Nissy-Hocus Pocus 4


 Yuhuuu Minna-san, apa kabar? Semoga sehat dan bahagia selalu ya.


Setelah membahas tentang single Slave dan kejutan yang diberikan Nissy, kali ini saatnya gw ingin menulis kesan gw tentang album yang baru saja dirilis Nissy hari Jumat tanggal 18 Oktober kemarin.





Seperti album sebelumnya, Nissy kembali memakai kata Hocus Pocus sebagai judul albumnya yang kali ini sudah sampai seri ke-4.


Hocus Pocus 4 menyuguhkan 10 track dimana 4 diantaranya merupakan lagu yang sudah dirilis dan 6 lainnya merupakan lagu baru.


Kesan gw setelah mendengarkan  album ini adalah sulit ditolak pesonanya.


Sebenarnya, setiap album Nissy memiliki pesona sendiri yang bisa membuat gw bingung kalau dimintan untuk menentukan album favorit.


Habisnya, setiap album pasti selalu memiliki track yang bikin kuping gw jatuh cinta, tidak terkecuali dengan Hocus Pocus 4 yang punya Rendezvous, I Need You, dan When You Were Mine  yang rajin nongkrong di playlist gw sejak mereka rilis.


Tentunya pesona ini juga dimiliki oleh lagu baru. Contohnya Slave, track pembuka di album Hocus Pocus 4 yang bagi gw merupakan track yang membawa kejutan.


Bukan cuma karena rilisnya yang tiba-tiba, tapi siapa sosok yang ada di balik proses rekamannya sampai bagaimana hasil akhir lagu itu sendiri sudah menjadi kejutan besar bagi gw, karena sangat jauh dari image Nissy yang gw kenal selama ini.


Lagu baru lain yang punya pesona kuat bagi gw adalah Time to Party. Selain musiknya, gw juga suka cara Nissy menyanyikan lagu ini, bagi gw asyik banget.


Part yang langsung nempel di kepala gw itu adalah waktu Nissy nyanyi " its time to party" di bagian reff. Selain bagian itu, ada juga part Nissy menyanyikan bait“ what you gonna do’’ yang menurut gw asyik.


Dari trailer yang beredar, lagu ini sangat ramai dan terlihat colorfull. Makin gak sabar nih buat lihat versi fullnya.


Track selanjutnya masih merupakan lagu baru yang judulnya Mr. Trouble. Kesan pertama setelah dengar lagu ini adalah musiknya ramai dan meriah.


Meskipun butuh waktu bagi gw untuk menikmati lagu ini, tapi menurut gw lagunya asyik kok.


Setelah 3 lagu baru, Kita masuk ke lagu yang sudah rilis sebelumnya yaitu Rendezvous.


Wah lagu ini sih, gak gw ragukan lagi pesonanya karena masih berada di peringkat atas playlist gw meski tidak selalu di puncak sampai saat ini.


Bagi gw, lagu ini sangat asyik, mulai dari musiknya yang ada suasana ceria khas musim panas berpadu dengan cara nyanyi Nissy yang terkadang terasa sendu. Pokoknya perpaduan itu mantap banget deh.


Gw pernah menulis tentang part yang gw suka dari lagu ini disini, silakan mampir ya.


Selesai Rendezvous, ada lagu kalem tapi lirik bucin, I Need You yang rilis setahun sebelum Rendezvous. I Need You termasuk lagu asyik bagi gw karena meskipun kalem, ada bagian yang langsung menarik perhatian. Liriknya pun sederhana tapi bagus.


Berikutnya, masih lagu bucin nih,yaitu When You Were Mine yang sempat mengecoh gw waktu belum dirilis dulu. Ini lagu yang istimewa secara Nissy belum pernah merilis lagu yang full dalam bahasa Inggris sepanjang karir solonya.


Setelah 3 lagu yang sudah familiar dengan kuping, Kita kembali disuguhi lagu baru nih. Pertama ada Liar yang sebenarnya musiknya bukan tipe yang sering gw dengarkan. Meskipun begitu, menurut gw lagu ini tergolong asyik dan pasti membuat suasana meriah kalau dibawakan secara live.


Lagu baru selanjutnya adalah Luv Your Smile. Menurut gw lagu ini punya musik yang cocok untuk jadi OST film komedi, karena ada nuansa ceria dan lucu. Bagian reffnya juga cepat masuk ke kepala.


