Juuhan Shuttai



 



Hola Mina-san, apa kabar? 


Kali ini, gw ingin membagikan kesan gw tentang dorama yang akhirnya berhasil gw tonton setelah penasaran sekian lama, judulnya adalah Juuhan Shuttai.



Juuhan Shuttai adalah istilah ketika sebuah buku mendapatkan cetakan kedua. 



Dari arti tersebut, teman-teman harusnya sudah bisa menebak kan tentang apa dorama yang akan gw bahas? Yup tentang penerbitan, lebih tepatnya tentang penerbitan manga atau komik.



Kurosawa Kokoro adalah gadis yang telah gagal dalam beberapa interview yang dijalaninya tapi Ia tidak menyerah dan bertekad untuk diterima dalam interview yang kali ini Ia jalankan di sebuah perusahaan penerbitan.



Sayangnya, usahanya terancam gagal ketika Ia menggunakan jurus judonya kepada direktur perusahaan tersebut.



Jadi Kokoro ini mantan atlit judo yang terpaksa pensiun karena cedera dan terpaksa mencari pekerjaan lain. Karena sangat suka membaca manga, Kokoro melamar di perusahaan penerbitan, tepat saat itu, ada bapak-bapak cleaning service yang menyerang ruangan mereka dan langsung dibanting oleh Kokoro.



Ternyata, cleaning service itu adalah direktur yang menyamar untuk memperhatikan kandidat yang datang untuk wawancara 😂😂😂😂.



Singkat cerita, Kokoro akhirnya diterima dan ditempatkan di majalah komik bulanan bernama Vibes. 



Disini, Kokoro akan banyak belajar banyak hal tentang dunia penerbitan manga terutama menjadi seorang editor. 



Bagaimanakah kisah Kokoro akan berjalan selama 10 episode?



Menyenangkan dan asyik untuk ditonton, itulah kesan gw untuk serial dorama ini. Sebagai penggemar manga, senang rasanya mendapatkan tontonan yang membuat gw bisa lebih mengenal tentang dunia itu.



Sebelumnya, gw pernah menonton anime Bakuman serta dorama himitsu no Hanazono yang juga mengangkat cerita tentang manga. Perbedaanya adalah Bakuman lebih menceritakan tentang perjuangan menjadi seorang mangaka, sementara Himitsu no Hanazono menyoroti hubungan antara editor dan mangaka yang ditanganinya.



Nah, Juuhan Shuttai ini bisa dibilang menceritakan tentang pekerjaan editor komik secara lebih dalam dan luas. Dimana mereka harus bisa menemukan bakat baru, bernegosiasi dengan banyak pihak, mengawasi mangaka tapi juga harus bisa mengerti dan mendukung mereka. Belum lagi harus berkonsultasi dengan pihak lain seperti toko buku dan designer cover buku.



Rasanya ikut terharu kalau melihat bagaimana perjuangan editor untuk manga dan mangaka yang mereka tangani. 



Selain cerita yang asyik karakter yang muncul pun menarik. Mulai dari Kokoro si karakter utama yang khas karakter manga yang ceria dan optimis namun tidak terasa berlebihan. 



Ada juga Koizumi Jun yang dapat julukan hantu karena bicaranya yang pelan sehingga orang tidak ada yang menyadari keberadaannya bahkan namanya pun tidak diketahui meski dia bolak-balik ke toko buku untuk urusan penjualan karena dia ada di bagian sales.



Lalu, ada juga Iebuki, senior sekaligus pembimbing Kokoro yang banyak mengajarkan pekerjaan editor pada Kokoro. Orangnya cool, tenang, kalem dan berkarisma banget deh pokoknya.


Ada juga Yasui yang punya julukan Yasui the Crusher, terkenal karena suka menekan mangaka yang ditanganinya, cara bicaranya pun terkesan sombong dan sinis. Dia juga tidak mau diganggu di waktu libur dan selalu pulang tepat waktu. Awalnya gw pikir, Ia akan menjadi antagonis loh, tapi ternyata ada penjelasan khusus tentang tingkah lakunya itu.



Ada lagi Wada, editor in Chief yang moodnya berubah tergantung dari hasil pertandingan baseball klub jagoannya. Orangnya sangat berapi-api dan penuh semangat tapi kecintaannya pada manga tidak boleh diragukan.



