Avatar : The Last Airbender Live Action



 Avatar: The Legend of Aang merupakan salah satu serial kartun di tv yang berhasil membuat gw demam.


Menonton mereka waktu itu bikin gw ikut mengkhayal akan jadi bender apa ya gw kalau kemampuan tersebut benar-benar ada didunia nyata. 


Karena itulah, gw penasaran banget ketika tahu kalau seri kartun tersebut akan dibuat menjadi versi live action.


Seperti biasa, sebelum nonton, perasaan gw jadi campur aduk dulu. Soalnya di satu sisi, penasaran banget sama versi live dari kartun yang dulu suka ditonton. 


  Tapi di satu sisi lagi, takut juga kalau hasilnya zonk, secara live action biasanya menghadirkan berbagai perubahan untuk menyesuaikan dengan durasi dan lain-lain kan. 


Tapi ya namanya sudah terlanjur penasaran, gw pun tetap menontonnya dan akhirnya memutuskan untuk berbagi kesan disini. 


Jadi, seperti apakah kesan gw setelah menonton Avatar versi live action ini? 


Tidak sempurna tetapi tetap membuat gw senang menontonnya

 itulah kesan gw terhadap serial ini. Meskipun sudah lama tidak menonton versi kartunnya, gw masih ingat ada beberapa hal yang berbeda dari serial ini waktu nonton dan beberapa agak gw sayangkan sih.

Tapi, gw harus sadar kalau memang gak mudah buat merangkum serial yang punya jumlah episode hampir 20 (atau lebih ya? Maaf lupa)  menjadi 8 episode saja. 

Karena itulah,Gw gak akan menuliskan apa saja perbedaan antara versi ini dengan versi kartun dulu. Selain karena gw yakin sudah banyak yang melakukannya, gw sudah bilang kalau gw sudah lama gak nonton versi kartunnya sehingga gak ingat detail bagian apa muncul di season berapa.

Jadi kali ini, gw ingin menuliskan beberapa hal yang menurut gw menarik tentang serial ini.

  • Adegan action dan bending

Hal pertama yang gw suka dari serial ini adalah adegan action dan bendingnya yang menurut gw keren.

Gw suka banget adegan setiap bender mengeluarkan tekniknya mulai dari Aang,Zuko, Bumi dan terutama Katara.

Pengendalian air memang favorit gw di seri animasinya dulu dan gw gak kecewa dengan tampilannya disini terlihat cantik tapi kuat.

Adegan bertarung yang gw suka itu ada di pulau Kyoshi, team avatar menyusup ke kapal negara api , Katara melawan Zuko dan Katara melawan Guru Pakku.

  • Casting yang berbeda tapi bisa memberikan feel

Hm…ngomongin masalah casting memang gw akui bisa memicu perdebatan. Soalnya gak sedikit yang mengatakan kalau casting ini termasuk miss cast atau salah pilih peran, meskipun banyak juga yang tidak mempermasalahkan hal itu. 

Memang harus diakui pemilihan casting ini ada yang sangat berbeda dari kartunnya. Tapi menurut gw ada beberapa yang tetap "dapat" feelnya.


Casting yang menurut gw sangat pas adalah Zuko, gak tahu kenapa, melihat kegelisahan dan kemarahan dia, gw bisa membayangkan Zuko yang ada di kartun, bisa dibilang dua versi ini keren dengan cara mereka sendiri. Padahal memerankan Zuko ini beban banget menurut gw secara dia adalah karakter yang kompleks dan punya twist yang mantap. Jempol buat Dallas Liu.


Casting yang menurut gw pas juga adalah Aang, meskipun kalau dibandingkan kartunnya agak kurang tengil tapi ceria dan jiwa anak-anaknya si Aang ini tetap keluar menurut gw.


Katara mungkin juga terlihat berbeda dari di kartun karena terlihat lebih lembut tetapi dia tetap terlihat sebagai orang yang gigih dan karena semangat buat belajar mengendalikan air.


Untuk Sokka, memang harus diakui kalau dia tidak sekomikal yang ada di kartun, tapi menurut gw, pemeran Sokka ini punya gayanya sendiri dalam memerankan Sokka yang walau kadang terlihat menyebalkan dengan segala komentarnya sebenarnya baik dan perhatian.


Casting yang menurut gw dapet banget juga adalah paman Iroh, bijak dan santainya beliau dalam menghadapi Zuko yang emosional itu benar-benar mengingatkan gw sama paman Iroh versi kartun.


Casting yang bikin heboh waktu itu adalah Suki karena secara visual cantik banget. Dan…gw setuju dengan itu, asli gw yang cewek aja bisa mengakui kalau pemeran Suki ini cantik pake banget apalagi cowok-cowok wkwkwkwkwkwk 


Tapi Suki ini gak cuma cantik, dia juga jago berantem secara merupakan salah satu pasukan Kyoshi dan gw suka gaya berantemnya yang gemulai tapi mematikan.


Casting yang banyak diprotes orang setahu gw adalah geng Azula. Untuk Azulanya sendiri harus gw akui kurang terlihat atau mungkin lebih tepatnya kurang terasa vibe "crazynya" dan lebih terlihat seperti anak nakal saja. Tapi menurut gw secara mimik wajah pemerannya sudah cukup menunjukkan wajah yang mengintimidasi. Mungkin dia akan terlihat lebih "Azula" di season berikutnya? Kita lihat saja nanti.


