Showing posts with label review. Show all posts
Showing posts with label review. Show all posts

Boku no Hero Academia More Spoiler Alert


Holaaa, Mina-san apa kabar? Semoga sehat dan bahagia selalu yaaaa. 



 Hari ini gw ingin bahas episode yang sudah ditunggu-tunggu oleh penggemar anime Boku no Hero Academia atau Hero Aca yaitu episode special berjudul More. 




Sebagai informasi, More ini diambil dari chapter special yang dirilis di volume terakhir tankoubon manganya. Ceritanya sendiri berfokus pada anak-anak kelas A yang kini sudah dewasa dan menjadi pro Hero.



 Dibuka dengan adegan Ochako terbangun di padang rumput dan melihat Toga Himiko yang seolah ingin menyampaikan sesuatu kepadanya. Namun ternyata, semua itu hanyalah mimpi, karena Ochako masih ada di ruang kerjanya yang berantakan. 



Setelah lagu The Revo dari Porno Graffity muncul sebagai opening, Adegan pun berlanjut ke Ochako yang bertemu Froppy, Lemillion, Nejire dan Suneater untuk urusan pekerjaan yaitu bertemu dengan anak-anak yang masuk ke program konseling kekuatan. 



Disini ada satu pertanyaan penting dari Suneater untuk Ochako yaitu ‘’apakah Kamu punya waktu untuk dirimu sendiri?’’ 



Ochako bilang kalau Dia suka melihat orang lain tersenyum. Ditambah dia sering bertemu Froppy dan juga teman-teman yang lain, dia juga merasa sangat senang karena bisa melakukan hal yang dia sukai jadi setiap hari adalah waktu untuk dirinya sendiri. 



Malamnya, Ochako dan Froppy duduk di kereta dan membicarakan mimpi Ochako tentang Toga Himiko yang tidak bisa Ia ingat. Ochako merasa kalau Toga Himiko sepertinya ingin menyampaikan sesuatu padanya.




 Di lokasi yang berbeda, Kita bisa lihat mobil yang disetir oleh Kacchan, membawa Kirishima dan Deku di dalamnya. Awalnya, percakapan yang terjadi hanya hal biasa seperti Kacchan yang ngomel karena harus jemput Deku dan digodain Kirishima, membicarakan murid yang bisa jadi asisten hero sampai tawaran Kacchan pada Deku secara tidak langsung yang akhirnya mengarah ke kata-kata ‘’ Sudah saatnya Kau memandang lebih tinggi ke diri sendiri, atau Kau akan melewatkan hal yang seharusnya Kau perhatikan, ketika Kau berpikir semua istimewa maka sebenarnya tidak ada yang istimewa,’’ yang bikin Deku bingung dan belum sadar akan besarnya efek kata-kata tersebut bagi dirinya. 




Adegan pun berlanjut di restoran, tempat murid kelas A berkumpul untuk merayakan keberhasilan Shoto ada di peringkat 2 chart Hero. Disini, Kita bisa lihat semua anggota kelas A termasuk Aoyama dan Shinso! Serta peringkat mereka. 




Suasana dan obrolan yang terasa hangat dan ringan sedikit berubah jadi serius waktu Shoto cerita ke Deku dan Kacchan yang intinya adalah dia menemukan sesuatu yang lain dari dirinya selain keinginan untuk menjadi ‘’orang yang kuinginkan’’ yang selalu dia impikan dulu. 



Selesai mendengarkan cerita Shoto, perhatian Deku sedikit teralihkan dengan obrolan di meja lain tentang Kuroiro dan Kinoko dari kelas B yang pacaran. Obrolan ini pun memancing rasa penasaran Sero dengan Kaminari dan Jiro yang agensinya bersebelahan. Kalau menurut Jiro sih, hubungan mereka tidak seperti itu. Sementara Kaminari malah cerita kalau dia gugup soal menjadi independen jadi begitu tahu kalau gedung disebelah Jiro kosong langsung saja dia sewa. 





Cerita Shoto dan obrolan mengenai hubungan istimewa ini membuat Deku merenung sesaat dan berpikir kalau mungkin saja ada bagian dari dirinya yang belum Ia sendiri sadari. Dan…Kita bisa lihat kalau Deku menyadari sesuatu ketika melihat ke satu arah… Ochako. 





Sayangnya, belum sempat moment ini diceritakan lebih lanjut, ada alarm berbunyi. Menandakan kalau sedang ada kejadian yang membutuhkan Hero. Dan disinilah para pro Hero dari kelas A beraksi diiringi musik yang ikonik. 





