RSS

Favourite Scene From Boku no Hero Academia More


 


Holaaaaa, apa kabar semua? Semoga sehat dan bahagia selalu yaaaa.




Maaf banget karena jarak tulisan ini dan sebelumnya terpaut agak jauh ya. Tapi tenang saja. Gw gak lupa sama sekali kok dengan rencana untuk membahas scene favorit gw dari episode special Hero Aca yang berjudul More.




Sekedar informasi, adegan yang gw bahas ini merupakan adegan yang sudah bikin gw gemas dan terkesan di manganya dan tambah senang waktu nonton versi animenya.


Adegan apa saja sih yang gw maksud? Langsung saja Kita bahas ya, Hajimemashou.



Pertama tuh ada adegan ngobrol Deku, Kacchan dan Kirishima di mobil baru Kacchan.




Jadi ceritanya mereka ini mau ke tempat janjian dengan kelas A dan Kacchan jemput Deku. Gw suka banget adegan ini karena menunjukkan betapa hubungan Deku dan Kacchan sudah berubah. 


Maksudnya, mereka kan sebelumnya selalu bikin greget karena situasi rumit yang terjadi diantara keduanya semenjak kecil. Tapi ternyata setelah perang besar dan dewasa, mereka pun bisa ngobrol selayaknya teman. Deku bahkan sudah berani meledek Kacchan, karena bikin nangis Hero yang minat masuk agency dia wkwkwkwkwkwkwk. Deku juga sudah tidak terlihat ketakutan dan cuma tertawa saat Kacchan ngomel. Asli adegan ini berkesan banget buat gw. Soalnya kalau di seri sebelumnya kan terlihat mereka mulai akur menjelang pertarungan besar ya, jadi gak banyak moment keseharian yang terlihat. Tapi disini tuh rasa penasaran gw tentang gimana kalau Deku dan Kacchan ngobrol biasa terjawab.



Bagian yang paling bikin gw terkesan tentu saja tawaran tidak langsung Kacchan dan saran dia buat Deku supaya lebih memperhatikan diri sendiri atau dia akan melewatkan sesuatu yang penting, sekaligus ngasih petunjuk kalau harusnya ada orang yang Deku anggap istimewa. Asli, waktu baca tuh gak nyangka banget kalau saran itu akan datang dari Kacchan. Jempol lah buat Kacchan.



Terus, gw juga suka adegan kelas A berkumpul. Adegannya mungkin gak panjang, tapi tetap bikin seneng. Rasanya gw tuh dibawa mundur ke masa dimana mereka masih murid yang ceria di kelas hanya dalam versi lebih dewasa.



Hal yang bikin gw tambah happy adalah ditambahkannya porsi adegan action di anime ini. Kalau di manga kan cuma ditunjukkan Deku dan lainnya itu menuju ke lokasi kejadian, kemudian tiba-tiba pelaku sudah ditangkap. Nah di More, Kita bisa lihat mereka menuju ke lokasi dengan lebih panjang dan adegan penangkapan pun ditambahkan. Kita bisa lihat Iida yang menghadang mobil bersama Kacchan, Deku dan Shoto.


Wah adegan ini langsung bikin hati ini berharap bakal dibuat movie yang menunjukkan mereka sudah dewasa sedang beraksi (boleh kan ya berharap?) soalnya pengen banget lihat aksi murid kelas A yang lain. Gw sendiri pengen banget lihat aksi Deku dengan armornya. Soalnya meski kemampuannya terlihat sama tapi kan belum diperlihatkan secara utuh ya, armor barunya itu, pasti juga ada perbedaan dong dengan ketika dia punya kekuatan tersebut secara alami dari tubuh.


Adegan selanjutnya yang gw suka adalah yang berhubungan sama Shoto.



Jujur, Gw cukup kaget sekaligus senang dengan vibe Shoto ketika dewasa.


Soalnya di serialnya kan, Shoto masih remaja yang bertransformasi dari sosok yang penuh emosi jadi lebih kalem dan belajar bergaul tapi tidak bisa sepenuhnya lepas dari beban masalah yang ada di keluarganya.


Sementara di More ini, gw bisa melihat sosok Shoto yang terasa lebih ceria dan bebas.


Sebagai orang yang menjadikan Shoto sebagai tokoh kesayangan sejak season 1 sih, gw happy banget dong dengan perubahan ini.


Lalu, gw juga suka banget sama adegan dia ngobrol sama Deku dan Kacchan. Jadi Shoto duduk disebelah Deku dan Kacchan terus menceritakan pendapat orang tentang dirinya. Shoto juga bilang kalau ada hal yang baru dia sadari tentang dirinya selain pengen jadi Hero seperti yang selama ini Ia pikirkan yaitu Ia sangat suka makan bahkan sampai kepikiran pengen bikin alat buat makan sobanya sendiri wkwkwkwkwk. Asli, adegan ini bikin gw seneng karena bisa melihat trio ini dalam mode santai alias tidak bertarung. Gw juga jadi tahu kalau ternyata minat Shoto selain Hero itu simple banget yaitu makanan wkwkwkwkwk gemessss.