Gw mengerti kalau banyak yang kecewa dengan casting Mai yang kalau di kartun terlihat anggun tapi gloomy sementara di versi livenya ini justru terlihat imut. Tapi karena porsi kemunculannya perasaan gw tidak banyak jadi bagi gw tidak terlalu terasa gimana-gimana, penasaran juga sih bagaimana gaya tarung Mai dan Ty-Lee bakal diadaptasi ke versi live ini.


  • Perubahan Cerita 

Seperti yang gw sebutkan sebelumnya, sebuah versi live action terutama yang dibuat lebih pendek episodenya daripada versi kartunnya bisa mengubah cerita untuk menyesuaikan dengan durasi.

Bagi gw sendiri hal ini sebenarnya mixed feeling jadi benar-benar tergantung dari bagaimana perubahan itu dilakukan.

Beberapa yang gw ingat adalah diperlihatkannya pembantaian terhadap pengembara udara, kemunculan Azula yang lebih cepat, Katara dan Sokka yang melewati goa (Aslinya bersama Aang) Aang yang belum belajar pengendalian air dan Aang yang tidak protes waktu Katara dilarang belajar pengendalian air di suku air utara.

Dari semuanya, dua terakhir ini sih yang agak gw sayangkan, soalnya judul buku 1 kan water, tapi Aang malah belum belajar pengendalian air atau mungkin dia akan belajar dari Katara? Ini juga perlu Kita tunggu jawabannya. Gw juga menyayangkan Aang yang malah setuju waktu Katara gak boleh bertarung, padahal dia bisa kerjasama dengan baik sama Katara kenapa malah gak mau belajar bareng? Bagian itu sih yang bikin gw agak gemas sama si Aang yang memang menggemaskan ini 😆😆😆😆

Kesimpulannya, serial live action ini bisa membuat gw bernostalgia dan kembali berkhayal seandainya gw adalah seorang bender. Favorit gw tetap katara dengan pengendalian airnya, gw harap adegan ia bertarung bakal lebih banyak (maafkan penggemar banyak maunya ini)

Karena itulah gw bilang kalau serial ini memang tidak sempurna tapi gw masih enjoy menontonnya, bagaimana dengan teman-teman?

Okelah karena takut terlalu panjang dan spoiler, gw sudahi dulu kesan gw tentang avatar live action kali ini.

Terima kasih sudah mampir dan baca.

Sampai ketemu di postingan selanjutnya.







Drama Taiwan Favorit


 Sebelum drama Korea populer, ada drama Taiwan yang merajai pertelevisian kita di awal tahun 2000-an.


Semua berawal dari ketika negara api…eh salah itu avatar ya, wkwkwkwwkwkwk 


Maaf kalau bercandanya garing, oke mari kita kembali fokus.


Jadi semua itu seinget gw diawali dengan meledaknya serial drama Meteor Garden yang melambungkan grup F4.


Gw sendiri kurang mengikuti Meteor Garden dan baru mulai nyemplung di dunia drama Taiwan ini karena Love Storm yang dibintangi Vic Zhou, si pemeran Hua Ce Lei di Meteor Garden. 


Nah kemarin di postingan tentang playlist gw sempat menyinggung sedikit soal lagu lama yang kangen gw dengerin salah satu diantaranya merupakan OST drama Taiwan.


Gw jadi dapat ide buat membuat tulisan tentang drama Taiwan apa saja yang gw pernah gw tonton dan jadi favorit.


Buat yang gak masuk di list ini, gak berarti dramanya gak bagus ya. Mungkin gw belum nonton atau sudah nonton tapi kurang masuk selera.


Baiklah, langsung kita mulai saja nostalgia kita.



  • The Prince Who Change To The Frog

Kalau bicara tentang drama Taiwan favorit, maka drama yang satu ini harus banget masuk daftar versi gw.


Ya, The Prince Who Change To The Frog atau judul aslinya Wang Zi Bian Qing Wa merupakan drama Taiwan yang masih jadi favorit gw sampai saat ini.


Dibintangi Ming Dao dan Chen Qiao En, drama inilah yang dulu mampu menggeser Meteor Garden sebagai drama dengan rating tertinggi meski akhirnya sekarang sudah tergeser.


Tapi di hati gw drama ini tetap favorit. Padahal kalau dipikir-pikir, drama ini agak aneh dan gak masuk akal, tapi entah kenapa akting para pemainnya membuat gw bisa menerima semua keanehan itu wkwkwkwwkwk 


Dari drama ini juga lah gw kesengsem berat sama Ming Dao dan chemistry yang dia punya dengan Chen Qiao En, favorit banget deh sama mereka berdua pokoknya.


Bagi gw, drama ini lengkap isinya ada moment dramatis, nyebelin, lucu sampai sweet yang bikin senyum.


OSTnya juga enak-enak, sayangnya gak ada di platform digital, padahal gw sempat menemukan, tapi entah kenapa jadi gak ada.




  • Mars 

Drama favorit gw yang lain adalah Mars yang dibintangi oleh Vic Zhou dan Barbie Hsu yang sempat promosi ke Indonesia juga waktu itu.


Serial ini merupakan adaptasi dari manga Jepang yang bisa dibilang menjadi pengubah image Vic Zhou yang terkenal cool dan kalem itu. 


Soalnya di Mars, doi tampil sebagai Ling, cowok pembalap yang tengil tapi punya masa lalu kelam yang jatuh cinta pada Qi Luo, cewek pendiam yang suka melukis dan  punya masa lalu yang gak kalah kelamnya.


