Showing posts with label Drama Korea. Show all posts
Showing posts with label Drama Korea. Show all posts

Law and the City


 Holaaaa, apa kabar semuanya? 


Bulan Agustus bisa dibilang bulan yang cukup berat ya buat Kita semua. Jujur, gw agak bingung apakah ini sudah jadi saat yang tepat untuk update blog ini lagi. Secara, postingan gw lebih bersifat hiburan, khawatir juga kalau isinya akan kurang cocok untuk situasi yang terjadi belakangan ini.


Tapi pada akhirnya gw memutuskan untuk posting lagi, dengan pertimbangan kalau dalam situasi sekarang ini, dibutuhkan juga tulisan ringan sebagai selingan atau hiburan. Bagi gw sendiri, menulis juga menjadi sarana buat mengeluarkan isi hati dan kepala supaya tidak terlalu penuh dan penat.


Maka dari itulah, gw akan mulai posting lagi sambil tetap berharap kalau situasi bisa menjadi lebih baik di negeri ini.


Sebagai pembuka postingan di bulan September ini, yang juga kemarin itu adalah ulang tahun Lee Jong Suk dan juga anniversary ke-20 dari grup AAA, gw ingin bahas soal drakor yang belum lama ini gw tamatkan nih. Judulnya Law and the City yang dibintangi oleh Lee Jong Suk dan Moon Ga Young. 







Gw sangat antusias nunggu drama ini dari sebelum tayang. Secara ini merupakan comeback Jong Suk ke layar TV setelah Big Mouth (yang belum gw tonton juga sampai sekarang) 3 tahun lalu.


Lalu apa sih cerita dari serial Law and the City ini?

Serial Law and the City mengisahkan tentang kehidupan dari 5 orang pengacara. Pertama, ada Ahn Ju Young, pengacara yang sudah berkecimpung di dalam dunia hukum selama 9 tahun. Pengalaman yang Ia dapatkan selama kurun waktu tersebut membuat Ahn Ju Young menjadi orang yang dingin, kaku dan sangat realistis.

Bagi Ahn Jo Young, klien hanyalah orang yang perlu dia bela tanpa harus ikut terlibat secara emosional. Hal inilah yang bikin dia sering berdebat dengan Kang Hee Ji.

Kang Hee Ji merupakan pengacara baru di antara kelima tokoh utama. Ia punya empati tinggi dan tidak merasa keberatan untuk dekat dengan kliennya. Bagi Kang Hee Ji, membela klien perlu dilakukan dengan sepenuh hati. Hal ini bikin Hee Ji sering beda pendapat dengan Jo Young yang memang lebih realistis.

Meski begitu, Hee Ji adalah orang yang mau mengakui kelebihan orang lain dan selalu ceria serta memberikan vibe yang positif bagi orang di sekitarnya.

Cho Chang Won merupakan karakter yang paling ceria diantara kelimanya. Ia akan sangat bersemangat ketika mereka berlima berkumpul. Tapi kalau dibandingkan dengan teman-temannya, Cho Chang Won ini paling mengelus dada soal pekerjaan. Dia sering diremehkan oleh bosnya, juga sering diberi kasus yang bikin hati nuraninya terusik. 

Meski begitu, Ia adalah karakter yang akan berusaha keras melakukan apa yang memang sudah Ia niatkan.

Bae Mun Jeong adalah satu-satunya perempuan di grup ini sebelum Hee Ji datang. Orangnya selalu penuh semangat dan terlihat seperti leader bagi mereka. 

Mun Jeong sangat suka makan dan nyemil, bikin dia selalu jadi andalan untuk menemukan tempat makan bagi mereka berlima. Mun Jeong adalah contoh perempuan yang harus bertarung dengan kenyataan dimana perempuan yang sudah menikah harus mengalami yang namanya dilema antara pekerjaan dan keluarga.

Terakhir, ada Ha Sang Gi, pengacara yang juga memiliki blog pribadi berisi foto-foto makanan yang dimakan bersama teman-temannya. Sepintas, Ia cuma terlihat memikirkan diri sendiri dan uang. Tapi seiring berjalannya cerita, Kita bisa lihat kalau Ia adalah pribadi yang hangat dan setia kawan.

Kecuali Ahn Jo Young dan Bae Mun Jeong, mereka adalah pengacara dari firma hukum berbeda yang kebetulan ada di gedung yang sama. Namun sejak penggabungan firma, mereka pun menjadi rekan kerja yang kadang harus bekerja sama.

Bagaimanakah kisah kelima pengacara ini menghadapi pekerjaan mereka?

Jawabannya tentu akan berbeda bagi setiap orang. Tapi kalau buat gw pribadi, kisah drama ini bisa membuat gw penasaran untuk menanti episode baru setiap minggunya.

Memang kalau dibandingkan drama yang memiliki tema hukum yang pernah gw tonton sebelumnya, semacam I Can Hear Your Voice atau While You Were Sleeping (yang juga dibintangi Jong Suk), drama ini bisa dibilang sangat ringan karena lebih menonjolkan tentang kehidupan para pengacara dibandingkan dengan kasus hukum yang mereka hadapi.

Hal ini bikin gw menemukan gak sedikit komentar yang bilang drama ini bikin bosan atau ngantuk. 

Lalu kalau begitu, apa kelebihan drama ini yang bikin gw tetap penasaran dan tertarik nonton?

Pertama, cerita yang ringan adalah jawabannya. Seperti yang gw bilang, Law and The City lebih menonjolkan kisah kehidupan sekelompok orang-orang yang berprofesi sebagai pengacara. Sehingga bisa dibilang, Kita sebagai penonton tidak dibuat ikut banyak mikir waktu nonton. 

Kedua, karakter yang relate. Bagi gw, menonton Law and The City seolah melihat cerminan kehidupan pekerja di kehidupan nyata. Gw yakin kalau di luar sana ada pekerja yang seperti  Joo Young yang hanya ingin bekerja dengan nyaman tanpa banyak drama, bekerja dengan sepenuh hati seperti Hee Ji, sering mengelus dada seperti Chang Won, bekerja karena uang seperti Sang Gi atau yang memang sangat menyukai pekerjaannya meski harus menghadapi banyak tantangan seperti Mun Jong.