Terus ada satu-satunya lagu ballad di album ini yang oleh Nissy diberi judul WISH. Vibenya semacam lagu yang biasa rilis di musim dingin walaupun masih bulan Oktober. 


Kesan terhadap lagu ini dalam satu kata adalah lembut. Yup, dari musik dan cara nyanyi Nissy, itulah kesan yang gw dapat. Liriknya juga sesuai judul, isinya merupakan keinginan untuk bisa selalu bersama dengan seseorang yang dicintai, menariknya, setelah didengarkan dan dibaca lagi, ada bagian dari lirik ini yang dibacakan oleh Nissy dan Park Minyoung di trailer Dome Tour, tuh kan jadi makin kepo gw huhuhuhuhu.


Dan terakhir, ada Soushiyouka yang cocok banget dijadikan sebagai penutup album setelah dibuka dengan lagu yang keras dan berapi-api macam Slave.


Gw suka musiknya yang ceria dan punya nuansa segar, seolah mengajak pendengarnya untuk semangat serta selalu happy. Oh ya, Nissy pernah share video latihan dance untuk lagu ini dan menurut gw dancenya lucu dan fun, makin gak sabar buat lihat versi livenya.


Kesimpulannya, sekali lagi Nissy berhasil membuat gw terkesima karena isi albumnya yang begitu beragam. Memang, tidak semua lagu cocok di kuping gw, tapi seperti yang gw tulis sebelumnya, album Nissy selalu memuat lagu yang bisa membuat telinga gw jatuh cinta untuk waktu yang lama (asyeekk bahasanya)


Okelah, sekian dulu postingan gw soal kesan setelah mendengarkan album Nissy, Hocus Pocus 4. Terima kasih sudah mampir dan baca.


Sampai ketemu di postingan berikutnya.


Silakan berbagi kesan serta lagu favorit teman-teman di kolom komentar yaaaa






Surprised yang Menggemaskan dari Nissy


Holaaaa, Minna-san, apa kabar? Semoga sehat dan bahagia selalu ya.


Kali ini, gw mau bahas tentang surprised dari Nissy yang ternyata tidak hanya berhenti di hari ulang tahunnya dengan merilis Slave.


Jadi, setelah Slave rilis, Nissy membagikan teaser hampir setiap hari dan memberikan hint kalau akan ada yang dirilis pada tanggal 16 Oktober.


Jujur, gw hanya berpikir kalau Nissy akan merilis single lagi. Tapi dari teaser yang dibagikan Nissy juga terlihat potongan klip yang belum pernah ada sebelumnya.


Gw pun mulai membuat tebakan bebas kalau akan ada hal lain yang mau Nissy rilis selain single baru, mulai dari apakah akan ada juga MV untuk lagu Soshiyouka atau MV versi lain dari Slave, atau mungkin juga MV untuk lagu baru yang akan dirilis.


Mana di teaser ada sosok cewek yang bikin penasaran lagi, rasanya setiap hari tuh gemes banget pengen tahu apa yang bakal rilis karena setiap adegan kok terasa random,seolah gak dari satu video gitu.


Dan rasa penasaran gw akhirnya terjawab tanggal 16 Oktober kemarin dan sangat membuktikan pikiran gw yang selalu menyebut Nissy sebagai pria yang suka kejutan.


Bagaimana gw gak kaget kalau dalam 1 hari dapat berbagai berita. Pertama, mengenai lagu baru, ternyata merupakan lagu ballad dengan judul Wish.


Rasanya sudah lama juga ya Nissy gak rilis lagu ballad yang nuansanya sendu dan mellow begini setelah Kimi ni Fureta Toki Kara. 


Kejutan  kedua yang hadir pagi-pagi adalah pengumuman kalau Nissy bakal rilis album ke-4 dengan judul Hocus Pocus 4 pada tanggal 18 Oktober.


Yang bener aja, abis rilis single tiba-tiba buat pengumuman mau rilis album kan bikin gw jadi kaget sekaligus seneng wkwkwkwkwkwk.


Gak nyangka kalau hasil pertapaan Nissy selama ini bukan cuma buat tur atau single tapi juga album.


Dan….yang paling bikin gw terkejut dan heboh adalah ini




Yup, kolaborasi antara Nissy dan Park Min Young! Ini sih surprised terepic. Gak pernah terlintas sama sekali dalam pikiran gw kalau Nissy bakal kolaborasi sama artis Korea,meskipun gw tahu kalau dia suka drakor.