Terakhir, sekaligus yang paling favorit dan gw tunggu-tunggu adalah moment Deku dan Ochako!!!


Yup, moment mereka jadi moment penutup di episode ini, tapi alur cerita buat sampai ke adegan itu tuh sudah ada dari awal. Mulai dari mimpi Ochako, kata-kata Kacchan, moment di pertemuan kelas A yang bikin Kita tahu kalau Deku menyadari sesuatu waktu mandang Ochako sampai  Deku ngejar Ochako setelah kelas A bubar.


Adegan terakhir ini yang bikin gw gemas pol. Gimana ya? Melihat Ochako yang lagi merenung dan mikir kalau Ia pengen punya waktu buat ngobrol lebih banyak dengan Deku terus tiba-tiba yang bersangkutan muncul itu epic buat gw.



Gw tambah terkesan waktu Deku langsung mengungkapkan maksudnya mengejar Ochako sambil masih ngos-ngosan. Dan tambah gemas waktu adegan Ochako menjawab Deku sambil mengangkat tangan dan Deku pun menyambutnya. (maaf, susah nih jelasin posisi tangannya jadi gw taruh gambar aja ya, seperti ini maksudnya)



Alasan gw suka adegan ini selain karena gemas adalah akhirnya diperlihatkan Deku yang sadar akan perasaanya dan mengejar Ochako. Soalnya kalau di series kan Ochako duluan yang terlihat suka dan sadar kalau dia punya perasaan yang beda terhadap Deku tapi dia memutuskan buat mengunci rasa tersebut dan fokus buat jadi hero yang lebih baik. 


Sementara Deku pada waktu itu jelas sudah gak ada ruang buat mikirin hal selain menguasai One For All dengan baik. Apalagi dengan makin dekatnya pertarungan, rasanya sulit membayangkan Deku memikirkan hal lain meskipun terlihat kalau dia juga punya rasa sama Ochako. 


Makanya, melihat Deku dewasa  yang ketika sadar kalau ada yang dia tidak sadari selama ini, langsung mengejarnya dan diucapkan secara to the point tuh bikin gw terkesan banget huhuhuhuhu.  


Terus, menurut gw, adegan ini tambah menarik karena ada penambahan adegan yang gak ada di versi manganya.


Pertama, adanya billboard Deku sendirian bersebelahan dengan iklan Shoto dan Kacchan.

Moment ini tuh jadi lucu karena seolah sosok pahlawan Deku, Dynamite dan Shoto sedang mengawasi moment Deku sebagai Izuku dan Ochako.


Tapi moment ini juga sekaligus bikin sedih dan terharu sih, soalnya setelah Deku dan Ochako sepakat, sosok hero Deku, Dynamite dan Shoto yang ada di billboard tuh menghilang ke arah yang berbeda.


Seolah mau bilang kalau mereka sudah tidak khawatir, sekaligus menunjukkan kalau mereka memberi kesempatan buat Deku menikmati waktu yang ingin Ia habiskan bersama Ochako.


Oh dan kalau di manga kan adegannya ditutup dengan gambar tangan Deku dan Ochako, nah kalau di anime ini tuh, diperlihatkan gambaran lebih besarnya jadi terlihat wajah mereka juga dari jauh. Jadinya terasa lebih komplit gitu loh wkwkwkwkwkwk.


Ada juga adegan Toga menghilang dan kegiatan masing-masing anggota kelas A ketika sudah berpisah.


Untuk adegan Toga ini juga menarik sih, kalau di manga kan gw menangkap kesan kalau Toga itu cuma ada dalam mimpi Ochako saja. Tapi kalau disini tuh ada kesan dia memang ada disitu mendorong Ochako untuk bisa hidup seperti yang dia inginkan karena sepertinya Ochako masih ada rasa bersalah terhadap Toga. Dan sosoknya langsung menghilang setelah adegan pengakuan Deku dan Ochako seiring dengan munculnya lagu I dari Bump of Chicken, yang juga sekali lagi bikin hati gw terasa campur aduk.


Itu dia adegan favorit gw dari episode More, wuahhhh, campur aduk banget rasanya selesai nulis ini. Di satu sisi tentu gw seneng dan lega tapi kok ya jadi agak sedih juga soalnya jadi kerasa banget kalau Hero Aca tuh udah tamat huhuhuhuhu. Tapi karena tahun ini kan tahun perayaan 10 tahun, katanya bakal banyak yang special. Semoga diantara event-event itu, ada dan banyak yang bisa ikut gw nikmatin walo gw disini dan mereka disana wkwkwkwkwkwk.