Untuk gw sendiri bagian yang bikin merasa relate adalah waktu mereka makan bersama. Hal yang paling membuat gw merasa relate dengan adegan yang paling banyak muncul di serial ini adalah gw sadar meski suka dengan apa yang gw lakukan dan menikmati hari-hari ketika bekerja, gw tetap juga bisa merasa lelah maupun jenuh.

Dan waktu yang paling bisa dimanfaatkan untuk istirahat dan santai sejenak selain waktu ibadah adalah waktu makan bersama teman. Waktu ini bisa dibilang berharga, karena seperti di serialnya, ada kalanya Kita tidak bisa makan bersama teman karena urusan kerja, makanya waktu ini tuh berharga dan perlu dinikmati juga. Makanya bagi gw adegan inilah yang paling relate.





Point ketiga yang bikin serial ini menarik menurut gw adalah romance tipis tetapi manis yang disuguhkan. Agak beda dari kebanyakan drama yang gw tonton, Kisah Ahn Jo Yong dan Kang Hee Ji sebenarnya sudah dimulai beberapa tahun sebelum kisah utama dimulai. Hal ini bikin gw penasaran dengan apa yang terjadi pada mereka di masa lalu dan bagaimana kisah mereka akan bersemi di masa kini.

Memang, kisah percintaan mereka gak bisa dibilang banyak munculnya, tetapi sekalinya ada bikin ikut senyum-senyum sih. Bravo buat chemistry Lee Jong Suk dan Moon Ga Young.

Kesimpulannya, serial ini cocok dinikmati oleh teman-teman yang suka kisah ringan dan gak terlalu fokus ke percintaan. Buat penggemar Jong Suk (kaya gw) ini juga jadi comeback yang menyenangkan sih.

Sekali lagi, gw ingin mengucapkan ulang tahun untuk Lee Jong Suk, aktor Korea yang berhasil memikat gw dengan aktingnya sejak gw nonton Pinocchio. Semoga mas yang satu ini sehat dan bahagia selalu serta bisa dapat project yang seru dan menyenangkan terus ya.

Oke, sampai disini dulu ya tulisan gw kali ini, terima kasih buat yang sudah mampir dan baca.

Sampai ketemu di postingan selanjutnya. 


Romance is A Bonus Book : Kesan Setelah Tamat



Akhirnya satu minggu setelah salah satu pemainnya yaitu Lee Jong Suk wamil, serial Romance is A Bonus Book (buat selanjutnya akan gw sebut RIABB ya) menayangkan episode terakhirnya pada tanggal 17 Maret kemarin. 

Sebelumnya gw sudah pernah menulis tentang kesan gw setelah nonton 8 episode awal serial ini, jadi untuk tulisan kali  ini gw ingin menulis tentang kesan gw setelah menontonnya sampai selesai.

Jujur, gw agak bingung nih soal kata atau kalimat apa yang akan gw gunakan buat menggambarkan kesan gw terhadap serial ini, Dan setelah gw pikir-pikir, gemas adalah kata yang paling pas untuk menggambarkan kesan gw untuk serial ini, mau tahu alasannya?

Gemas menurut KBBI memiliki 2 arti yaitu jengkel dan sangat suka/cinta dan bisa dibilang itulah yang gw rasakan waktu nonton RIABB.

Misalnya soal cerita serial ini, menurut gw serial ini  berusaha menggambarkan kehidupan sehari-hari meski tetap dibumbui kejadian-kejadian ala drama. Pernah mengalami kesulitan mencari kerja?memendam rasa untuk waktu yang lama?bekerja bukan di bidang yang disukai?atau sebaliknya melakukan pekerjaan dengan sepenuh hati karena itulah hal yang disukai? Gw menemukan bahwa ada kejadian yang cukup mungkin bisa ditemui dalam kehidupan nyata dalam serial ini.

Karakter yang ditampilkan dalam drama ini  menurut gw bikin gemas semua karena ada kalanya mereka bikin gw pengen jitak tapi  mereka juga bisa membuat gw senyum-senyum bahkan ketawa. Jumlah karakter yang ditampilkan cukup banyak, tapi beberapa yang sering disorot adalah

-      Kang Dan Yi
Mantan copywriter yang kesulitan untuk kembali masuk ke dunia kerja setelah 7 tahun vakum bekerja. Hal yang gw suka dari Dan Yi adalah sikapnya yang ceria dan semangat juang yang tinggi.  Kadang gw suka gemas kalau dia terlalu semangat untuk orang yang menyembunyikan pengalaman kerja atau kalau Dan Yi suka gak peka sama perasaan Eun Ho tapi menurut gw,dia karakter yang sulit untuk dibenci.

-      Cha Eun Ho
Penulis, dosen, kepala editor yang memendam rasa untuk Dan Yi sejak lama. Punya banyak sisi sih, kadang dia terlihat dingin dan kalem gitu tapi ternyata bisa konyol dan sweet, bahkan terlihat childish dan suka ngomel kalau lagi cemburu tapi bisa dibilang dia ini penyayang banget sih, bikin gemas lah pokoknya ^_^, ia juga merupakan salah satu dari 5 pendiri Gyeoroo selain Kin Jae Min, Go Yu Sun, Seo Yong A dan Bong Ji Hong

-      Song Hae Rin
Asisten editor yang memendam rasa buat Eun Ho, sepintas terlihat seperti orang yang gila kerja dan emosional tapi kita bisa lihat kalau Hae Rin adalah orang yang sangat menyukai buku dan selalu ingin menampilkan yang terbaik.