Selesai mengatasi masalah, para Hero ini pun memutuskan untuk pulang dan berjanji untuk berkumpul lagi kapan-kapan. Kacchan bilang kalau dia gak bisa antar Deku karena besok Edgshot pulang ke Jepang, tapi Kirishima, Mina dan Kaminari minta ikut dengan Kacchan karena searah, ingin lihat mobil baru Kacchan dan turun di tengah jalan. 





Deku dan Kacchan pun mengucapkan salam perpisahan dimana Deku minta Kacchan buat jadi guru tamu lagi kapan-kapan yang dibalas Kacchan dengan ‘’ jangan jadikan Aku contoh buruk!’’ wkwkwkwkwkwkwk Setelah membalikkan badan, terlihat Deku terdiam dan Kita bisa dengar suara Kacchan yang bilang ‘’ kalau semua istimewa artinya tidak ada yang istimewa,’’ seperti di mobil sebelumnya. 






Lalu, Kita bisa lihat Ochako yang berjalan sendirian di kota setelah berpisah dengan Froppy di stasiun. Sambil jalan, Ochako merenung kalau Ia tidak punya banyak kesempatan untuk bicara dengan Deku selama acara karena posisi mereka yang duduk berjauhan. 





Ochako pun berusaha menenangkan pikirannya dengan kata-kata ‘’Kita sering ketemu waktu kerja,’’ dan Dia teringat waktu Deku bilang kalau Ochako adalah pahlawannya. Langkah Ochako pun terhenti dan berpikir kalau sejak pertarungan besar, mereka berdua sama-sama menemukan hal yang ingin dan harus mereka lakukan. Mereka pun saling menghormati hal tersebut dan menjalaninya dengan tawa. Bagi Ochako, hal itu tuh sangat mewah setelah apa yang mereka lalui. 





 Tapi, ternyata dalam lubuk hatinya yang paling dalam, Ochako ingin ngobrol lebih banyak dengan Deku. Dan…. saat berpikir begitu sambil membalikkan badan, orang yang ada di pikirannya pun hadir. 




Yup, Deku sedang berlari ke arah Ochako sambil tersenyum dan bilang ‘’Ah, syukurlah, ketemu,’’ Setelah ada di hadapan Ochako, dengan napas yang belum teratur, Deku bilang kalau Ia menghormati semua (teman-teman mereka maksudnya), menganggap mereka istimewa dan menyukai mereka semua. Setidaknya, itulah yang dia pikirkan selama ini. 





Tapi, Deku mengakui kalau hari ini, Dia merasa ingin bicara lebih banyak dengan Ochako, mulai sekarang dan untuk kedepannya pun, Dia ingin bersama Ochako lebih banyak. 





Ochako pun mulai ingat tentang apa yang Toga Himiko bilang di mimpinya bahwa Toga Himiko ingin Ochako untuk bisa hidup lebih bebas seperti yang dia inginkan. Dan, Ochako pun sadar kalau mimpi itu mulai datang setelah Deku bisa kembali jadi pahlawan yang memperbanyak kesempatan mereka untuk bertemu. 





Dengan dukungan dari bayangan Toga Himiko, Ochako pun dengan gugup dan malu-malu menjawab kalau perasaan mereka sama sambil mengangkat tangannya yang disambut Deku. Kemudian terdengarlah lagu I dari Bump of Chicken yang sekali lagi menutup perjalanan cerita Deku dan teman-temannya. 





Kesan gw setelah menonton episode ini tuh hampir mirip dengan season final dimana ada senang, sedih dan haru campur jadi satu. Perbedaanya adalah gw merasa senang karena bisa nonton Deku dan yang lainnya lagi setelah mereka jadi dewasa. Di satu sisi, gw juga sedih karena ini mungkin jadi episode terakhir mereka. Selain itu, gw juga ada perasaan haru melihat bagaimana mereka tumbuh dan berpikir sebagai orang dewasa (duh sok tua banget gw ini wkwkwkwkwk) 






Judul More sendiri sebenarnya awalnya agak menggelitik bagi gw, karena terlalu simple. Seperti cuma menunjukkan kalau cerita ini tuh sedikit bagian ‘’more’’ dari Hero Aca setelah tamat. Tapi setelah baca chapter manganya beberapa kali dan nonton versi animenya, gw merasa kalau more ini merupakan tema penting bagi para hero ini setelah dewasa. 