Oke, sampai disini dulu ya tulisan gw kali ini. Terima kasih buat yang sudah mampir dan baca, sampai ketemu lagi di postingan berikutnya ya.



P.S: Yang mau berbagi moment favoritnya dari episode ini dipersilahkan banget loh buat nulis di kolom komentar, douzo.



 




Boku no Hero Academia More Spoiler Alert


Holaaa, Mina-san apa kabar? Semoga sehat dan bahagia selalu yaaaa. 



 Hari ini gw ingin bahas episode yang sudah ditunggu-tunggu oleh penggemar anime Boku no Hero Academia atau Hero Aca yaitu episode special berjudul More. 




Sebagai informasi, More ini diambil dari chapter special yang dirilis di volume terakhir tankoubon manganya. Ceritanya sendiri berfokus pada anak-anak kelas A yang kini sudah dewasa dan menjadi pro Hero.



 Dibuka dengan adegan Ochako terbangun di padang rumput dan melihat Toga Himiko yang seolah ingin menyampaikan sesuatu kepadanya. Namun ternyata, semua itu hanyalah mimpi, karena Ochako masih ada di ruang kerjanya yang berantakan. 



Setelah lagu The Revo dari Porno Graffity muncul sebagai opening, Adegan pun berlanjut ke Ochako yang bertemu Froppy, Lemillion, Nejire dan Suneater untuk urusan pekerjaan yaitu bertemu dengan anak-anak yang masuk ke program konseling kekuatan. 



Disini ada satu pertanyaan penting dari Suneater untuk Ochako yaitu ‘’apakah Kamu punya waktu untuk dirimu sendiri?’’ 



Ochako bilang kalau Dia suka melihat orang lain tersenyum. Ditambah dia sering bertemu Froppy dan juga teman-teman yang lain, dia juga merasa sangat senang karena bisa melakukan hal yang dia sukai jadi setiap hari adalah waktu untuk dirinya sendiri. 



Malamnya, Ochako dan Froppy duduk di kereta dan membicarakan mimpi Ochako tentang Toga Himiko yang tidak bisa Ia ingat. Ochako merasa kalau Toga Himiko sepertinya ingin menyampaikan sesuatu padanya.




 Di lokasi yang berbeda, Kita bisa lihat mobil yang disetir oleh Kacchan, membawa Kirishima dan Deku di dalamnya. Awalnya, percakapan yang terjadi hanya hal biasa seperti Kacchan yang ngomel karena harus jemput Deku dan digodain Kirishima, membicarakan murid yang bisa jadi asisten hero sampai tawaran Kacchan pada Deku secara tidak langsung yang akhirnya mengarah ke kata-kata ‘’ Sudah saatnya Kau memandang lebih tinggi ke diri sendiri, atau Kau akan melewatkan hal yang seharusnya Kau perhatikan, ketika Kau berpikir semua istimewa maka sebenarnya tidak ada yang istimewa,’’ yang bikin Deku bingung dan belum sadar akan besarnya efek kata-kata tersebut bagi dirinya. 




Adegan pun berlanjut di restoran, tempat murid kelas A berkumpul untuk merayakan keberhasilan Shoto ada di peringkat 2 chart Hero. Disini, Kita bisa lihat semua anggota kelas A termasuk Aoyama dan Shinso! Serta peringkat mereka. 




Suasana dan obrolan yang terasa hangat dan ringan sedikit berubah jadi serius waktu Shoto cerita ke Deku dan Kacchan yang intinya adalah dia menemukan sesuatu yang lain dari dirinya selain keinginan untuk menjadi ‘’orang yang kuinginkan’’ yang selalu dia impikan dulu. 



Selesai mendengarkan cerita Shoto, perhatian Deku sedikit teralihkan dengan obrolan di meja lain tentang Kuroiro dan Kinoko dari kelas B yang pacaran. Obrolan ini pun memancing rasa penasaran Sero dengan Kaminari dan Jiro yang agensinya bersebelahan. Kalau menurut Jiro sih, hubungan mereka tidak seperti itu. Sementara Kaminari malah cerita kalau dia gugup soal menjadi independen jadi begitu tahu kalau gedung disebelah Jiro kosong langsung saja dia sewa. 





Cerita Shoto dan obrolan mengenai hubungan istimewa ini membuat Deku merenung sesaat dan berpikir kalau mungkin saja ada bagian dari dirinya yang belum Ia sendiri sadari. Dan…Kita bisa lihat kalau Deku menyadari sesuatu ketika melihat ke satu arah… Ochako. 





Sayangnya, belum sempat moment ini diceritakan lebih lanjut, ada alarm berbunyi. Menandakan kalau sedang ada kejadian yang membutuhkan Hero. Dan disinilah para pro Hero dari kelas A beraksi diiringi musik yang ikonik. 