Karakter mangaka atau pembuat komik yang ditampilkan pun tidak kalah menarik mulai dari mangaka senior yang sudah menggambar selama 40 tahun, mangaka pendatang baru yang langsung sukses, mangaka yang pintar membuat cerita tapi gak jago gambar, mangaka yang stuck , mangaka yang selalu panik kalau pacarnya kabur sampai mangaka yang gagal debut bisa Kita temukan dalam dorama ini dan mereka semua memiliki kisah yang menarik.



Untuk pemain di serial ini, gw hanya mengenal si cakep Kentaro Sakaguchi yang gw gak tahu kalau dia akan muncul, tapi semua aktor yang terlihat benar-benar alami dalam memainkan perannya. Jempol buat semuanya.



Kesimpulannya sih, kalau teman-teman penggemar cerita slice of life yang ringan,menyentuh hati dan membahas soal pekerjaan, Juhan Shuttai bisa jadi salah satu pilihan. Apalagi kalau teman-teman adalah penggemar buku khususnya manga (kaya gw) dan mengagumi profesi seorang editor, gw rasa teman-teman akan sangat menikmati dorama ini.



Okelah, sekian dulu postingan gw kali ini ya.



Terima kasih sudah mampir dan baca.



Sampai ketemu lagi di postingan berikutnya.





Special 400th Article: Nissy 4th Live Dome Tour





 Hola minna-san, apa kabar? Semoga tetap sehat dan bahagia selalu ya.


Postingan kali tuh special banget karena merupakan tulisan gw yang ke-400 di blog ini. 


Wih, gw benar-benar gak nyangka kalau ditengah tantangan yang ada, gw masih bisa menulis di blog ini sampai angka 400 walau suka gak tentu dan jarang-jarang ( maafkan ya)  terharu dan bersyukur banget . 


Nah dalam postingan special ini gw mau bahas yang special juga yaitu konser dome Nissy tahun 2022-2023 kemarin yang berjudul Nissy Entertainment 4th Live Dome Tour.


Konser ini tuh juga istimewa karena akhirnya Nissy comeback konser setelah pandemi, lebih bikin haru lagi adalah setelah adanya penyesuaian di beberapa konser untuk tidak boleh mengeluarkan suara, di konser ini boleh, jadi ikut terharu gitu.


Okelah langsung saja kita bahas konsernya ya. Disclaimer dulu kalau gw akan bahas tentang performancenya dulu baru vtr2nya ya.


Kebanyakan lagu yang ada di dalam konser ini adalah lagu yang ada di album Hocus Pocus 3, tapi tentu saja ada lagu lama juga. 


lagu yang dipilih Nissy untuk membuka konser ini adalah Do Do.


Jujur, ini diluar ekspektasi gw dimana gw sudah menebak kalau Trippin lah yang akan jadi pembuka. 


Tapi, di satu sisi, gw merasa bisa paham juga kenapa lagu ini dipilih jadi pembuka.  di MV-nya, Nissy menyatakan kerinduannya pada panggung dan jadinya terasa pas saat dia memakai lagu ini untuk membuka penampilannya.


Paruh pertama lagu ini penonton disuguhi Nissy di layar yang bernyanyi di berbagai macam tempat sampai akhirnya muncul di part setelah reff pertama.


Suka banget bagian kemunculannya itu. Mana Nissy pamer senyum terus lagi kan, charming sekali meski kostumnya simple banget.


Dulu, gw sempat mikir bagaimana Nissy akan membawakan Do Do secara live karena kelihatannya sulit. Tapi ternyata gw terlalu khawatir, dia terlihat enjoy dan asyik-asyik aja nyanyinya, bikin gw ikut enjoy dan suka banget sama performance lagu ini.


Selanjutnya ada lagu yang bikin pikiran gw di awal jadi gak meleset-meleset amat ternyata. Yup, setelah ada jeda sebentar dengan video pendek yang menampilkan Lippy, Nissy kembali menggebrak dengan lagu Trippin. 


Satu kata untuk performance Trippin ini bagi gw, keren. Kalau mau ditambah jadi keren pake banget 🤭🤭🤭😆😆😆 favorit gw banget. Nissy tampil energik disini dan terlihat sangat menikmati sekali. Lagunya memang cocok banget untuk memanaskan suasana.


