Fairy Tail 100 Year Quest


 


Hola, minna-San , apa kabar semuanya? Semoga sehat dan bahagia selalu ya.


Kali ini, gw ingin membahas tentang satu judul anime yang belakangan ini sangat menarik perhatian gw, yaitu Fairy Tail 100 Year Quest.


Kalau ada yang berpikir judul ini memiliki hubungan dengan anime Fairy Tail yang pernah tayang dulu, yup, selamat, teman-teman tidak salah. Fairy Tail 100 year quest memang merupakan lanjutan dari anime Fairy Tail yang pernah ditayangkan tahun 2009 lalu.


Fairy Tail sendiri adalah salah satu judul yang masuk dalam ranking 10 besar judul anime dan manga favorit gw (mungkin kapan-kapan akan gw buat daftarnya ya?) sehingga gw tentu tidak  bisa menolak perasaan gembira, antusias dan penasaran sewaktu mendengar kalau cerita kelanjutannya akan dibuat menjadi anime juga.


Kalau boleh jujur, gw sama sekali belum membaca manga dari Fairy Tail 100 Year Quest sebelum menonton animenya. Jadilah gw nonton animenya tanpa mikir macam-macam soal cerita, cuma ingin melepas rindu sama gilanya team Natsu, terutama Gray yang jadi karakter favorit gw di serial ini.


Tapi supaya tidak termakan rasa penasaran terlalu besar, gw berencana untuk menumpuk episode dulu sampai jadi banyak baru nonton, ternyata gw cuma kuat menahan rasa sampai mereka berjalan 9 episode karena setelahnya gw langsung coba nonton episode 1 dan gak bisa berhenti.


Jadi sebenarnya bercerita tentang apa sih Fairy tail 100 Year quest ini?


Ceritanya sendiri melanjutkan dari ending serial anime sebelumnya dimana Team Natsu yang terdiri dari Natsu, Happy, Lucy, Gray dan Erza mengambil job yang tergolong sebagai 100 year quest yang sebelumnya gagal diselesaikan oleh Gildarts.


Misinya sendiri adalah untuk menyegel 5 dewa naga ( God Dragon) yang masing-masing memiliki kekuatan luar biasa berdasarkan permintaan seorang penyihir yang menganggap kalau para naga tersebut berbahaya bagi kehidupan manusia.


Tugas ini tidaklah mudah, sebab, selain setiap kekuatan yang dimiliki setiap naga,  muncul juga guild pemakan naga yang juga mengincar naga-naga tersebut untuk urusan yang berbeda.


Berhasilkah Natsu dan teman-temannya menyelesaikan misi tersebut? Teman-teman bisa ikuti kisahnya di Chanel Muse Youtube dan juga manganya yang masih on going.


Seru, bikin penasaran dan menyenangkan untuk diikuti. Itulah kesan gw setelah mencoba menikmati cerita Fairy Tail 100 Year Quest ini.


Meski bekerja sama dengan orang lain untuk menggambar manga-nya, Mashima Hiro tetap menulis ceritanya. Sehingga, bisa dibilang kalau feel atau vibe khas dari Fairy Tail tetap tergambarkan dengan baik.


Fairy Tail 100 year quest ini gw anggap seru karena membuat gw bisa lihat adegan pertarungan gila-gilaan yang menarik. Musuh yang mereka hadapi adalah naga, makhluk yang diceritakan menjadi legenda sekaligus ditakuti manusia.


Tentu pertarungan yang melibatkan mereka tidak bisa terlihat main-main, bisa dilihat di pertarungan melawan acnologia di seri sebelumnya.


Perbedaan yang mencolok dari seri sebelumnya yang bikin gw suka dan bilang seru adalah pertarungan ini lebih fokus di tim Natsu plus orang lain yang sedang memiliki hubungan dengan arc tersebut.


Jujur, sebagai penonton Fairy Tail, gw merasa kalau konsep tarung secara keroyokan baik itu satu guild Fairy Tail maupun yang kolaborasi dengan guild lain agak terlalu berulang-ulang. Sementara di seri ini, yang ambil besar dalam pertarungan utama sudah pasti tim Natsu yang terkadang ditambah karakter lain yang berhubungan, gw harap hal ini akan berlanjut supaya tidak membuat bosan.


Ceritanya juga bikin penasaran karena meskipun berurusan dengan naga, tugas tim Natsu bukanlah bertarung melainkan mengunci, dan menurut penjelasan Lucy, makna dari mengunci ini ada beberapa macam sehingga gw jadi ingin tahu, makna mengunci seperti apa yang perlu mereka lakukan setiap bertemu naga.


Fairy Tail selalu menyenangkan untuk diikuti bagi gw karena adanya humor yang menghiasi petualangan mereka. Terkadang, humor bisa muncul tiba-tiba di suasana yang serius tetapi gak terasa menyebalkan.


Asli, ternyata humor Fairy Tail masih masuk di gw dan beberapa kali membuat gw tertawa.