Selesai mengatasi masalah, para Hero ini pun memutuskan untuk pulang dan berjanji untuk berkumpul lagi kapan-kapan. Kacchan bilang kalau dia gak bisa antar Deku karena besok Edgshot pulang ke Jepang, tapi Kirishima, Mina dan Kaminari minta ikut dengan Kacchan karena searah, ingin lihat mobil baru Kacchan dan turun di tengah jalan. 





Deku dan Kacchan pun mengucapkan salam perpisahan dimana Deku minta Kacchan buat jadi guru tamu lagi kapan-kapan yang dibalas Kacchan dengan ‘’ jangan jadikan Aku contoh buruk!’’ wkwkwkwkwkwkwk Setelah membalikkan badan, terlihat Deku terdiam dan Kita bisa dengar suara Kacchan yang bilang ‘’ kalau semua istimewa artinya tidak ada yang istimewa,’’ seperti di mobil sebelumnya. 






Lalu, Kita bisa lihat Ochako yang berjalan sendirian di kota setelah berpisah dengan Froppy di stasiun. Sambil jalan, Ochako merenung kalau Ia tidak punya banyak kesempatan untuk bicara dengan Deku selama acara karena posisi mereka yang duduk berjauhan. 





Ochako pun berusaha menenangkan pikirannya dengan kata-kata ‘’Kita sering ketemu waktu kerja,’’ dan Dia teringat waktu Deku bilang kalau Ochako adalah pahlawannya. Langkah Ochako pun terhenti dan berpikir kalau sejak pertarungan besar, mereka berdua sama-sama menemukan hal yang ingin dan harus mereka lakukan. Mereka pun saling menghormati hal tersebut dan menjalaninya dengan tawa. Bagi Ochako, hal itu tuh sangat mewah setelah apa yang mereka lalui. 





 Tapi, ternyata dalam lubuk hatinya yang paling dalam, Ochako ingin ngobrol lebih banyak dengan Deku. Dan…. saat berpikir begitu sambil membalikkan badan, orang yang ada di pikirannya pun hadir. 




Yup, Deku sedang berlari ke arah Ochako sambil tersenyum dan bilang ‘’Ah, syukurlah, ketemu,’’ Setelah ada di hadapan Ochako, dengan napas yang belum teratur, Deku bilang kalau Ia menghormati semua (teman-teman mereka maksudnya), menganggap mereka istimewa dan menyukai mereka semua. Setidaknya, itulah yang dia pikirkan selama ini. 





Tapi, Deku mengakui kalau hari ini, Dia merasa ingin bicara lebih banyak dengan Ochako, mulai sekarang dan untuk kedepannya pun, Dia ingin bersama Ochako lebih banyak. 





Ochako pun mulai ingat tentang apa yang Toga Himiko bilang di mimpinya bahwa Toga Himiko ingin Ochako untuk bisa hidup lebih bebas seperti yang dia inginkan. Dan, Ochako pun sadar kalau mimpi itu mulai datang setelah Deku bisa kembali jadi pahlawan yang memperbanyak kesempatan mereka untuk bertemu. 





Dengan dukungan dari bayangan Toga Himiko, Ochako pun dengan gugup dan malu-malu menjawab kalau perasaan mereka sama sambil mengangkat tangannya yang disambut Deku. Kemudian terdengarlah lagu I dari Bump of Chicken yang sekali lagi menutup perjalanan cerita Deku dan teman-temannya. 





Kesan gw setelah menonton episode ini tuh hampir mirip dengan season final dimana ada senang, sedih dan haru campur jadi satu. Perbedaanya adalah gw merasa senang karena bisa nonton Deku dan yang lainnya lagi setelah mereka jadi dewasa. Di satu sisi, gw juga sedih karena ini mungkin jadi episode terakhir mereka. Selain itu, gw juga ada perasaan haru melihat bagaimana mereka tumbuh dan berpikir sebagai orang dewasa (duh sok tua banget gw ini wkwkwkwkwk) 






Judul More sendiri sebenarnya awalnya agak menggelitik bagi gw, karena terlalu simple. Seperti cuma menunjukkan kalau cerita ini tuh sedikit bagian ‘’more’’ dari Hero Aca setelah tamat. Tapi setelah baca chapter manganya beberapa kali dan nonton versi animenya, gw merasa kalau more ini merupakan tema penting bagi para hero ini setelah dewasa. 






Di awal cerita, Deku dan kelas A adalah remaja yang hanya memiliki impian menjadi hero, artinya segala masalah dan tantangan mereka hadapi dengan fokus untuk menjadi hero. Tapi setelah mereka dewasa dan menjadi hero, tentu tidak aneh kalau mereka mulai memikirkan hal lain. Bukan berarti mereka bosan dan melupakan tanggung jawab hero, tapi mereka punya waktu untuk memikirkan hal yang sebelumnya gak sempat mereka pikirkan. Menurut gw itu realistis dan banyak orang bakal bisa relate dengan hal tersebut, termasuk gw sendiri. 