Setelah Trippin, Nissy membawakan lagu The Ride yang sejujurnya di albumnya tidak begitu sering gw dengarkan. Tapi ternyata, versi livenya bikin jatuh cinta.


Diawali Nissy dengan rap yang seinget gw gak ada di versi albumnya, The Ride juga menjelma jadi performance yang asyik dan sering gw tonton ulang. Selain lagunya, perform ini juga makin asyik karena gerakan dancenya.


Selanjutnya ada Never Stop dan Relax and Chill yang hanya dibawakan setengah part saja. Sejujurnya gw sedikit menyayangkan ini mengingat Relax and Chill adalah lagu kesukaan gw yang bikin jatuh cinta sama lagu-lagu Nissy yang lain.


Tetapi, tenang saja, keseruan tetap berlanjut everybody.


Sebelum mulai nyanyi Never Stop, Nissy menyempatkan diri untuk menyapa penonton dan meminta mereka untuk bersorak karena setelah sekian lama akhirnya mereka boleh bersuara di konser.


Untuk lagu Relax and Chill sendiri, gw merasa musiknya dibuat sedikit lebih kalem dibandingkan dengan versi live tahun 2019. Tetapi Nissy tetap bernyanyi sendiri di lagu ini tanpa dancernya sambil melambaikan tangan pada penonton.


Setelahnya ada lagu Jealous. Gw mau jujur kalau lagu ini bukanlah tipe lagu yang sering gw putar, tapi dancenya lucu.


Selesai Jealous, ada VTR yang memberi clue ke lagu selanjutnya yaitu Kimi Fure atau lengkapnya Kimi ni Fureta Toki Kara. 


Kesan gw untuk penampilan lagu ini adalah sendu tapi cantik. Sejak pembukanya saja, Nissy sudah menyanyikannya dengan nuansa sendu banget. Yang bikin perform lagu ini tambah terasa unik adalah hadirnya elemen-elemen yang juga hadir di MVnya seperti lingkaran ala doctor strange dan juga suara ikan paus.


Biasanya kan, perform live itu dibuat terpisah dengan MV-nya, tapi disini Nissy seolah ingin mewujudkan apa yang ada di Mv-nya juga lengkap dengan kostum hitam yang dipakainya di MV.


Tapi yang paling epic sih waktu bagian Nissy nyanyi dan muncul air mancur, benar-benar menambah kesan cantik di lagu yang sendu ini.


Setelah Kimi Fure ada sedikit VTR yang juga akan menjadi petunjuk dari lagu yang akan dibawakan yaitu Don’t Stop The Rain. Dilihat dari judul, sejak awal mendengar lagu ini, gw sudah menebak kalau lagu ini akan seperti lagu Aquarium atau Ai Tears yang menjadi lagu basah-basahan dan tebakan itu tepat.


Sejak awal, air mancur sudah mengiringi penampilan Nissy di panggung. Kesan gw untuk perform lagu ini adalah cantik, dramatis dan seksi. Kesan itu muncul setelah melihat kombinasi dari hadirnya air mancur, ekspresi dan cara nyanyi Nissy. Pokoknya, perform ini juga merupakan salah satu favorit gw banget deh di konser ini.


 Say Yes menjadi lagu selanjutnya yang Nissy bawakan untuk kita. Kostumnya sendiri sama persis dengan yang di MV hanya saja warnanya hitam bukan biru seperti MV-nya.


Lagu ini termasuk yang gw tunggu-tunggu secara cara nyanyi Nissy dan beat musiknya asyik banget dan gw penasaran banget bagaimana lagu ini akan dibawakan live.

Dan hasilnya tidak mengecewakan, Nissy tetap bisa membawakan Say Yes dengan asyik. Sedikit cerita yang ada di versi documentarynya, ternyata Nissy tuh sempat kesulitan waktu latihan lagu ini.


Lagu Say Yes ini kan antara dance dan baitnya tuh rapat-rapat banget jadi jeda untuk ambil napasnya tuh pendek dan dia berusaha supaya gak terdengar lelah, padahal dia punya asma, jadi waktu latihan tuh napasnya terdengar banget, huhuhuhu jadi terharu melihat usaha dia menampilkan yang terbaik.