-      Ji Seo Jun
Designer buku terkenal yang diincar oleh Gyeoroo, perusahaan tempat Eun Hoo bekerja. Pernah menolong Dan Yi dan menunjukkan rasa ketertarikan padanya. Tingkahnya kalau di depan Dan Yi bisa dibilang manis dan perhatian banget tapi lain kalau udah ketemu Eun Ho, debat terus mereka tapi itu yang menghibur sih hehehehhehehe. Ji Seo Jun ini mengganggap orang-orang yang bekerja di Gyeroo itu aneh, tapi gw gak akan nyalahain dia atas pemikiran itu sih, untung Ji Seo Jun gak lihat tradisi kibas coat-nya 5 pendiri Gyeoroo wkwkwkwkwkwk

-      Kim Jae Min
Presiden direktur Gyeoroo yang lebih sering terlihat konyol daripada seriusnya, ada yang bilang dia lebih terlihat seperti salesman karena mementingkan uang yang dihasilkan dari buku yang diterbitkan padahal dia hanya berpikir panjang. Orang tua tunggal dari dua orang putri, punya filosofi sendiri dalam membuat buku seperti yang disebutkan Eun Hoo bahwa beberapa buku mungkin tidak akan terjual banyak tapi mereka layak untuk dijual dan untuk membuat buku seperti itu kita harus menghasilkan banyak uang dulu dari menjual buku lain.

-      Go Yu Sun
Pemegang jabatan tertinggi kedua di Gyeoroo, sikapnya dari luar terlihat dingin, kaku dan serius yang merupakan penyeimbang dari sang presdir.Di awal cerita, tokoh ini bikin gw gemas karena gw kira bakal jadi tipe karakter antagonis gitu tapi ternyata dia punya sisi lain yang tidak diketahui semua orang.

-      Seo Yong Ah
Kepala bidang marketing, tipikal orang yang ceria dan bersemangat , dekat dengan Dan Yi dan suka memanggilnya Chingu atau teman. Tingkah lakunya kadang suka terlihat childish tapi dia terbuka pada ide dari orang lain.

-      Bong Ji Hong
Anggota bagian editorial dan juga merupakan salah satu dari 5 pendiri Gyeoroo. Di Episode awal terlihat kalau Bong Ji Hong ini seperti orang yang suka marah-marah , tapi ternyata dia adalah pria berhati lembut yang memiliki rasa simpati yang tinggi membuatnya sempat berseteru dengan presdir karena hanya mau menerbitkan buku yang dianggap bakal menguntungkan.

-      Park Hoon
Awalnya, gw pikir dia akan jadi karakter rekan kerja yang cerewet dan menyebalkan  tapi ternyata enggak juga tuh, walau kadang suka lebay tapi dia termasuk orang yang bisa memberikan masukan yang simple dan realistis misalnya kata-katanya untuk Dan Yi di hari pertama masuk Gyeoroo dan kata-katanya buat Oh Ji Yul yang suka ikut kencan buta.

-      Oh Ji Yul
Mungkin bisa dibilang, dia ini tokoh yang bikin jengkel tapi juga gak bikin benci. Oh Ji Yul ini anak orang kaya yang hidupnya tergantung banget sama mamanya bahkan dalam urusan pacaran, dia juga kelihatan ogah-ogahan dalam bekerja tapi kita bisa lihat kalau tokoh ini bakal berkembang.

Selain tokoh yang bikin gemas, RIABB ini juga menyuguhkan beragam kisah cinta mulai dari yang gagal, kisah cinta terpendam, kisah cinta antar rekan kerja, kisah cinta yang muncul tanpa diduga, kisah cinta yang diawali dengan sering bertengkar, ada beragam jenis lah pokoknya.

Kalau ada yang gw rasa kurang ditampilkan dari serial ini adalah hubungan Eun Ho dan Jae Hee, anaknya Dan Yi, memang Eun Hoo kelihatannya tidak masalah dan menerima Dan Yi apa adanya tapi bagaimana dengan Jae Heenya kan belum ditampilkan tapi secara keseluruhan gw menikmati drama ini kok apalagi OST-nya juga bagus-bagus.

Romance is A Bonus Book memang bukan tipe drama berat yang punya misteri rumit untuk dipecahkan juga karakter yang terlalu baik atau terlalu jahat. Kekuatan drama ini menurut gw memang ada di cerita dan karakter yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, siapa tahu kalau kita bisa menemukan semangat saat lelah atau jenuh dengan kegiatan kita.

Salah satu quote yang gw suka dari RIABB adalah “Kita itu seperti buku, kita menunggu seseorang untuk menemukan dan membuka kita untuk tahu apa isinya” yang menurut gw punya makna dalam. Kita gak akan pernah tahu bagus atau tidaknya sebuah buku tanpa membaca isinya, begitu juga dengan manusia yang tidak bisa kita nilai hanya dari luar sebelum mengenalnya. Buku berisi beragam kisah seperti yang dialami manusia mulai dari kisah senang , sedih, kecewa, lucu dan beragam kisah lainnya.

Jadi kisah apa yang teman-teman alami hari ini?

Gyeroo! Never slow down and keep going *sambilkibascoat

Power pose







Romance is a Bonus Book : Kesan 8 Episode awal


Setelah Encounter dan Memories of Alhambra (yang belum sempet gw tulis reviewnya) sekarang gw lagi ngikutin Romance is A Bonus Book  yang dibintangi oleh Lee Jong Suk dan  Lee Na Young.

            Romance is a Bonus Book bisa dibilang istimewa karena kabarnya  merupakan serial terakhir Lee Jong Suk sebelum menjalankan wamil dan merupakan  ajang comeback bagi Lee Na Young setelah absen 9 tahun dari layar kaca. Lalu, bercerita tentang apa sih serial ini?

            Serial ini bercerita mengenai  Kang Dan I , mantan copywriter yang setahun setelah perceraiannya masih belum bisa menemukan pekerjaan karena sudah 7 tahun vakum bekerja dan tidak memiliki tempat tinggal setelah rumahnya disita . Dan I pun diam-diam tinggal di loteng rumah Cha Eun Hoo, seorang penulis yang juga merupakan sahabat kecilnya yang tanpa sepengetahuan Dan I memendam rasa untuknya.