Apalagi lawannya adalah Park Min Young yang beken banget sebagai ratu Rom-Com, lebih gak gw duga.


Lalu, bagaimanakah kolaborasi keduanya? 


Kesan gw dari trailer yang diupload Nissy di channel YouTube-nya adalah mereka punya chemistry ya ternyata.


Dari berbagai macam adegan yang ditampilkan trailer ini, Nissy dan Park Min Young bisa bikin gw ikut merasa gemas dengan interaksi yang mereka suguhkan dan penasaran dengan kisah lengkap keduanya.


Coba, bagaimana caranya gw gak gemas kalau adegan-adegan yang disuguhkan seperti ini?







Apalagi kalau mereka sudah mulai tatap-tatapan dan Nissy menunjukkan senyum, wuaduh padahal yang dia pandangi itu kan Park Min Young tapi gw yang ikut malu dan pengen senyum wkwkwkwkwkwkwk


Sayangnya, trailer ini sepertinya merupakan vtr atau klip yang akan diputar di Dome sehingga kita baru bisa tahu kisah lengkapnya setelah konser Domenya selesai yang mana masih tahun depan secara turnya sendiri baru mulai bulan depan huhuhuhu, Nissy gemes banget dengan gebrakanmu yang satu ini.


Kesimpulannya sih, gebrakan Nissy kali ini benar-benar bikin gw terkejut, senang dan gemas sekaligus.


Senang banget rasanya setelah banyak hal, Nissy masih semangat buat bikin album dan bikin tur. Walau itu artinya juga gw harus belajar sabar karena belum bisa nonton langsung jadi harus tunggu dulu buat bisa nonton huhuhuhuhu (kalo kata Sakura, Zettai Daijyobu Dayo) 


Okelah, sampai disini dulu postingan gw kali ini, terima kasih sudah mau mampir dan baca tulisan ini.


Sampai jumpa di postingan berikutnya.



Fairy Tail 100 Year Quest


 


Hola, minna-San , apa kabar semuanya? Semoga sehat dan bahagia selalu ya.


Kali ini, gw ingin membahas tentang satu judul anime yang belakangan ini sangat menarik perhatian gw, yaitu Fairy Tail 100 Year Quest.


Kalau ada yang berpikir judul ini memiliki hubungan dengan anime Fairy Tail yang pernah tayang dulu, yup, selamat, teman-teman tidak salah. Fairy Tail 100 year quest memang merupakan lanjutan dari anime Fairy Tail yang pernah ditayangkan tahun 2009 lalu.


Fairy Tail sendiri adalah salah satu judul yang masuk dalam ranking 10 besar judul anime dan manga favorit gw (mungkin kapan-kapan akan gw buat daftarnya ya?) sehingga gw tentu tidak  bisa menolak perasaan gembira, antusias dan penasaran sewaktu mendengar kalau cerita kelanjutannya akan dibuat menjadi anime juga.


Kalau boleh jujur, gw sama sekali belum membaca manga dari Fairy Tail 100 Year Quest sebelum menonton animenya. Jadilah gw nonton animenya tanpa mikir macam-macam soal cerita, cuma ingin melepas rindu sama gilanya team Natsu, terutama Gray yang jadi karakter favorit gw di serial ini.


Tapi supaya tidak termakan rasa penasaran terlalu besar, gw berencana untuk menumpuk episode dulu sampai jadi banyak baru nonton, ternyata gw cuma kuat menahan rasa sampai mereka berjalan 9 episode karena setelahnya gw langsung coba nonton episode 1 dan gak bisa berhenti.


Jadi sebenarnya bercerita tentang apa sih Fairy tail 100 Year quest ini?


Ceritanya sendiri melanjutkan dari ending serial anime sebelumnya dimana Team Natsu yang terdiri dari Natsu, Happy, Lucy, Gray dan Erza mengambil job yang tergolong sebagai 100 year quest yang sebelumnya gagal diselesaikan oleh Gildarts.


Misinya sendiri adalah untuk menyegel 5 dewa naga ( God Dragon) yang masing-masing memiliki kekuatan luar biasa berdasarkan permintaan seorang penyihir yang menganggap kalau para naga tersebut berbahaya bagi kehidupan manusia.


Tugas ini tidaklah mudah, sebab, selain setiap kekuatan yang dimiliki setiap naga,  muncul juga guild pemakan naga yang juga mengincar naga-naga tersebut untuk urusan yang berbeda.