Tapi soal humor ini, sedikit bikin dilema juga sih sebenarnya karena terkadang hadir lewat jalur fanservice yang sepertinya memang sudah jadi salah satu ciri khas Mashima Hiro.


Memang, adanya fanservice dalam sebuah manga atau anime adalah hal yang umum terjadi, tetapi bagi gw, kadang bisa membuat berpikir ‘’haruskah adegan itu dimunculkan?’’ begitu. Jadi mungkin bagi teman-teman yang mau nonton harap perhatikan hal ini ya, pastikan usia teman-teman atau teman yang diajak nonton (kalau ada) sudah berusia yang cukup ya.


Setelah menonton animenya sampai episode yang sudah rilis, gw pun rutin membaca manganya yang ternyata sudah sangat jauh ceritanya. Tapi sejauh ini sih, gw merasa makin seru, semoga tidak kehilangan feel ceritanya sampai tamat.


Kesimpulannya sih sejauh yang sudah gw baca dan tonton, manga dan anime Fairy Tail 100 Year Quest ini cukup asyik kok untuk diikuti, cocok bagi yang menggemari kisah fantasi terutama tentang sihir dan petualangan. Ditambah dengan adanya  action dan komedi yang makin menambah warna ceritanya. 


Bagi penggemar Fairy Tail yang dulu memang mengikuti kisah ini (kaya gw) kisah ini sangat mengobati kerinduan, apalagi kalau sudah berhubungan dengan team Natsu maka hanya satu kata ‘’rusuh’’ yang akan terjadi, jadi bisa dibayangkan kalau cerita ini pasti bakal hebih terus wkwkwkwkwkwk.


Oke segitu dulu kesan gw tentang Fairy Tail 100 Year Quest, terima kasih sudah mampir dan baca.


Sampai ketemu lagi di postingan berikutnya.



Nissy -Slave


Hola, Minna-san, apa kabar ? Semoga sehat dan bahagia selalu ya.


Kali ini gw ingin menuliskan tentang kejutan yang gw dan penggemar Nissy dapatkan hari ini. 


Jadi,hari ini merupakan hari ulang tahun Nissy (yeay, omedetou gozaimasu) tapi lucunya, malah penggemarnya yang dapat kejutan karena NISSY MERILIS LAGU BARU! 


Yup, tanpa hint, aba-aba, teaser, tidak ada angin tidak ada hujan (sempet sih beberapa hari lalu) Nissy secara tiba-tiba merilis sebuah lagu berjudul Slave.




Seolah kejutan rilis lagu belum cukup, Nissy juga merilis video di chanel YouTube miliknya yang gak kalah bikin gw tercengang dimana ada video proses rekaman lagu Slave yang ternyata di direct oleh Taka dari One Ok Rock. 


Jadi karena kondisi Nissy yang sedang kambuh asmanya ditambah ada semacam polip di tenggorokan, Ia bingung bagaimana harus membawakan lagu ini dan akhirnya dibantu oleh Taka yang selain sesama musisi juga merupakan teman baiknya.


Huh, tarik napas dulu ya, oke lanjut. 


Setelah nonton proses rekamannya, tentu gw pun langsung coba dengar lagunya dong.


Dan lagi-lagi, gw pun dibuat terkejut saudara-saudara, karena lagunya yang sangat berbeda dari apa yang pernah dirilis Nissy selama ini.


Ya, gw tahu gw sering menulis itu setiap Nissy merilis lagu. Tapi yang kali ini benar-benar bikin gw tercengang.


Musiknya sendiri bisa dibilang keras,sampai gw mikir jangan-jangan Nissy lagi kesal atau marah waktu membuat lagu ini 😆😆😆. 


Kalau dibandingkan dengan Get You Back maupun Trippin yang juga sama-sama lagu bertipe keras pun, lagu ini masih terasa berbeda. Sebab, Get You Back dan Trippin masih memiliki unsur dance yang kental.


Slave ini apa ya?membuat gw mendapat kesan kalau ini adalah lagu milik grup band rock, alih alih lagu dari seorang solois, apa  cara nyanyi yang di direct oleh Taka ikut memberi pengaruh ya? 😆😆😆.



Kalau gw belum nonton video rekaman Slave sebelum dengar lagunya, gw mungkin akan mengira kalau Nissy tengah berkolaborasi dengan One Ok Rock atau Taka.



Tapi setelah lihat yang terlibat dalam pembuatan musik dan lirik, gw gak menemukan nama Taka, hanya ada nama Kudo Taiki dari Da-ice dan Hiromi yang gw tahu sering kerja bareng Nissy untuk membuat lirik, dan nama orang asing di bagian musik yang gw gak tahu.


Jadi memang porsi Taka disini adalah membantu Nissy di proses rekamannya saja ternyata.



Mengenai lirik lagunya, ada hal menarik yang gw temukan. Di video proses rekaman, Taka bilang kalau liriknya sangat Nissy yang bikin Nissy langsung tertawa ngakak.