            Dan I akhirnya mendapatkan pekerjaan di penerbit tempat Eun Hoo bekerja setelah menyembunyikan riwayat pendidikan dan juga pekerjaan  sebelumnya. Dia juga berpura-pura tidak kenal dengan Eun Hoo dan tidak menyebutkan fakta jika dia menumpang di rumah Eun Hoo. Bagaimanakah Kang Dan I menjalani hari-harinya di kantor penerbit tersebut?

Hal yang gw rasakan setelah nonton 8 episode serial  ini adalah gw dibuat semakin penasaran setiap akhir episodenya, penulis skenarionya tahu aja bagian yang harus dipotong untuk bikin penonton gemas nih hehehehehehehehehehe

Beberapa hal yang menurut gw menarik dari serial ini adalah :

-      Menceritakan kehidupan sehari-hari, dimana setiap orang punya masalahnya sendiri-sendiri, mulai dari masalah hidup, kerjaan, percintaan  dll

-      Karakter yang loveable, sejauh ini belum ada karakter yang membuat gw emosi saat nonton hehehehehehehe

-      Kisah cinta yang bikin gemes

-      Ada unsur komedi (genrenya Rom-Com) ada aja moment lucu disaat suasana serius

-      Bisa lihat bagaimana kerja orang-orang yang ada di balik terbitnya sebuah buku

-      Selain komedi dan romance kita juga disuguhi moment yang bisa bikin terharu

-      Bagaimana rahasia akan terbongkar dan apa reaksi orang-orang setelah mengetahuinya

-      Ada quote-quote yang tampil di akhir tayangan.

Gw belum bisa nulis banyak sih, soalnya belum tahu juga bakal gimana cerita ini berjalan dan gw juga gak mau berekspektasi terlalu tinggi karena takut kecewa tapi sejauh ini menurut gw serial ini cukup menghibur kok semoga begitu terus sampai tamat ^_^

Gimana pendapat temen-temen? Ada yang sudah nonton? Atau nunggu sampai tamat dulu? boleh share di komentar loh ^_^
            

Encounter



Encounter menceritakan tentang  Cha Soo Hyun, seorang direktur hotel bernama Dong Hwa yang hidupnya tidak pernah lepas dari sorotan dan tekanan. Soo Hyun yang diperankan oleh Song Hye Gyo ini adalah putri seorang politikus yang dinikahkan dengan putra dari grup Taegyon yang mendukung sang ayah di pemilihan umum namun mereka bercerai. Meski sudah bercerai tidak membuat Soo Hyun lepas dari grup Taegyon karena dia masih harus mematuhi peraturan yang dibuat oleh mantan ibu mertuanya juga paksaan dari ibunya.

            Hidup Soo Hyun mulai berubah sejak dia pergi ke Cuba dan bertemu dengan Kim Jin Hyuk, seorang pemuda biasa  asal Korea yang sedang liburan. Jin Hyuk tidak sengaja menolong Soo Hyun waktu gadis itu hampir jatuh karena mengantuk. Jin Hyuk akhirnya menemani Soo Hyun menikmati hal-hal yang membuatnya penasaran seperti melihat matahari terbenam, minum kopi dan menonton pertunjukan salsa.

            Jin Hyuk menolak tawaran Soo Hyun yang ingin mengembalikan uang Jin Hyuk yang sudah dipakainya tanpa tahu bahwa Soo Hyun adalah calon bosnya karena sepulang dari Cuba Jin Hyuk mendapat kabar jika dirinya diterima di hotel Dong Hwa. Bagaimanakah kisah kedua orang ini?

            Menyenangkan buat ditonton, itulah kesan gw terhadap serial ini. Gw akui kalau dari segi cerita , Encounter bisa dibilang punya kisah yang sudah dihapal orang dimana dua orang yang tidak saling kenal bertemu, berpisah kemudian gak sengaja ketemu lagi dan akhirnya saling jatuh cinta lalu banyak rintangan yang akan mereka berdua hadapi untuk menguji cinta mereka.

Hal yang paling membuat gw terhibur dari serial ini adalah karakter yang ada didalamnya, Gw salut banget sama karakter Cha Soo Hyun, cewek yang bisa dibilang sering merasa tertekan dan kesepian tapi  tegar dan kuat sehingga membuatnya terlihat dingin.

            Karakter favorit gw adalah Kim Jin Hyuk karena dia punya aura yang positif banget, dia gak minder meski dari keluarga sederhana, selalu mensyukurin apa yang dia punya, sayang keluarga dan murah senyum (serius, Park Bo Gum ini sering banget umbar senyum di serial ini). Tipe karakter yang baik banget ke semua orang dan berpotensi bikin masuk zona friendzone (bener loh). Gw bisa paham kenapa Soo Hyun bisa sayang banget ama Jin Hyuk.

            Selain dua tokoh utama tersebut, karakter pendukung yang ada pun cukup menyenangkan ada sekretaris Jang yang merupakan satu-satunya sahabat Soo Hyun yang memiliki “sesuatu” dengan sahabat Jin Hyuk, lalu ada Pak Nam, mantan reporter yang sekarang berprofesi sebagai supir Soo Hyun, beliau juga merupakan sahabat dari ayah Soo Hyun. Ada juga adiknya Jin Hyuk yang ceria dan mendukung kakaknya juga ayah dan ibunya Jin Hyuk yang sederhana tapi penuh kasih sayang.

            Karakter yang bikin sebal penonton pun ada contohnya ibunya Soo Hyun dan mantan mertuanya yang suka menekan Soo Hyun dan selalu punya tak tik untuk merebut Dong Hwa dari Soo Hyun.

            Menurut gw, drama ini cocok ditonton sama yang suka dengan cerita yang ringan dan gak butuh banyak mikir, penyuka kisah romantic juga menurut gw akan terhibur dengan moment-moment sweet Soo Hyun dan Jin Hyuk ^_^

            Sampai disini dulu postingan kali ini, terima kasih buat yang sudah mampir dan baca ya
           

While You Were Sleeping Episode 24


           Seung Woon datang ke mini market dan bertemu  Myung Dae Gu, teman sekolahnya yang pernah diledek bersamanya oleh teman-teman sekolah mereka. Dae Gu bertanya pada Seung Woon apa Jae Chan bisa bertemu dengan ayahnya tapi Seung Woon berkata kalau Jae Chan sedang sibuk dengan kasus sekarang.