Penonton kembali disuguhi VTR yang agak panjang setelah Say Yes, dan setelahnya Nissy muncul dengan salah satu kebiasaan yang pasti ada di setiap konsernya yaitu kostum lucu sebelum lagu Dance Dance Dance. 


Uniknya, di konser ini, Nissy memakai kostum harimau yang dikombinasikan dengan bando kuping kelinci. Soalnya konser Nissy ini kan dimulai sejak tahun 2022 yang merupakan tahun harimau, sementara konser Nissy di Tokyo Dome ini dilakukan pada bulan Februari 2023 dimana sudah masuk tahun kelinci jadinya dikombinasi kostumnya wkwkwkwkwkwk.


Setelah mendoakan kebahagiaan untuk semua mahluk hidup di dunia, Nissy juga memberi semangat kepada penonton untuk tidak malu-malu soalnya ada dia, om-om berusia 36 tahun yang menggunakan kostum binatang yang dibuat khusus untuk sesi ini dengan harga mahal wkwkwkwkwkwk.


Seperti biasa, sesudah mengajarkan gerakan dance yang nanti akan dilakukan, Nissy pun melepas kostum binatangnya dan berganti dengan kostum simple.


Dengan kemunculan cheerleader, dimulailah lagu yang selalu ampuh jadi pemeriah konser yaitu Dance Dance Dance.


Kemeriahan masih terus berlanjut lewat lagu The Eternal Live, secara musik, gw lebih menyukai musik lagu ini di konser dome 2018 yang terdengar lebih megah, tapi bukan berarti penampilan ini gak bagus loh, disini muansa musiknya lebih ke ramai dan meriah.


Bagian epic dari perform ini adalah suguhan dancenya, asli rame dan keren banget.  Disini juga Nissy memperkenalkan band dan dancernya, tidak lupa suguhan breakdance sebagai perkenalan dirinya sendiri.


Sebelum lanjut ke lagu selanjutnya, ternyata ada sesi ngobrol-ngobrol dulu yang lumayan panjang nih. Wajar sih soalnya perform sebelumnya tuh kaya menguras tenaga banget, Nissy aja sempat terlentang di atas panggung buat ambil napas.


Lucunya, waktu memberitahu kalau bagian ngobrol-ngobrol ini gak ditampilkan utuh, muncul Lippy yang bawa tulisan" karena Nissy gak pinter ngomong , jadi lengkapnya lihat di video documentary aja ya," wkwkwkwkwkwkwk.


Di sesi ini, Nissy membawakan dua lagu favorit gw yang adem banget yaitu I Need You dan Boku ni Dekiru Koto. Akhirnya……akhirnya, gw bisa lihat versi live dari kedua lagu ini.


I Need You adalah tipe lagu musim panas yang soft dan lembut tapi membawa suasana hangat, manis dan gembira seperti liriknya yang menulis this is our happy love songs, apa gak berasa dinyanyiin sama pacar tuh hehehehehhe.


Boku ni Dekiru Koto juga memiliki nuansa hangat tapi bedanya adalah memberikan suasana haru juga. Soalnya lagu ini mengingatkan masa-masa pandemi. Lagu ini dirilis Nissy di masa stay home di waktu pandemi. Dia bikin lagu ini buat kasih semangat di tengah suasana penuh rasa cemas dan ketidakpastian saat itu. 


Bisa melihat lagu ini versi live serta mendengar orang ikut menyanyikan bagian lalalalala tuh jadi bikin ikut terharu.


Lagu ini punya dua versi biasa dan piano. Di panggung ini, Nissy membukanya dengan iringan piano baru dengan full band.


Suasana mengharukan dan hangat yang muncul dari dua lagu tersebut pun berubah jadi agak mencekam waktu Get You Back mau ditampilkan. Secara lagu tersebut punya tarian zombie, ceritanya panggung pun kedatangan para zombie, para dancer Nissy pun total banget menampilkan wajah serem ala zombie.


Dan…Get You Back pun jadi salah satu penampilan favorit gw. Mulai dari dance, lampu, vocal Nissy, semua ok bagi gw. Nissy sendiri tampil beda karena pakai baju warna putih sendirian di tengah orang yang pakai baju warna gelap.