Nissy pun bilang kalau ini pertama kalinya Ia menulis lirik seperti ini dan dia bisa menuliskannya karena sudah sepuluh tahun berkarir (sebagai solois). 


Taka pun bilang kalau lirik,suara maupun musiknya bakal memberikan kesan yang kuat di hati.


Gak salah sih, gw sendiri masih merasa tercengang kalau dengar lagu ini, saking gak seperti karya Nissy wkwkwkwkwk.


Liriknya tuh apa ya?  terasa seperti sebuah tantangan atau jawaban kepada seseorang (atau kondisi?) yang selama ini mengekang seseorang hingga terasa seperti diperbudak. 


Gw gak tahu  dan gak berani menebak apakah ini merupakan perasaan Nissy tentang kondisinya, mengingat Ia pernah bilang kalau kurang suka menuliskan kisah dirinya menjadi lagu. 



Kesimpulannya, lagu ini membuat gw sangat terkejut karena terasa begitu berbeda dari apa yang Nissy sajikan tapi tetap membuat gw merasa tertarik untuk mendengarkannya.



Okelah, gw cukupkan dulu ya review soal lagu Slave, nanti kalau ada tambahan akan gw tulis lagi.


Terima kasih sudah mampir dan baca postingan ini. Sampai ketemu lagi di postingan berikutnya.



Buat Nissy sekali lagi selamat ulang tahun, semoga sehat dan bahagia selalu, semoga dome tournya bisa berjalan lancar dan sukses sejak awal sampai selesai, semoga mampir ke Indonesia dan selamat atas rilis lagu barunya.


Terima kasih banget sudah memberikan kejutan buat kita-kita pendengarnya.



Nonton Happy Flight di JFF Theater



Sulit untuk diakses sering menjadi alasan utama bagi orang-orang untuk menyerah menikmati konten hiburan asal negeri Sakura.


Tapi untungnya situasi mulai berubah , karena sekarang, Kita sudah bisa mendapat kemudahan untuk menikmatinya secara perlahan.


Misal, mulai banyak anime yang bisa ditonton di Youtube dan platform legal lain serta mulai banyak penyanyi Jepang yang memasukkan diskografinya di platform musik.



Nah, ada platform baru lagi nih yang waktu itu diumumkan JF alias Japan Foundation. Mereka membuat pengumuman kalau mulai bulan Agustus ini, telah dibuka website JFF theater yang memungkinkan Kita untuk menikmati konten hiburan Jepang.


Sebagai permulaan, baru ada 2 film yang bisa ditonton dalam waktu terbatas. Tapi nantinya, kontennya kabarnya akan ditambah. 


Film yang gw tonton adalah Happy Flight yang dibintangi oleh Ayase Haruka, sosok yang harusnya sudah tidak asing lagi bagi teman-teman yang hobi nonton film atau dorama Jepang.



Happy Flight menceritakan tentang apa yang terjadi dalam sebuah proses penerbangan, khususnya penerbangan ke luar negeri dimana sebuah pesawat asal Jepang akan terbang ke Honolulu.


Disini diperlihatkan bahwa untuk satu kali penerbangan, perlu banyak persiapan dan kerjasama dari berbagai pihak. Misalnya, pesawat harus dicek terlebih dahulu dan diperbaiki jika memang diperlukan. Waktu perbaikannya pun perlu diperhitungkan karena akan mempengaruhi jam terbang pesawat, kemudian dibutuhkan juga informasi dari kantor pengamat cuaca, pilot, pramugari sampai orang yang bertugas untuk menghalau burung yang ada di jalur yang dilewati pesawat.


Kalau boleh jujur, film ini tidak menawarkan konflik besar yang spektakuler, sebaliknya, film ini justru menghadirkan sebuah kisah sederhana tentang proses penerbangan dengan drama yang mungkin terjadi di dalamnya.


Bagi sebagian orang, model cerita seperti ini bisa saja membuat bosan bahkan mengantuk. Tetapi kalau teman-teman adalah orang yang suka mencari informasi baru serta suka drama ringan terutama yang membahas tentang suatu pekerjaan, maka film ini adalah tontonan yang tepat.


Karena itu, jangan sampai kelewatan filmnya di JFF theater ya, teman-teman. Tinggal bikin akun sudah langsung bisa nonton kok, jangan lupa cek jadwal putar filmnya ya.


Okelah sampai disini dulu ya postingan kali ini, terima kasih sudah mampir dan baca.


Sampai ketemu di postingan berikutnya.

Blue Lock Movie -Episode Nagi-








 Hola Mina-san, apa kabar semuanya? Semoga di tengah situasi yang membuat tegang dan banyak berpikir ini, Kita semua selalu sehat dan tetap punya semangat buat melakukan berbagai kegiatan ya.


Kali ini, gw ingin membahas tentang satu buah film yang sempat gw tonton lagi di masa awal penayangannya di bioskop yaitu Blue Lock Movie: Episode Nagi, yang sebenarnya tulisannya sudah gw siapkan dari dua minggu lalu, gak jauh dari waktu aslinya gw nonton. Tapi ternyata baru sempat gw post sekarang tulisannya, huhuhu maaf banget ya. Tapi lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali kan? 