            Ibu Hong Joo masih merasa tidak nyaman dengan Jae Chan, beliau bahkan membereskan kursi yang biasa mereka semua gunakan untuk sarapan bersama dan bermaksud untuk membiarkan mereka semua sarapan dirumah masing-masing.

            Jae Chan kembali berdiskusi dengan seniornya. Kali ini mereka membahas mengenai Yuu Bum yang menolak hasil autopsy dan membuat mereka harus memanggil sang dokter ke persidangan. Jaksa Son menawarkan diri untuk pergi ke persidangan dan akan bertanya pada dokter tersebut.

            Jaksa Son memberikan pertanyaan kepada dokter yang makin memperjelas bahwa penyebab kematian sang pasien adalah karena cekikan dan benturan yang diterimanya tapi secara tiba-tiba Yuu Bum membalikkan keadaan dengan mengatakan bahwa semua ini adalah kesalahan dokter  yang membuat ayah dari korban emosi dan akhirnya harus keluar ruang sidang bersama Hong Joo yang juga datang ke persidangan.

            Hakim memberi kesempatan kepada jaksa untuk bicara dan apa yang Jae Chan benar-benar menyampaikan apa yang dirasakan oleh ayah dari korban. Hasil persidangan membuat Jaksa Son memeluk Jae Chan lega juga membuat Yuu Bum emosi.

            Hong Joo mengatakan pada ibunya bahwa dirinya telah salah selama ini. Hong Joo selalu menganggap dirinya adalah penyebab ayahnya meninggal juga tertembaknya Jae Chan. Tapi dia sadar itu tidak benar, semua itu akan tetap terjadi walau Hong Joo tidak ada disana. Berkat pengakuan Hong Joo tersebut, sang ibu sudah mau bersikap biasa lagi kepada Jae Chan.

            Jae Chan mengajak Hong Joo kelaut dengan meminjam mobil milik Jaksa Lee. Di  waktu yang bersamaan ayah Dae Gu diberitakan meninggal karena bunuh diri dan sepertinya akan menjadi pembuka untuk kasus baru yang akan dihadapi Jae Chan. (Bersambung)



            Komentar :

            Bagian terseru dari episode ini adalah persidangan yang maaf banget gak gw ceritain secara lengkap karena menurut gw akan lebih seru kalau ditonton sendiri, biar bisa ikutan merasa gemas ama tegang gitu hehehehehehe

            

While You Were Sleeping Episode 23


Jae Chan kembali menjadi bahan pembicaraan di kantornya karena nekat ingin melakukan autopsy dan donor organ secara bersamaan. Meski disetujui atasannya sebenarnya Jae Chan sendiri bingung kenapa dia bisa seberani itu.

          Hong Joo menemui Jae Chan karena ingin tahu pilihan yang diambil jaksa muda tersebut. Hong Joo mengatakan pada Jae Chan bahwa dalam mimpinya Jae Chan akan berhasil menangani kasus ini yang membuat Jae Chan yang tadinya kebingungan menjadi semangat kembali.

          Jaksa Lee memberitahu Jaksa Son bahwa Jae Chan sudah memberi izin proses donor. Sebelum proses dimulai Jae Chan menemui ayah korban dan berjanji akan membuktikan kesalahan si pelaku.

          Hong Joo bertemu Woo Tak yang kemudian mengantarnya ke kantor. Hong Joo mengaku kalau dia berbohong pada Jae Chan waktu mengatakan Jae Chan akan berhasil menangani kasus ini. Disaat yang bersamaan Yuu Bum bertemu dengan Moon Tae Min dan yakin kalau penulis tersebut pasti bebas karena dia dituntut atas kasus pembunuhan. 

        Dikantor kejaksaan Jae Chan dan para seniornya juga sedang berunding mengenai langkah mereka untuk menghadapi Yuu Bum yang licik. Jae Chan ingin menuntut Moon Tae Min atas kasus pembunuhan meski sudah diperingatkan oleh seniornya akan sulit.

         Saat sidang pertama digelar, Yuu Bum menolak tuntutan kasus pembunuhan atas Moon Tae Min, dia juga menolak kesaksian anak tk yang ditolong Woo Tak dan meminta supaya anak itu didatangkan dipersidangan.

          Hong Joo mengetahui bahwa ibunya sengaja menyembunyikan cincin yang diberikan oleh Jae Chan. Saat Hong Joo menanyakan alasannya, ibunya menjawab bahwa beliau tidak ingin melihat Hong Joo sedih seperti saat ayahnya meninggal. Tanpa disadari oleh Hong Joo dan ibunya, percakapan mereka didengar Jae Chan yang kembali untuk mengambil Handphonenya.

          Pada sidang berikutnya, Jae Chan kesulitan meminta keterangan dari Lim Sae Young, anak tk yang diselamatkan Woo Tak. Ditambah kata-kata Yuu Bum yang menekan bocah itu makin membuatnya tidak mau bicara. Tapi Jae Chan masih punya cara untuk membuatnya mau bicara, berbekal hal yang diajarkan dan diberitahu oleh Woo Tak, Jae Chan berhasil membuat Lim Sae Young mengatakan hal yang dilihatnya engan jujur tanpa perasaan terpaksa. (Bersambung)

          Komentar :


          Diepisode ini, kita tahu alasan ibu Hong Joo berubah sikap pada Jae Chan. Bagian favorit gw adalah saat Jae Chan melaksanakan apa yang diajarkan Woo Tak untuk membuat Lim Se Young bicara, jujur gw gak terlalu tahu soal hukum dan tata cara persidangan jadi gw gak tahu kalau di dunia nyata tindakan begini tuh dibolehin atau enggak. Daripada gw banyak spoiler lebih baik teman-teman coba tonton sendiri ya ^_^

While You Were Sleeping Episode 22


Jae Chan yang tidak tenang akan keadaan kantor, akhirnya memutuskan untuk masuk meskipun awalnya ingin pergi ke laut bersama Hong Joo. Di saat yang bersamaan Moon Tae Min mengejar anak TK yang melihat perbuatannya. Anak  itu berlari karena takut tapi untung diselamatkan oleh Woo Tak.