Di awal cerita, Deku dan kelas A adalah remaja yang hanya memiliki impian menjadi hero, artinya segala masalah dan tantangan mereka hadapi dengan fokus untuk menjadi hero. Tapi setelah mereka dewasa dan menjadi hero, tentu tidak aneh kalau mereka mulai memikirkan hal lain. Bukan berarti mereka bosan dan melupakan tanggung jawab hero, tapi mereka punya waktu untuk memikirkan hal yang sebelumnya gak sempat mereka pikirkan. Menurut gw itu realistis dan banyak orang bakal bisa relate dengan hal tersebut, termasuk gw sendiri. 





Gak heran sih kalau Yamashita Daiki, Okamoto Nobuhiko dan Sakura Ayane bilang kalau More ini akan menyorot para hero muda ini dari sisi yang berbeda serta lebih banyak memasukkan unsur human drama.





 Kesimpulannya, More bisa dibilang agak berbeda dari Hero Aca yang sebelumnya Kita tonton. Tapi menurut gw, ceritanya masih masuk dan enak diikuti serta menunjukkan perkembangan karakternya.



 Okelah, Kalau begitu, sampai disini dulu pembahasan gw tentang Hero Aca episode More. 




Rencananya, untuk selanjutnya gw akan bahas tentang adegan favorit gw dari episode ini. 




Tadinya ingin gw gabung sih, tapi kelihatannya akan terlalu panjang jadi lebih baik dibahas secara terpisah ya. 





Terima kasih buat yang sudah mampir dan baca tulisan ini. Sampai jumpa di postingan berikutnya ya. 






Plus Ultra!

My Comfort Movie/Series


 Hola hola, Minna san, apa kabar semua? 


Semoga selalu sehat dan bahagia yaaa



Kali ini, gw ingin menulis tentang comfort movie atau series nih.



Apa sih maksudnya comfort movie? 



Kalau berdasarkan hasil pencarian gw sih, arti comfort movie itu tuh film yang memberikan rasa aman dan tenang serta sering ditonton berulang kali. 



Sebenarnya, gw termasuk tipe orang yang suka menonton ulang tontonan yang sudah ditonton. Entah karena kangen karakternya atau pengen lihat kembali moment favorit. 



Tapi yang gw bahas disini adalah movie atau series yang bisa saja secara random gw tonton ulang ketika bingung nonton apa ( meskipun daftar watchlist yang belum disentuh ada banyak 😆😆) memang aneh tapi ya memang nyata sih, dan gw sudah gak sabar buat membagikan ke teman-teman semua.





  • Kikazaru Koi ni wa Riyuu ga Atte 




Pertama ada dorama Kikazaru Koi no wa Riyuu ga Atte atau Kikazaru Koi yang dibintangi Kawaguchi Haruna dan Yokohama Ryusei.



Gw suka nonton ulang dorama ini karena ceritanya simple dan ringan. Gak perlu banyak mikir lah buat nontonnya. Fakta bahwa gak ada antagonis menyebalkan juga bikin dorama ini tambah menyenangkan buat ditonton.



Suka banget sama Ryusei disini. Secara aslinya kalau di wawancara tuh dia pendiem dan kaya pemalu banget kan, tapi disini dia petakilan, suka lihatnya wkwkwkwkwkwk.



  • Romance is a bonus book 



Comfort movie/series kedua gw ada drakor Romance is a Bonus Book yang dibintangi Lee Jong Suk dan Lee Na Young.



Diantara semua drama Lee Jong Suk, kayaknya ini yang paling sering gw tonton ulang. 



Gw suka ceritanya yang simple dan hangat. Gw juga suka banget sama karakter yang muncul di drama ini terutama Kang Dan Yi yang diperankan Lee Na Young dan Cha Eun Hoo yang dimainkan Lee Jong Suk.



  • Up on Puppy Hill 



Selanjutnya, ada anime dari studio Ghibli berjudul Up on Puppy Hill nih. Alasan gw sering nonton ulang anime ini selain ceritanya adalah karena Kazama Shun! 



Yup, gw suka banget sama karakter Kazama yang menurut gw karismatik dan pemberani. Makanya, meski sempat bikin gw sebel di pertengahan cerita, Kazama adalah alasan kuat gw buat nonton movie ini kalau kangen atau gak tahu mau nonton apa. 



  • Around the world in 80 days 




Sebenarnya, banyak film Jackie Chan yang jadi comfort movie gw. Tapi kalau membicarakan yang paling sering ditonton ulang, gw rasa jawabannya adalah film ini.



Film ini tuh punya unsur yang gw suka, cerita petualangan yang dibumbui komedi, persahabatan dan sedikit romance. Karakternya pun menyenangkan. Suka banget sama trio, Paspartue, Philias dan Cecile.



  • Night At The Museum





 Terakhir, ada film yang pernah bikin gw salah kira sebagai film horor yaitu Night at the museum.