Okelah Kita mulai saja pembahasannya, hajimemasyou.


Film ini merupakan spin off dari serial anime Blue Lock yang sempat heboh dan jadi bahan pembicaraan tahun lalu. Sesuai judulnya, tokoh yang menjadi pusat cerita adalah Nagi Shireishiro, yang diceritakan merupakan seorang jenius dalam bermain bola dalam menemukan apakah arti sepak bola bagi dirinya.


Film diawali dengan pengenalan terhadap karakter Nagi, remaja SMA yang sangat malas bahkan sampai dalam taraf tidak punya semangat hidup. Hal yang disukainya adalah bermain game dan rebahan. Melakukan kedua hal tersebut seumur hidup merupakan cita-citanya. (ckckckck jangan ditiru ya teman-teman 😂😂)


Kehidupan Nagi kemudian berubah ketika Reo Mikage tidak sengaja menabraknya yang tengah bermain game. Demi menangkap Hp-nya yang terlempar dari pegangan, Si mageran Nagi, tiba-tiba bisa bergerak dengan sangat lincah hingga mencuri perhatian Reo, yang kemudian menganggap kalau Nagi adalah seorang jenius.


Singkat cerita, Reo berusaha membujuk Nagi untuk main bola bersamanya. Bukan hal mudah tentu saja, mengingat betapa malasnya bocah bernama Nagi ini untuk melakukan kegiatan selain bermain game dan rebahan.


Tapi meski begitu, Reo bisa membuat Nagi terkesan karena menunjukkan sikap yang berbeda dengan kebanyakan orang disekitarnya, yaitu tidak sebal dengan magernya.


Akhirnya, Nagi pun mau mengikuti ajakan Reo dan mereka berdua pun menjadi duo jenius bola yang tak terkalahkan.


Kemudian, pada suatu hari keduanya mendapatkan surat undangan dari asosiasi sepak bola.


Ketika datang, mereka bisa bertemu dengan berbagai murid SMA pecinta bola yang memiliki beragam karakter dengan satu kesamaan yang selalu membuat Nagi bertanya-tanya yaitu sikap berapi-api dalam bermain bola.


Ternyata mereka dipanggil untuk mengikuti program bernama Blue Lock yang digadangkan sebagai program untuk mencari striker terbaik yang nantinya bisa memperkuat Jepang di ajang piala dunia.


Sudah bisa ditebak, Nagi menolak mengikuti program tersebut karena baginya sangat merepotkan dan menyiksa. Tapi akhirnya, Nagi pun bersedia ikut setelah mengajukan syarat yang langsung disanggupi Reo.


Berhasilkah duo jenius ini menjadi pemain bola terbaik di dunia? Silakan temukan jawabannya di bioskop terdekat 😆😆😆


Disclaimer dulu nih ya, sesuai yang pernah gw tulis waktu gw bahas tentang Stormy, gw sama sekali belum pernah membaca manga maupun menonton anime Blue Lock sebelumnya.


Sehingga bisa dibilang kalau modal gw untuk nonton film ini adalah rasa penasaran yang muncul karena dengar OST-nya.


Jadi apa yang gw tulis merupakan murni kesan yang muncul setelah nonton filmnya saja.



Walau bisa dibilang gak tahu apa-apa soal Blue Lock sebelumnya, gw sama sekali gak merasa rugi kok menonton film ini. Sebaliknya, Gw malah menemukan beberapa hal menarik.


Misalnya membahas soal ego. Gw memang jarang mengikuti serial yang mengambil tema olahraga, tetapi dari beberapa yang pernah gw lihat, hampir semuanya menggambarkan kalau seorang pemain harus membuang egonya dan bekerja sama dengan member lain demi kemenangan tim.


Sementara disini, setiap pemain justru diminta untuk menunjukkan egonya. Sebenarnya wajar sih mengingat mereka masih dalam tahap kompetisi yang pastinya penuh persaingan. Tapi jujur, gw sedikit kaget dengan itu.


Meski gw sadar kalau ego yang dimaksud disini mungkin lebih ke alasan kuat yang membuat mereka berjuang. Ibaratnya walau nanti harus lawan sahabat baik, kalau memang niat jadi pemenang ya harus maju tanpa melihat siapa yang dilawan.


Hal lain yang patut jadi sorotan dari film ini adalah hubungan dua tokoh utama yaitu Nagi dan Reo yang bisa dibilang cukup dramatis.


Sejujurnya, gw sudah sempat mendapatkan gambaran bagaimana hubungan mereka ketika mendengar Stormy, hanya saja gak terbayang kalau bakal sedramatis itu di filmnya.


Sayangnya, bagian Reo membujuk Nagi dan berlatih bersama tidak ditunjukkan lebih lama sehingga kebersamaan mereka sebagai duo jenius bola sedikit terasa agak tiba-tiba.