            Sesuai cerita Hong Joo, Jae Chan langsung mendapat tugas untuk melakukan pemeriksaan dan menandatangani izin bagi pasien Dead brain agar bisa melakukan donor. Jae Chan memutuskan untuk mendatangi pasien tersebut terlebih dahulu untuk memeriksa lebih lanjut. Woo Tak menghubungi Jae Chan dan menceritakan mengenai Moon Tae Min juga anak kecil yang merupakan saksi.

            Setelah melihat keadaan pasien, Jae Chan memutuskan untuk melakukan autopsy yang berarti menunda pendonoran organ tubuh. Tanpa Jae Chan ketahui, anak dari Jaksa Son merupakan salah satu orang yang membutuhkan donor tersebut.

            Saat Jae Chan mendiskusikan keinginannya untuk melakukan autopsi dengan para seniornya, Jaksa Lee menentang dan bersikeras bahwa sebaiknya mereka melakukan transplatasi tapi Jaksa Son menyetujui dilaksanakannya autopsy meski terlihat sedih karena artinya anaknyalah yang akan jadi korban.

            Setelah diskusi tersebut Jaksa Lee sempat marah pada Jaksa Song karena menyetujui usul Jae Chan tapi alasan Jaksa Song yang memikirkan perasaan orang tua sang korban membuat Jaksa Lee terdiam. Tanpa sepengetahuan kedua orang tersebut, Jae Chan masih berdiskusi dengan atasannya agar proses autopsy dan donor bisa berjalan. Atasannya setuju sekaligus menantang Jae Chan untuk dapat membuktikan kebenaran (Bersambung)

            Komentar :


            Moment yang menurut gw keren diepisode ini adalah ketika Jaksa Son mengungkapkan alasan kenapa dia setuju dengan Jae Chan pada Jaksa Lee. Menurut gw itu adalah pilihan yang susah banget buat Jaksa Song tapi dia masih mau mengingat perasaan orang lain. Duh lebih baik adegan ini ditonton sendiri deh biar lebih berkesan ya.

While You Were Sleeping Episode 21


Malam hari, saat sedang menyetir, Yuu Beum dihubungi oleh seseorang yang tidak dikenalnya.Orang tersebut meminta untu bertemu dengan Yuu Bum saat itu juga. Yuu Bum pun menolak hal tersebut namun berubah pikiran saat tahu yang ingin menemuinya adalah seorang penulis yang bernama Moon Tae Min.

Saat sudah bertemu di kantor Yuu Bum, Moon Tae Min berkata bahwa dia akan menulis novel baru dan butuh berkonsultasi dengan pengacara. Setelah mendengar cerita Moon Tae Min mengenai tokoh utama dalam cerita tersebut, Yuu Bum dapat menebak bahwa yang diceritakan adalah kisah Moon Tae Min sendiri.

Selama Moon Tae Min bercerita ,kita disuguhi adegan yang menunjukkan acara peluncuran buku, dimana tiba-tiba ada seorang pemuda yang mengatakan dirinya adalah salah seorang murid  Moon Tae Min  yang ingin menunjukkan kenyataan mengenai gurunya itu. Awalnya video menunjukkan keakraban sang penulis dengan murid-muridnya kemudian dia menceritakan mengenai perbuatan jahat Moon Tae Min kepada muridnya yang selalu menggunakan tesis sebagai ancamannya. Pemuda tersebut kemudian dibawa oleh pihak keamanan.

Pemuda tersebut kemudian dihajar oleh Moon Tae Min kemudian dicekik dan didorong ke pintu lift. Saat Yuu Bum bertanya apakah ada saksi yang melihat kejadian tersebut, Moon Tae Min hanya berkata dia menemukan topi anak kecil tapi tidak yakin kalau anak tersebut menyaksikan perbuatannya atau tidak. Sementara sang pemuda dinyatakan dalam kondisi brain dead. Mengetahui situasi dan kenyataan yang terjadi, Yuu Bum berkata bahwa masih ada kemungkinan Moon Tae Min bebas jika mereka bekerja sama.

Hong Joo dan Woo Tak menjemput Jae Chan yang akan keluar dari rumah sakit. Woo Tak dan Seung Woo heran karena Jae Chan dan Hong Joo bicara menggunakan bahasa informal. Sebelum pulang Jae Chan bertemu lagi dengan anak kecil yang tahu tentang hukum yang dia tidak tahu identitas sebenarnya dan mencoba pamer profesinya. Setelah bicara dengan Jae Chan, anak tersebut pingsan, dan dokter mengatakan bahwa dia butuh donor.

Woo Tak mengantarkan Hong Joo, Jae Chan dan Seung Woon sampai rumah dan bertanya pada Jae Chan apakah dia akan menginap di rumah Hong Joo seperti dirinya dulu. Meski dicegah Seung Woon, Jae Chan akhirnya menginap di rumah Hong Joo hanya saja yang tidak diduga adalah reaksi dari ibunya Hong Joo. Ibu Hong Joo yang biasanya ramah bersikap dingin pada Jae Chan.

Di rumah sakit, ayah dari pemuda, diberi tahu oleh dokter kalau anaknya mendaftar untuk mendonorkan bagian tubuhnya. Sang ayah memutuskan proses donor akan dilaksanakan lusa bertepatan dengan ulang tahun sang pemuda. Jaksa Son diberitahu bahwa kemungkinan putranya bisa mendapat donor dari pasien brain dead tersebut.

Woo Tak  dan Hong Joo sama-sama bermimpi buruk tentang Jae Chan dimana dia gagal menangani kasus Moon Tae Min dan membuat 7 orang pasien meninggal sampai akhirnya mundur menjadi jaksa. Saat bertemu, Hong Joo meminta kepada Woo Tak agar tidak memberi tahu Jae Chan mengenai mimpi yang mereka lihat karena Hong Joo akan membuat Jae Chan menghindari kejadian tersebut tanpa sadar bahwa yang bersangkutan mendengar pembicaraan mereka.