Gw sempet hampir batal nonton karena judulnya bikin gw curiga kalau filmnya bakal menakutkan.



Untung saja temen gw yakin kalau film ini gak horor karena ada Ben Stiller dan jadilah gw gak bisa berenti ketawa waktu nonton.



Asli, gw suka banget film iniiiiii. Gw juga nonton dua film lanjutannya. Tapi yang paling sering gw tonton ulang itu ya Night at the Museum yang pertama. 



Adegan Larry tampar-tamparan sama patung monyet capuchin yang hidup itu sangat memorable bagi gw bahkan sampai sekarang.



Oke, itulah dia comfort movie/series gw. Apa ada yang sama dengan yang teman-teman suka? 



Kalau teman-teman apa comfort movie/seriesnya? 



Terima kasih sudah mampir dan baca postingan ini.



Sampai jumpa di postingan berikutnya ya.


Moment Favorit dari Seri Boku no Hero Academia Season 7 dan Finale


 

Hola, hola, apa kabar semuanya? Semoga teman-teman selalu sehat dan bahagia ya.


Sebelumnya, gw sudah bahas kesan gw tentang season 7 dan Finale dari serial anime Boku no Hero Academia alias Hero Aca. Nah, sekarang waktunya bahas moment favorit gw dari dua season itu.


Sebenarnya sulit banget ya buat milih adegan favorit di dua season ini. Karena sejatinya isinya adalah satu pertarungan besar yang terbagi menjadi beberapa pertarungan yang saling berhubungan. Tapi tentu ada beberapa moment yang meninggalkan kesan mendalam untuk gw. Nah, moment inilah yang akan gw bahas. 


Supaya tidak membingungkan dan tidak terlalu spoiler, gw akan bahas momentnya berdasarkan fase sebelum pertarungan, saat pertarungan dan setelah pertarungan ya.


Disclaimer dulu nih, karena yang dibahas adalah moment, maka kemungkinan besar  bakal banyak spoiler bertebaran yaaaaa. Jadi bagi yang belum nonton tapi menghindari spoiler, harap hati-hati 😆😆



Okelah, Kita mulai dari fase sebelum pertarungan yang artinya ada di season 7 ya. 


Di masa sebelum pertarungan ini cukup banyak juga moment menarik bagi gw. Misalnya terbuktinya kecurigaan soal adanya mata-mata di U.A. Hal yang lebih membuat bagian ini emosional sebenarnya adalah soal siapa mata-matanya dan apa yang Deku dan teman-temannya lakukan, bener-bener gak terduga.


Moment lain yang berkesan buat gw tuh waktu Deku ngobrol dengan Ochako di atas bukit. Simple sih, tapi gw suka aja liat interaksi mereka. Mulai dari Deku yang menghampiri Ochako, berterima kasih sama Ochako, memuji Ochako yang merasa dirinya aneh, keduanya curhat soal musuh masing-masing sampai tekad kuat Deku dan Ochako buat menang dan menghentikan para penjahat.


Lalu, gw juga suka moment yang melibatkan Shoto, Iida, Bakugo dan Kirishima. Jadi waktu pindah ke asrama sementara, Iida, Kacchan dan Kirishima sadar kalau Shoto murung. Terus waktu mereka kumpul Shoto meyakinkan mereka semua kalau dia baik-baik saja. Shoto bahkan bisa sedikit ketawa waktu Kacchan bilang kalau Toya pasti sukanya udon yang panas.


Nah, masuk ke masa pertarungan dimulai, gw suka banget nih waktu para hero menjalankan misi pemisahan musuh ke beberapa lokasi. Ini semua tuh ide All Might yang dipikirkan supaya para hero bisa menang lawan musuh yang kuatnya gila-gilaan. Moment ini juga bikin deg-degan karena akhirnya tidak terduga.


Dan akhirnya, masuk ke pertarungan. Waduh, ini sih susah banget milih moment favoritnya, banyak yang keren. 


Shoto vs Dabi (walau terasa pendek banget), Kacchan cs vs Shigaraki, Deku yang ngamuk ke Shigaraki, Shinso in action, Shoto plus Iida in action, Todoroki Family vs Dabi, Ochako vs Toga Himiko, munculnya Gentle Criminal.


Duh,  banyak deh moment yang gw suka di season 7 ini. Soalnya apa ya? Pertarungannya tuh bener-bener bikin emosi gw ikut naik turun. Harap-harap cemas, capek, seneng, gemes, sebel wuahh campur aduk pokoknya. Bahkan karakter yang gw sempat lupa kapan munculnya seperti Shinso dan Gentle Criminal pun bisa membuat gw ikut terkesan dengan kekuatannya di pertarungan ini yang bisa dibilang jadi salah satu pembawa harapan bagi hero.


