sampul. Kata Daiki, dia sempat bilang kalau ingin pakai sampul yang artistik aja jadi tidak memperlihatkan wajahnya. Tapi idenya ditolak staff dan dia diminta tetap memperlihatkan wajahnya.


Daiki juga bilang kalau syuting MV itu menarik karena take adegan yang sama beberapa kali.


Untuk cerita MV-nya, Daiki bilang ini juga tema yang dia pikirkan. Jadi dia ingin menampilkan cerita kalau ada dua sisi dirinya yaitu sisi gelap dan sisi ceria. Jadi dirinya yang ceria akan mencari dirinya yang satu lagi. Gw langsung mikir, oh itu makanya ada banyak Daiki di MV-nya.


Daiki juga cerita kalau dia punya banyak pengalaman baru di live pertamanya dimana dia tampil dengan live band. Daiki bilang tampil dengan live band itu bagus banget tapi juga susah buanget, selain itu, Daiki belum terbiasa memakai earmoni (monitor yang bentuknya earphone yang suka dipakai penyanyi). Terus dia juga tambah semangat karena di waktu dia mengadakan live, penonton sudah boleh mengeluarkan suara jadinya suasana tambah meriah dan bikin Daiki merasa lebih percaya diri dan pengen menghibur mereka lagi.


Hal menarik lain yang diceritakan Daiki adalah ia mengundang keluarganya untuk datang ke konsernya. Daiki bilang yang datang ada ibunya, kedua neneknya juga beberapa keluarganya yang lain, dan katanya waktu Daiki menyapa mereka, Dia melihat kalau keluarganya merasa senang, bahkan neneknya sedikit menangis. 



Melihat reaksi keluarganya bikin Daiki merasa bersyukur banget dia mengadakan konser.


Kouhei dan Showtarou kemudian bertanya pada Daiki tentang apa pendapatnya untuk tahun ini (episode Daiki ini tayang sekitar akhir tahun 2023)


Mereka pun akhirnya menuliskan kanji yang mereka anggap paling mewakili mereka di tahun 2023. Showtarou menulis kanji Hoka (lainya). Katanya karena di tahun tersebut dia memulai hal lain yang biasanya tidak dia lakukan.


Sementara Kohei, malah menulis huruf katakana Pu yang dianggapmya mewakili kata purecius (dari kata precious) karena di tahun itu dia banyak melakukan hal untuk merayakan 10 tahun karirnya. Terus katanya dia juga ingin jadi lebih purofesional (dari kata profesional) lagi dan menyadari pentingnya purotein (protein) wkwkwkwkwkwk.


Sementara Daiki menulis kanji Niru yang berarti rebus. Jadi maksudnya Daiki adalah di tahun itu, Ia memang mendapat kesempatan untuk mencoba tantangan baru tapi di satu sisi, Daiki juga memiliki pekerjaan (karya) yang memiliki rentang waktu lama dan masih Ia kerjakan sampai sekarang. Menurut dia semua yang dia lakukan itu terhubung dengan masa depan jadi dia ingin menghargai semua yang ia miliki dan menggabungkannya supaya bisa jadi sesuatu yang ‘’enak’’ dari dirinya. 

Jadi yang gw tangkap disini maksudnya adalah Daiki mengibaratkan dirinya ini semacam nabe atau panci untuk makan sukiyaki ya, yang memiliki berbagai pengalaman baik yang lama maupun yang baru dan ingin dia gunakan untuk menyajikan hiburan yang bagus bagi orang lain.


Terus tiba-tiba Kouhei nanya ke Daiki ‘’kamu ngapain?’’ yang langsung bikin Daiki ngakak karena arah pertanyaan yang berubah tiba-tiba. Ternyata maksudnya Kouhei tuh, apa Daiki ada waktu senggang, terus apa yang dia lakukan di waktu tersebut wkwkwkwkwkwk.


Showtarou terus tanya lagi apa di dunia entertain ini ada yang akrab sama Daiki. Daiki jawab kalau dia akrab sama Shoutan (Aoi Shota) sesama seiyuu juga. Kata Daiki kalau sama Shota mereka sering main ramalan dan juga hampir setiap hari main game online bareng.


Waktu Showtarou tanya sejak kapan kenal Shota, Daiki bilang sejak awal karir dia. Daiki dan Shota pernah kerja bareng di anime idol Shonen Hollywood dan itu bikin mereka sering makan bareng dan akrab. 


Terus Daiki juga cerita kalau dia akrab sama Okamoto Nobuhiko (seiyuu Kacchan) karena sama-sama suka makan daging dan sering banget makan yakiniku bareng. Daiki pun bilang kalau dia menganggap Nobu sebagai profesor atau pakar daging dan coklat karena pengetahuannya tentang dua hal itu.