Di lagu yang durasi aslinya hanya sekitar 2 menitan ini, Nissy juga didukung oleh 100 dancer.


Suasana seram pun langsung berubah ramai jadi seperti parade ketika Nissy muncul kembali dan naik kereta berkeliling dome ditemani para karakter dari Universal Studio Japan atau USJ sambil membawakan The Days.


The Days ini memang selalu bisa bikin suasana konser tambah meriah sekaligus terasa megah. 


Suasana pun makin terasa meriah dan menyenangkan dengan dibawakannya lagu Toriko yang punya nuansa cute dan manis.


Dua lagu setelahnya adalah Cat & Mouse dan NA yang sama-sama baru pertama kali dibawakan Nissy di konsernya. Cat & Mouse adalah lagu ramai yang jadi ajang penonton untuk putar-putar handuk. Lagu ini juga lucu sih dan susah lupa waktu di tengah lagu Nissy ceritanya bersendawa gitu.


NA adalah lagu yang ...penuh semangat, dah itulah kata yang paling mewakili perform ini, salah satu favorit juga nih. Paling suka waktu bagian dancenya yang diakhiri suara pesawat itu.


Akhirnya, Kita masuk juga ke sesi encore.


Sesi ini dibuka dengan lagu Mada Kimi wa Shiranai My Prettiest Girl yang punya nuansa romantis cute gitu. Seperti biasa, di lagu ini juga ada pinky dance yang bisa penonton ikuti karena gerakannya gak terlalu sulit.


Selain mada Kimi, Nissy juga menyanyikan lagu Wagamama. Gak tahu ya, tapi suara Nissy setiap bawain lagu ini tuh bikin terasa banget sedihnya, top lah lagu ini.


Dan seperti konser-konser lainnya, Nissy menutup penampilannya hari itu dengan lagu My Love yang memang liriknya cocok banget buat dijadiin penutup konsernya.


Wow dan bikin happy, itulah kesan gw setelah nonton konser Nissy yang ini. Bukan tanpa alasan kenapa kesan tersebut muncul.


Banyak lagu yang ketika rilis bikin penasaran versi livenya karena terdengar sulit dinyanyikan, tapi ternyata Nissy mampu membawakannya dengan keren dan bisa menghadirkan feel yang sama dengan versi rekaman, buat gw itu adalah sesuatu yang wow.


Konser ini juga bikin gw happy karena akhirnya bisa liat aksi live Nissy lagi. Sebagai fans Nissy tuh suka dibuat kangen sama perform dia, karena Nissy termasuk artis yang jarang tampil di tv maupun YouTube.


Kalaupun bikin instalive itu juga waktunya random, makanya setiap dia muncul dalam media apapun tuh rasanya bikin happy apalagi konser ini pertama kalinya diadakan setelah corona dan merupakan konser kedua Nissy setelah sebelumnya tampil bareng AAA di tahun 2021.


Memang, ada beberapa yang musiknya terasa dibuat lebih kalem tapi itu sama sekali tidak mengurangi keasyikan gw dalam menikmati konser ini, yang ada gw malah punya banyak perform favorit di konser ini seperti Do Do, Trippin, Kimi Fure, The Ride, Don't Stop The Rain, Say Yes, Boku Ni Dekiru Koto, I Need You, Get You Back, NA (semua aja🤭🤭😆😆)


Okelah sepertinya tulisan kali ini sudah panjang, jadi gw cukupkan sampai disini dulu ya.


Terima kasih buat yang sudah mampir dan baca tulisan ini, silakan komentar apa performance favorit teman-teman dari konser ini .


Sampai ketemu lagi di postingan berikutnya.






 


My Favorite Voice Part 2


 Hola Mina-san apa kabar,



Kali ini, gw ingin menulis tentang suara-suara favorit gw. Seinget gw, duluuuu sekali, gw sudah pernah menulis dengan judul ini, hanya saja waktu yang gw tulis adalah suara Seiyuu atau pengisi suara.


Nah, kali ini, yang ingin gw bahas adalah suara-suara penyanyi yang jadi favorit gw, ada yang dari dalam dan luar negeri dong pastinya.