Hong Joo memutuskan untuk tidak masuk kerja dan mengajak Jae Chan pergi jalan-jalan. Mereka pun menghabiskan waktu bersama, saat Hong Joo berkata ingin pergi ke laut esok harinya, Jae Chan berkata jika dirinya akan kembali bekerja ketika Hong Joo memintanya untuk tidak masuk Jae Chan menanyakan alasannya.

Dalam mimpinya Hong Joo melihat kalau saat masuk kantor Jae Chan harus membuat pilihan yang rumit yang melibatkan pasien brain dead  dan 7 orang yang membutuhkan donor dari pasien tersebut, dimana jika Jae Chan memutuskan melakukan autopsi atas pasien tersebut maka 7 orang akan kehilangan nyawa tapi jika dia tidak melakukannya pelaku akan bebas. Jae Chan memutuskan akan mengikuti saran Hong Joo untuk melarikan diri.

Episode ini ditutup dengan Woo Tak yang sedang mengawasi Yuu Bum dan Moon Tae Min.

Komentar :

Oke, kita sekarang memasuki kasus baru yang bisa dibilang cukup rumit dimana korban sudah dalam posisi tidak sadar sementara saksi yang melihat kejadian kemungkinan besar adalah anak kecil. Kasus ini kemungkinan juga mempengaruhi hubungan Jae Chan dengan Seniornya yaitu jaksa Son yang membutuhkan donor tersebut untuk anaknya.

Kita juga sedikit dapat petunjuk lagi soal sepak terjang kelicikan Yuu Bum lewat perbincangan Seung Woon dan temannya.

Coba tebak benarkah Jae Chan akan melarikan diri?



While You Were Sleeping Episode 20


Episode ini dibuka oleh kelakuan konyol Jae Chan yang salah mengenali Hyang Mi, salah satu staff dikantornya sebagai Hong Joo yang tentu saja bikin kedua gadis itu kesal.

            Hong Joo menemani Jae Chan jalan-jalan dan berkata bahwa dia tidak menginagt tentang Jae Chan dan juga tidak menjenguk Jae Chan saat masih di ICU, membuat Jae Chan sedih dan kecewa.

            Keesokan harinya, Jae Chan ingin menemui Yoo Ho Man tapi tidak dipercaya oleh polisi yang menjaganya ditambah kata-kata anak Jaksa Son yang makin membuat Jae Chan terlihat tidak menyakinkan.

            Jaksa Lee yang ingin menjenguk Jae Chan, tidak sengaja bertemu jaksa Son juga mengetahui tentang anaknya. Jaksa Son meminta Jaksa Lee untuk merahasiakannya dari teman-teman mereka di kantor.

            Saat makan siang, Jae Chan bertanya kepada Hong Joo kenapa membohonginya dengan bilang kalau tidak pernah datang ke ICU. Jae Chan tahu karena suster memberinya anting Hong Joo yang jatuh disana. Hong Joo berkata bahwa Jae Chan adalah orang yang bersamanya di hari tersedih dalam hidupnya dan yang membuatnya merasa menyesal.

            Jae Chan kembali mendatangi Yoo Man Hoo dan berkat pembicaraannya dengan Hong Joo, Jae Chan merubah rencana awalnya yang ingin memberi tahu hasil penyelidikannya pada Yoo Man Ho menjadi memberitahu seberapa baik anaknya dari hasil penyelidikannya yang membuat Jae Chan berpikir tidak mungkin akan ada orang yang memiliki niat untuk membunuhnya dan mengerti bahwa apa yang dilakukan Yoo Man Hoo adalah akibat dari rasa marah dan terkejut akibat kepergian putri yang amat disayanginya.

            Episode ini ditutup dengan pengakuan rasa dari Jae Chan dan Hong Joo yang memutuskan untuk tidak takut menghadapi segalanya.

            Komentar :
Maaf kalau pendek, soalnya memang episode 19-20 ini belum memasuki kasus baru jadi masih penyelesaian dari beberapa masalah yang ada.

Moment keren episode ini menurut gw adalah waktu Jae Chan bicara pada Yoo Man Hoo, Jae Chan yang awalnya ingin menemuinya berdasarkan kemarahan akhirnya malah membuat amarah Yoo Man Hoo reda.

Gw suka kata-kata Hong Joo yang bilang kalau  dia menyesali hari dimana kemarahannya membuat dia sempet hampir berpikir kalau Jae Chan lebih baik tenggelam bersama polisi. Disitu gw sadar bahwa ada tindakan buruk yang disebabkan oleh amarah yang tidak bisa dikendalikan yang kalau dituruti malah akan membuat pelakunya menyesal di kemudian hari. Jadi sebaiknya kita jangan sampai terbakar amarah ya *mengingatkandirisendiri ^_^


 Siap-siap untuk kasus baru ^_^

While You Were Sleeping Episode 19


Masih lanjutan dari peristiwa penembakan Jae Chan, Hong Joo meminta seniornya Woo Tak yang kebetulan melintas untuk mengejar mobil dari orang yang menembak Jae Chan yaitu ayah dari Yoo Su Kyung. Selain Jae Chan, Ayah Yoo Su Kyung ternyata mengincar orang lain untuk dicelakai yang tidak lain adalah Woo Tak dan Do Ha Yong, untungnya mereka berhasil diselamatkan oleh kedatangan polisi yang tepat waktu.

            Jae Chan dibawa ke rumah sakit dan ditangani dengan ditemani Hong Joo yang menangis dengan tangan yang penuh oleh darah.Berita tentang penembakan Jae Chan disiarkan di televisi dan dilihat oleh ibu Hong Joo dan Yuu Beum. Seung Woon, Hong Joo dan Woo Tak ada di rumah sakit menunggu proses operasi Jae Chan yang sudah berlangsung selama 4 jam. Hong Joo berusaha menenangkan Seung Woon. Tapi pertahanan Hong Joo runtuh saat melihat ibunya, didepan sang ibu, Hong Joo menangis dan merasa bersalah karena tidak bisa mengubah apa yang dilihatnya, Hong Joo pingsan setelah mendengar kabar soal Jae Chan.