Sayangnya, acara sudah mendekati akhir waktu Daiki bilang kalau ke target dia kedepannya adalah mengumpulkan banyak hal untuk bisa masuk ke ‘’panci rebusan’’dia dan bisa menyajikan sesuatu yang lebih enak ke semua orang. Makanya dia ingin memperhatikan lebih banyak hal karena di zaman sekarang rasanya semua berjalan cepat dan gampang banget melewatkan sesuatu yang sedang tren. 


Acara pun ditutup dengan Daiki yang membubuhkan tanda tangannya di gantungan yang akhirnya dipasang di botol minuman yang disediakan untuk Daiki tadi.


Kesan gw setelah nonton acara ini adalah senang banget. Banyak banget cerita tentang Daiki yang belum gw tahu sebelumnya dan dengar dari acara ini. Misalnya soal ayahnya yang pelatih tenis dan Daiki yang pernah sekolah musik dan ngeband. Rasanya jadi lebih dekat dengan Daiki setelah tahu cerita ini wkwkwkwkwkwk.


Okelah sampai disini dulu ya tulisan kali ini, semoga bisa membantu teman-teman yang juga suka dan ingin kenal lebih dekat dengan Daiki. Terima kasih sudah mampir dan baca postingan ini,


Sampai jumpa di postingan berikutnya.






Avatar Live Action Season 2


 Holaaa Mina-san, apa kabar? Semoga sehat dan bahagia selalu ya di tengah banyaknya tantangan setiap harinya.


Kali ini, mau bahas tentang kesan gw setelah nonton seri live action dari Avatar: The Last Airbender season 2 yang baru saja rilis beberapa hari yang lalu. Secara gw nonton yang pertama dan menikmatinya, Gw tentu menunggu-nunggu dong kapan lanjutannya akan rilis, dan setelah nonton, gw langsung dapat wangsit untuk menuliskannya disini.


Oke, daripada banyak basa-basi, mari kita mulai pembahasannya ya. Hajimemashou.


Jadi, fokus utama di season 2 ini adalah usaha Aang untuk mencari guru pengendalian tanah. Awalnya, Aang ingin meminta sahabat lamanya, Bumi untuk mengajarinya. Tapi karena yang bersangkutan menolak, Aang pun terpaksa mencari guru lain. 


Aang merasa  menemukan sosok yang Ia butuhkan ketika melihat sosok The Blind Bandit di arena pertarungan bawah tanah. Meski tidak bisa melihat, The Blind Bandit merupakan petarung tangguh yang berhasil mengalahkan lawan yang bahkan memiliki ukuran tubuh lebih besar darinya.


Keberuntungan menghampiri Aang ketika ia diundang oleh keluarga Beifong dan menemukan The Blind Bandit disana. Sosok asli petarung tersebut ternyata adalah Toph Beifong, putri tunggal keluarga pengusaha tersebut.


Aang pun langsung meminta Toph untuk menjadi gurunya yang sayangnya langsung ditolak oleh Toph. Tapi setelah sedikit ngobrol dengan Aang dan berpikir, Toph pun bersedia menjadi guru Aang dan ikut dalam perjalanan mereka meski harus ribut dengan keluarganya.


Berhasilkah Aang menguasai elemen bumi yang dibutuhkannya untuk menjaga kedamaian dan keseimbangan dunia? Bagaimana juga sepak terjang Toph di season 2 ini? Musuh seperti apa yang akan dihadapi team avatar? Lalu bagaimana dengan Zuko dan Paman Iroh? Tentu saja perlu nonton episodenya untuk tahu jawabannya dong.


Kesan gw setelah nonton season 2 ini adalah masih tetap seru dan asyik untuk diikuti. Konflik yang dihadapi Aang dan teman-temannya pun semakin rumit bahkan menguji hubungan mereka.


Meski dari segi cerita,  gw akui kalau dibandingkan season 1 rasanya agak melambat. Mungkin karena kalau di season 1 mereka punya lokasi yang dituju, jadi lebih terasa perpindahannya. Sedangkan di season ini, lokasi mereka lebih banyak di Bai Sing Se sejak awal, jadinya mungkin terasa di situ-situ saja ya (penonton sotoy)


Kalau ada hal yang sangat terasa perbedaannya maka sosok Aang yang sudah terlihat lebih dewasa adalah yang paling terasa bagi gw. Di season ini, vibe imut dan jahilnya Aang hilang, berganti dengan sosok yang sedikit emosional dan gelisah. Tapi itu masuk sih sama ceritanya yang lebih berat ditambah dengan kondisi yang dialaminya.