Gak heran sih kalau Yamashita Daiki, Okamoto Nobuhiko dan Sakura Ayane bilang kalau More ini akan menyorot para hero muda ini dari sisi yang berbeda serta lebih banyak memasukkan unsur human drama.





 Kesimpulannya, More bisa dibilang agak berbeda dari Hero Aca yang sebelumnya Kita tonton. Tapi menurut gw, ceritanya masih masuk dan enak diikuti serta menunjukkan perkembangan karakternya.



 Okelah, Kalau begitu, sampai disini dulu pembahasan gw tentang Hero Aca episode More. 




Rencananya, untuk selanjutnya gw akan bahas tentang adegan favorit gw dari episode ini. 




Tadinya ingin gw gabung sih, tapi kelihatannya akan terlalu panjang jadi lebih baik dibahas secara terpisah ya. 





Terima kasih buat yang sudah mampir dan baca tulisan ini. Sampai jumpa di postingan berikutnya ya. 






Plus Ultra!

Yamashita Daiki


 Hola Minna-san, apa kabar? Semoga sehat, bahagia dan selalu semangat menghadapi tantangan setiap harinya ya.


Hari ini gw ingin bahas tentang satu sosok yang sedang sangat menarik perhatian gw belakangan ini.


Siapakah dia?




Yup, jawabannya tidak lain dan tidak bukan adalah Yamashita Daiki. Dia ini adalah seiyuu atau pengisi suara dari karakter Midoriya Izuku atau Deku di serial anime Boku no Hero Academia atau Hero Aca. 


Apa yang bikin seorang Daiki menarik di mata gw?


Pertama, tentu suaranya dong. Meski bisa dibilang telat ya. Soalnya gw itu mulai suka banget sama suara Daiki sebagai Deku waktu arc dark Deku. Padahal kan gw sudah dengar suaranya sejak season 1 ya? Tapi entah kenapa di arc itu tuh dia bisa bikin gw ikut merasa simpati atas apa yang dirasakan dan dipikirkan Deku. Dan waktu nonton ulang Hero Aca dari awal, gw baru sadar kalau suara Daiki ini sangat fleksibel, dia bisa bikin gw ketawa dan emosional di setiap scene Deku dan akhirnya jadi penasaran deh buat cari info lebih tentang dia.




Dan gara-gara pencarian itu, gw menemukan fakta kalau Daiki ini sering banget ada di event-event anime baik itu Hero Aca maupun anime lain yang dia isi suaranya. Terus dari video full maupun cuplikan event itu, sosok Daiki makin menarik di mata gw karena tingkahnya lucu.


Jadi, seorang Yamashita Daiki ini sering banget belibet kalo ngomong, bahkan pernah lagi bicara sebagai Deku di event radio, lidahnya keseleo wkwkwkwkwk. Terus, pernah saking gugupnya dapat pesan dari Horikoshi Sensei (mangaka-nya Hero Aca), Daiki terbata-bata baca kanji sampai dibantuin sama Kaji Yuki seiyuu-nya Todoroki Shoto. Daiki juga pernah hampir kebalik menyebutkan kalau Ia memerankan Yamashita bukannya Midoriya wkwkwkwkwkwk. Pokoknya ada aja tingkah atau kata-katanya yang memancing tawa. 


Tapi, gw juga jadinya salut. Soalnya di moment yang kaya gitu, Daiki masih bisa ketawa, senyum dan lanjut usaha lagi melanjutkan yang dikerjakan. Mana suara ketawanya tuh menyenangkan, jadinya gw kan ketularan buat ketawa dan senyum juga. Kakkoi desu Daiki-San!!




Terus, fakta lain yang gw temukan tentang Daiki sekaligus yang bikin gw jadi demam ter-Daiki-Daiki belakangan ini adalah dia sudah debut jadi penyanyi sejak tahun 2021.


Memang, jumlah lagu dan albumnya belum banyak, tapi dari beberapa yang gw dengar, lagunya enak-enak dan ada yang bikin kuping gw jatuh cinta. Jadinya Daiki sekarang merupakan salah satu penyanyi jepang yang mengisi playlist gw deh.


 Suaranya tuh tipe yang tinggi, enak di dengar dan merdu. Mana kalau lagi nyanyi di panggung pecicilan banget jadi ikut semangat wkwkwkwkwkwk. 


Berikut beberapa lagu Daiki yang sedang sering gw putar, siapa tahu bisa jadi referensi buat teman-teman:


Oke, sampai disini dulu ya pembahasan gw tentang Yamashita Daiki, terima kasih buat yang sudah mampir dan baca tulisan ini. Yang mau rumpi-rumpi soal Daiki, boleh loh di kolom komentar ^_^


Sampai ketemu lagi di postingan berikutnya.