Berhasilkah Natsu dan teman-temannya menyelesaikan misi tersebut? Teman-teman bisa ikuti kisahnya di Chanel Muse Youtube dan juga manganya yang masih on going.


Seru, bikin penasaran dan menyenangkan untuk diikuti. Itulah kesan gw setelah mencoba menikmati cerita Fairy Tail 100 Year Quest ini.


Meski bekerja sama dengan orang lain untuk menggambar manga-nya, Mashima Hiro tetap menulis ceritanya. Sehingga, bisa dibilang kalau feel atau vibe khas dari Fairy Tail tetap tergambarkan dengan baik.


Fairy Tail 100 year quest ini gw anggap seru karena membuat gw bisa lihat adegan pertarungan gila-gilaan yang menarik. Musuh yang mereka hadapi adalah naga, makhluk yang diceritakan menjadi legenda sekaligus ditakuti manusia.


Tentu pertarungan yang melibatkan mereka tidak bisa terlihat main-main, bisa dilihat di pertarungan melawan acnologia di seri sebelumnya.


Perbedaan yang mencolok dari seri sebelumnya yang bikin gw suka dan bilang seru adalah pertarungan ini lebih fokus di tim Natsu plus orang lain yang sedang memiliki hubungan dengan arc tersebut.


Jujur, sebagai penonton Fairy Tail, gw merasa kalau konsep tarung secara keroyokan baik itu satu guild Fairy Tail maupun yang kolaborasi dengan guild lain agak terlalu berulang-ulang. Sementara di seri ini, yang ambil besar dalam pertarungan utama sudah pasti tim Natsu yang terkadang ditambah karakter lain yang berhubungan, gw harap hal ini akan berlanjut supaya tidak membuat bosan.


Ceritanya juga bikin penasaran karena meskipun berurusan dengan naga, tugas tim Natsu bukanlah bertarung melainkan mengunci, dan menurut penjelasan Lucy, makna dari mengunci ini ada beberapa macam sehingga gw jadi ingin tahu, makna mengunci seperti apa yang perlu mereka lakukan setiap bertemu naga.


Fairy Tail selalu menyenangkan untuk diikuti bagi gw karena adanya humor yang menghiasi petualangan mereka. Terkadang, humor bisa muncul tiba-tiba di suasana yang serius tetapi gak terasa menyebalkan.


Asli, ternyata humor Fairy Tail masih masuk di gw dan beberapa kali membuat gw tertawa.


Tapi soal humor ini, sedikit bikin dilema juga sih sebenarnya karena terkadang hadir lewat jalur fanservice yang sepertinya memang sudah jadi salah satu ciri khas Mashima Hiro.


Memang, adanya fanservice dalam sebuah manga atau anime adalah hal yang umum terjadi, tetapi bagi gw, kadang bisa membuat berpikir ‘’haruskah adegan itu dimunculkan?’’ begitu. Jadi mungkin bagi teman-teman yang mau nonton harap perhatikan hal ini ya, pastikan usia teman-teman atau teman yang diajak nonton (kalau ada) sudah berusia yang cukup ya.


Setelah menonton animenya sampai episode yang sudah rilis, gw pun rutin membaca manganya yang ternyata sudah sangat jauh ceritanya. Tapi sejauh ini sih, gw merasa makin seru, semoga tidak kehilangan feel ceritanya sampai tamat.


Kesimpulannya sih sejauh yang sudah gw baca dan tonton, manga dan anime Fairy Tail 100 Year Quest ini cukup asyik kok untuk diikuti, cocok bagi yang menggemari kisah fantasi terutama tentang sihir dan petualangan. Ditambah dengan adanya  action dan komedi yang makin menambah warna ceritanya. 


Bagi penggemar Fairy Tail yang dulu memang mengikuti kisah ini (kaya gw) kisah ini sangat mengobati kerinduan, apalagi kalau sudah berhubungan dengan team Natsu maka hanya satu kata ‘’rusuh’’ yang akan terjadi, jadi bisa dibayangkan kalau cerita ini pasti bakal hebih terus wkwkwkwkwkwk.


Oke segitu dulu kesan gw tentang Fairy Tail 100 Year Quest, terima kasih sudah mampir dan baca.


Sampai ketemu lagi di postingan berikutnya.



Nissy -Slave


Hola, Minna-san, apa kabar ? Semoga sehat dan bahagia selalu ya.


Kali ini gw ingin menuliskan tentang kejutan yang gw dan penggemar Nissy dapatkan hari ini. 