Penasaran siapa saja mereka? Langsung saja Kita bahas ya, Hajimemasyou. Oh ya, disclaimer dulu ya, urutan ditulis tidak mencerminkan peringkat bagusnya suara menurut gw, ini hanyaah urutan yang muncul di ingatan gw.


  1. Shane Filan (Westlife)

Siapa disini yang anak 90-an dan pernah kena demam Westlife? Ayo ngakuuuuu. Berbicara tentang suara favorit, sejak dulu gw sangat suka suaranya si Shane ini. 


Gimana ya, suaranya tuh lembut dan enak didengar, bikin rasanya diajak (asyik banget bahasa gw) buat terus dengerin lagu Westlife. Selain lagu bareng Westlife, gw juga suka beberapa lagu solo Shane yang menurut gw ringan dan easy listening.


Suara Shane memang bukan jagoan nada tinggi seperti Mark, tapi beliau ini bisa nyanyi secara lembut maupun powerfull dengan tetap enak didengar di kuping gw .


  1. Andrea Corr (The Corrs)


Suara berikutnya yang gw suka adalah milik Andrea Corr, bungsu keluarga Corr ini merupakan vokalis dari grup band keluarga The Corrs.


Gw suka banget sama suara Andrea dan feel yang ditimbulkan saat dengar suara dia.


Lagu-lagu The Corrs ini kan kebanyakan bernuansa cinta ya mulai dari lagu patah hati sampai jatuh cinta ada. Dan suara Andrea ini seolah mengajak pendengar buat ikut merasakan apa yang dia nyanyikan.


Misalnya saja dengar lagu What Can I Do, langsung ikut merasa jatuh cinta padahal gak ada orang asli yang sedang buat jatuh cinta (paham kan ya maksud gw?😆😆😆)


  1. Duta Modjo ( Sheila on 7) 


Nah selanjutnya, ada suara dari dalam negeri yaitu milik vokalis Sheila on 7, Duta Modjo atau Duta.


Gw selalu suka gaya Duta yang pecicilan di atas panggung dan sudah pasti yang paling menarik perhatian gw adalah suara beliau. 


Suara Duta tuh apa ya, tinggi tapi enak didengar , selain itu semangat banget terdengarnya. Oh dan gak lupa ekspresif banget jadi selain nyanyi, Duta juga terdengar seperti sedang bercerita.


  1. Doni Sibarani 


Selanjutnya, ada Doni Sibarani, yang merupakan mantan vokalis Ada Band. Gw sangat-sangat mengikuti rilisan Ada Band ketika Doni menjadi vokalisnya. 


Sebenernya, gw sudah suka Ada Band sejak zaman Baim. Tapi dari segi musik, gw lebih cocok dengan warna musik Ada Band zaman Doni.


Suara Doni ini berat tapi cocok banget bawain lagu lembut ala Ada Band, bikin ikut terbuai.


  1. Gugum (Project Pop) 


Project Pop boleh terkenal dengan lagu komedi, tetapi kemampuan bernyanyi mereka bukan candaan sih bagi gw. 


Dari semua personil, gw paling suka dengan suara gugum. Gugum yang sering menirukan mendiang Glenn Fredly ini memang punya suara yang paling merdu menurut gw.


Beliau ini juga sering adlib yang menurut gw asyik banget, meskipun berakhir kocak karena ujungnya dibecandain wkwkkwkwkwk.

  1. Wakana 


Salah satu faktor yang membuat gw suka dengan Kalafina dulu adalah suara wakana. Suaranya tinggi,lembut tapi punya efek yang paling emosional bagi gw. Semacam bisa bikin ikut ngerasa sedih di lagu sedih. 


Harmonisasinya dengan Keiko juga selalu keren dan jadi ciri khas yang bikin Kalafina unik. 

  1. Belinda Schull


Anak-anak 90-an yang hobi nonton telenovela pasti familiar dengan sosok yang satu ini. 


Belinda Peregrin Schull atau Beli, panggilannya adalah idola di masa itu berkat akting ciamiknya di beberapa telenovela seperti Amigos x Siempre, Aventuras en El Tiempo dan Complices al Rescate.


Selain akting, hal yang gw sukai dari Beli adalah suaranya. Suaranya ini cocok buat bawain lagu pop,slow, energik sampai lagu yang musiknya tradisional Meksiko.