Intinya banyak moment keren di season 7 yang bakal sayang banget untuk dilewatkan.


Okelah, sekarang masuk ke moment favorit di season 8 atau Finale ya.


Season ini hanya memiliki 11 episode yang memberitahu Kita bagaimana pertarungan berakhir serta bagaimana hidup Deku dan teman-temannya setelahnya. 


Bagi gw sendiri ada 4 moment yang gw anggap epic dan gw favoritkan. Pertama adalah moment dimana semua hero yang masih sanggup bertarung membantu Deku untuk mendekati Shigaraki dan mengatakan ganbare. Asli ini bikin terharu, bagaimana seorang Deku yang tadinya tidak punya kekuatan menjadi satu-satunya harapan bagi teman-temannya buat mengalahkan “the greatest villain,” sepanjang sejarah itu tuh bener-bener epic.


Moment kedua yang menurut gw epic itu adalah waktu pertarungan sudah selesai dan mereka yang terluka parah ada di rumah sakit. Disinilah Deku cerita ke All Might kalau All For One sudah hilang dan dia hanya memiliki sisa baranya. Hal ini didengar oleh Bakugo yang kemudian shock dan nangis.


Yup, Bakugo yang selalu galak sama Deku ini nangis waktu tahu Deku bakal kehilangan kekuatannya! Tentu bukanlah moment yang gampang buat gw lupakan.


Moment selanjutnya yang gw suka itu waktu Ochako menangis sendirian di bukit tempat dia ngobrol sama Deku sebelum perang dimulai. Sedih banget rasanya waktu lihat Ochako yang selama ini selalu berusaha terlihat baik-baik saja di depan orang lain ternyata memendam rasa bersalah yang sangat dalam.


Gw suka banget waktu Deku menghampiri Ochako dan mengatakan hal yang akhirnya membuat Ochako bisa melepas bebannya dengan menangis kencang.


Terakhir, moment yang menurut gw epic dan yang paling bikin gw merasa tersentuh adalah adegan terakhir dimana Deku mendapatkan kembali kostumnya dan disambut teman-temannya yang dipimpin oleh Bakugo yang mengatakan ‘’Come, Deku,’’ seolah mengajak Deku menjadi pahlawan lagi dan terdengar intro lagu I yang mengiringi akhir kisah ini.


Wuahhh itulah momen-moment  dari Hero Aca season 7 dan Finale yang gw favoritkan.


Sedih ya animenya tamat tapi bersyukur endingnya bagus. Oh iya masih ada satu episode spesial yang diadaptasi dari extra chapter loh. Rencananya, episode ini bakal tayang di bulan Mei, Kita nantikan saja ya.


Okelah, sampai disini dulu postingan kali ini. Terima kasih sudah mampir dan baca. 


Sampai ketemu di postingan berikutnya.



Playlist 32


 Holaaa 

Apa kabar teman-teman semua? Semoga sehat dan bahagia selalu ya di bulan Oktober ini. Kali ini gw pengen membagikan lagu apa saja sih yang sering ada di playlist on repeat gw. 


Siapa yang menantikan pembahasan ini? Sudah siap dong baca pembahasannya?


Jya, hajimemasyou 


  • Ta Bola Bale - Silet Open Up (feat. Jacson Zeran, Juan Reza & Diva Aurel)


Setelah Stecu Stecu, ternyata kuping gw juga cocok dengan lagu lain yang tengah trend yaitu Ta Bola Bale. Mungkin karena irama musiknya yang up beat tapi gak berisik dan easy listening, jadinya kuping gw mudah menerimanya.


Lagu ini bisa dibilang unik karena merupakan perpaduan dari Indonesia Timur dan Barat dimana liriknya merupakan gabungan dari bahasa Timur dan Minang. Musiknya juga mengajak bergoyang bahkan banyak yang ikut trendnya.


Ta Bola Bale bisa dibilang hits banget sih sampai-sampai waktu perayaan 17 Agustus di Istana, lagu ini juga dibawakan. Belum lama ini gw lihat, lagu ini juga dibawakan di Indonesia Paviliun di Osaka  


  • Hajimari no Uta  - GREEEN 


Selama ini, gw cuma mendengarkan satu lagu dari GREEEN yaitu Ai Uta, ternyata belum lama ini, gw secara gak sengaja dengar dan dibuat suka dengan lagu berjudul Hajimari no Uta. Lagunya gak terlalu ramai dan juga gak terlalu slow.