Jadi,hari ini merupakan hari ulang tahun Nissy (yeay, omedetou gozaimasu) tapi lucunya, malah penggemarnya yang dapat kejutan karena NISSY MERILIS LAGU BARU! 


Yup, tanpa hint, aba-aba, teaser, tidak ada angin tidak ada hujan (sempet sih beberapa hari lalu) Nissy secara tiba-tiba merilis sebuah lagu berjudul Slave.




Seolah kejutan rilis lagu belum cukup, Nissy juga merilis video di chanel YouTube miliknya yang gak kalah bikin gw tercengang dimana ada video proses rekaman lagu Slave yang ternyata di direct oleh Taka dari One Ok Rock. 


Jadi karena kondisi Nissy yang sedang kambuh asmanya ditambah ada semacam polip di tenggorokan, Ia bingung bagaimana harus membawakan lagu ini dan akhirnya dibantu oleh Taka yang selain sesama musisi juga merupakan teman baiknya.


Huh, tarik napas dulu ya, oke lanjut. 


Setelah nonton proses rekamannya, tentu gw pun langsung coba dengar lagunya dong.


Dan lagi-lagi, gw pun dibuat terkejut saudara-saudara, karena lagunya yang sangat berbeda dari apa yang pernah dirilis Nissy selama ini.


Ya, gw tahu gw sering menulis itu setiap Nissy merilis lagu. Tapi yang kali ini benar-benar bikin gw tercengang.


Musiknya sendiri bisa dibilang keras,sampai gw mikir jangan-jangan Nissy lagi kesal atau marah waktu membuat lagu ini 😆😆😆. 


Kalau dibandingkan dengan Get You Back maupun Trippin yang juga sama-sama lagu bertipe keras pun, lagu ini masih terasa berbeda. Sebab, Get You Back dan Trippin masih memiliki unsur dance yang kental.


Slave ini apa ya?membuat gw mendapat kesan kalau ini adalah lagu milik grup band rock, alih alih lagu dari seorang solois, apa  cara nyanyi yang di direct oleh Taka ikut memberi pengaruh ya? 😆😆😆.



Kalau gw belum nonton video rekaman Slave sebelum dengar lagunya, gw mungkin akan mengira kalau Nissy tengah berkolaborasi dengan One Ok Rock atau Taka.



Tapi setelah lihat yang terlibat dalam pembuatan musik dan lirik, gw gak menemukan nama Taka, hanya ada nama Kudo Taiki dari Da-ice dan Hiromi yang gw tahu sering kerja bareng Nissy untuk membuat lirik, dan nama orang asing di bagian musik yang gw gak tahu.


Jadi memang porsi Taka disini adalah membantu Nissy di proses rekamannya saja ternyata.



Mengenai lirik lagunya, ada hal menarik yang gw temukan. Di video proses rekaman, Taka bilang kalau liriknya sangat Nissy yang bikin Nissy langsung tertawa ngakak.


Nissy pun bilang kalau ini pertama kalinya Ia menulis lirik seperti ini dan dia bisa menuliskannya karena sudah sepuluh tahun berkarir (sebagai solois). 


Taka pun bilang kalau lirik,suara maupun musiknya bakal memberikan kesan yang kuat di hati.


Gak salah sih, gw sendiri masih merasa tercengang kalau dengar lagu ini, saking gak seperti karya Nissy wkwkwkwkwk.


Liriknya tuh apa ya?  terasa seperti sebuah tantangan atau jawaban kepada seseorang (atau kondisi?) yang selama ini mengekang seseorang hingga terasa seperti diperbudak. 


Gw gak tahu  dan gak berani menebak apakah ini merupakan perasaan Nissy tentang kondisinya, mengingat Ia pernah bilang kalau kurang suka menuliskan kisah dirinya menjadi lagu. 



Kesimpulannya, lagu ini membuat gw sangat terkejut karena terasa begitu berbeda dari apa yang Nissy sajikan tapi tetap membuat gw merasa tertarik untuk mendengarkannya.



Okelah, gw cukupkan dulu ya review soal lagu Slave, nanti kalau ada tambahan akan gw tulis lagi.


Terima kasih sudah mampir dan baca postingan ini. Sampai ketemu lagi di postingan berikutnya.



Buat Nissy sekali lagi selamat ulang tahun, semoga sehat dan bahagia selalu, semoga dome tournya bisa berjalan lancar dan sukses sejak awal sampai selesai, semoga mampir ke Indonesia dan selamat atas rilis lagu barunya.