Untuk ukuran drama Taiwan yang umumnya ringan bahkan banyak unsur komedi, Mars bisa dibilang sangat berbeda karena terbilang dark dan punya cerita yang cukup kompleks karena berkaitan dengan kondisi psikologis, romancenya juga kental bahkan seinget gw dulu di tv banyak disensor.


Artinya, drama ini memang kurang cocok ditonton oleh anak-anak atau teman-teman yang belum masuk usia dewasa.


Jadi, kalau teman-teman yang sudah cukup umur tertarik untuk coba nonton drama ini , perhatikan baik-baik point ini ya.






-Magician of Love 


Setelah kesengsem dengan sosok Ming Dao di serial The Prince Who Change To The Frog, gw pun otomatis mengikuti serial doi yang lain. 


Dan tontonan gw selanjutnya adalah Magician of Love.


Kalau di serial sebelumnya, Ming Dao berperan jadi pengusaha hotel kaya yang hilang ingatan, kali ini ia berperan jadi penata rambut yang berseteru dengan anak dari tukang cukur yang tidak terima dengan salon barunya. 


Bisa ditebak, perseteruan itu akan berujung jadi kisah cinta yang cukup kompleks tapi menarik. Bagi gw sendiri, drama ini belum bisa menandingi The Prince Who Change To The Frog, tapi tetap saja bikin penasaran buat mengikuti setiap episodenya.

Sekali lagi, gw juga suka dengan OST dari drama ini.



  • Love Storm

Drama ini berkesan bagi gw karena merupakan drama Taiwan pertama yang bikin gw penasaran untuk mengikutinya. Berkisah tentang Zhao Jia Le, putri tunggal dari orang kaya yang jatuh cinta pada Lu Ying Feng, pemuda cool misterius yang menyelamatkannya.

Premis itulah yang paling bikin penasaran secara Jia Le ini awalnya terlihat centil banget dengan gaya bicara imut plus segala perkakas pink yang selalu ia kenakan. Dia juga getol banget ngejar Ying Feng yang malah selalu tampak sebal kalau Jia Le ada di dekatnya.

Jujur, drama ini memang tidak sempurna dan punya bagian yang sedikit bikin gw bosan di bagian menjelang akhir, tapi tetap saja ada juga bagian yang bikin gw jatuh hati yaitu Vic Zhou dan lagu openingnya.

Ya, banyak orang kesengsem Vic Zhou di Meteor Garden, tapi kalau gw justru ketinggalan dan baru kena pesona doi disini.Aktingnya sebagai cowok cool yang diam-diam penyayang ini memang rentan bikin terpesona sih wkwkwkwkwkwk.

Gw juga suka banget sama lagu openingnya yang dinyanyikan oleh Vivian Hsu si pemeran Jia Le. Sekedar info, beliau ini memang penyanyi yang juga jago nulis lirik, termasuk lagu in yang liriknya sebagian diambil dari karakter Jia Le.



  • Twins 100% Senorita

Sebelum kenal Qiao En di The prince Who Change to The Frog, gw sudah lebih dulu nonton aktingnya di serial Twins 100% Senorita yang dimainkannya bareng Wallace Huo dan Penny Lin.

Kisahnya bisa dibilang unik nih karena mengisahkan saudara kembar yang terpisah dimana salah satunya dioperasi wajahnya sehingga berubah. Artinya meskipun kembar, wajah mereka tidaklah sama. 

Drama ini seru banget sih sekaligus bikin geregetan. Secara empat tokoh utamanya bisa banget bikin hanyut, kadang mau dukung tapi sebel juga wkwkwkwkwkwk



  • Love At The Dolphin Bay 

Serial drama yang cukup sering diputar ulang di TV. Gw sendiri nonton dalam beberapa tahap karena gak pernah bisa nonton full dari awal sampai akhir.

Jujur, gw sedikit lupa detail ceritanya, tapi yang gw ingat adalah Tian Bian, gadis yang sedang berjuang menjadi penyanyi ini ternyata bertemu kembali dengan teman masa kecilnya di panti asuhan dan akhirnya terjadilah kisah cinta segi tiga dengan produsernya( atau manager?) yang diperankan oleh Wallace Huo.

Asli, gw sedikit kecewa karena di endingnya, couplenya bukanlah yang gw harapkan (siapa itu?) tapi tetap, menurut gw drama ini termasuk ke dalam salah satu drama yang sulit gw lupakan.

Drama ini juga menjadi perkenalan dengan Angela Zhang yang akhirnya menjadi salah satu penyanyi favorit gw.


  • Ying Ye 3 Jia 1

Satu lagi drama dari Ming Dao yang kembali dibintanginya bersama Chen Qiao En yang gw suka yaitu Ying Ye 3 Jia 1 atau dalam bahasa Inggrisnya disebut Best Pals. Jadi disini, mereka berperan sebagai anak sekolah yang sudah bersahabat sejak kecil bersama dua orang lainnya.

Jujur, gw gak nyangka kalau Ming Dao yang waktu itu hampir masuk usia 30an masih cocok jadi anak sekolah.

Sayangnya, cerita drama ini mengalami perubahan di bagian pertengahan, dimana yang tadinya tentang anak sekolah yang hampir lulus menjadi anak kuliahan tapi lebih condong ke drama romantis. Mana sisi komedinya pun menghilang jadi lebih banyak dramanya, jadi agak mengurangi keasyikan gw waktu nonton.

Tapi, meski begitu, chemistry Ming Dao ama Qiao En memang gak diragukan sih. Mungkin karena aslinya mereka memang teman dekat, rasanya natural aja gitu lihat mereka jadi teman kecil yang sering ribut tapi saling sayang wkwkwkwkwk.