Highlight season ini jelas karakter Toph yang kemunculannya sudah diantisipasi sejak pemerannya diumumkan. Gw harus angkat jempol buat Miya Cech yang memerankan Toph. Apa ya? Vibe Toph yang punya penampilan imut tapi ternyata mematikan ketika bertarung itu dapet banget. Belum ditambah gayanya yang jutek sekaligus kekanakan itu yang jelas sangat kontras dengan gaya bertarungnya, asyik banget ditonton.



Favorit gw sendiri adalah Zuko. Duh pangeran yang satu ini, entah kenapa dari season 1 kok ya bisa banget bikin gw terpesona ya. Dallas Liu ini, menurut gw dapet banget ekspresinya waktu memerankan Zuko. Apalagi waktu moment di penjara dimana dia cuma bisa diam waktu harus mendengar kata-kata Katara. Jempol lah buat Dallas Liu.



Kesimpulannya, gw mengakui kalau serial ini memang tidak bisa dibilang sempurna atau memuaskan banget. Yah mau bagaimana lagi, di serial animasinya, jumlah episode untuk 1 season itu kalau gak salah ada dua puluhan ya? sementara di versi ini bahkan gak sampai 10, pasti ada bagian yang tidak bisa ditampilkan. 


Tapi menurut gw, serial ini masih bisa menyajikan hal yang bikin gw tertarik buat nonton dan terhibur.


Oke, sekian dulu tulisan kali ini ya. Terima kasih buat yang sudah mampir dan baca. Yang sudah nonton dan mau rumpi-rumpi boleh loh tinggalkan jejak di kolom komentar.


Sampai jumpa di postingan berikutnya.







Playlist 35 : Special Growth


 



Holaa, Minna-san, kembali lagi di pembahasan tentang playlist alias lagu-lagu yang sedang bikin kuping gw demam jadinya sering diputar. Kali ini gw akan khusus membahas tentang lagu-lagu dari Growth.



Tapi sebelum bahas lagunya, gw akan bahas sedikit tentang Growth dulu ya. Biar kenal dulu gitu ceritanya. Tapi, karena gw juga baru saja nyemplung di konsep grup yang seperti ini, boleh banget dikoreksi kalau penjelasan gw ada yang miss ya.



Jadi Growth ini bisa dibilang merupakan grup idol fiksi ya. Maksudnya fiksi disini adalah membernya itu terdiri dari karakter fiksi yang diisi suaranya oleh seiyuu. Growth ada di bawah naungan Tsukipro dan punya 4 member.



Leadernya bernama Eto Koki yang suaranya diisi oleh Toki Shunichi, kemudian ada Yaegashi Kensuke yang diperankan oleh Yamaya Yoshitaka, lalu ada juga Sakuraba Ryota yang diisi suaranya oleh Yamashita Daiki dan terakhir ada Fujimura Mamoru yang dimainkan oleh Terashima Junta.



Yup, teman-teman gak salah kalau nebak Yamashita Daiki adalah alasan gw bisa kenal grup ini. Berawal dari mencari informasi tentang Daiki, gw pun menemukan lagu Daiki yang tidak ada di album solonya. Ternyata lagu itu berasal dari project Growth ini dan dimulailah pencarian gw tentang Growth yang akhirnya bisa membuat gw bikin tulisan ini.



Sepanjang yang gw temukan(dan hasil obrolan dengan orang yang ngefans duluan), Growth ini ada versi drama cd dan anime yang muncul barengan dengan beberapa grup yang juga ada di bawah naungan Tsukipro. Tapi gw sendiri baru menyelami Growth sebatas lagu-lagunya, jadi belum bisa nulis banyak tentang media lain yang menampilkan mereka.



Soal suara, gw tadinya hanya mengenali suara Daiki karena memang gak familiar dengan 3 member lainnya. Tapi setelah beberapa kali dengar dan lihat perform mereka, gw mulai bisa mengenali suara-suara mereka yang ternyata beda semua. secara tipe suara, Daiki dan Yamaya ini lebih nyaring dibanding dua member lainnya. Sementara Junta lebih berat dan Toki termasuk yang ada diantara keduanya. Tapi meski begitu gw salut karena mereka tetap bisa harmonisasi dan gantian ambil nada tinggi dan rendahnya, kakkoi yooooo.



Lagu-lagu Growth ini menurut gw asyik. Musiknya banyak menampilkan unsur etnik dan celtic yang bikin gw merasa ada di dunia fantasi waktu dengar.


Misalnya ada Phantasmagoria. Lagu inilah yang menjadi awal perkenalan gw dengan musik Growth. Phantasmagoria adalah lagu solo Sakuraba Ryota yang otomatis dibawakan Yamashita Daiki. Lagunya lembut dan ada nuansa sendu tapi enak didengar. Gw suka banget suara Daiki di reffnya, terasa emosional.