Sakura Ayane Recollection Guests: Yamashita Daiki







 Holaaa Mina-san, apa kabar? Semoga selalu sehat dan bahagia yaaa.



Kali ini gw mau bahas tentang hal yang jarang gw nikmati yaitu podcast. Jujur, gw bisa dibilang adalah tipe yang hampir gak pernah mendengarkan podcast di platform kecuali kalau ada favorit gw di dalamnya.



Tapi ternyata, ketertarikan gw pada Hero Aca belakangan ini membawa gw untuk mendengarkan podcast yang berjudul Recollection di Spotify.



Jadi Recollection ini adalah program yang dibawakan oleh beberapa seiyuu secara bergantian setiap bulannya. Episode yang akan gw bahas kali adalah yang dipandu oleh Sakura Ayane, seiyuu dari Uraraka Ochako yang mendatangkan Yamashita Daiki, seiyuu dari Deku sebagai bintang tamunya.



Okelah, tanpa basa-basi langsung saja Kita bahas ya, Hajimemasyou.



Recollection dibuka dengan narasi Ayane yang diucapkan secara ngebut karena dia sudah gak sabar buat ngobrol bareng Daiki wkwkwkwkwk. Soalnya katanya, mereka tuh hampir gak pernah punya waktu panjang buat ngobrol berdua doang jadinya Ayane pengen waktu ngobrolnya lebih panjang dan langsung manggil Daiki.



Dan… Akhirnya, suara Daiki pun terdengar menyapa pendengar. Terus sekali lagi, Ayane mastiin kalau terakhir kali mereka ngobrol berdua itu, adalah waktu mereka tampil di Okinawa Anime Festival dan itupun ada MC juga bintang tamu lain, jadi gak yang bener-bener ngobrol berdua. 



Hal ini pun dibenarkan Daiki yang cerita kalau mereka berdua sebenarnya sering ngobrol bareng sesama seiyuu juga di studio sambil ngunyah cemilan, jadinya malah kaya nongkrong karena ramai.



Daiki juga bilang kalau hal yang sering mereka obrolin tuh tentang buah. Ternyata, Ayane ini suka banget buah dan sering kasih info soal buah ke Daiki. Terus Ayane juga nambahin kalau mereka itu nyambung ngobrol yang seringnya tentang makanan bahkan pernah berantem masalah makanan.



Iya, Ayane bilang kalau dia pernah bikin Daiki yang adem ayem itu marah loh wkwkwkwkwk. Daiki sampai bilang kalau dia masih belum bisa lupa kejadiannya sampai sekarang.



Nah loh, ada apa sih memangnya?



Jadi, Daiki ini terkenal banget sebagai penyuka hamburg dan dia punya restoran favorit bernama Sawayaka, yang waktu itu dia rekomendasiin ke orang-orang termasuk Ayane. Daiki sudah antusias waktu Ayane bilang pernah makan. Tapi…dia langsung shock waktu Ayane bilang ‘’futsu ni oishikatta,’’ yang maksudnya kaya dia mengakui enak tapi ya gak istimewa gitu dan langsung bikin Daiki ngamuk wkwkwkwkwkwk.



Lucu deh dengar mereka berdua ribut tentang hamburg yang ditutup dengan Daiki yang bilang kalau dia tuh pengennya reaksi Ayane lebih terharu lagi sambil pura-pura nangis wkwkwkwkwk.



Setelah pembahasan tentang hamburg selesai, mereka bahas tentang kapan pertama kali mereka bertemu. Katanya sih mereka ketemu itu di tahun 2014 lewat anime Psycho Pass 2 dimana Daiki berperan jadi Suzuki Moe, sementara Ayane jadi Shimotsuki Mika.



Kata Daiki, dari cara bawa naskah aja, Ayane sudah menunjukkan kalau karakter yang dia mainin tuh kuat. Ayane malah nambahin kalau kayaknya saat itu yang anti sama karakternya bertambah wkwkwkwkwk.



Terus mereka juga ngobrolin tentang karir mereka di dunia seiyuu. Jadi Daiki ini di mata Ayane adalah ‘’toshi ue kohai’’ atau junior yang usianya lebih tua. Jadi maksudnya secara usia Daiki memang lebih tua, tapi secara karir, yang debut duluan itu Ayane. Makanya Ayane merasa kalau mereka tuh kaya kakak adik.



Lucunya Daiki langsung nanya ‘’ siapa yang mana?’’ yang dibales Ayane dengan ‘’enaknya siapa ya?’’  wkwkwkwkwkwk. Daiki bilang kalau dia tuh merasa kalau Ayane tuh enak diajak ngobrol. Ayane bilang lagi kalau mereka tuh kaya saudara seumuran meskipun bukan kembar.