Terima kasih banget sudah memberikan kejutan buat kita-kita pendengarnya.



Nonton Happy Flight di JFF Theater



Sulit untuk diakses sering menjadi alasan utama bagi orang-orang untuk menyerah menikmati konten hiburan asal negeri Sakura.


Tapi untungnya situasi mulai berubah , karena sekarang, Kita sudah bisa mendapat kemudahan untuk menikmatinya secara perlahan.


Misal, mulai banyak anime yang bisa ditonton di Youtube dan platform legal lain serta mulai banyak penyanyi Jepang yang memasukkan diskografinya di platform musik.



Nah, ada platform baru lagi nih yang waktu itu diumumkan JF alias Japan Foundation. Mereka membuat pengumuman kalau mulai bulan Agustus ini, telah dibuka website JFF theater yang memungkinkan Kita untuk menikmati konten hiburan Jepang.


Sebagai permulaan, baru ada 2 film yang bisa ditonton dalam waktu terbatas. Tapi nantinya, kontennya kabarnya akan ditambah. 


Film yang gw tonton adalah Happy Flight yang dibintangi oleh Ayase Haruka, sosok yang harusnya sudah tidak asing lagi bagi teman-teman yang hobi nonton film atau dorama Jepang.



Happy Flight menceritakan tentang apa yang terjadi dalam sebuah proses penerbangan, khususnya penerbangan ke luar negeri dimana sebuah pesawat asal Jepang akan terbang ke Honolulu.


Disini diperlihatkan bahwa untuk satu kali penerbangan, perlu banyak persiapan dan kerjasama dari berbagai pihak. Misalnya, pesawat harus dicek terlebih dahulu dan diperbaiki jika memang diperlukan. Waktu perbaikannya pun perlu diperhitungkan karena akan mempengaruhi jam terbang pesawat, kemudian dibutuhkan juga informasi dari kantor pengamat cuaca, pilot, pramugari sampai orang yang bertugas untuk menghalau burung yang ada di jalur yang dilewati pesawat.


Kalau boleh jujur, film ini tidak menawarkan konflik besar yang spektakuler, sebaliknya, film ini justru menghadirkan sebuah kisah sederhana tentang proses penerbangan dengan drama yang mungkin terjadi di dalamnya.


Bagi sebagian orang, model cerita seperti ini bisa saja membuat bosan bahkan mengantuk. Tetapi kalau teman-teman adalah orang yang suka mencari informasi baru serta suka drama ringan terutama yang membahas tentang suatu pekerjaan, maka film ini adalah tontonan yang tepat.


Karena itu, jangan sampai kelewatan filmnya di JFF theater ya, teman-teman. Tinggal bikin akun sudah langsung bisa nonton kok, jangan lupa cek jadwal putar filmnya ya.


Okelah sampai disini dulu ya postingan kali ini, terima kasih sudah mampir dan baca.


Sampai ketemu di postingan berikutnya.

Blue Lock Movie -Episode Nagi-








 Hola Mina-san, apa kabar semuanya? Semoga di tengah situasi yang membuat tegang dan banyak berpikir ini, Kita semua selalu sehat dan tetap punya semangat buat melakukan berbagai kegiatan ya.


Kali ini, gw ingin membahas tentang satu buah film yang sempat gw tonton lagi di masa awal penayangannya di bioskop yaitu Blue Lock Movie: Episode Nagi, yang sebenarnya tulisannya sudah gw siapkan dari dua minggu lalu, gak jauh dari waktu aslinya gw nonton. Tapi ternyata baru sempat gw post sekarang tulisannya, huhuhu maaf banget ya. Tapi lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali kan? 


Okelah Kita mulai saja pembahasannya, hajimemasyou.


Film ini merupakan spin off dari serial anime Blue Lock yang sempat heboh dan jadi bahan pembicaraan tahun lalu. Sesuai judulnya, tokoh yang menjadi pusat cerita adalah Nagi Shireishiro, yang diceritakan merupakan seorang jenius dalam bermain bola dalam menemukan apakah arti sepak bola bagi dirinya.