Musiknya sendiri ada nuansa sendu dan haru tapi gak mellow. Musiknya enak sampai bikin suka dalam sekali dengan dan langsung memasukkannya ke playlist.


  • Ai De Mo Fa- JIn Sha 



Sama seperti Hajimari no Uta, gw juga dengar lagu ini secara gak sengaja dan langsung dibuat suka sama irama musiknya yang lucu.


Musiknya tuh apa ya? Walau ada bagian yang terdengar sendu tapi bikin nyaman dan jadinya pengen sering dengar deh.


  • Pica Pica - Juan Reza

Selain Stecu Stecu dan Ta Bola Bale, ada satu lagi nih bernuansa Timur yang asyik menurut gw. Judulnya  Pica-Pica. Gw suka musiknya yang enak dan terdengar lucu.


  • No Other - Super Junior


Nah, kalau lagu ini, suka gara-gara lagi nonton program Dingo yang menghadirkan Super Junior. Karena merasa selama ini lebih kenal sosok SuJu sebagai orang kocak di variety show, pengen juga lihat mereka pas lagi nyanyi dan akhirnya dibuat demam sama lagu ini deh.

Lagunya simple, enak didengar dan punya nuansa sweet gitu.

  • 雪幻 ― winter dust - T.M Revolution


Pertama kali dengar lagu ini tuh waktu dinyanyikan Wakana yang yang jadi bintang tamu di acara TV yang dibawakan oleh T.M Revolution. Kesan sama lagu ini setelah dibawakan Wakana tuh sendu, sedih dan emosional gitu. Apalagi Wakana nyanyinya cuma diiringi piano, makin terasa sendu aja nih lagu seolah lagi jalan sendirian di bawah salju yang lagi turun.. Makanya jadi penasaran sama lagu versi aslinya.

Dan ternyata versi aslinya gak kalah emosional. Cuma karena diiringi band, lagu ini terasa lebih bergejolak gitu. Kalau dengar versi ini seolah bisa bayangkan orang yang tengah meluapkan emosi saat ada salju turun diiringi angin kencang.

  • Butter-Fly - Anisama Friends The First Take Version 


Bagi penggemar anime di tahun 90-2000an, lagu opening serial anime Digimon ini legend banget sih. Makanya seneng banget waktu lagu ini ditampilkan di The First Take oleh Anisama Friends yang terdiri dari sekumpulan penyanyi yang sering membawakan lagu untuk anime.

EPIC! (maaf capslock jebol) itu satu kata yang mewakili kesan gw terhadap perform ini. Rasanya kayak dibawa kembali ke masa dimana gw menantikan Digimon di TV atau nonton ulang di VCD (ups ketahuan deh umur wkwkwkwkwk) 

Dan, tambah senang lagi waktu ada versi audionya juga. Jadi bisa lebih sering di dengar deh.

  • Endless Love - Jackie Chan feat Kim Hee Sun


Sebagai orang yang mengaku sebagai penggemar Jackie Chan, kaget juga waktu tahu kalau ternyata beliau pernah duet dengan aktris Korea Kim Hee Sun. Jadi mereka berduet dalam lagu berjudul Endless Love yang dipakai sebagai OST film The Myth.


Lagunya enak, lembut dan sendu. Seolah menggambarkan cinta yang sangat dalam sampai bikin hati sakit (asyik gak tuh perumpamaan gw?).


Tipe lagu yang bikin kuping gw jatuh cinta dalam sekali dengar.  


Nah itulah dia beberapa lagu yang nongkrong di playlist on repeat gw. Memang bukan semuanya lagu baru sih, tapi lagu-lagunya easy listening menurut gw.


Kalau teman-teman belakangan ini lagi suka lagu apa? Komentar ya 


Sampai disini dulu postingan kali ini, terima kasih sudah mampir dan baca.


Sampai ketemu di postingan berikutnya ya.



Spoiler Alert!! Detective Conan Movie : One-Eye Flashback





Tahun ini, bisa dibilang sebagai tahun yang istimewa bagi gw, dan juga mungkin bagi penggemar Detective Conan, yang menunggu film ke-28 rilis di Indonesia.


Kenapa begitu? Soalnya, hati ini dibuat merasakan berbagai macam emosi dulu sebelum bisa nonton filmnya .


Mulai dari penasaran waktu nonton trailernya, gelisah menunggu kabar kapan filmnya rilis di Indonesia, dibuat senang bukan main waktu ada event Collaboration cafe dengan tema Conan untuk pertama kalinya di Indonesia sampai dibikin geregetan waktu dapat kabar kalau waktu rilis film yang awalnya sudah diumumkan di bulan Juni/Juli, mundur cukup lama ke bulan September. 