Ayane juga cerita kalau kesan dia sama Diki tuh adalah orang yang sangat welcome banget vibenya. Contohnya nih, kalau mereka selesai rekaman episode Hero Aca dan Ayane pamit duluan, Daiki bakal melambaikan tangan sambil bilang ‘’Otsukaresama desu’’ Ayane bilang kalau dia tuh mikir ‘’ Daiki kaya Deku banget, lucu,’’. Dan itu bikin Ayane yang sebenernya gak gampang terbuka sama orang jadi mau lebih terbuka.



Denger itu, Daikinya ketawa ngakak dan bilang kalau dia ngelakuin itu secara gak sadar. Tapi dia ngaku kalau mikir pengen akur sama semua orang. Dengan gitu pasti lebih seru dan kerjaan pun akan terasa lebih mudah dilakukan.



Daiki bilang dia gak sadar kalau Ayane tuh tipe tertutup. Ayane bilang kalau dia sering diomongin orang ‘’ Kamu pemalu ya,’’ atau ‘’jutek’’ dan Ayane ngerasa kalau Daiki kayak bukan tipe orang yang meratiin itu.



Kata Daiki itu mungkin juga karena suasana kerjanya asyik dan saling dukung. Ayane setuju juga, karena seiyuu murid kelas A di Hero Aca tuh bikin mereka serasa teman sekelas beneran. Terus, ada juga karakter abang lewat Kaji Yuki dan Okamoto Nobuhiko yang berjasa bikin suasana tambah asyik.



Ayane cerita lagi kalau ada moment bareng Daiki yang berkesan bagi dia. Tepatnya di salah satu event Hero Aca waktu mereka habis sesi live dubbing dan Ayane nangis. Ternyata waktu dia berbalik buat ambil tissu, Daiki juga melakukan hal yang sama dengan wajah habis nangis juga.



Kata Ayane itu bikin dia merasa kalau mereka tuh saudara yang tumbuh besar bersama.  Sementara Daiki ngaku kalau dia gampang terbawa perasaan kalau lihat orang nangis. Dan dia bisa merasa kalau Ayane tuh punya perasaan yang kuat terhadap anime dan karakter yang dia perankan, jadi dia gak tahan buat gak nangis.



Terus mereka juga ngomongin anime lain yang mereka bintangi bersama yaitu Pokemon, Katanya disini mereka termasuk yang tenggorokannya kuat karena banyak memerankan pokemon yang berteriak. Satu orang lagi yang suka dapat peran yang sama adalah Miyake Kenta yang di Hero Aca memerankan All Might. Artinya seiyuu Hero Aca ini terbiasa sama adegan teriak wkwkwkwkwkwk.



Selanjutnya, mereka ngomongin tentang karirnya Daiki. Jadi, Ayane tanya ke Daiki apa yang bikin dia kepikiran buat jadi seorang seiyuu.



Daiki cerita kalau awalnya tuh dia mikir memainkan suara itu pas SD waktu ibunya beliin video Aladdin dan dia terkesan banget sama seiyuu yang isi suara karakter Genie dalam bahasa Jepang.



Daiki sering mengulang adegan Genie dan akhirnya mulai meniru, merekam dan memperdengarkan ke ibunya. Daiki bilang dia suka banget wajah ibunya yang bahagia waktu dengar rekaman suaranya. Waktu sudah SMP, Daiki baru tahu tentang profesi seiyuu dan setelah dewasa memutuskan menjadi salah satunya dengan masuk agensi.



Soal suara, Daiki bilang dari dulu suaranya selalu tinggi jadi waktu padus di sekolah saat para cowok yang sudah mulai berubah suaranya pindah ke bagian tenor, Daiki tetap di bagian alto. Waktu Ayane tanya ‘’apa suaramu berubah?’’ Daiki jawab ‘’ berubah kok tapi tetap begini,’’ dengan nada lucu. Terus waktu Ayane tanya ‘’apa Kamu pernah memerankan perempuan?’’ sambil ketawa Daiki jawab kalau pernah.



Daiki cerita kalau baru-baru ini dia memerankan karakter perempuan. Terus waktu mengisi di anime Yowamushi Pedal, sebelum Hero Aca yang kebanyakan seiyuu-nya cowok, dia pernah ambil karakter perempuan karena kurang orang ketika dibutuhkan.



Berikutnya, Ayane tanya kalau apakah jenis karakter yang Daiki perankan selama ini ada perubahan. 



Daiki jawab ada. Kata Daiki, sebelumnya dia sering dapat karakter shounen (remaja cowok) yang umumnya selalu bersemangat. Tapi belakangan ini, dia mulai juga dapat karakter yang tenang, misterius dan sedikit tricky. Hal ini bikin Daiki mikir kalau berakting tuh sangat menarik.