Oh ya, OST drama ini juga enak-enak. Mulai dari opening final trap yang dinyanyikan 5566, nuansanya berasa film detektif. Lagu solonya Qiao en dan To Believe Again yang merupakan duet Qiao En dan Ming Dao.

Nah itu dia beberapa drama Taiwan yang pernah gw tonton, jadi favorit dan masih gw ingat sampai sekarang. Nanti kalau ada yang gw ingat lagi, akan gw buat part 2nya ya.

Terima kasih sudah membaca postingan ini, sampai ketemu di postingan berikutnya ya 




Spy x Family: Code White




Yuhuu, Mina-san, apa kabar semuanya semoga tetap sehat dan bahagia selalu.


Kali ini, gw mau nulis tentang salah satu film yang sudah gw nanti-nantikan kehadirannya di Indonesia yaitu Spy x Family : Code White.


Dari judulnya, sudah bisa ketebak kan kalau ini merupakan versi film dari serial anime terkenal Spy x Family? 


Apa sih cerita film ini dan bagaimana kesan gw setelah menontonnya? Hajimemasyou.


Inti ceritanya sebenarnya sederhana yaitu tentang Keluarga Forger yang melakukan perjalanan ke Figris untuk mencicipi makanan tradisional demi kelas memasak Anya yang berhadiah Stella.


Hanya saja, seperti biasa, bukan keluarga Forger kalau tidak dikelilingin hal unik nan seru yang seringnya muncul akibat tingkah Anya.


Akibat rasa penasaran terhadap harta karun, Anya malah jadi incaran kelompok yang memiliki niat tidak baik sehingga Loid dan Yor harus berusaha menyelamatkannya, dengan tetap menjaga rahasia masing-masing tentunya.


Berhasilkah Loid dan Yor menyelamatkan Anya? Berhasilkah Anya memperoleh Stella di kelas memasaknya? 


Jawabannya bisa teman-teman temukan di bioskop terdekat 😆😆😆.



Menghibur dan menyenangkan untuk ditonton, itulah kesan gw terhadap movie ini. Bisa dibilang rasa penasaran gw terbayarkan dan mengerti kenapa film ini sukses meraih box office di Jepang sana.


Gw gak bisa berhenti ketawa melihat tingkah laku unik dan kocak dari anggota keluarga Forger ini.


Mulai dari Bond yang lucu dan menggemaskan sekaligus bikin terharu karena siap menemani dan menjaga Anya meskipun dia lemah.


Yor yang selalu unik dan menarik karena gyapu yang ditunjukannya saat dalam mode biasa dan mode pekerjaan.


Sebagai ibara hime, Yor merupakan sosok petarung handal yang sulit dikalahkan. Namun sebagai Yor Forger, ia adalah sosok wanita kikuk dan ceroboh namun selalu berusaha keras untuk menjadi ibu dan istri yang baik meskipun status pernikahannya dengan Loid adalah pura-pura. Gak bisa gak terharu kalau melihat Yor selalu siap menjaga Anya dan berusaha bicara dengan Loid kalau mata-mata itu "ribut" kecil dengan Anya.


Anya Forger, duh bocah ini bener-bener ya. Bikin gemes gak berhenti-berhenti. Anya yang punya kemampuan rahasia membaca pikiran ini memang terkadang bikin pusing Loid dengan tingkahnya yang suka penasaran dengan sesuatu sampai membuatnya terlibat masalah.


Tapi di satu sisi, Anya ini juga menggemaskan karena dia sayang banget sama keluarga Forger dan gak rela kalau diantara Loid dan Yor ada masalah yang mengganjal sehingga dia akan berusaha mendekatkan keduanya.


Dan… yang tidak boleh ketinggalan, Loid Forger si mata-mata kaku yang selalu beralasan kalau apa yang dilakukannya bersama dengan keluarga Forger adalah demi misi yang diembannya.


Ya, memang tidak salah sih, tapi daripada demi misi, Loid malah terlihat benar-benar seperti seorang pria yang tengah berusaha menjadi ayah dan suami yang baik bagi keluarganya.


Dia mau mengajak Anya pergi demi kelas memasaknya, selalu memikirkan dan bersikap baik sama Yor juga.



Dan di film ini, pesona Loid benar-benar susah ditolak, padahal dia bukan tokoh yang selalu terlihat keren loh, ada saatnya juga dia punya sisi gak peka dan bodoh. Tapi memang, kalau sedang dalam Spy mode, serasa langsung diingatkan kalau Ia adalah Twilight, mata-mata terbaik yang selalu berhasil menyelesaikan misi, bahkan yang sulit sekalipun.


 Oh Loid, kau membuat standar cowok idaman melambung tinggi sampai rasanya agak to good to be true wkwkwkwkwkwkwk.


Meskipun fokus ada pada keluarga Forger, film ini tidak melupakan karakter lain karena hampir semua karakter yang muncul di serialnya ada juga di film ini. Tentu dengan porsi yang disesuaikan karena juga harus berbagi dengan karakter baru.


Kesimpulannya, bagi gw film ini sangat menghibur dan cocok ditonton oleh orang yang suka film ringan atau butuh ketawa.


Sampai disini dulu postingan gw kali ini.


Terima kasih sudah mampir dan baca, sampai ketemu lagi di postingan selanjutnya.






Playlist 27



Playlist 27 


Yuhuu, Hola Mina-San , Apa kabar semuanya? Semoga sehat selalu ya.