Hal lain yang menarik perhatian gw dari film ini adalah efek yang muncul ketika mereka sedang bertanding. Gw tahu kalau ada beberapa anime yang membuat efek ketika teknik dalam suatu olahraga muncul tuh…apa ya bahasanya? Mencolok? Wow? Berlebihan? sehingga sedikit terlihat lucu di mata gw.


Jangan salah paham ya teman-teman, gw gak menganggap hal ini buruk kok, justru menarik, karena gw yakin di dunia nyata, kita gak bakal melihat orang yang ketika mau menendang bola tuh tiba-tiba tubuhnya mengeluarkan energi ala-ala tokoh utama shonen hendak bertarung. 


Dibanding beberapa anime olahraga yang pernah gw tonton yang mempertontonkan hal serupa, Blue Lock termasuk yang cukup wow efeknya. Untuk sesaat, gw sempet lupa kalau yang gw tonton film tentang sepak bola biasa, bukan yang mengandung unsur fantasi 😆😆


Terakhir, hal yang membuat film ini menarik bagi gw adalah Stormy. Yup, seperti yang gw sebutkan sebelumnya, lagu inilah yang membuat gw penasaran untuk menonton filmnya.





Memang faktor penyanyinya adalah Nissy juga berpengaruh, tetapi hal yang bikin gw penasaran sama filmnya adalah lirik dan MV lagu Stormy itu sendiri.





Soalnya, waktu gw mendengar dan menonton MV Stormy, gw menangkap kesan keren dan dramatis yang bikin gw kepo serta nekat nonton meski sebelumnya gak tahu apa-apa soal Blue Lock.


Hasilnya bagi gw, sama sekali tidak mengecewakan. Sekarang gw jadi tahu bagian di MV yang Nissy bilang memang berhubungan dengan Blue Lock dan minta penonton untuk menebaknya


Lirik paling jleb menurut gw sih bagian 


Mendokusai boku ni furetekurete mezametan da

Me ga samete doko ni ikou to

Shitta koto janai ze osuki ni douzo

Kimi no inai mirai e iku

Boku no wagamama wo yurushite

Uso to uragiri suki ni sureba ii

Okuridase nai kedo hikitomenai

Kotae ga hoshii

Ina, katachi ga hoshii

Sakibashiru kibou

Ushinau zankokusa wo shiru

Kono kizu ga itsuka kasabuta ni naru koro

Bokura meiro no naka mata meguriaou


I was a hassle, but you touched me and woke me up.

Awake or not, wherever you go from here,

That's none of my business, do what you want.

I'm heading for the future you're not in.

I know I'm selfish, forgive me.

Lies and betrayal, just suit yourself.

I can't send you off, but I won't stop you.

I need an answer.

No, I need something tangible.

Impatient hopes.

Now I know the cruelty of losing.

By the time this scar forms a scab,

We will meet again inside the maze.


Lirik ini merupakan part favorit gw karena dibawakan seperti orang ngobrol dan menurut gw itu keren banget. Dan ternyata setelah nonton filmnya, bagian itu memang jleb banget sih karena memang paling menggambarkan Nagi dan Reo.


Sekarang gw paham dan setuju sama akun di twitter yang menulis kalau lagu ini benar-benar bisa menggambarkan filmnya,bahkan Nissy jadi terlihat mewakili Nagi dan Sky-Hi mewakili Reo.


Kesimpulannya, film Blue Lock -Episode Nagi- ini cukup bisa menghibur gw yang bisa dibilang tidak tahu apa-apa soal Blue Lock sebelumnya.


Tapi, gw juga mau jujur kalau filmnya belum bisa membuat gw merasa sampai penasaran buat menonton serialnya.


Meskipun begitu, seperti yang sudah gw tulis juga, gw sama sekali gak merasa rugi kok, justru terhibur apalagi langsung merasa dapat bonus menyenangkan karena bisa mendengar suara Nissy di bioskop tanah air 😆😆.


Film ini gw rasa sih akan cocok untuk teman-teman yang memang tertarik dengan cerita olahraga atau slice of life gitu. Oh juga untuk teman-teman perempuan yang suka karakter cowok keren, mata bisa jadi akan merasa termanjakan disini, soalnya gambarnya bagus-bagus, tinggal pilih yang sesuai selera hehehehehehe.


Okelah sekian dulu ya postingan kali ini, terima kasih buat yang sudah mampir dan baca.


Sampai jumpa di postingan berikutnya ya.


Silakan tuliskan komentar teman-teman soal filmnya ya ^_^








 


Doraemon Movie : Nobita no Sky Utopia


 


Menonton Doraemon akan selalu jadi kegiatan yang menyenangkan bagi gw. Meskipun gw gak tahu apakah serialnya masih diputar di TV atau tidak, gw masih suka menikmati filmnya.


Dan kali ini, gw pengen nulis tentang kesan gw setelah nonton film Doraemon yang berjudul Nobita no Utopia.


Film diawali dengan cerita Dekisugi tentang sebuah tempat yang bernama Utopia yang dipercaya sebagai tempat yang sempurna dan menyenangkan.