            Hong Joo terbangun dari tidurnya dan ingin segera melihat Jae Chan tapi dicegah ibunya yang memaksanya untuk sarapan terlebih dahulu. Saat itu ibu Hong Joo memberikan kotak yang ingin diserahkan Jae Chan, dan akhirnya Hong Joo pun tahu bahwa anak laki-laki yang pernah ditemuinya adalah Jae Chan.

            Jae Chan sadar setela operasinya dan menemukan Hong Joo didepannya. Momen megharuka Jae Chan dan Hong Joo tersebut seketika berubah menjadi kocak karena orang yang diajak bicara Jae Chan ternyata adalah bosnya yang tidak dikenali oleh Jae Chan akibat efek pasca operasi.

            Adegan pun menunjukkan anak kecil yang paham tentang polisi dan dunia hukum yang merupakan anak dari jaksa Song, juga laki-laki yang tangannya terluka yang sepertinya akan menjadi petunjuk cerita berikutnya.

            Woo Tak dan Yuu Bum datang ke kantor kejaksaan untuk menghadiri pemeriksaan bersama jaksa Shin mengenai tertembaknya Jae Chan. Pemeriksaan berjalan cukup a lot karena sikap Yuu Bum yang menyebalkan dan malah memojokkan Woo Tak dan Jae Chan.

            Episode ini diakhiri dengan Hong Joo yang bingung apakah akan menemui Jae Chan atau tidak.

Komentar:
Kita belum tahu penyelesaian dari kasus penembakan Jae Chan karena Yoo Ho Man sang pelaku ternyata juga sakit dan dirawat di tempat yang sama dengan Jae Chan tapi kita udah dapat beberapa petunjuk soal tokoh-tokoh yang bakal meramaikan konflik berikutnya.


Asli, kesel banget Yuu Bum yang gak ngerasa bersalah sudah memancing amarahnya Yoo Ho Man, bener kayak apa yang dibilang sama jaksa Son, bahwa meski yang menembak itu Yoo Ho Man tapi sepertinya yang bersalah itu Lee Yuu Bum.      

while You Were Sleeping Episode 18


Berdasarkan hasil pemeriksaan dengan pengurus rumah Yoo Su Kyung, Jae Chan menemukan kemungkinan bahwa motif darah yang ada di lantai rumah Yoo Su Kyung dibuat oleh robot vacuum. Untuk membuktikan hak tersebut Jae Chan dan Tuan Choi kembali mendatangi apartemen Yoo Su Kyung dan menurut penjaga, ada anak kecil yang menemukan robot tersebut. Tapi karena sudah lewat beberapa hari, robot tersebut sudah dibawa ke tempat pembungan sampah.

Jae Chan pun memutuskan untuk mencari robot tersebut diantara tumpukan sampah yang membuat Tuan Choi protes karena hari ini beliau sedang menggunakan sepatu barunya. Belum lama mencari, Jae Chan bertemu dengan Hong Joo, Woo Tak dan seniornya yang ternyata memiliki tujuan yang sama dengannya. Begitu tahu apa yang dilakukan Hong Joo, Jae Chan langsung memeluknya sebagai rasa terima kasihnya. Akhirnya robot tersebut berhasil ditemukan oleh seniornya Hong Joo.

Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya darah Yoo Su Kyung di mesin tersebut, Jae Chan pun senang dan bermaksud menyerahkan laporannya pada atasannya. Tepat saat itu, Jaksa Shin, memanggilnya dan menyarankannya untuk tetap memvonis bersalah pada Do Hak Yong demi menjaga nama baik kejaksaan dari reporter. Di Saat yang bersamaan, Hong dan seniornya juga berusaha menyakinkan atasan mereka untuk memberitakan pembebasan Do Hak Yong. Atasan Hong Joo menolak karena tidak ingin stasiun tv mereka dipandang buruk oleh masyarakat.

Kata-kata Jaksa Shin, membuat Jae Chan merenung sesaat dan teringat kenangan masa kecilnya saat dia bertemu dengan bocah yang membantunya menyelamatkan paman polisi. Berkat bocah itu, paman polisi yang ingin bunuh diri menjadi lebih tenang. Bocah itu pun pergi tanpa pamit dan hanya meninggalkan surat pada Jae Chan dengan nama chesnut.

Ingatan itu membuat tekat Jae Chan yakin untuk menyerahkan keputusannya. Sementara itu, Hong Joo juga berhasil menyakinkan atasannya untuk mengklarifikasi berita Do Hak Yong.

Sesuai permintaan Woo Tak, Hong Joo mewawancarai Do Hak Yong setelah kebebasannya. Hal ini membuat banyak orang yang berkumpul di depan kantor kejaksaan pun membubarkan diri. Dua orang yang tidak puas dengan hal ini adalah Yuu Beum dan ayah Yoo Su Kyung.

Kata-kata Hong Joo dalam liputannya mengingatkan Jae Chan pada sosok chesnut yang ditemuinya saat kecil. Setelah memastikan pada ibunya Hong Joo, Jae Chan pun makin yakin dan membeli sebuah cincin, lalu mengajak Hong Joo bertemu. Setelah memastikan posisi Do Hak Yong yang dicurigainya akan melukai Jae Chan seperti dalam mimpinya sedang bersama Woo Tak, Hong Joo menerima ajakan Jae Chan.

Saat sedang menunggu giliran untuk menyeberang jalan, ayah Yoo Su Kyung menembak Jae Chan (Bersambung)

Komentar :

Ternyata tidak selamanya kejadian di mimpi dapat dirubah. Kalau menurut petunjuk dari sorotan kamera, orang yang akan menusuk Jae Chan adalah salah satu penggemar Yoo Su Kyung tapi ternyata setelah itu berubah Jae Chan malah tertembak.


Copyright 2009 Blue Dolphin. All rights reserved.
Free WPThemes presented by Leather luggage, Las Vegas Travel coded by EZwpthemes.
Bloggerized by Miss Dothy