Kali ini, gw pengen kembali berbagi tentang lagu-lagu yang sering gw dengarkan. Beberapa diantaranya merupakan lagu yang belum lama rilis, tapi ada juga sih lagu lama yang kembali gw sering dengarkan karena kangen.


Sudah siap mengenal playlist gw kali ini? Jya, tanpa banyak basa-basi, hajimemasyou.

Rendezvous- Nissy

Yup, yang pertama, ada Rendezvous dari Nissy. Lagu yang rilis Juli tahun lalu ini merupakan top song gw di Spotify Wrapped 2023. Sejak pertama dengar, gw sudah langsung dibuat jatuh cinta dengan musik dan cara nyanyi Nissy di lagu ini.

Irama musiknya terasa ceria tapi mengandung nuansa sendu juga. Intinya sih lagu ini enak didengar.




 


 When You Were Mine- Nissy


Lagu bahasa Inggris pertama dari Nissy. Awalnya, gw pikir bakal gak cocok sama lagu ini, tapi ternyata nagih.

Bisa dibilang gw terkecoh karena berpikir kalau lagu ini bakalan sendu dari judulnya yang terlihat galau.

Tapi tidak tahunya, meski berjudul galau, lagu ini merupakan lagu dance.


 



Feels- Nissy feat Saweety

Masih lagu bahasa Inggris dari Nissy, kali ini merupakan kolaborasi dengan rapper bernama Saweety.

Musiknya bisa dibilang aneh dan terasa campur-campur tapi entah kenapa gw suka cara nyanyinya Nissy wkwkwkwkwkwk. 

 



 Super Idol- Sky-hi feat Nissy 

Kejutan paling tidak terduga tahun lalu adalah ketika Dacchan, rapper AAA atau Sky-hi mengumumkan kalau Ia akan berkolaborasi dengan Nissy dalam event D. U.N.K yang Ia buat.

Lebih terkejut lagi karena ternyata penampilan mereka untuk lagu ini juga ditayangkan di televisi secara langsung. 

Lagunya juga dirilis 2 hari setelah event bahkan ada MVnya, sungguh sebuah obat kangen bagi penggemar AAA meski belum dalam formasi komplit.


 



Natsu no Hi no 1993 

Sebenarnya ini lagu jadul yang gw tahu gara-gara dinyanyikan oleh Sota dari Da-Ice yang berkolaborasi dengan 3 member dari Little Glee Monster yaitu Karen, Mayu dan Mika dalam sebuah program musik di televisi.

Gw merasa lagunya enak dan langsung cari versi aslinya. Meski punya feel yang beda dengan versi Sota cs yang gw dengar, ternyata versi aslinya juga gak kalah enak.


 



Oz-Yama

Gw tahu nama Yama sebagai salah satu penyanyi Jepang yang tengah naik daun. Gw sendiri pernah mendengarkan lagunya yang digunakan sebagai ending untuk anime Spy x Family.

Hanya saja, lagu itu belum bisa menarik perhatian telinga gw. 

Gw pun berkesempatan melihat langsung penampilan penyanyi yang selalu memakai topeng ini yaitu ketika event Jak-Japan Matsuri dimana ia menjadi salah satu pengisi acaranya.

Saat itulah gw dengar lagu ini. Jujur, gw gak tahu apakah lagu ini digunakan sebagai OST atau tidak tapi gw suka nuansa sendu dan emosional yang disajikan.


 



Anyone- Seventeen

Gw tahu dan memang mendengarkan beberapa lagu dari salah satu grup Korea,Seventeen. 

Dan lagu yang belakangan ini sering gw putar adalah Anyone. Lagu ini merupakan lagu dance tapi ada nuansa sendu yang menurut gw enak didengar.

Gw sendiri tertarik sama lagunya setelah gak sengaja dengar bagian reffnya waktu saudara gw yang merupakan penggemar Seventeen mendengarkan lagu ini.


 



Yell- AAA

Meski hiatus dan tidak merilis lagu baru, gw tetap sering dengar lagu AAA dan salah satu yang sering gw dengarkan belakangan ini adalah Yell.

Gw suka perasaan hangat dan positif yang diperdengarkan oleh lagu ini.


 



Love - AAA 

Selain Yell, gw juga lagi sering dengar lagu Love. Lagu ini juga punya nuansa hangat tapi musiknya lebih sendu.

Gw suka banget bagian menjelang akhir lagu waktu mereka bertujuh nyanyi bareng.



 



Tabidachi no Uta Live version- AAA

Masih dari AAA nih, kali ini ada lagu Tabidachi no Uta yang mereka bawakan ketika konser Thanx AAA Lot.

Jujur, gw pernah dengar lagu ini mereka bawakan di salah satu konser, tapi entah kenapa belum terlalu masuk ke telinga.

Nah ketika dengar versi berlima ini entah kenapa feelnya kok masuk banget.

Lagunya sendu tapi enak didengar dan bikin pengen ikut nyanyi juga. 

Bagian favorit gw itu pas reff ketika mereka berlima nyanyi bareng dan juga part Nissy dan Misako yang bernyanyi "la la la" secara bergantian di akhir lagu.



 



One Love - Uno Misako 

Salah satu lagu dari album Pear Love yang dirilis Uno- Chan tahun lalu.

Lagu ini bercerita tentang seseorang yang tiba-tiba suka sama temennya. 

Menurut Uno-Chan, lagu ini dia tulis karena terinspirasi curhatan dari salah satu penggemarnya, keren banget Uno-chan.


 


Hard- SHINee

Lagu lain yang gw suka dan lumayan sering gw dengar adalah Hard dari Shinee.