Cerita tersebut tentu saja membangkitkan keinginan Nobita untuk mencari Utopia, meskipun tidak mendapat sambutan baik dari Doraemon yang malah membuat mereka berdua jadi bertengkar.


Tapi, setelah secara tidak sengaja Nobita melihat sesuatu yang dia yakini sebagai Utopia, Doraemon pun setuju untuk mencarinya. Seperti biasa, ada Shizuka, Giant dan Suneo juga bersama mereka.


Kelimanya pun akhirnya tahu kalau yang dilihat Nobita adalah Paradapia yang dipercaya sebagai tempat untuk orang-orang baik dan sempurna. Mereka bahkan bisa belajar untuk menjadi manusia tersebut (yang ternyata tetap tidak mudah bagi Nobita)


Disana, mereka dipandu oleh Sonya, robot kucing yang juga kepercayaan dari tiga pemimpin Paradapia.


Semakin lama mereka disana terjadi banyak perubahan, Giant sudah tidak kasar bahkan Suneo juga tidak iseng lagi, tetapi hal itu justru membuat Nobita yang satu-satunya tidak mengalami perubahan merasa tidak tenang karena merasa ada yang aneh tapi tidak tahu apa.


Ternyata, perubahan tersebut bukannya tanpa agenda tersembunyi dibaliknya dan kenyataanya Paradapia bukanlah tempat seperti yang mereka bayangkan sehingga mau tidak mau Nobita dan Doraemon harus berusaha keras untuk menolong semua orang yang ada disana, berhasilkah mereka?


Tentu saja, jawabannya akan lebih seru kalau teman-teman menontonnya sendiri 😆😆😆😆


Kesan gw terhadap film ini adalah memiliki pesan yang cukup dalam dan relate dengan manusia masa kini.


Di masa ini, semua dituntut untuk menjadi serba cepat dan sempurna sampai membuat manusia terkadang lupa dengan dirinya sendiri. Tentu, perubahan ke arah yang lebih baik diperlukan tetapi bukan berarti harus menjadi sempurna.


Lagipula kalau dipikir-pikir, tidak akan ada manusia yang sempurna. Contohnya ya, Doraemon dan teman-temannya ini. Ada Doraemon yang punya alat serba bisa tapi saat diperlukan alatnya kadang malah rusak, Nobita yang selalu malas tapi hatinya baik, Suneo yang suka songong tapi mau memuji Nobita kalau Ia sedang melakukan hal yang bagus, Giant yang suka kasar tapi setia kawan dan Shizuka yang pintar dan baik hati tapi kadang keras kepala dan selalu ingat mandi dimanapun berada.


Bayangkan kalau mereka sama semua sifatnya, Kita mungkin tidak akan menikmati Doraemon seperti yang sekarang Kita lakukan (cielah bahasa Gw)  


Tapi sekali lagi, jangan sampai lupa untuk terus berusaha menjadi orang yang lebih baik. Bisa gawat juga kalau sifat malas Nobita atau galaknya Giant ini terbawa terus sampai dewasa wkwkwkwkwk.


Kesimpulannya sih, film ini cocok untuk dinikmati segala usia. Malah yang dewasa pun gw rasa bisa memberikan pengertian soal menjadi sempurna dan memperbaiki diri ini supaya tidak menjadi sebuah kesalahpahaman nantinya.


Memang Doraemon ini mantap banget soal pesan di setiap filmnya.


Supaya gak jadi spoiler, gw cukupkan dulu ya postingan kali ini sampai disini dulu. Terima kasih buat yang sudah mampir dan baca.


Sampai jumpa lagi di postingan berikutnya


Detective Conan Movie : The Million Dollar Pentagram




Pada suatu malam di masa zaman perang , tepatnya di Hakodate, Hokkaido,  ada seorang pemuda yang menerima sebuah pedang. Tiba-tiba, Ia diserang sekelompok orang dan akhirnya terjadilah adu pedang penuh darah.


Bertahun-tahun kemudian di lokasi yang sama, terlihat anak buah Inspektur Nakamori tampak melakukan persiapan untuk "menyambut" datangnya Kaito Kid yang sudah mengirimkan pemberitahuan akan datang untuk mencuri harta karun berupa pedang yang muncul di awal film.


Bersama mereka, terlihat juga Conan dan Kogoro yang ikut memantau proses karena Conan adalah seorang Kid Killer. 


Kemudian di waktu yang berbarengan, terlihat juga sosok yang bisa kita tebak adalah Kaito Kid yang telah menyamar ,tengah berusaha untuk masuk ke lokasi yang dijaga ketat tersebut.


Usaha Kid untuk masuk hampir berhasil sampai ada sosok tak terduga menebak penyamarannya.


Siapakah sosok yang menghentikan Kid?Apakah Kid akan berhasil melaksanakan misinya kali ini? Atau justru Conan akan menggagalkan dan menangkapnya? Lalu, dimana Heiji muncul? 