Soalnya, Daiki terbiasa memerankan karakter yang selalu mengeluarkan suara keras jadi ketika memerankan karakter yang tenang, Daiki belajar untuk menahan dan mengontrol diri ketika mengeluarkan suara.



Terus, setelah sempat cerita soal pengaruh positif Daiki, Ayane akhirnya bahas soal musik, karena nanti mereka akan buat playlist di akhir sesi.



Lucu deh denger ketawa Daiki waktu Ayane bilang kalau Daiki tuh pinter nyanyi dan muji kalau Daiki tuh memang bisa banget bikin konser. Daiki cerita kalau awalnya tuh ya sama kaya soal seiyuu yaitu dari video Disney.



Daiki juga cerita kalau dia mendengarkan berbagai macam musik tanpa memikirkan genre. Contohnya dia suka Wicked yang bisa bikin dia semangat, J-pop karena dari kecil suka nonton acara musik, band yang ngerock sampai rap pun dia suka.



Waktu Ayane tanya apa suka dengar idol, Daiki jawab kayaknya di bagian itu aja yang dia jarang denger. Tapi ada lagu yang dia anggap bagus, cuma memang dia bukan pendengar setia idol.



Terus sebelum bikin playlist dari lagu anime yang mereka bintangi, Ayane dan Daiki bingung karena anime yang mereka bintangi terutama Hero Aca punya banyak lagu yang bisa bikin mereka emosional.



Daiki bilang ada lagu yang berkesan buat dia yaitu Long Hope Philia dari Suda Masaki karena pernah dia bawakan di live. Daiki pun bikin Ayane heboh waktu bilang ada dua lagu lagi dari Hero Aca yang pernah dia bawakan di livenya yaitu Tsubomi dari Omoinotake dan Heroes.



Kalau Ayane, dia bilang lagu yang berkesan itu The Days dari Porno Graffitti karena dari situlah mulanya Hero Aca. Terus selain itu ada juga lagu Ta ga Tame dan Sketch dari Akiyama Kiro. Soal lagu Sketch ini Ayane cerita kalau pernah mikir lagu ini tuh buat Toga dan Twice karena salah satu clip endingnya pernah menampilkan mereka.



Satu lagi yang bikin Ayane terkesan adalah Sakiyama Soushi yang ternyata lagunya buat Hero Aca pernah dinyanyiin juga sama Daiki. Sakiyama Soushi ini berkesan buat Ayane karena dia kenal Soushi dari waktu debut dan akhirnya dia bisa bikin lagu buat Hero Aca. Setelahnya, Ayane dan Daiki bingung bersama karena masih banyak lagu yang mereka suka tapi belum dibahas wkwkwkwkwk.



Akhirnya mereka bahas soal lagu Pokemon. Lagu yang berkesan bagi Ayane tuh lagu yang dia ikut berpartisipasi dan harus ngerap dengan menyebutkan nama-nama pokemon. Ayane juga suka satu lagu lagi yang ada dance lucu yang tidak terlalu sulit diikuti. Kalau Daiki, dia bilang suka lagu opening yang berjudul Halo karena terasa optimis.



Ayane dan Daiki pun break sebentar sebelum acara berakhir. Setelah break, Ayane dan Daiki akhirnya berhenti bingung bersama dan bisa memutuskan lagu untuk playlist mereka. Daiki memilih lagu Friend Like Me dari Aladdin, juga Long Hope Philia dan Tsubomi dari Hero Aca. Sementara Ayane memilih Sketch dan Rokutousei dari Hero Aca.



Nah dengan diumuminnya playlist Ayane dan Daiki berakhir jugalah podcast ini. Di kata penutupnya, Daiki menyampaikan kalau dia berharap bisa bekerja sama lagi sama Ayane dan lucunya,mereka baru sadar kalau ada banyak banget tema yang belum mereka obrolin misalnya kucing atau anime masa kecil. Mereka berdua pun berharap bakal ada waktu buat ngobrol lagi.


Kesan gw setelah dengar podcast ini tuh senang banget. Gak nyangka kalau Daiki nyambung banget ngobrol sama Ayane. Soalnya, di video event Hero Aca tuh gw jarang lihat mereka tampil berdua doang, makanya penasaran. Ternyata mereka ramai dan seru ya. Semoga bisa nemu lagi nih yang mereka ngobrol lagi dengan seru.



Oke, sampai disini dulu ya postingan kali ini. Terima kasih buat yang sudah mampir dan baca.


Sampai jumpa di postingan berikutnya.


P.S: Oh iya, kalau teman-teman mau dengar percakapan aslinya, bisa menuju kesini ya.





Copyright 2009 Blue Dolphin. All rights reserved.
Free WPThemes presented by Leather luggage, Las Vegas Travel coded by EZwpthemes.
Bloggerized by Miss Dothy