Kalau boleh jujur lagi nih, selama ini gw kurang mengenal lagu Shinee karena lebih sering melihat sosok mereka di variety, tapi waktu gak sengaja nonton versi live lagu ini yang diiringi band, gw berpikir kalau lagunya keren dan enak.

Sayangnya, di versi live itu mereka cuma tampil bertiga, karena salah satu member Onew, sedang hiatus karena urusan kesehatan.


 


Tegami -Angela Aki 

Lagu ini sudah cukup lama dirilis dan belakangan ini kembali sering gw dengarkan.

Gw suka liriknya yang menceritakan tentang orang dewasa yang tengah mengirim surat untuk dirinya di masa lalu.

Dia mengingatkan dirinya kalau kehidupan itu naik turun tapi pasti ada alasannya jadi gak perlu takut buat bermimpi dan menjalani hidup meski terkadang ada tantangan.

Keren banget liriknya, gw acungkan jempol deh pokoknya.


 


Aurora- Angela Zhang

Meski penyanyinya sama-sama Angela, mereka adalah orang yang berbeda. Anak 90-2000an yang sempat demam drama Taiwan gw rasa akan mengenal sosok beliau ini.

Si cantik yang pernah main di At The Dolphin Bay ini aslinya juga merupakan seorang penyanyi.

Lagunya pun asyik-asyik dan salah satu yang sering gw dengarkan adalah aurora yang musiknya unik karena ada nuansa sendu tapi juga bisa bikin badan goyang.


 

Lydia- FIR

Masih dari Taiwan, kali ini ada lagu Lydia dari grup bernama FIR. Lagu ini dipakai sebagai salah satu OST dari serial drama The Outsider.

Gw tahu lagu ini dari teman gw yang penggemar drama tersebut dan suka dengar lagu ini. 

Bisa dibilang, lagu ini tipe yang bikin gw jatuh cinta sejak pertama kali dengar.


 



Fiuh, banyak juga ya, lagu yang sering gw dengar belakangan ini, ada yang tahu lagu-lagu yang gw sebutkan? 
Sampai disini dulu ya tulisan kali ini. Terima kasih sudah mampir dan baca.
Sampai ketemu di postingan berikutnya.

Super Idol- Sky-Hi Feat Nissy


Hola teman-teman semua, Akemashite Omedetou Gozaimasu, selamat tahun baru semua, Meskipun masih banyak hal yang belum selesai di tahun 2023 dan tahun ini dibuka dengan berita bencana di beberapa wilayah , mari Kita tetap berdoa semoga tahun ini menjadi tahun yang lebih baik bagi Kita semua ya. Amin.


 Nah, kali ini gw pengen menulis tentang hal yang sebetulnya sudah gw persiapkan sejak tahun lalu tapi baru sempat gw posting sekarang (maafkan ya) 



 Tahun 2023 merupakan tahun yang menyenangkan sekaligus penuh kejutan bagi penggemar Nissy, termasuk gw. 


Bagaimana enggak? Dalam perayaan 10 tahun karirnya, Mas yang satu ini telah menyelesaikan dome turnya dan menyelenggarakan event handshake untuk fans yang tergabung di fans clubnya, NEP serta merilis beberapa lagu asyik serta melakukan kolaborasi yang tidak terduga. 

Salah satu kejutan yang Nissy buat adalah yang akan gw bahas berikut ini yaitu kolaborasinya dengan Sky-Hi yang tidak lain tidak bukan merupakan nama panggung dari Hidaka Mitsuhiro alias Dacchan yang juga adalah rapper AAA untuk karir solonya. 

Semua bermula dari stories instagram mereka berdua yang menunjukkan kalau Nissy dan Dacchan ada di studio sedang rekaman. Akhirnya, mereka pun melakukan instalive dan menjelaskan kalau mereka sedang membuat lagu kolaborasi untuk acara D.U.N.K yang diselenggarakan oleh BMSG milik Dacchan dimana Nissy akan tampil sebagai Special collaboration artist. 

Wow banget gak sih? Siapa yang bisa menduga kalau dua member dari grup yang tengah hiatus justru merilis lagu kolaborasi untuk memperingati moment 10 tahun karir solo mereka yang ternyata jatuh berbarengan di tahun 2023. 

Dan,,,ternyata setelah pengumuman di Instalive tersebut, lagu kolaborasi itu masih dirahasiakan. Artinya penggemar memang diminta menunggu sampai event D.U.N.K digelar di tanggal 2 dan 3 Desember lalu. Itu juga berarti yang tahu hanya terbatas karena hanya orang yang bisa datang ke event tersebut yang bisa mendengar. 

Tapi kejutan lain menanti penggemar loh, karena ternyata Dacchan dan Nissy merilis lagu ini secara digital pada tanggal 4, atau setelah event selesai dan yang lebih wow lagi adalah penggemar yang tidak bisa datang ke acara langsung tetap bisa mendengar lagunya lebih dulu karena perform mereka disiarkan di televisi.

 WOW! Sungguh kejutan yang membuat happy. Judul lagunya sendiri masih rahasia sampai perform mereka berakhir. 