Film diawali dengan pengenalan terhadap karakter Nagi, remaja SMA yang sangat malas bahkan sampai dalam taraf tidak punya semangat hidup. Hal yang disukainya adalah bermain game dan rebahan. Melakukan kedua hal tersebut seumur hidup merupakan cita-citanya. (ckckckck jangan ditiru ya teman-teman 😂😂)


Kehidupan Nagi kemudian berubah ketika Reo Mikage tidak sengaja menabraknya yang tengah bermain game. Demi menangkap Hp-nya yang terlempar dari pegangan, Si mageran Nagi, tiba-tiba bisa bergerak dengan sangat lincah hingga mencuri perhatian Reo, yang kemudian menganggap kalau Nagi adalah seorang jenius.


Singkat cerita, Reo berusaha membujuk Nagi untuk main bola bersamanya. Bukan hal mudah tentu saja, mengingat betapa malasnya bocah bernama Nagi ini untuk melakukan kegiatan selain bermain game dan rebahan.


Tapi meski begitu, Reo bisa membuat Nagi terkesan karena menunjukkan sikap yang berbeda dengan kebanyakan orang disekitarnya, yaitu tidak sebal dengan magernya.


Akhirnya, Nagi pun mau mengikuti ajakan Reo dan mereka berdua pun menjadi duo jenius bola yang tak terkalahkan.


Kemudian, pada suatu hari keduanya mendapatkan surat undangan dari asosiasi sepak bola.


Ketika datang, mereka bisa bertemu dengan berbagai murid SMA pecinta bola yang memiliki beragam karakter dengan satu kesamaan yang selalu membuat Nagi bertanya-tanya yaitu sikap berapi-api dalam bermain bola.


Ternyata mereka dipanggil untuk mengikuti program bernama Blue Lock yang digadangkan sebagai program untuk mencari striker terbaik yang nantinya bisa memperkuat Jepang di ajang piala dunia.


Sudah bisa ditebak, Nagi menolak mengikuti program tersebut karena baginya sangat merepotkan dan menyiksa. Tapi akhirnya, Nagi pun bersedia ikut setelah mengajukan syarat yang langsung disanggupi Reo.


Berhasilkah duo jenius ini menjadi pemain bola terbaik di dunia? Silakan temukan jawabannya di bioskop terdekat 😆😆😆


Disclaimer dulu nih ya, sesuai yang pernah gw tulis waktu gw bahas tentang Stormy, gw sama sekali belum pernah membaca manga maupun menonton anime Blue Lock sebelumnya.


Sehingga bisa dibilang kalau modal gw untuk nonton film ini adalah rasa penasaran yang muncul karena dengar OST-nya.


Jadi apa yang gw tulis merupakan murni kesan yang muncul setelah nonton filmnya saja.



Walau bisa dibilang gak tahu apa-apa soal Blue Lock sebelumnya, gw sama sekali gak merasa rugi kok menonton film ini. Sebaliknya, Gw malah menemukan beberapa hal menarik.


Misalnya membahas soal ego. Gw memang jarang mengikuti serial yang mengambil tema olahraga, tetapi dari beberapa yang pernah gw lihat, hampir semuanya menggambarkan kalau seorang pemain harus membuang egonya dan bekerja sama dengan member lain demi kemenangan tim.


Sementara disini, setiap pemain justru diminta untuk menunjukkan egonya. Sebenarnya wajar sih mengingat mereka masih dalam tahap kompetisi yang pastinya penuh persaingan. Tapi jujur, gw sedikit kaget dengan itu.


Meski gw sadar kalau ego yang dimaksud disini mungkin lebih ke alasan kuat yang membuat mereka berjuang. Ibaratnya walau nanti harus lawan sahabat baik, kalau memang niat jadi pemenang ya harus maju tanpa melihat siapa yang dilawan.


Hal lain yang patut jadi sorotan dari film ini adalah hubungan dua tokoh utama yaitu Nagi dan Reo yang bisa dibilang cukup dramatis.


Sejujurnya, gw sudah sempat mendapatkan gambaran bagaimana hubungan mereka ketika mendengar Stormy, hanya saja gak terbayang kalau bakal sedramatis itu di filmnya.


Sayangnya, bagian Reo membujuk Nagi dan berlatih bersama tidak ditunjukkan lebih lama sehingga kebersamaan mereka sebagai duo jenius bola sedikit terasa agak tiba-tiba.


Hal lain yang menarik perhatian gw dari film ini adalah efek yang muncul ketika mereka sedang bertanding. Gw tahu kalau ada beberapa anime yang membuat efek ketika teknik dalam suatu olahraga muncul tuh…apa ya bahasanya? Mencolok? Wow? Berlebihan? sehingga sedikit terlihat lucu di mata gw.