Terus ada Shinyaku Rudder Qiana. Lagu yang bikin gw mikir kalau Growth punya musik yang setipe sama Kalafina cuma bedanya membernya cowok semua.


Shinyaku Rudder Qiana ini asyik sih, dibuka dengan semacam chant gitu sebelum masuk ke bagian pembuka yang bernuansa sendu dan lebih bersemangat di reffnya.


Bagian lain yang menurut gw asyik adalah harmonisasi empat membernya. Gw juga suka banget pas Daiki ambil harmonisasi nada tinggi yang bagian ‘’latatata ‘’ itu mantap Daiki.



Lagu ini punya dua versi, lama dan baru. Menurut gw keduanya sama enaknya, cuma karena gw lebih familiar sama versi barunya jadi inilah yang gw bahas.

 

Selanjutnya ada Tabidachi no Asakaze yang bikin gw merasa ada di dalam film, dengan adegan terkena hembusan angin setelah membuka jendela di pagi hari alias  adem dan seger gitu. 


Gw suka banget bagian sebelum masuk reff dan bagian reffnya yang musiknya masih minimalis sebelum akhirnya berubah jadi lebih megah. 


Lagu selanjutnya yang gw suka adalah Souzou no Retro. Adegan yang terbayang di kepala gw waktu dengan lagu ini adalah karakter yang tertidur di malam hari kemudian siap menyambut matahari terbit untuk berpetualang bersama menyambut tantangan. 


Soalnya musik awalnya tuh lembut kaya lagu pengantar tidur, terus berubah jadi lebih semangat gitu. Bagian paling epic dari lagu ini menurut gw adalah di menjelang akhir lagu waktu mereka berempat nyanyi bareng di bait “Kimi ga iru kara” wuah itu mantap banget deh.


Lagu selanjutnya yang menarik perhatian gw adalah Tsukikage no Refrain. Gw nemu lagu ini tuh gak sengaja dan malah langsung dibikin suka. 


Bagian awalnya tuh sendu banget, sampai gw mikir kalau ini adalah lagu ballad. Tapi ternyata tidak saudara-saudara, musiknya makin berubah sampai akhirnya terasa megah banget di reff. 


Gw juga suka banget sama sahut-sahutan member sebelum reff sampai akhirnya nyanyi bareng di reffnya, itu epic banget.


Berikutnya ada Unmei no Pendulum. Kalau ini sih beneran lagu yang vibenya sedih. Tapi sedihnya tuh tetep aja bukan yang galau gitu lebih ke emosional. Salah satu favorit gw juga nih.


Terus ada lagi lagu yang judulnya Tasogare no Melodia  . Lagu ini tuh vibenya lembut dan healing. Bisa dipakai buat goyang dikit juga. Musiknya lucu dan enak didengar lah pokoknya.


Lalu ada Fushichou no Nebula. Lagu ini musiknya lembut dan enak didengar cocok buat teman melamun nih wkwkwkwkwkwk.


Itulah dia sedikit informasi tentang Growth dan beberapa lagu mereka yang sering gw dengar. Karena lagu mereka ternyata sudah banyak, gw juga masih dalam masa penelusuran buat mencari lagu mereka yang enak lagi.


Kesan gw setelah mendengarkan Growth tuh jujur cukup kaget ya. Soalnya, gw dengar Daiki sebagai penyanyi kan lewat lagu solonya duluan, jadi gak nyangka kalau ternyata dia bisa bawain lagu dengan genre yang cukup unik begini. 


 Padahal kalau ditelusuri, Daiki lebih dulu tampil di project Growth, yang artinya dia lebih lama nyanyi lagu dengan genre ini, telat banget ya gw wkwkwkwkwwkwk.


Tapi gak apa-apa lah ya, lebih baik telat daripada tidak sama sekali kan? 


Acungan jempol dan rasa terima kasih gw sampaikan buat teman-teman di medsos yang udah ngikutin Daiki dan Growth duluan dan mau berbagi info yang bantu gw banget buat memahami konsep grup ini . Gak nyangka obrolannya bisa jadi inspirasi buat bikin tulisan ini, sekali lagi arigatou gozaimasu.


Oke, sampai disini dulu postingan kali ini. Makasih buat yang sudah mampir dan baca.


Sampai ketemu di postingan berikutnya ya.


Teman-teman gimana? Ada yang dengar Growth juga? Apa nih lagu favoritnya?.
















Copyright 2009 Blue Dolphin. All rights reserved.
Free WPThemes presented by Leather luggage, Las Vegas Travel coded by EZwpthemes.
Bloggerized by Miss Dothy