Kabar ini tentu sangat menguji kesabaran, secara di Jepang, Detective Conan movie itu selalu rilis bulan April setiap tahunnya. Jadi rilis di bulan Juli atau Agustus seperti biasanya saja sudah terasa cukup lama dan bikin rasa penasaran menumpuk. Eh, ternyata  untuk tahun ini malah penantiannya lebih panjang.


Namun, sesuai dengan kata bijak yang menyatakan kalau kesabaran itu berbuah manis, begitu jugalah yang terjadi untuk para penggemar Conan, karena tanpa diduga. banyak juga kejutan yang mengikuti rilisnya One-Eye Flashback.


Misalnya, diadakannya fans-screening sampai dua kali (dengan voice message dari Takayama Minami, seiyuu Conan dan Koyama Rikiya, seiyuu Kogoro). Lalu diputarnya Conan di IMAX untuk pertama kalinya, diadakannya rally stamp, pembagian poster yang berbeda di setiap jenis bioskop sampai paket pembelian popcorn berisi Collectible Card.


Gw sendiri kebetulan baru sempat ikut mengumpulkan satu stempel untuk stamp rally. Tapi, bagi gw yang penting itu adalah rasa penasaran gw akan filmnya  terbayarkan. Makanya sekarang gw pengen berbagi kesan gw  ke teman-teman.


Oh iya, disclaimer dulu ya, pembahasan filmnya kemungkinan akan memberi spoiler, Jadi bagi teman-teman yang belum nonton dan tidak mau kena spoiler, bahkan yang tipis sekalipun, harap hati-hati ya ^_^


Sudah siap menyimak? Hajimemasyou.


Film One-Eye Flashback dibuka dengan adegan flashback yang terjadi 10 bulan sebelum kasus Furinkazan (episode 516-517 di serialnya). Tepatnya ketika Inspektur Yamato Kansuke mengejar pelaku kejahatan di tengah gunung salju. Disini, Kita bisa lihat penyebab Inspektur dari Nagano tersebut terluka parah dan kehilangan salah satu penglihatannya.


Adegan pun berpindah ke masa kini, tepatnya di rumah keluarga Mori yang sedang siap-siap untuk makan malam.

 

Di tengah ramainya situasi persiapan tersebut, Mori Kogoro mendapat telepon dari Wani. Wani  adalah rekan Kogoro ketika masih menjadi Polisi. Tujuan Wani menelepon Kogoro adalah mengajaknya bertemu untuk membicarakan sesuatu yang memiliki hubungan dengan kejadian yang dialami Inspektur Yamato.


Sayangnya, belum sempat pertemuan itu terjadi, Wani tewas ditembak orang tak dikenal di hari seharusnya mereka bertemu. 


Hal ini tentu memancing emosi Kogoro. Ia pun langsung memaksa Takagi dan Sato untuk mengizinkannya  ikut melakukan penyelidikan ke Nagano.


Conan pun tidak tinggal diam dan membatalkan rencananya untuk nonton pertandingan bola bersama Ran. Mereka berdua akhirnya pergi ke Nagano tanpa sepengetahuan Kogoro dan bertemu dengan grup Detektif Cilik dan Profesor Agasa yang sedang jalan-jalan ke observatorium di gunung salju.


Bantuan juga datang dari trio kepolisian Nagano yaitu Kansuke, Yui dan Komei serta Biro Keamanan Publik meski tidak secara langsung. 


Dengan dukungan yang mantap itu, berhasilkah Conan membantu Mori Kogoro menemukan pembunuh temannya? Lalu, apa yang sebenarnya hubungan Yamato Kansuke dengan kejadian ditembaknya Wani?


Jawabannya bisa teman-teman temukan di bioskop terdekat yaaaa. 


Dan sementara teman-teman menuju bioskop, gw akan menuliskan kesan gw disini ya wkwkwkwkwkwk.


Menurut gw, Detective Conan Movie: One Eye Flashback adalah film Conan yang terasa sedikit berbeda dari biasanya tapi tetap asyik buat ditonton.


Hal yang paling bikin gw merasa film ini beda adalah berkurangnya porsi adegan kurang masuk akal yang biasa dilakukan Conan. 


Tentu tetap ada adegan yang sudah jadi khas Conan, tapi skala tidak masuk akalnya adegan tersebut menurut gw tidak se “wow” biasanya 😆.


Sebagai gantinya, Kita bakal disuguhi  adegan kejar-kejaran dan tembak menembak yang sering ada di film bertema polisi.