 Dan kesan gw setelah melihat perform lagu yang berjudul Super Idol tersebut adalah wow, gw perlu akui kalau gw tidak terlalu mengikuti sepak terjang Dacchan sebagai Sky-Hi, jadinya gw kurang tahu apa dia sudah punya lagu model begini atau belum, tapi kalau untuk Nissy, rasanya sih hampir belum ada lagunya yang punya nuansa apa ya, semacam hip-hop ini (boleh koreksi kalau salah ya)

 Jujur saja, bagi gw kata Super Idol agak tidak biasa untuk menjadi judul lagu Nissy. Tapi mengingat ini adalah lagu kolaborasi yang dibuat bersama Dacchan, gw perlu mengingatkan diri kalau segala hal tentang lagu ini tentunya terbagi dua.

 Di InstaLive sendiri, Dacchan sudah meminta kita untuk tidak kaget ketika melihat Nissy di lagu ini, jadi memang sepertinya lagu ini merupakan kesempatan bagi Nissy untuk memperlihatkan lagi sisi lain dirinya sebagai penyanyi.

 Untuk Rap Dacchan sih gw sudah tidak ragu lagi, di grup maupun solonya yang gw dengar, gaya rap doi memang asyik dan keren. Sementara untuk Nissy, suara dia yang lembut terdengar lebih berpower dan penuh emosi yang kuat bagi gw. 

Gw sangat suka perform live lagu ini yang dibuka dengan rapnya Dacchan dan Nissy yang muncul setelah bagiannya dimulai. Keduanya lalu saling membelakangi sebelum akhirnya ngedance bersama di bagian reff dan akhirnya berdua menghadap kamera ketika berjalan ke panggung utama. 

Dancenya pun keren dan ternyata koreografernya adalah Kazuki yang memang sudah sering membuat koreo lagu untuk Nissy dan juga BE-FIRST grup yang dibuat oleh Dacchan. 

MVnya pun tidak kalah keren dimana Dacchan dan Nissy berperan sebagai anggota kelompok pencuri yang hendak mengambil harta karun di ruang rahasia.

 Selain MV original, Dacchan dan Nissy juga merilis MV Performance Version yang gak kalah keren karena menunjukkan lebih jelas koreografinya.

 Secara penampilan, keduanya menunjukkan gaya yang berbeda, dimana SKY-HI tampil lebih slengean. Sementara Nissy tampak lebih rapi dan elegan, tetapi keduanya punya pesona sendiri yang gw yakin membuat para penggemar klepek-klepek sih. 




Siapa yang terpesona kaya gw?

 Wkwkwkwkwk Liriknya sendiri ditulis oleh keduanya dan sepertinya merupakan curahan hati tentang tidak mudahnya menjalani kehidupan sebagai seorang idola. 

Secara liriknya tertulis hal-hal yang biasa dilakukan artis meskipun tidak mudah. Tapi, liriknya juga menyatakan kalau itu adalah kehidupan mereka makanya mereka akan selalu total menampilkan yang terbaik.

 Kesimpulannya sih, bagi gw lagu ini membuat gw terkejut sekaligus terkesan. Lagu ini juga bisa jadi ajang perkenalan bagi teman-teman yang belum pernah mendengarkan lagu Nissy maupun Ski-Hi, siapa tahu jadi tertarik mendengar lagu lainnya kan? Kalau masih belum cukup masih ada lagu AAA yang bisa jadi bahan teman-teman untuk mengenal sosok keduanya. 

Sekian dulu postingan gw kali ini.

Terima kasih sudah mampir dan baca, sampai ketemu lagi di postingan berikutnya ya.

Bagi yang penasaran sama kolaborasi mereka bisa intip disini 



Nissy-Feels


 Holaaaaaa Mina-san, apa kabar? Semoga selalu dalam keadaan sehat ya.

Hari ini, gw ingin menulis lagi tentang Nissy yang ternyata di tahun kesepuluhnya berkarir sebagai penyanyi solo ini, banyak memberikan kejutan untuk pendengarnya. 

Setelah merilis lagu pertama berbahasa Inggris dengan judul When You Were Mine, Nissy kembali merilis lagu full bahasa Inggris. Hanya saja, kali ini, dia berkolaborasi dengan rapper wanita bernama Saweety dengan judul Feels.

Ternyata oh ternyata, berdasarkan informasi yang gw dapatkan dari sesama penggemar Nissy yang sudah lebih lama mengikuti beliau, rencana kolaborasi ini sudah ada sejak lama. 

Nissy sendiri menceritakan hal itu baru-baru ini, katanya proyek kolaborasi ini sudah dimulai sejak 2018an dan terpaksa ditunda karena Covid, senang banget akhirnya bisa rilis.

Jujur, gw penasaran juga sih. Soalnya, waktu Nissy duet bareng Nick Carter, mereka membawakan lagu yang sudah terkenal. Sementara untuk kali ini benar-benar lagu baru. 

Dan…kesan pertama gw terhadap lagu ini sebenarnya mirip sama When You Were Mine. Soalnya, musiknya agak beda dari yang biasa Nissy bawakan jadinya agak kaget gitu. 

Tapi, gw suka banget sama cara nyanyinya Nissy disini, kalem tapi asyik gimana gitu (untuk lebih jelas, silakan coba dengar lagunya ya hehehe? ) diluar dugaan gw, Nissy cocok juga ya menyanyikan tipe lagu seperti ini. Musiknya awalnya terasa campur aduk tapi setelah didengar beberapa kali, rasanya jadi tanpa sadar ikut bersenandung ‘’Cause i Like the way it feels’’

Proses syuting untuk MV lagu ini sendiri dilakukan di Amerika kata Nissy dan banyak menggunakan CG. Sesuai ciri khas Nissy yang banyak memunculkan unsur sihir nan ajaib, MV ini juga menghadirkan pemandangan alam fantasi seperti kastil besar di langit, Nissy dan Saweety yang terbang atau hutan kegelapan gitu.