Jangan salah paham ya teman-teman, gw gak menganggap hal ini buruk kok, justru menarik, karena gw yakin di dunia nyata, kita gak bakal melihat orang yang ketika mau menendang bola tuh tiba-tiba tubuhnya mengeluarkan energi ala-ala tokoh utama shonen hendak bertarung. 


Dibanding beberapa anime olahraga yang pernah gw tonton yang mempertontonkan hal serupa, Blue Lock termasuk yang cukup wow efeknya. Untuk sesaat, gw sempet lupa kalau yang gw tonton film tentang sepak bola biasa, bukan yang mengandung unsur fantasi 😆😆


Terakhir, hal yang membuat film ini menarik bagi gw adalah Stormy. Yup, seperti yang gw sebutkan sebelumnya, lagu inilah yang membuat gw penasaran untuk menonton filmnya.





Memang faktor penyanyinya adalah Nissy juga berpengaruh, tetapi hal yang bikin gw penasaran sama filmnya adalah lirik dan MV lagu Stormy itu sendiri.





Soalnya, waktu gw mendengar dan menonton MV Stormy, gw menangkap kesan keren dan dramatis yang bikin gw kepo serta nekat nonton meski sebelumnya gak tahu apa-apa soal Blue Lock.


Hasilnya bagi gw, sama sekali tidak mengecewakan. Sekarang gw jadi tahu bagian di MV yang Nissy bilang memang berhubungan dengan Blue Lock dan minta penonton untuk menebaknya


Lirik paling jleb menurut gw sih bagian 


Mendokusai boku ni furetekurete mezametan da

Me ga samete doko ni ikou to

Shitta koto janai ze osuki ni douzo

Kimi no inai mirai e iku

Boku no wagamama wo yurushite

Uso to uragiri suki ni sureba ii

Okuridase nai kedo hikitomenai

Kotae ga hoshii

Ina, katachi ga hoshii

Sakibashiru kibou

Ushinau zankokusa wo shiru

Kono kizu ga itsuka kasabuta ni naru koro

Bokura meiro no naka mata meguriaou


I was a hassle, but you touched me and woke me up.

Awake or not, wherever you go from here,

That's none of my business, do what you want.

I'm heading for the future you're not in.

I know I'm selfish, forgive me.

Lies and betrayal, just suit yourself.

I can't send you off, but I won't stop you.

I need an answer.

No, I need something tangible.

Impatient hopes.

Now I know the cruelty of losing.

By the time this scar forms a scab,

We will meet again inside the maze.


Lirik ini merupakan part favorit gw karena dibawakan seperti orang ngobrol dan menurut gw itu keren banget. Dan ternyata setelah nonton filmnya, bagian itu memang jleb banget sih karena memang paling menggambarkan Nagi dan Reo.


Sekarang gw paham dan setuju sama akun di twitter yang menulis kalau lagu ini benar-benar bisa menggambarkan filmnya,bahkan Nissy jadi terlihat mewakili Nagi dan Sky-Hi mewakili Reo.


Kesimpulannya, film Blue Lock -Episode Nagi- ini cukup bisa menghibur gw yang bisa dibilang tidak tahu apa-apa soal Blue Lock sebelumnya.


Tapi, gw juga mau jujur kalau filmnya belum bisa membuat gw merasa sampai penasaran buat menonton serialnya.


Meskipun begitu, seperti yang sudah gw tulis juga, gw sama sekali gak merasa rugi kok, justru terhibur apalagi langsung merasa dapat bonus menyenangkan karena bisa mendengar suara Nissy di bioskop tanah air 😆😆.


Film ini gw rasa sih akan cocok untuk teman-teman yang memang tertarik dengan cerita olahraga atau slice of life gitu. Oh juga untuk teman-teman perempuan yang suka karakter cowok keren, mata bisa jadi akan merasa termanjakan disini, soalnya gambarnya bagus-bagus, tinggal pilih yang sesuai selera hehehehehehe.


Okelah sekian dulu ya postingan kali ini, terima kasih buat yang sudah mampir dan baca.


Sampai jumpa di postingan berikutnya ya.


Silakan tuliskan komentar teman-teman soal filmnya ya ^_^








 


Copyright 2009 Blue Dolphin. All rights reserved.
Free WPThemes presented by Leather luggage, Las Vegas Travel coded by EZwpthemes.
Bloggerized by Miss Dothy