Jawabannya bisa teman-teman temukan sendiri di bioskop kesayangan, kaburrrrrr 😂😂😂😂😂




Menonton film Detective Conan di bioskop merupakan salah satu kegiatan yang gw tunggu setiap tahunnya.


Masa penantian ini kadang menyiksa dan bikin gelisah serta gundah gulana (sorry agak lebay) dikarenakan rasa antusias dan penasaran yang muncul karena tahu filmnya sudah beredar duluan di Jepang, apalagi kalau filmnya memasang tokoh favorit sebagai tokoh utama.


Gw pernah merasakan hal tersebut waktu menanti film Bride of Halloween tayang 2 tahun lalu.


Nah, setelah Bride of Halloween,ternyata movie tahun ini, Million Dollars of Pentagram, juga bisa membuat gw merasakan hal yang sama.


Alasannya tidak lain tidak bukan adalah dihadirkannya dua karakter favorit gw, Kaito Kid dan Hattori Heiji sebagai tokoh utamanya.


Gw sudah dibuat heboh dan penasaran sejak melihat hint film ini di bagian credit title film tahun lalu. Tentu antusias banget buat nonton dong dan pastinya ingin gw bagi kesan gw setelah nonton disini.


Okelah, Mari langsung Kita bahas sebelum  gw malah jadi nulis random berkepanjangan 🤭🤭.


Gw gak menuliskan sinopsis lebih banyak karena takut mengarah ke spoiler yang bisa jadi akan merusak kesenangan teman-teman untuk nonton. Karena setiap scenenya, gw rasa bisa memberikan kejutan yang menyenangkan.


Jadi langsung masuk ke kesan gw terhadap filmnya aja ya, yaitu Menyenangkan untuk ditonton.


Yup itulah kesan gw terhadap film ini.


Bagaimana gw gak senang kalau tokoh yang muncul adalah favorit gw, langsung dua-duanya.


Memang, ini bukan pertama kali Heiji dan Kid muncul dalam satu film. Tetapi gw rasa ini adalah pertama kalinya mereka punya suatu kejadian yang menghubungkan mereka secara langsung, sehingga interaksi yang terjadi diantara mereka pun lebih menarik.


Maksudnya, Heiji tidak pernah secara langsung berambisi untuk menangkap Kid, selain untuk membantu Conan (dan menegakkan keadilan tentunya)


Kid pun rasanya tidak pernah mencuri sesuatu yang berhubungan dengan Heiji. Sehingga bisa dibilang keduanya tidak punya urusan apapun secara langsung.


Tapi, situasi berubah sejak episode dimana Heiji hampir mencium Kazuha yang ternyata adalah Kid yang menyamar.


 Bisa dibilang, Heiji jadi sebel dan dendam sama Kid serta berambisi untuk menangkapnya.


Bisa dibayangkan kan hebohnya Heiji yang meski cerdas tapi  emosional itu menghadapi Kid yang meski elegan suka iseng ? 


Tapi, jualan utama film ini tentu bukan cuma kemunculan keduanya.


Meski ketegangannya berkurang jika dibandingkan film tahun lalu, menurut gw film ini justru kembali mencoba memperkuat elemen misteri lewat perburuan pedang yang penuh teka-teki.


Jujur, buat gw agak sulit memahami teka-teki yang ada di film ini, karena berhubungan dengan pedang yang gw sendiri kurang paham.


Namun hal itu sama sekali tidak mengurangi rasa suka gw sama film ini kok 😍😍😍.


Point lain yang menarik perhatian gw disini adalah pembagian porsi. Sepertinya, beberapa tahun ini, film Conan memiliki ambisi untuk menghadirkan tokoh sebanyak mungkin dalam satu film.


Hal ini sebenarnya bisa jadi point kelebihan sih, mengingat fans dari karakter yang muncul tentu saja akan menonton demi karakter kesukaannya sehingga kemungkinan film ditonton oleh lebih banyak orang tentu juga tinggi.


Tapi di satu sisi, hal ini juga menimbulkan kekhawatiran yaitu masalah durasi kemunculan karakter yang takutnya tidak seimbang sehingga ada karakter yang hanya akan terasa sebagai tempelan semata tanpa tujuan. 


Million Dollars of Pentagram menurut gw masih termasuk asyik dalam hal pembagian porsi. Hanya saja, gw sedikit sulit mengingat nama karakter baru di film ini selain Hijiri yang sukses bikin Heiji blingsatan 🤣🤣🤣🤣.


Bagi teman-teman yang menunggu adegan action spektakuler ala Conan juga tidak perlu khawatir. Sebab, meski gw sebut memperkuat misteri, adegan actionnya tidak hilang kok, malah Kita juga akan disuguhi adegan action pedang yang tidak selalu ada dalam movie Conan.


Penggemar Heiji, siap-siap lihat dia beraksi ya 😍😍😍.