Ada juga adegan Nissy dan Saweety yang berdekatan maupun shot sendiri-sendiri. MV ini menghadirkan Nissy dengan 3 kostum berbeda yaitu hitam, putih dan biru. Bagi gw sendiri, Nissy dengan baju putih paling menarik perhatian gw hehehehehe.

Lagu ini merupakan salah satu dari lagu Nissy yang sudah direncanakan sejak lama dan juga terpaksa ditunda karena pandemi. Musiknya memang terasa berbeda tapi tetap bisa membuat gw suka.

Bagi yang mau coba dengar lagunya silakan intip disini ya 




Nissy- When You Were Mine




 Yuhuuuu, gw akhirnya kembali lagi, apa kabar teman-teman? Semoga bahagia dan sehat selalu. Gw benar-benar minta maaf karena belakangan ini sangat jarang update blog ini. 

Nah, kali ini, gw ingin membahas tentang lagu terbaru Nissy yang rilis tanggal 20 Oktober lalu, berjudul When You Were Mine (iya telat pake banget memang, tapi lebih baik daripada tidak kan?😆😆) 

Single ini bisa dibilang istimewa karena merupakan lagu pertama Nissy yang liriknya full menggunakan bahasa Inggris. Pantesan, doi pernah bilang kalau nyanyi full bahasa Inggris meskipun gak bisa bahasa Inggris, mungkin waktu itu lagi rekaman lagu ini kali ya? ( Sotoy mode on wkwkwkwkwk) 

Oke kembali fokus. Kita akan masuk ke kesan gw terhadap lagunya ya.

Kesan gw terhadap single Nissy kali ini adalah mengecohkan,saudara saudara.

Kenapa begitu? 

Dilihat dari judul, gw pikir lagunya bakal ballad atau sendu model hana cherie atau kimi fure.

Tapi ternyata, lagunya sangat tidak ballad teman, malah sangat upbeat dan terhitung dance number.

Gw bahkan sempat berpikiran kalau kemungkinan gw bakal jarang mendengarkan lagu ini karena tipe musiknya bukan yang sering gw dengarkan.

Tapi ternyata, kejadiannya sama persis dengan lagu Do Do dimana awalnya gw mikir kalau bakal kurang cocok sama lagunya tapi malah sekarang masuk daftar on repeat gw wkwkkwkwkwkwkwk. Sasuga desu, Nissy-san.

Liriknya sendiri berdasarkan penangkapan gw, bercerita tentang cowok yang  malah merasa kalau dia lebih cinta sama si gadis setelah mereka tidak bersama, walah, susah move on kah ceritanya.

Nissy bilang kalau lirik lagu ini sudah mulai ditulis sejak 6 tahun lalu, tapi baru selesai dan rilis sekarang. Wow, panjang banget ya proses pembuatannya. 

Tapi syukur banget hasilnya tidak mengecewakan. Karena ternyata lagunya cukup cepat masuk ke telinga.


Nah, bagian yang paling bikin gw penasaran dari lagu ini adalah MVnya. 

Bagaimana ceritanya kombinasi musik dance dan lirik galau ini bakal dibuat oleh Nissy yang memang MVnya suka unik itu? 

Hasilnya? Kembali bikin bengong, secara gak nyangka sama sekali kalau bakal dibuat seperti itu.

Jadi,MV ini mengingatkan gw sama film spiderman versi kartun yang multiverse itu. Secara ceritanya ada banyak Nissy dan ceweknya di dimensi berbeda termasuk versi kartun. Selain itu, MV ini juga gak kalah mengecohkan dibandingkan lagunya, karena setelah memasang adegan opening yang dihiasi musik sendu, adegan Nissy dan sang pacar bertengkar malah diisi dengan suara Lippy yang lucu

Sungguh bingung gw si Mas satu ini bisa dapet ide itu darimana wkwkwkwkwk.


Tapi harus diakui MV ini bisa bikin enjoy yang nonton kok.

Karena ceritanya di berbagai dimensi, kita pun bisa lihat berbagai Nissy disini, favorit gw sih yang pakai tuxedo.


Adegan favorit gw sendiri yaitu waktu Nissy datang ke sebuah dimensi dan bertemu gadis yang sama persis seperti pacarnya, ia langsung kasih senyum manis setelah dipandangin aduhhh yang dipandang siapa yang malu gw wkwkwkwkwkwk.


Untuk MV-nya sendiri, ada dua versi yaitu versi biasa dan juga DANCE STAGE Version, Versi biasa memiliki durasi yang lebih panjang karena ada ceritanya.


Kesimpulannya sih , single ini berbeda dan istimewa karena merupakan single pertama Nissy dalam bahasa Inggris. Menurut gw, lagu ini bisa jadi pembuka untuk orang-orang yang ingin kenalan sama Nissy. Sementara buat orang yang sudah sering dengar lagu Nissy, lagu ini akan terasa berbeda tetapi juga segar karena Nissy coba menunjukkan hal yang berbeda lagi darinya.

Oke, sekian dulu postingan gw kali ini, terima kasih sudah mampir dan baca.

Sampai ketemu di postingan berikutnya. Boleh banget tulis komentar kesan tentang lagu ini juga loh.

Buat yang mau tahu preview lagunya, silakan dengarkan


Copyright 2009 Blue Dolphin. All rights reserved.
Free WPThemes presented by Leather luggage, Las Vegas Travel coded by EZwpthemes.
Bloggerized by Miss Dothy