Mungkin karena fokus film ini lebih ke karakter polisi, jadi adegan action yang ditampilkan juga dibuat lebih realistis ya.


Tapi menurut gw, adegan actionnya seru kok, apalagi latarnya itu ada di gunung salju. Jelas medan yang sangat menantang buat para jagoan kita dan bikin film ini terasa lebih asyik untuk ditonton.


Point tidak biasa lain yang gw temukan adalah porsi Conan yang rasanya tidak semenonjol di film lainnya. Tentu, sebagai tokoh utama, Conan tetap dapat moment bersinar. Tapi karena fokus Conan adalah membantu Kogoro, Kita akan lebih banyak disuguhkan adegan Conan mengumpulkan informasi alih-alih mencoba menyelesaikan  kasus yang sering dibuka dengan kata ‘’alele’’ itu wkwkwkwkwk.


Hal ini tentu membuat karakter lain mendapat kesempatan untuk bersinar. Di film ini, porsi lebih diberikan kepada trio Nagano yaitu Kansuke, Yui dan Koumei serta Kogoro yang sepanjang film tampil serius tanpa tidur.


Cuma, gw punya sedikit unek-unek tentang bagian ini karena fokus karakter jadi agak terasa samar bagi gw.


Maksudnya, dari sinopsis dan promo film, gw berpikir kalau Kogoro akan menjadi fokus utama dengan trio Nagano sebagai karakter yang dapat porsi lebih untuk membantu beliau.


Tapi setelah nonton, gw malah jadi merasa kalau Kogoro hanya merupakan pancingan untuk menceritakan apa yang terjadi pada Kansuke. Jadinya batin ini sempat mempertanyakan siapa sebenarnya karakter yang film ini inginkan untuk jadi fokus utamanya wkwkwkwk.


Sebenarnya, mungkin gw yang harus membiasakan diri. Karena gaya bercerita film Conan beberapa tahun ini memang seperti itu. 


Cuma bagi gw, gaya seperti ini bikin beberapa moment yang harusnya meninggalkan kesan yang kuat, malah jadi kurang terasa (ups hampir spoiler, tahan-tahan).


Faktor lain yang juga membuat film ini asyik ditonton bagi gw adalah cerita dan misteri yang disajikan. 


Menurut gw, ceritanya asyik karena bisa nyambung dengan masa lalu Kansuke yang belum diceritakan di seriesnya. Misterinya juga tidak terasa maksa sehingga selama nonton, gw gak mikir “loh kok ini tiba-tiba begitu?” 


Point lain yang bikin gw makin menikmati film ini adalah kembali munculnya Takagi dan Sato bersama dalam satu film. Ini merupakan pertama kalinya sejak film  The Bride of Halloween.


Memang sih, porsi mereka lebih ke support character, beberapa orang mungkin menganggap  mereka hanya sekedar tempelan. Tapi buat gw, keberadaan Takagi dan Sato sepanjang film tuh sudah pas dan bikin senang.


Terima kasih sudah menghadirkan couple kesayangan gw ini. Berharap banget mereka akan dapat porsi dan moment yang lebih mantap di film-film selanjutnya.



Kesimpulannya, meski ada point yang sedikit gw sayangkan, tidak mengubah pemdapat gw kalau One-Eye Flashback merupakan film yang menyenangkan untuk ditonton. Gw memang menaruh ekspektasi terhadap film ini karena di seriesnya, episode yang menghadirkan kepolisian Nagano itu bagus dan seru.

Syukurlah, ekspektasi itu terjawab dengan baik. Mulai dari misteri, aksi, komedi, romance tipis-tipis tapi manis, semua diramu menjadi tontonan yang apik dan menghibur.


Oh iya, untuk OST-nya, movie tahun ini diisi oleh KingGnu lewat lagu berjudul Twilight. Lagunya cukup asyik meski belum bisa menggeser posisi top 5 OST Conan Movie favorit gw.


Okelah, karena tulisan gw sudah cukup panjang dan khawatir berujung dengan semakin banyaknya spoiler yang terbuka, gw sudahi postingan kali ini sampai disini dulu ya.


Terima kasih buat yang sudah mampir dan baca.


Sampai ketemu di postingan selanjutnya 😄😄😄


P.S: yang sudah nonton filmnya boleh banget loh berbagi kesan di kolom komentar. Jangan malu-malu ya 😆😆














  




Copyright 2009 Blue Dolphin. All rights reserved.
Free WPThemes presented by Leather luggage, Las Vegas Travel coded by EZwpthemes.
Bloggerized by Miss Dothy