  1. Nissy 


Yup, selanjutnya ada Nissy yang juga dikenal sebagai Nishijima Takahiro, member AAA.


Harus gw akui kalau semua member AAA punya suara emas dan berciri khas. Tapi yang paling membuat gw jatuh hati (asyik bahasanya) ya si mas kelahiran Hokkaido ini.


Suara Nissy ini nyaring, tinggi , merdu sekilas suaranya bisa jadi dikira perempuan. Tapi dia juga bisa menyesuaikan diri sih, dia bisa juga kok jadi bagian harmonisasi dengan member lain.


Hal lain yang gw suka juga dari Nissy ini adalah cara dia membawakan lagu. Bagian ini agak sulit sih kalau mau dijelaskan dengan kata-kata. Tapi bagi gw, Nissy itu kalau nyanyi feelnya dapet banget.


Misalnya dia nyanyi lagu cute, gak tahu kenapa gw jadi ikut malu-malu dan nanti kalau dia nyanyi lagu mellow, hati gw pun akan terasa ikut melow. Selain cara nyanyi, ekspresi muka Nissy juga main banget sih dan dia terlihat selalu nyantai buat bawain lagu model apapun.


Contohnya adalah di lagu Don't Let Me Go live version atau Say Yes.


  1. Sota Hanamura (Da-Ice)


Suara selanjutnya yang gw suka adalah milik Sota dari grup Da-Ice. Gw pertama kali tahu suaranya lewat lagu Citrus dan langsung takjub sih sama suaranya. Secara itu lagu susah banget dan banyak memamerkan nada tinggi. Setelah coba mendengarkan suara Sota di lagu lain, ternyata gw tambah suka sama suaranya. Soalnya, cara nyanyinya kaya bunglon. 


Di lagu yang upbeat dan semangat, dia bisa nyanyi dengat sangat bertenaga, tapi di lagu yang temponya medium atau slow, dia bisa mengubah cara nyanyinya jadi lembut sesuai dengan feel lagunya.


  1. Mashiko Atsuki & Ryuki Koike ( GENIC)


Nah, mereka berdua bisa dibilang adik dari AAA dan Da-ice, karena masih satu agensi dengan kedua grup tersebut.


Mashiko Atsuki atau Acchan dan Ryuki merupakan dua member dari grup bernama GENIC yang debut di masa pandemi.


Sejak pertama kali dengar lagu dan juga nonton perform GENIC, suara mereka berdua inilah yang paling menarik perhatian gw.


Mereka berdua sering pegang nada tinggi dan juga sering dapat tugas buat membawakan part yang bikin kuping gw tertarik dari sebuah lagu. 


Contohnya suara Acchan di bagian sebelum dan sesudah reff di lagu Moonlight dan suara Ryuki di bagian reffnya.


Ada juga part Acchan di lagu Burning Burning yang menurut gw asyik banget.


Gw juga suka suara Ryuki di lagu Flavour.


Intinya sih, suara mereka yang sering bikin gw jatuh cinta sama lagu GENIC.


  1. Seo Eun Kwang (BTOB) 


Lalu, ada Seo Eun Kwang. Yup leader dari grup lawak berkedok idol BTOB ini merupakan salah satu suara yang gw suka juga.


Efek suara Eun Kwang tuh apa ya, bikin lagu sedih tambah melow dan bikin lagu upbeat punya nuansa sendu.


Gw suka banget suara eun kwang di lagu Missing You dan Show Your Love, di Only One For Me juga asyik 


Oke, sampai disini dulu postingan gw soal suara favorit. Kalau nanti ada lagi suara yang menarik perhatian gw, akan gw tambahkan. Bukan berarti gw gak menyukai suara member selain yang hw sebutkan disini, tapi suara orang yang ada di daftar ini seringnya adalah yang membuat kuping gw jatuh cinta.


Kalau teman-teman gimana? Suara siapa yang jadi favoritnya? Silakan berbagi di kolom komentar ya.


Terima kasih sudah mampir dan baca tulisan ini.

Sampai ketemu di postingan berikutnya.



Copyright 2009 Blue Dolphin. All rights reserved.
Free WPThemes presented by Leather luggage, Las Vegas Travel coded by EZwpthemes.
Bloggerized by Miss Dothy