Oh, satu hal yang gw gak boleh lupa bahas adalah twist yang dihadirkan film ini. Gw pikir, twist yang sudah sempat membuat heboh jagat maya ketika filmnya tayang di Jepang dulu, tidak akan bikin gw terkejut lagi. 


Tapi ternyata, gw malah dibuat tidak bisa berkata-kata oleh twist film ini, benar-benar ya, ups tahan-tahan bagian ini jangan sampai spoiler.



Kesimpulannya sih, film ini bagi gw menghibur dan menyenangkan untuk ditonton, banget malah. Selain ada Kid dan Heiji, cerita dan karakter yang disuguhkan memang menghibur.


Hanya saja, bagi orang yang tidak terlalu mengikuti karya Aoyama Gosho selain Conan, bisa jadi bingung dengan kemunculan tokoh dari seri lain. Tapi menurut gw hal itu tidak akan terlalu jadi ganjalan sih. 


Oh iya, satu point lagi, film ini bikin pengen ke Hokkaido gara-gara banyak menunjukkan banyak tempat bagus disana.


Okelah sekian dulu postingan kali ini. Terima kasih sudah mampir dan baca.


Sampai ketemu di postingan berikutnya.


PS: bagi yang sudah nonton filmnya, boleh banget berbagi kesannya disini.


Bagi yang belum tapi ingin nonton, silakan sempatkan waktu dan siapkan diri untuk tersihir pesona karakter dari Aoyama Gosho ya.


Shinjitsu wa itsumo hitotsu.





Nissy- Soushiyouka





Hola, Minna-san, Apa kabar? Semoga sehat dan bahagia selalu ya.


Hari ini adalah hari yang istimewa buat Nissy dan penggemar Nissy (seperti gw) 


Apa itu? 


Jadi tanggal 6 Agustus itu adalah hari debut Nissy sebagai penyanyi solo lewat lagu Doushiyouka. Yeay Omedetou Gozaimasu.


Sebagai orang yang suka karya Nissy, tentu gw gak mau melewatkan kesempatan ini untuk ikut meramaikan dong, karena itulah gw ingin menulis tentang Nissy. Dan… pas banget Nissy merilis lagu baru di hari istimewa ini.


Yup, untuk hari anniversarynya ini, Nissy merilis lagu baru berjudul Soushiyouka. Hm…pemilihan judul yang menarik ya, 11 tahun lalu, Ia debut lewat lagu berjudul Doushiyouka, dan hari ini Ia merayakan anniversary ke-11 lewat lagu bertajuk Soushiyouka.


Lagu ini adalah lagu kedua yang dirilis Nissy tahun ini setelah Stormy di bulan April lalu. Sesungguhnya, gw gak expect kalau Nissy bakal rilis lagu. Soalnya, beberapa bulan lalu, ia mengabarkan kalau harus melakukan perawatan karena kondisi tenggorokan yang membuatnya harus benar-benar jaga suara sampai dia skip insta live untuk naptime.


Tapi untungnya dia sudah mulai update kalau sedang rekaman bahkan akan menggelar tur Dome lagi dan ditengah kesibukan itu, tiba-tiba mengumumkan bakal rilis lagu adalah kejutan yang manis buat gw sebagai penggemarnya dong.


Arigatou Gozaimasu Nissy-san, suki desuuuu


Kesan gw terhadap lagu ini adalah segar dan unik. Lagunya sendiri bisa dibilang upbeat dan punya nuansa ceria khas musim panas gitu. Ketika mendengar lagu ini, gw langsung merasa kalau lagu ini cocok jadi ost dorama romcom atau slice of life ringan( serius jadi penasaran dengan MV-nya)


Hal yang menurut gw unik dari lagu ini adalah musiknya yang bisa membuat  gw merasa ada nuansa musik yang mirip-mirip enggak dengan Doushiyouka, hanya di beberapa bagian sih karena lagunya jelas beda , tapi rasanya kayak ada bagian dari Doushiyouka yang masuk ke lagu ini, apa hal ini disengaja? Soalnya cover lagunya juga merupakan versi upgrade dari foto pertama Nissy dulu, Keren juga sih kalau misalnya benar konsep ini disengaja .


Adakah yang merasakan hal sama? Silakan komentarnya ya.


Kesimpulannya sih, Nissy sekali lagi menyuguhkan lagu yang berbeda dan tetap bisa membuat telinga gw menikmatinya. Arigatou gozaimasu Nissy-San, sekali lagi, selamat untuk 11 tahun karir menyanyinya, semoga sehat dan bahagia selalu dan selalu bisa menghasilkan entertainer yang menghibur di tahun-tahun berikutnya. Semoga hatinya tergerak untuk tampil di luar Jepang ya dan mampir ke Indonesia tentunya Amin.


Sekian dulu postingan gw kali ini, terima kasih banyak ya sudah mampir dan baca tulisan ini.


Sampai ketemu lagi di postingan berikutnya.



Copyright 2009 Blue Dolphin. All rights reserved.
Free WPThemes presented by Leather luggage, Las Vegas Travel coded by EZwpthemes.
Bloggerized by Miss Dothy